Beda Landscaper dengan Tukang Kebun

Bagi banyak orang yang menekuni profesi landscaper architect, akan selalu menjadi pertanyaan yang menggelitik bila client kita bertanya mengenai hal ini. Kebanyakan orang akan membandingkan, apa sih bedanya seorang arsitek lanskap dengan mamang-mamang yang jualan tanaman di pinggir jalan or tukang kebun di rumah. Mereka tho sama-sama bisa menanam, bahkan kadang-kadang bagusan taman yang dibuat tukang kebun gw daripada buatan landscaper. Tukang kebun lebih murah, bahkan lebih cepat, ngga perlu repot-repot pake gambar segala. Minta ini itu, ceplak ceplok, jadi deh taman yang luar biasa indah dalam waktu kurang dari satu minggu. Keren…..

Sungguh hal yang miris jika client kita mengeneralisir profesi seorang landcaper seperti cerita di atas.  Adakalanya beberapa lulusan arsitek lanskap kurang pede dengan ilmunya sendiri, bahkan pindah haluan ke bidang lain semisal perbankan dan perdagangan. Menjadi sebuah ambigu bagi para orang tua tentang prospek masa depan anak kesayangannya bila menekuni bidang ini.

Hmmm…. memang realistis, tapi hal ini tidak sepenuhnya benar.

Bila kita search melalui google.com mengenai prospek profesi arsitek lanskap, sungguh luar biasa. Sudah banyak sendi-sendi kehidupan di dunia ini yang sangat membutuhkan seorang arsitek lanskap. Mulai dari kepemerintahan, swasta hingga individu yang memiliki kecintaannya akan lingkungan yang indah dan dinamis.

Mungkin kutipan di bawah ini bisa menjelaskan bagaimana rona dan kiprah seorang landscaper di dunia nyata ini (sumber: www.ipb.ac.id).

Seorang pakar di bidang lanskap Ibu Diane Menzies (President of International Federation of Landscape Architects – IFLA) menegaskan bahwa untuk mencapai profesionalisme di bidang arsitektur lanskap hingga dapat bersaing dalam era globalisasi ini, maka tidak bisa tidak ada hal yang perlu diperhatikan antara lain standar kompetensi pendidikan di universitas secara International (International University Standard), serta sertifikasi keprofesian (Professional Licensing). Di Indonesia standar kompetensi pendidikan ini diukur dengan akreditasi program studi yang ditangani oleh Badan Akreditasi Nasional yang berlaku secara nasional. Sedangkan untuk lulusan dari bidang arsitektur lanskap agar dapat bisa bekerja dan bersaing di luar negeri memang diperlukan suatu sertifikasi keprofesian. Beruntungnya bahwa di Indonesia sendiri sejak 2001 telah berdiri Badan Sertifikasi Keahlian Arsitektur Lanskap (BSKAL). Oleh karena itu diharapkan lulusan arsitektur lanskap ini tidak hanya berkarya di kabupaten dan kota di Indonesia (karena telah adanya otonomi daerah), terutama juga dalam menghadapi AFTA 2010 diharapkan mampu bersaing untuk berkarya di tingkat regional dan international.

Begitu juga dengan pendapat pakar lanskap di Indonesia, Bapak Hadi Susilo Arifin yang menguraikan bahwa pada intinya seorang arsitek lanskap, sebagai insan profesional selayaknya bisa mengedepankan karya-karya arsitektur lanskap dalam tatanan makro, artinya tidak dalam skala ruang yang sempit, pada bagian-bagian tertentu saja, atau pada kota-kota tertentu saja. Tetapi karya arsitektur lanskap yang baik tidak hanya dapat memberi keindahan, kenyamanan, keamanan dan kebahagiaan bagi manusia (human happiness) saja, akan tetapi seharusnya bisa mencapai ecological well being di mana secara ekologis semua mahluk hidup dapat merasakan yang baik dalam pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Terpenting bagaimana agar disiplin ilmu dan profesi arsitektur lanskap ini bisa dikenal di Indonesia. Sehingga profesi arsitektur lanskap juga bisa berperan menata lingkungan yang lebih baik serta berperan dalam mitigasi bencana alam, dan bahkan dapat berperan dalam mengatasi global warming dan global climate change dengan perencanaan, perancangan dan pengelolaan lanskap yang berwawasan lingkungan. Dengan demikian sudah saatnya para arsitek lanskap melakukan political movement untuk mempengaruhi kebijakan-kebijakan, terutama yang terkait dengan pembangunan lingkungan berkelanjutan di negeri ini.

Jadi, kembali ke pertanyaan di atas. Apa bedanya seorang landscaper dengan tukang kebun? Apa keuntungannya menggunakan jasa seorang landscaper dengan tukang kebun? Jawabannya akan saya berikan pada posting berikutnya di dalam blog ini. Tapi sembari menunggu dan memendam rasa penasaran Anda, silahkan beri komentar pada kolom di bawah ini…

89 Comments