Pelatihan Policy Brief

Pelatihan Policy Brief PSp3-DPIS IPB. Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) LPPM IPB berkolaborasi dengan Direktorat Publikasi Ilmiah dan Informasi Startegis (DPIS) IPB menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penulisan Policy Brief dalam Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan (JRKPL). Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada tanggal 30 dan 31 Oktober 2019 bertempat di Ruang Mawar Sekolah Pascasarjana (SPs) Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) Kampus IPB Baranangsiang. Kegiatan dilaksanakan sebagai bagian dari akselerasi peningkatan minat penulisan artikel dalam bentuk risalah kebijakan (policy brief). Prof. Anja Meryandini selaku chief editor dari JRKPL memberikan pernyataan bahwa “Kegiatan ini menjadi media promosi JRKPL kepada seluruh insan akademik dan peneliti di lingkungan kementerian dan lembaga penelitian serta perguruan tinggi mengenai adanya format penulisan ilmiah dalam bentuk risalah kebijakan (policy brief).“

 

“Kebutuhan akan wadah untuk menuangkan gagasan, ide dan pemikiran menjadi sesuatu yang tertulis sangat dibutuhkan akhir-akhir ini, terkait dengan pengambilan kebijakan,” ujar Dr. Sofyan Sjaf dalam sambutannya selaku Kepala PSP3-LPPM IPB. Dr. Sofyan Sjaf melanjutkan bahwa, “keberadaan JRKPL menjadi wadah yang amat penting bagi para peneliti untuk bisa menyampaikan pemikirannya kepada para pengambil kebijakan.”

 

Hal yang senada juga disampaikan oleh Dr. Akhmad Faqih selaku representatif dari DPIS IPB dalam sambutannya saat membuka kegiatan pelatihan, “Pemikiran para peneliti cenderung fokus pada satu permasalahan, namun pemikiran pengambil kebijakan cenderung dinamis dan melompat-lompat mengikuti arah pengambilan kebijakan, sehingga perlu ada sinkronisasi dalam menyatukan pemikiran yang ada melalui proses science-policy interface. Penulisan policy brief diperlukan sebagai wadah penyampaian rekomendasi kebijakan dengan bahasa tulisan yang dapat secara cepat dan mudah untuk dibaca oleh para pengambil kebijakan dan disusun dengan dasar hasil penelitian ilmiah.”

 

Pada hari pertama dilakukan penyampaian materi pelatihan oleh dua nara sumber dari Pimpinan Dewan Guru Besar (DGB) IPB, yakni Prof. Hadi Susilo Arifin dan Prof. Y Aris Purwanto. Prof. Hadi memaparkan mengenai teknik penulisan artikel ilmiah dan kiat-kiat atau strategi dalam menyusun artikel ilmiah dalam format risalah kebijakan. Artikel risalah kebijakan ditulis dengan bahasa popular yang dibaca oleh pejabat, jadi tujuan tulisannya adalah agar dapat dibaca secara cepat oleh para stakeholders.

 

Sementara Prof. Aris memberikan materi mengenai plagiarisme di dunia penulisan artikel ilmiah. Plagiarisme yang mencakup fabrication, falsfication dan plagiarism. Prof. Aris juga menjelaskan teknik penggunaan aplikasi pengecekan plagiarisme, sehingga para peserta dapat lebih berhati-hati dalam menulis agar tidak terjebak dalam penulisan yang cenderung plagiat.

 

Adapun tujuan dari pelatihan ini ada dua, yakni “pertama, untuk merevitalisasi JRKPL yang sempat vakum dalam satu tahun terakhir ini, kedua untuk membangkitkan budaya akademik menulis artikel dalam bentuk risalah kebijakan” demikian disampaikan oleh Dr. Kaswanto dalam penyampaian laporan kegiatannya selaku ketua pelaksana pelatihan ini.

 

Lebih lanjut disampaikan oleh Dr. Kaswanto bahwa, “Format penulisan risalah kebijakan berbeda dengan penulisan artikel ilmiah pada umumnya. Format artikel risalah kebijakan diawali dengan pernyataan kunci, rekomendasi kebijakan, baru setelah itu dilanjutkan dengan pendahuluan, dan kemudian penyampaian situasi terkini terhadap isu yang dibahas, metode pengambilan data, dan diakhiri dengan penyampaian analisis dan alternatif solusi. Perbedaan inilah yang sangat perlu untuk disampaikan kepada peserta pelatihan. Format inilah yang perlu kita latih, karena hal ini berbeda dari yang biasa”.

 

Pelatihan ini dihadiri oleh peserta dari berbagai afiliasi, mulai dari mahasiswa sarjana dan pascarajana IPB, peneliti dari pusat studi IPB, dosen Sekolah Vokasi IPB, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) seperti Kebun Raya Bogor, dan badan/pusat penelitian dan pengembangan pemeritahan seperti dari Kementerian Desa PDTT, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Balitbang Pertanian, Puslitbang Perhutani, Balitbang Agroklimat dan Hidrologi, lembaga pendidikan SMP Islam Cendekia Cianjur (SICC), serta perwakilan swasta dan lainnya.

 

Sumber: https://ipb.ac.id/news/index/2019/11/ipb-university-gelar-pelatihan-policy-brief-jurnal-risalah-kebijakan-pertanian-dan-lingkungan/d870656eb21cd07e4b022b15296163f2

Add a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.