KOZA System in Japanese University

11 01 2021

Koza system is made in Japan university. This system is very popular and become a heritage system.

KOZA (講座 ― こうざ) is a Japanese word literally meaning “lecture chair”. In a complete set consisted of:

  • a full professor (KYOJU, 教授 ー きょうじゅ),
  • an assistant professor (JOKYOJU, 助教授 ー じょきょうじゅ), and
  • two research associates (JOSHU, 助手 ー じょしゅ).

A KOZA こうざ constituted the minimal set of research groups under the strong leadership of the full professors. The number of KOZAs in the department or faculty is very important.

 


Share


Studium Generale MK Pertanian Inovatif IPB University

3 01 2021

Studium Generale I

Studium Generale II

Studium Generale III

Rangkaian kegiatan Studium Generale MK Pertanian Inovatif IPB10C (MK PI) telah berhasil dilaksanakan dengan sukses dan lancar. Kegiatan Kuliah Umum atau Studium Generale (SG) MK PI ini dilaksanakan secara berseri sejumlah tiga kali, yakni dengan jadwal sbb:

  1. SG I [Pertemuan ke-1]: Senin, 7 September 2020, dengan tema “Agromaritim IPB 4.0” oleh Rektor IPB, Prof. Dr. Arif Satria.
  2. SG II [Pertemuan ke-13]: Rabu, 16 Desember 2020, dengan tema “Krenova (Kreasi dan Inovasi): Mari Kaya dengan Bertani” oleh Pemilik dan Pendiri Sabila Farm, Dr (HC). Ir. H. Muhammad Gunung Soetopo.
  3. SG III (Pertemuan ke-14): Rabu 23 Desember 2020 bertajuk “Emas Biru dan Emas Hijau” oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo.

Setiap SG dipandu oleh host dari dosen IPB University yang juga adalah dosen pengajar dalam MK PI ini. Pada SG I, acara dipandu oleh Dr. Drh. Ligaya Tumbelaka dari Departemen Klinik Reproduksi Patologi Fakultas Kedokteran, dan pada SG II oleh Dr. Trikoesoemaningtyas dari Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian. Kemudian, pada SG III terakhir dipandu oleh host Dr. Kaswanto dari Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPB University.

Ketiga SG ini dimoderatori oleh Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin selalu Dosen Koordinator MK Pertanian Inovatif (MK PI) dan juga dosen Dosen Departemen Arsitektur Lanskap IPB University. Prof Hadi, demikian disapa, menyampaikan bahwa MK ini merupakan MK yang memberi wawasan bagi mahasiswa baru mengenai arti pertanian. SG III ini sengaja dilaksanakan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai peran pertanian tidak hanya bagi masalah pangan namun juga kontribusinya bagi permasalahan non-pangan.

MK PI merupakan MK pada Program Pendidikan Kompetensi Umum (PPKU) IPB University. Materi ini diberikan kepada lebih dari empat ribu mahasiswa baru PPKU IPB setiap tahunnya pada semester ganjil. MK PI diasuh oleh 51 orang dosen yang mumpuni dari beragam fakultas di IPB University. Sejatinya, materi MK ini ditujukan untuk memberikan inspirasi, inovasi dan integritas bagi mahasiswa baru mengenai peran penting pertanian di dunia dan terutama di Indonesia.

Tujuan dari SG ini adalah 1) memberikan lesson learned dari success story nara sumber kepada mahasiswa, mengenai perhatiannya terhadap pembangunan pertanian dalam arti luas; 2) memberi wawasan bagi mahasiswa tentang pertanian di darat maupun di laut untuk mendukung keberlanjutan ekologi, ekonomi, sosial budaya, serta ketahanan dan keamananbangsa dan negara; dan 3) menyampaikan pentingnya pengelolaan lingkungan hidup bagi keberlanjutan manusia di muka bumi.

Pada akhir setiap SG diberikan hadiah bagi mahasiswa yang bertanya. Selamat kepada para penerima hadiah, dan selamat kepada seluruh panitia. Materi lengkap mengenai SG ini dapat dilihat pada video yang dikelola oleh Direktorat Sistem Informasi dan Transformasi Digital (DSITD) IPB University.

Terima kasih kepada panitia penyelenggara Prof. Dr. Toni Bachtiar (Direktur PPKU IPB), Prof. Hadi Susilo Arifin, Ph.D (Koordinator MK Pertanian Inovatif), Prof. Dr. Eko Sriwiyono (Sekretaris MK Pertanian Inovatif), Moh. Saddam Ali, SP, M.Si. (Asisten MK Pertanian Inovatif) dan Ir. Julio Adisantoso, MS (Direktur DSITD) dan staff.

 


Share


Pemakalah Oral Terbaik Semnas Penelitian LPPM 2020

28 12 2020
Pemakalah Oral Terbaik

Pemakalah Oral Terbaik

 

Pemakalah Oral Terbaik Seminar Nasional Penelitian LPPM IPB University diberikan kepada Dr. Kaswanto, SP, MSi yang disajikan secara online via virtual zoom meeting.

Pemakalah Oral Terbaik dalam rangka Seminar Nasional Penelitian IPB TA 2020 dengan tema “Kolaborasi Penelitian Transdisiplin untuk Penguatan Konsep Pembangunan Agromaritim 4.0” yang dilaksanakan di Bogor secara Online pada hari Selasa dan Rabu tanggal 15 dan 16 Desember 2020.


Share


Time and Energy Management

26 12 2020
Time and Energy Management

Time and Energy Management

Time and Energy Management merupakan tema pelatihan untuk mengelola waktu dan energi positif secara lebih efisien dan baik. Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari yakni hari Minggu dan Senin tanggal 19 dan 20 Desember 2020 di Bogor. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh civitas academica Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPB University.

Materi mengenai “Time” mengajarkan bagaimana menentukan prioritas kegiatan. Apakah kegiatan tersebut Q1, Q2, Q3 atau Q4? Sebaiknya seluruh kegiatan yang tidak bisa ke Q3 maka diarahkan ke Q2. Jangan menunggu ketika Q2 bergerak menjadi Q1.

Q1: Penting dan Mendesak
Q2: Penting dan Tidak Mendesak
Q3: Tidak Penting dan Mendesak
Q4: Tidak Penting dan Tidak Mendesak

Bagaimana mempertahankan kegiatan pada penting pada posisi Q2.

Bagaimana mendelegasikan kegiatan pada Q3 pada orang yang tepat.

 

Materi mengenai “Energy” adalah mengubah pemikiran negatif menjadi pemikiran positif, artinya mengubah energi negatif menjadi energi positif. Melatih diri agar mampu menstabilkan energi dalam diri dengan baik sehingga mampu bekerja dengan rasa syukur dan cinta.

Melatih pikiran agar senantiasa memiliki pikiran positif, melatih otot otak yang berpikiran positif.

 

 


Share


IKDKI Award 2020

25 12 2020
IKDKI AWARD 2020 Dr. Kaswanto, SP, MSi

IKDKI AWARD 2020 Dr. Kaswanto, SP, MSi

IKDKI AWARD 2020 kategori Penerima Hibah diberikan kepada Dr. Kaswanto, SP, MSi. Ikatan Dosen Katolik Indonesia (KDKI) memberikan award kepada Dosen Katolik Indonesia yang berprestasi. Setelah berhasil melaksanakan Seminar Nasional pertamanya, IKDKI menyelenggarakan kegiatan pemberian award kepada Dosen Katolik Indonesia. Kegiatawan IKDKI Award 2020 diselenggarakan bertepatan dengan peringatan setahun bedirinya IKDKI.

Dirgahayu IKDKI yang pertama. Proficiat!!

Semoga Tuhan senantiasa memberkati para pengurus pusat dan daerah. Semoga semakin mumpuni dan melayani dalam kasih.

Terima kasih sudah dipercayakan untuk menerima penghargaan IKDKI Award.

#IKDKI ##IKDKI_Award #KAS_AMAZING


Share


Studium Generale MK Pertanian Inovatif

24 12 2020

Studium Generale MK Pertanian Inovatif IPB10C telah berhasil dilaksanakan dengan sukses dan lancar. Kegiatan Kuliah Umum atau Studium Generale (SG) ini adalah Seri Ketiga dari tiga series yang direncanakan. Sebelumnya telah ada SG I dan SG II yang juga telah sukses dilaksanakan pada beberapa waktu sebelumnya. Topik SG III kali ini adalah mengenai Emas Hijau dan Emas Biru yang disampaikan oleh Letjen TNI Doni Monardo Kepala BNPB RI dengan dimoderatori oleh Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin Dosen Departemen Arsitektur Lanskap IPB University.

Acara ini dipandu oleh host Dr Kaswanto, dosen MK Pertanian Inovatif IPB10C dan juga dosen dari Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPB University. Dr Kaswanto dalam pembukaan acara menyampaikan bahwa Mata Kuliah (MK) Pertanian Inovatif merupakan MK pada Program Pendidikan Kompetensi Umum (PPKU) IPB University. MK ini diberikan kepada lebih kurang empat ribu lebih mahasiswa baru PPKU IPB setiap tahunnya pada semester ganjil. MK ini diasuh oleh 51 orang dosen yang mumpuni dari beragam fakultas di IPB University. Materi MK ini ditujukan untuk memberikan inspirasi, inovasi dan integritas bagi mahasiswa baru mengenai peran penting pertanian di dunia dan terutama di Indonesia.

Acara utama dimoderatori oleh Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin, selaku Dosen Koordinator MK Pertanian Inovatif sejak tujuh tahun yang lalu. Prof Hadi, demikian disapa, menyampaikan bahwa MK ini merupakan MK yang memberi wawasan bagi mahasiswa baru mengenai arti pertanian. SG III ini sengaja dilaksanakan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai peran pertanian tidak hanya bagi masalah pangan namun juga kontribusinya bagi permasalahan non-pangan.

Dalam paparannya, Letjen TNI Monardo menyampaikan peran pertanian dan lingkungan dalam membenahi seluruh aspek kehidupan manusia. Betapa pentingnya peran Emas Hijau dan Emas Biru dalam sendi-sendi kehidupan sehingga pesan ini senantiasa terus disampaikan bahwa tidak hanya hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan, namun manusia dengan alam juga harus dijaga.

Usai penyampaian materi dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Kemudian berlanjut dengan pemberian apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Letjen TNI Doni Monardo disampaikan oleh Prof Dr Asep Gunawan selaku Asisten Direktur Bidang Pendidikan PPKU IPB University.

Pada akhir acara SG III ini diberikan 30 hadiah bagi 3 kategori, yakni 10 Penanya Terbaik di Zoom, 10 Penanya Terbaik di Youtube dan 10 Pengunggah Foto Terbanyak di Instagram. Selamat kepada para penerima hadiah, dan selamat kepada seluruh panitia. Materi lengkap dapat dilihat pada video yang dikelola oleh Direktorat Sistem Informasi dan Transformasi Digital (DSITD) di bawah ini.

Studium Generale MK Pertanian Inovatif


Share


SG III Emas Hijau dan Emas Biru

20 12 2020
Studium Generale III

SG III Emas Hijau dan Emas Biru

 

STUDIUM GENERALE III – PERTANIAN INOVATIF – IPB10C

Salam….Innovative Agriculture!!!

Studium Generale III MK Pertanian Inovatif adalah kuliah minggu ke-14 yang wajib diikuti oleh semua Mahasiswa PPKU-IPB 57.
Topik SG III: “Emas Hijau & Emas Biru”
Dosen Tamu: Letnan Jenderal TNI Doni Monardo Kepala BNPB-RI
Moderator: Prof. Hadi Susilo Arifin, Ph.D.
Host: Dr. Kaswanto

Catat Hari, Tanggal dan Waktu:
Hari Tanggal: Rabu, 23 Desember 2020
Waktu: 15.00-17.00 WIB
Via Zoom Meeting, untuk kelas SS02, SS05, ST03, ST14, ST19, & ST26 (link khusus)
Via Live Streaming atau Tayang Ulang YouTube untuk 32 kelas lainnya di link https://ipb.link/youtube-sgmkpi3

Semua mahasiswa wajib membuat Laporan SG III. Panduannya dapat dilihat di www.course.ipb.ac.idMK Pertanian Inovatif.

Berhadiah buku tentang kiprah Letjen TNI Doni Monardo di bidang pertanian dan lingkungan bagi:
10 Pengunggah Foto Terbanyak
10 Penanya Terbaik dari YouTube
10 Penanya Terbaik dari Zoom

Follow IG @innovativeagricultureipb – Unggah foto-foto kamu dengan hastag #SG3PI-keren

Salam….Innovative Agriculture!!!
Salam…..Tangguh!!!.

Prof. Hadi Susilo Arifin, Ph.D.
Koordinator MK PI

Salam Hangat,
Dr. Kaswanto
Dosen MK PI


Share


Sertifikat Dosen Pendamping PIMNAS 33

19 12 2020
Sertifikat PIMNAS 33

Sertifikat Dosen Pendamping PIMNAS 33

Sertifikat Dosen Pendamping PIMNAS 33

Sertifikat PIMNAS 33 2020: [Resilient Ecotone: Kawasan Resistansi Melalui Pendekatan Ekologi Lanskap Berbasis Sosial, Ekonomi, dan Ekologi Sebagai Penyokong Keberlanjutan Hutan]

Resilient ecotone hadir melalui pendekatan ekologi lanskap dan input teknologi, dengan empat pilar utama yaitu pola kawasan, sistem sensor panas, konservasi dan strata vegetasi.
Harapannya dapat menciptakan kawasan berdaya lenting tinggi serta dapat melindungi kawasan sekitarnya secara optimal.
Sinergi antara alam, manusia, dan teknologi dapat mewujudkan kehidupan yang harmonis dan sejahtera.

Terimakasih kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dewan Juri PIMNAS 33, dan IPB University.

Tim Penggagas:
1. Anisa Muplihah (@anisamuplihah)
2. Nafidzah Qisthina (@nafidzah )
3. Ai Sukma WG (@aisukma)

Dosen Pendamping :
Dr. Kaswanto, SP. MSi.

#PameranVirtualPIMNAS33
#PIMNAS33
#PKMGT2
@pimnas33


Share


Presentasi Seminar Hasil LPPM 2020

17 12 2020
Presentasi Seminar Hasil LPPM 2020

Presentasi Seminar Hasil LPPM 2020

Presentasi Seminar Hasil LPPM 2020 telah sukses diselenggarakan pada hari Selasa dan Rabu tanggal 15 dan 16 Desember 2020. Dalam kegiatan ini telah berhasil disampaikan laporan untuk dua judul kegiatan penelitian yakni DPM dan LAF untuk peningkatan Jasa Lanskap dalam mewujudkan Lanskap Rendah Karbon.

Judul pertama terkait dengan pemetaan hutan desa di Kabupaten Bantaeng yang merupakan bagian dari Penelitian Tesis Magister dilaksanakan oleh Sdri. Firnawati dengan menerbangkan drone secara mandiri. Penelitian ini memberikan rekomendasi bahwa pemetaan dengan menggunakan drone atau unmanned aerial vehicle (UAC) merupakan salah satu solusi agar mampu memberikan penghematan pada aspek waktu, biaya dan tenaga. Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Judul kedua mengenai penyusunan model manajemen lanskap agroforestri (LAF) yang memiliki nilai jasa lanskap tinggi sehingga mampu meningkatkan kualitas lanskap tersebut dalam mewujudkan lanskap rendah karbon (low carbon landscape). Kegiatan ini dilaksanakan dalam skema Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT) yang didukung oleh Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Model Manajemen LAF yang diusung merupakan model dengan kombinasi terbaik untuk berbagai bentuk tipologi LAF yang dapat dijumpai di lanskap perdesaan dan perkotaan Indonesia.

Jasa Agroekosistem Lanskap Pertanian merupakan salah satu bentuk jasa lanskap yang hendak digenerate oleh Model Manajemen LAF. Struktur, fungsi, dinamika dan budaya yang dimunculkan dari jasa lanskap ini memberikan kontribusi yang positif terhadap situasi status ekonomi, situasi sosial dan kondisi ekologi lanskap tersebut.

 

 


Share


The Morphology of Landscape

6 12 2020

The Morphology of Landscape is written by Carl Sauer (1925) which argues unambiguously that geography is the morphological study of cultural landscapes. It is the systematic study of both the ways in which humans have manipulated the physical landscape, and the ways in which physical landscape shapes the cultural landscape.  Sauer wrote it partly to get the environmental determinists off his back, and partly to stake out some territory for geography.  Here are a few highlights (Source: bicycleresearchproject.wordpress.com/):

  • the “morphological method” involves describing the hell out of physical and cultural landscapes, and then looking for formal patterns across landscapes to determine the connections between culture and the landscape.  The goal is to create composite types, so that you can measure future landscapes against them.  landscape, like area, is an organic whole; unlike area, its boundaries and composition are subjectively determined by the geographer based on experience with other landscapes
  • Geography is not an abstract, rational science; it accepts the subjectivity of the geographer, as long as that subjectivity is made somewhat objective by long experience with reading and writing patterns in the landscape.
  • the cultural landscape is the combination of humans and nature, where the natural landscape provides the materials, culture provides the shaping force, and the “mind of man” creates culture; however, it is “man’s record upon the landscape,” not “the energy, customs, or beliefs of man.”
  • history of the landscape is important, but it’s mostly just included as a “descriptive convenience”.

 

in The Morphology of Landscape, Sauer 1925 stated that:

“The cultural landscape is fashioned from a natural landscape by a culture group. Culture is the agent, the natural area is the medium, the cultural landscape is the result. Under the influence of a given culture, itself changing through time, the landscape undergoes development, passing through phases, and probably reaching ultimately the end of its cycle of development. With the introduction of a different—that is, alien—culture, a rejuvenation of the cultural landscape sets in, or a new landscape is superimposed on the remnants of an older one.”

 

In addition, according to Wu 2010, cultural landscape is developing as:

  • Since the 1960s, the concept of cultural landscape has been widely used in human geography, anthropology, environmental management, and other related fields. A major burst of interest in cultural landscapes took place in the early 1990s—“the rise of cultural landscapes” (Jacques 1995).
  • One of the major factors that contributed to the recent popularity of the term on a global scale was the adoption of cultural landscapes in the International Convention for the Protection of the World’s Cultural and Natural Heritage (often referred to as the World Heritage Convention) by the United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) in 1992.
  • The World Heritage Convention was established in 1972 to recognize and protect the world’s natural and cultural heritage of “outstanding universal value,” and in 1992 it became the first international legal instrument to recognize and protect cultural landscapes (UNESCO 1996).

Share