Tugas VI Menjaskap 2018

19 03 2018

 

Tugas VI Menjaskap 2018

Tugas VI Menjaskap 2018

Tugas VI Menjaskap 2018 diberikan agar mahasiswa memahami 17 Sustainable Development Goals (SDGs) dalam kaitannya dengan manajemen jasa lanskap sehingga dapat menjadi nilai tambah dalam proses perencanaan, perancangan dan pengelolaan sebuah lanskap.

 

LS Supply Types

  1. Supply services of physical assets that produce direct benefits to people
  2. Services carried out by ecosystems in regulating environmental processes
  3. Support services, which do not provide direct benefit to people but are required for functioning of ecosystems
  4. Services related to cultural and spiritual needs of the community

 

Cultural Landscape Services

  1. The intangible benefits that people receive from ecosystems through spiritual enrichment, cognitive development, reflection, recreation and aesthetics experience, including cultural systems, social relations and the aesthetic value.
  2. The contribution of the ecosystem to the intangible benefits (experience, skills) that people derive from human-ecological relationships.
  3. Those which satisfy the needs of daily life, as a function of information, as gratification services, as comfort services, or as services for satisfaction of socio-cultural needs.

Cultural Landscape Services (CLS) is important because CLS constitute an important category of services at a landscape scale, as they are able to express the “sense” of a place and the identity of a community interacting over time in a specific area. Physical, emotional and psychological benefits of cultural products are often only implicitly expressed through indirect manifestations. CLS are treated as a residual category since they are difficult to assess –> Therefore poorly integrated in landscape management plans.

 

MG VI MANAJEMEN JASA LANSKAP 2018

 

Tugas Analisis

  1. Tentukan SDGs yang berkaitan dengan topik penelitian Anda.
  2. Berikan penjelasan yang jelas, lugas dan argumentatif mengapa SDGs tersebut sangat relevan bagi penelitian Anda.

Jawaban ditulis pada blog kaswanto.staff.ipb.ac.id paling lambat sebelum UTS minggu depan dimulai.



Actions

Informations

44 responses to “Tugas VI Menjaskap 2018”

25 03 2018
Rahmi Nur Aini (20:47:36) :

Nama : Rahmi Nur Aini
NIM : A44150074

1. SDGs yang berkaitan dengan topik penelitian saya adalah climate action dan life on land.
2. Peneltian saya membahas evaluasi fungsi vegetasi di perkotaan, sample yang digunakan dalam penelitian, yaitu beberapa taman diperkotaan dengan vegetasi yang ada didalamnya. Vegetasi sendiri memiliki hubungan erat dengan iklim yang terbentuk diperkotaan. Dengan berpegang pada program pembangunan berkelanjutan (SDGs) penelitian ini nantinya tidak hanya memperhatikan fungsi vegetasi secara estetika namun akan memperhatikan bagaimana vegetasi pada perkotaan mempengaruhi iklim yang ada disekitarnya dan bagaimana vegetasi itu dapat membantu mengurangi bencana terkait iklim. Selanjutya, kesesuain penggunaan vegetasi pada ruang kota yang diteliti secara tidak langsung akan memenuhi program SDGs life on land yang bertujuan untuk melestarikan dan memulihkan penggunaan ekosistem. Selain itu, penggunaan vegetasi yang sesuai akan mengurangi hilangnya habitat alam dan meningkatkan keanekaragaman hayati.

26 03 2018
RUTH MEVIANNA AURORA A44150061 (01:23:13) :

Sustainable Development Goal 11
Make cities and human settlements inclusive, safe, resilient and sustainable

Sebagai negara berkembang, Indonesia memiliki populasi masunia terbanyak dan melakukan banyak urbanisasi ke kota. Kota dalam skala makro merupakan lingkungan tempat hidup manusia .Manusia beraktifitas, berkomunikasi, dan memperoleh informasi di dalam kota. Namun , hubungan antara manusia dengan lingkungan perkotaan di Indonesia cukup buruk. Jasa lanskap yang diberikan kota rendah sehingga kemanan,kenyamanan,keindahan, kualitas lingkungan ( air, udara dan tanah) tidak mendukung kearah positif yang berkelanjutan bagi manusia.

Bukti : Meningkatnya populasi membuat kapasitas lingkungan tidak dapat mendukung secara efisien sehingga banyak terjadi kerusakan alam yang mengganggu kesehatan manusia dan lingkungan hidup sekitar perkotaan. Disamping itu, kesadaran manusia yang rendah dan merasa bahwa lingkungan memberi manfaat secara tidak langsung dirasakan, membuat manusia bertindak seenaknya dan tidak mengharggai lingkungan sekitarnya.

Berdasarkan Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) no 11 poin 3 dan 6 yang menyatakan bahwa , Pada tahun 2030, target yang dilakukan adalah meningkatkan urbanisasi yang inklusif dan berkelanjutan dan kapasitas untuk partisipatif, perencanaan dan pengelolaan pemukiman manusia yang terintegrasi dan berkelanjutan di semua negara serta kurangi dampak lingkungan yang merugikan per kapita dari kota-kota, termasuk dengan memberikan perhatian khusus pada kualitas udara dan pengelolaan limbah kota dan lainnyamembuat saya ingin menghadirkan Urban Forest yang sesuai fungsi bagi kesejahteraan kesehatan, dan keamanan masyarakaat perkotan

Penempatan vegetasi di perkotan memberikan manfaat intangible/tidak kelihatan tetapi sangat bermanfaat seperti penyerapan CO2,menaungi,habitat makhluk hidup, sebagai jalur ekologis, membantu inflitasi air ke tanah, dan mengurangi stress,. Namun penempatan vegetasi di perkotaan tidak tepat fungsi dan tidak dikelola dengan baik. Dengan adanya analisis penempatan vegetasi yang benar, maka manusia akan lebih mengharaggai makhluk hidup yang penting ini sehingga urban forest ini dapat berkelanjutan.

26 03 2018
Karina Bunga Pradini (22:34:50) :

Nama : Karina Bunga Pradini
Nim : A44150046

1. SDGs yang berkaitan dengan topic penelitian saya adalah, goal 6 : ensure access to water and sanitation for all dan goal 11 : make cities inclusive, safe, resilient and sustainable
2. Saya tertarik untuk melakukan penelitian mengenai hubungan antara jasa lanskap yang diberikan oleh beberapa sumber air bersih dengan masyarakat diperkotaan. Saya tertarik terhadap air dan jasa lanskap yang diberikan, karena air merupakan bagian yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari manusia. Namun jika dilihat belakangan ini banyak masyarakat yang mengalami kekeringan atau kekurangan sumber air bersih baik di daerah pedesaan ataupun perkotaan. Pada masyarakat perkotaan banyak sekali permasalahan mengenai air mulai dari kualitas air buruk, kelangkaan air, sanitasi air yang buruk, tidak adanya tempat untuk menampung air hujan, sehingga banyak kota besar yang apabila musim hujan datang akan mengalami banjir dan ketika musim kemarau datang akan mengalami kekeringan. Hal ini sangat disayangkan dimana seharusnya beberapa wilayah di Indonesia yang memiliki curah hujan yang cukup tinggi bisa menampung air hujan dan digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Saya juga tertarik dengan kehidupan masyarakat perkotaan, dimana kota-kota besar di Indonesia pada umumnya ditinggali oleh orang yang sibuk sehingga kepekaan terhadap lingkungan sekitar semakin berkurang. Kurangnya kepedulian masyarakat perkotaan terhadap lingkungan sekitar dapat dilihat dari beberapa sumber mata air yang tercemar, sampah yang berserakan sehingga menurunkan kualitas tanah, dan banyaknya kendaraan sehingga membuat udara menjadi ikut tercemar. Dengan mengikuti program pembangunan berkelanjutan (SDGs) penelitian ini akan fokus terhadap sumber air bersih dan masyarakat perkotaan dengan segala permasalahan didalamnya. Tujuan dari goal no 11 yaitu meningkatkan urbanisasi yang inklusif serta berkelanjutan dan kapasitas bagi masyarakat, perencaan dan pengelolaan pemukiman manusia yang terintegrasi dan berkelanjutan di semua negara serta kurangi dampak lingkungan yang merugikan, diharapkan melalui penelitian yang akan dilakukan dan berpegang pada tujuan program pembangunan berkelanjutan (SDGs) dapat mengurangi kerusakan lingkungan serta dapat meningkatnya kualitas hidup masyarakat perkotaan dengan tetap memperhatikan kualitas air, tanah, dan udara.

27 03 2018
Fitria Salsa Binna (17:38:17) :

1. SDG’s yang berkaitan dengan topik penelitian saya adalah Goal nomor 11, Make cities and human settlements inclusive, safe, resilient and sustainable dan Goal nomor 1 : No Poverty
2. Topik yang ingin saya teliti berkaitan dengan desain Kawasan permukiman yang berbasis pada budaya lokal. Kebanyakan masyarakat Indonesia berpendapat bahwa Kawasan yang memiliki unsur budaya yang kuat adalah Kawasan pedesaan. Padahal sebenarnya banyak kota di Indonesia yang memiliki aset unsur budaya didalamnya yang dapat dikembangkan dan dapat menjadi identitas dari kota tersebut. Salah satu target SDG no 11 yang ingin dicapai adalah Strengthen efforts to protect and safeguard the world’s cultural and natural heritage (Memperkuat upaya untuk melindungi dan menjaga warisan budaya dan alam dunia). Hal ini dapat dijadikan acuan bahwa warisan budaya harus tetap dijaga dan dilindungi. Belum banyak masyarakat yang menyadari bahwa kebudayaan masyarakat terdahulu pasti memiliki nilai – nilai tertentu yang secara tidak langsung memiliki peran dalam menjaga keberlanjutan ekosistem. Budaya lokal yang ada pada masyarakat dapat diimplementasikan menjadi pola permukiman yang berkelanjutan. Tidak hanya pola pemukiman di pelosok desa tetapi juga Kawasan perkotaan. Pola pemukiman perkotaan yang berbasis budaya dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi kota tersebut. Lebih banyak dampak positif yang didapatkan dari hal tersebut yaitu kebudayaan terjaga dan terlindungi, secara ekologis wilayah perkotaannya terjaga, secara sosial masyarakat lebih mengenali kebudayaannya sendiri, dan lain – lain. Untuk goal nomor 1 : no poverty dapat berkaitan dengan dampak secara ekonomi. Adanya daya tarik budaya atau sejarah pada suatu kota jika dimanfaatkan dan dikelola dengan baik akan dapat mensejahterakan kehidupan masyarakat yang ada di dalamnya, sehingga tingkat kemiskinan di wilayah perkotaan tersebut dapat teratasi sedikit demi sedikit.

27 03 2018
Fitria Salsa Binna/A44150070 (17:39:32) :

1. SDG’s yang berkaitan dengan topik penelitian saya adalah Goal nomor 11, Make cities and human settlements inclusive, safe, resilient and sustainable dan Goal nomor 1 : No Poverty
2. Topik yang ingin saya teliti berkaitan dengan desain Kawasan permukiman yang berbasis pada budaya lokal. Kebanyakan masyarakat Indonesia berpendapat bahwa Kawasan yang memiliki unsur budaya yang kuat adalah Kawasan pedesaan. Padahal sebenarnya banyak kota di Indonesia yang memiliki aset unsur budaya didalamnya yang dapat dikembangkan dan dapat menjadi identitas dari kota tersebut. Salah satu target SDG no 11 yang ingin dicapai adalah Strengthen efforts to protect and safeguard the world’s cultural and natural heritage (Memperkuat upaya untuk melindungi dan menjaga warisan budaya dan alam dunia). Hal ini dapat dijadikan acuan bahwa warisan budaya harus tetap dijaga dan dilindungi. Belum banyak masyarakat yang menyadari bahwa kebudayaan masyarakat terdahulu pasti memiliki nilai – nilai tertentu yang secara tidak langsung memiliki peran dalam menjaga keberlanjutan ekosistem. Budaya lokal yang ada pada masyarakat dapat diimplementasikan menjadi pola permukiman yang berkelanjutan. Tidak hanya pola pemukiman di pelosok desa tetapi juga Kawasan perkotaan. Pola pemukiman perkotaan yang berbasis budaya dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi kota tersebut. Lebih banyak dampak positif yang didapatkan dari hal tersebut yaitu kebudayaan terjaga dan terlindungi, secara ekologis wilayah perkotaannya terjaga, secara sosial masyarakat lebih mengenali kebudayaannya sendiri, dan lain – lain. Untuk goal nomor 1 : no poverty dapat berkaitan dengan dampak secara ekonomi. Adanya daya tarik budaya atau sejarah pada suatu kota jika dimanfaatkan dan dikelola dengan baik akan dapat mensejahterakan kehidupan masyarakat yang ada di dalamnya, sehingga tingkat kemiskinan di wilayah perkotaan tersebut dapat teratasi sedikit demi sedikit.

27 03 2018
SHEILA KIRANA AZALIA A44150029 (17:42:22) :

1. SDGs yang berkaitan dengan topik penelitian saya adalah no 11 yaitu make cities and human settlements inclusive, safe, resilient and sustainable dan no 13 yaitu climate action.

2. Penelitian saya membahas tentang pengaruh thermal lanskap pada komplek bangunan gedung bertingkat di perkotaan. Saya tertarik pada ruang terbuka hijau (RTH) di area gedung bertingkat perkotaan karena di zaman yang berkembang cepat ini banyak sekali gedung bertingkat terutama mall-mall besar yang dibangun tanpa memikirkan faktor keberlanjutan dan hanya memikirkan keuntungan ekonominya saja. Gedung-gedung bertingkat yang berupa big block menyebabkan penghuni antar gedung yang satu dengan penghuni gedung lain enggan untuk berinteraksi dan jauh dari kesan humanis.
Padahal jika pembangunan gedung tersebut diikuti oleh tersedianya lahan untuk ruang terbuka hijau (taman mall) akan mampu menurunkan suhu kota dan membuat penduduk kota memiliki rasa yang nyaman, tenang dan sejuk. Selain itu, RTH tersebut dapat dijadikan ruang publik terbuka yang dapat menyatukan gedung-gedung disekitarnya dan memberi kesan lebih humanis.

27 03 2018
Anisa Fitri Andiani A44150059 (18:00:58) :

1. SDGs yang berkaita dengan topik penelitian saya adalah Goal 12: Responsible Consumption and Production
2. Goal 12: Responsible Consumption and Production sangat berkaitan dengan topik penelitian saya (Urban Farming Sustainability) karena saa ini kita perlu mengurangi konsumsi yang berlebihan terhadap sumberdaya yang tersedia. Saat ini pertanian merupakan pengguna air terbesar di selruh dunia (mencapai 70% dari penggunaan air bersih). Pertanian yag saat ini diterapkan adalah pertanian yang membuang banyak sumberdaya kaena pertanian dilakukan di perdesaan yang kemudian dikirim ke perkotaan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat perkotaan. Dalam proses pengiriman tersebut, kita menghabiskan banyak sumberdaya seperti pengiriman yang menggunakan bahan bakar dan juga menghasilkan polusi udara, pengemasan hasil pertanian dengan kemasan plastic dan sebagainya yang kemudian kemasan tersebut menjadi sampah yang sukar terurai dan mencemari lingkungan, serta penggunaan pestisida yang masih erat dengan petani di perdesaan karena tidak mau mengalami kerugian jika hasil panen berkurang yang menyebabkan pencemaran lingkungan terhadap air, udara, dan hasil panen.
urban farming dapat membantu mengatasi permasalahan lingkungan diatas, karena urban farming dilakukan oleh individu atau komunitas di tempatnya sendiri dan hasil produksinya akan dikonsumsi sendiri. Hal tersebut tidak memerlukan pengiriman yang akan mereduksi polusi udara dan penggunaan bahan bakar, tidak membutuhkan pengemasan pada hasil panen karena di konsumsi oleh sendiri. Urban farming tidak memerlukan penggunaan pestisida karena akan dikonsumsi sendiri sehingga hasil produksi lebih sehat dan tidak berbahaya bagi lingkungan. Jika penerapan urban farming dilakukan dengan baik dan dilakukan oleh sebagian besar penduduk perkotaan maka urban farming yang berkelanjutan dapat mengurangi konsumsi dan produksi yang tidak bertanggungjawab bagi lingkungan sehingga membantu United Nation untuk mencapai Goal ke 12 dari Sustainable Development Goals

27 03 2018
FIHANUR LATIFA A44150058 (18:08:32) :

Topik penelitian: Water front landscape
SDG yang berhubungan : Clean water and sanitation

Topik penelitian saya berkaitan dengan clean water and sanitation karena water front landscape yang baik dapat dicapai hanya jika ketersediaan air bersih dan sanitasi di suatu lingkungan terkekola serta terjaga dengan baik sehingga berdampak pada kualitas badan air yang ada pada suatu lanskap.
Pada dasarnya, suatu lanskap menyediakan jasa berupa air bersih bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Namun, saat ini air bersih menjadi sulit dijangkau karena penggunaan serta pengelolaan yang buruk baik dari masyarakat maupun dari pemerintah. Dalam skala kecil, contoh tersebut dapat terlihat dari kurangnya pengelolaan air kotor pada setiap unit rumah yang akhirnya mengalir ke sungai dan ke badan air lainnya. Tidak perlu jauh-jauh, kita sering melihat selokan di Jalan Babakan Raya Dramaga yang mengalirkan air kotor serta mengandung berbagai jenis sampah. Air di selokan tersebut berasal dari ruko, warung, dan kost-kostan yang ada di sekitar Jalan Babakan Raya dan akan berakhir di Sungai Ciapus. Ketidaktahuan masyarakat dalam mengelola air bersih dan air kotor di unit rumah akan berdampak pada water front landscape di Sungai Ciapus sehingga SDGs ke-6 yaitu clean water and sanitation sangat berkorelasi dengan topic penelitian saya.
Pada skala yang lebih luas, pemahaman masyarakat akan pentingnya menjaga air bersih dan mengelola sanitasi akan berdampak pada ekosistem yang lebih sehat, pengurangan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraa sosial sehingga tercapai lingkungan hidup yang berkelanajutan.

27 03 2018
Mita Fitria Rahmawati (A44150043) (18:56:31) :

1. Sustainable Development Goal 11 yaitu make cities and human settlements inclusive, safe, resilient and sustainable

2. goal tersebut relevan dengan topik penelitian saya karena topik penelitian saya membahas tentang evaluasi taman yang ada di perkotaan. Goal 11 bertujuan untuk menjadikan kota yang berkelanjutan sangat relevan dengan topik saya. Daerah perkotaan yang semakin hari kian bertambah jumlah kendaraan bermotor, gedung bertingkat semakin banyak dan lahan di daerah perkotaan semakin sempit, dll. Faktor tersebut membuat kota semakin hari kian padat dan tidak nyaman untuk aktivitas manusia. Perlu solusi untuk mengurangi hal-hal tersebut agar kota tetap nyaman untuk masa ini dan masa yang akan datang.Saat ini cukup banyak taman kota yang di bangun. namun sayangnya beberapa pihak hanya mampu membangun tanpa bisa mengelolanya dengan baik. begitu juga beberapa taman kota yang terbengkalai dan banyak tanaman yang tidak terurus. Saya ingin mengevaluasi beberapa taman di daerah perkotaan atau pemukiman warga kota agar lebih ekologis, asri dan berkelanjutan. Kota yang berkelanjutan memiliki dampak yang baik untuk masadepan. maka diperlukan banyak RTH seperti taman untuk menjaga kota agar daerah perkotaan tetap ekologis dan berkelanjutan. Evaluasi taman ini juga bertujuan agar taman-taman kota lebih aman untuk user. Karena apabila taman dibiarkan begitu saja dan tidak terawat, bisa saja terdapat hewan seperti ular yang dapat membahayakan user.
Maka dari itu, menurut saya Goal 11 relevan dengan topik penelitian saya.

27 03 2018
Rienelda Dani Sofyanti (19:18:17) :

Rienelda Dani Sofyanti/A44150024

1.SDGs yang berkaitan dengan penelitian sustainable city and communities serta zero hunger
2. Penelitian saya mengangkat topik desain taman rumah tinggal tradisional.Rumah tinggal tradisional saat ini sudah banyak ditinggalkan oleh masyarakat. Taman-taman di rumah tinggal tradisional di Indonesia secara umum selalu menyediakan pekarangan di halaman rumah tersebut Penerapan taman rumah tradisional di perkotaan bisa menjadi solusi dalam mengurangi polusi dan emisi yg tinggi di area perkotaan. Kekurangan dari taman tradisional ini di perkotaan mungkin pada luasannya yg tidak seluas taman di daerah asalnya. Namun tidak mustahil untuk menerapkan desain taman tradisional di daerah perkotaan juga.
Adanya taman tradisional berupa pekarangan dapat memenuhi kebutuhan hidup si pemilik rumah, sehinggabtidak perlu bergantung pada produksi dari luar. Hal ini dapat mengurangi kemiskinan di daerah perkotaan. Hasil dari pekarangan ini juga dapat di jual sehingga bisa menjadi peluang bisnis yg menguntungkan.
Taman rumah tradisional seperti pekarangan juga dapat menyediakan kebutuhan pangan bagi si pemilik rumah. Selain itu hasil dari pekarangan tersebut juga dapat dijual kepada warga sekitar.Dalam skala yg lebih besar dapat menyediakan kebutuhan pangan dati suatu kota. Sehingga akan tercipta ketahanan pangan.

27 03 2018
M. Syihab Alzuhriy (19:38:28) :

1. SDGs yang berkaitan dengan topik penelitian saya adalah Goal 13 “Climate Action”

2. Berdasarkan judul penelitian saya “Aplikasi Roof Garden pada Bangunan Tepi Pantai Bali Utara berbasis Engineering Adjustment” berkaitan dengan Climate Action.

Dewasa ini isu lingkungan sedang marak dibicarakan, apalagi pemanasan global. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut, salah satunya kurangnya ruang terbuka hijau. Alasan kurangnya ruang terbuka hijau yang sering kita dengar adalah kurangnya lahan untuk ditanami, banyak lahan yang sudah diberi perkerasan, pelebaran jalan, dan berbagai alasan lainnya.

Salah satu solusi yang diciptakan ialah roof garden. Singkatnya, roof garden memanfaatkan bagian atap rumah dijadikan sebagai lahan untuk penghijauan (bisa tanaman hias, sayuran, bahkan buah-buahan). Banyak sekali manfaat yang didapatkan dari pemanfaatan atap rumah sebagai lahan pertanian, seperti upaya menurunkan pemanasan global, tempat karbon tersimpan, sebagai penaung rumah, bahkan sebagai sumber makanan sehari-hari.

Terima kasih

Syihab Alzuhriy – A44150023

27 03 2018
Fatimah Azzahra (19:59:58) :

1. SDGs no 15, Life on land
2. Bumi ini tidak hanya ditinggali oleh manusia, tetapi juga ditinggali oleh ribuan jenis flora dan fauna. Sebagai makhluk hidup yang paling berakal, manusia seharusnya mampu menciptakan tempat tinggal yang nyaman bagi seluruh tingkat kehidupan.
Topik yang ingin saya teliti adalah mengenai ekologi lanskap dan keanekaragaman hayati. Dengan pembangunan perkotaan yang semakin antroposentris, terkadang kehidupan flora dan fauna lain terlupakan. Padahal kelestarian flora dan fauna dapat bermanfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung, bagi kehidupan manusia. Keseimbangan ekosistem harus tetap dipertahankan agar setiap tingkat kehidupan dapat menjalin simbiosis yang menguntungkan.
Saya ingin meneliti apakah ruang-ruang terbuka di perkotaan memiliki dan dapat menampung kenakaragaman jenis yang cukup tinggi. Saya memilih perkotaan karena melihat pembangunan yang semakin berkembang dan sejumlah hutan habitat alami flora dan fauna sudah banyak yang mengalami alih fungsi menjadi permukiman. Oleh karena itu setiap ruang terbuka hijau harus dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk dapat melestarikan keanekaragaman hayati, minimal flora. Hasil dari penelitian ini nantinya diharapkan dapat diketahui tingkat keanekaragaman jenis yang terdapat pada RTH perkotaan, dapat menilai RTH yang seperti apa yang dapat menampung keanekaragaman jenis yang cukup tinggi, dan mengetahui bagaimana persepsi masyarakat mengenai RTH yang memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi.
Dengan berpegang pada SDGs Life on land, diharapkan dari hasil penelitian nantinya, masyarakat dapat lebih sadar bahwa manusia hidup berdampingan dengan berbagai flora dan fauna, bahkan mikroorganisme lainnya, dan pembangunan seharusnya dapat lebih ramah terhadap lingkungan dan makhluk-makhluk hidup lainnya.

27 03 2018
ELIN MARLINA/A44150033 (20:41:08) :

SDGs yang berkaitan dengan topik penelitian saya mengenai pengelolaan lanskap agrowisata yaitu “goal 4 quality education, 8 decent work and economic growth”
4. Quality Education = selain sebagai tempat wisata, agrowisata yang memanfaatkan lanskap pertanian di pedesaan ini diharapkan dapat memberikan edukasi secara langsung baik untuk masyarakat sekitar maupun wisatawan mengenai jasa lanskap pertanian yang diberikan, mengenali beragam jenis tanaman terutama tanaman produktif, dan belajar secara langsung kegiatan pertanian dari hulu-tengah-hilir. Selain itu, secara tidak langsung dapat memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan yang dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.
8. Decent Work and Economic Growth = dengan adanya objek agrowisata dan pengelolaannya yang baik sehingga terbentuk lanskap yang berkelanjutan, output yang diharapkan yaitu dapat membuka lapangan pekerjaan yang layak terutama bagi masyarakat sekitar sehingga dapat mengurangi pengangguran dan dari kegiatan agrowisata tersebut dapat menambah income sehingga perekonomian meningkat serta tercapainya kesejahteraan masyarakat.

27 03 2018
Yosse Steven / A44150055 (21:13:37) :

1. SDG yang berkaitan dengan topik saya adalah no.3 “Good Health and Well-being
2. Berdasarkan topik yang akan saya angkat yaitu berkaitan dengan pengembangan community park, menurut pengalaman yang saya lihat sendiri perbedaan mengapa produktifitas masyarakat di Indonesia terutama di wilayah perkotaan relatif lebih kecil dibanding dengan apa yang saya lihat pada masyarakat di Singapur. Perbedaan yang terlihat jelas berada pada kualitas lingkungan hidup. Lingkungan hidup masyarakat di Singapur mungkin sudah memiliki standar tersendiri. Tiap komplek rumah susun pasti terdapat sebuah community park ditengahnya, Bukan hanya sekedar taman namun sudah diperhitungkan kebutuhan ruang terbuka hijaunya, perkerasannya, fasilitas children playground, fasilitas kebugaran, dll.
Untuk mencapai itu saya ingin membuat suatu desain kawasan yang serupa dan cocok dibangun di wilayah perkotaan namun dengan harga yang dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat dan tetap memperhatikan kualitas.

Terima kasih

27 03 2018
Yosse Steven / A44150055 (21:15:08) :

SDG yang berkaitan dengan topik saya adalah no.3 “Good Health and Well-being

Berdasarkan topik yang akan saya angkat yaitu berkaitan dengan pengembangan community park, menurut pengalaman yang saya lihat sendiri perbedaan mengapa produktifitas masyarakat di Indonesia terutama di wilayah perkotaan relatif lebih kecil dibanding dengan apa yang saya lihat pada masyarakat di Singapur. Perbedaan yang terlihat jelas berada pada kualitas lingkungan hidup. Lingkungan hidup masyarakat di Singapur mungkin sudah memiliki standar tersendiri. Tiap komplek rumah susun pasti terdapat sebuah community park ditengahnya, Bukan hanya sekedar taman namun sudah diperhitungkan kebutuhan ruang terbuka hijaunya, perkerasannya, fasilitas children playground, fasilitas kebugaran, dll.
Untuk mencapai itu saya ingin membuat suatu desain kawasan yang serupa dan cocok dibangun di wilayah perkotaan namun dengan harga yang dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat dan tetap memperhatikan kualitas.

Terima kasih

27 03 2018
META SHAFIRA - A44150039 (21:28:58) :

1. Topik penelitian : Kajian Ekologi Lanskap pada Habitat Potensial Elang Jawa
SDGs yang berkaitan dengan topik penelitian yang akan saya ambil adalah
Goal 15 : Life on Land
“Protect, restore and promote sustainable use of terrestrial ecosystems, sustainably manage forests, combat desertification, and halt and reverse land degradation and halt biodiversity loss”

2. Isu kerusakan lingkungan yang semakin tinggi mengancam keberadaan dan kelangsungan beragam jenis makhluk hidup di bumi ini. Orientasi perlindungan tidak hanya ditujukan bagi manusia, melainkan beragam jenis makhluk hidup yang ada didalamnya. Kerusakan yang dialami pada satu elemen ekosistem akan memengaruhi keseluruhan alur ekosistem yang terjalin. Salah satu upaya pelestarian keanekaragaman hayati dapat dicapai dengan cara melindungi dan menjamin keberlanjutan habitatnya. Pada topik penelitian yang akan saya ambil berkaitan dengan manajemen ekologi lanskap pada habitat suatu spesies makhluk hidup. Pemantauan kualitas habitat dengan memperhatikan aspek ekologi dan kaitannya terhadap pelestarian keanekaragaman hayati.

27 03 2018
Ridho Muhammad Al-Ghazaly A44150067 (21:44:38) :

1. SDGs no 6: clean water and sanitation
2. Topik penelitian saya adalah mengenai pengaruh pengembangan infrastruktur kota terhadap kualitas jasa lanskap di sekitarnya. Pengembangan infrastruktur kota dapat memberi manfaat seperti memudahkan aktivitas perekonomian, sistem transportasi dan sebagainya. Akan tetapi, hal yang sama juga dapat memberi dampak yang cukup merugikan. Salah satu hal yang paling terasa adalah ketersediaan air bersih yang mulai terancam. Pembangunan yang tidak memikirkan lingkungan akan merusak tanah yang berakibat pada penurunan kualitas air tanah. Selain itu, pengembangan yang terus meluas hingga ke daerah mata air juga dapat berdampak pada berkurangnya kuantitas suplai air bersih. Hal-hal tersebut berakibat pada penurunan kualitas serta kelangkaan air bersih. Air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup. Oleh karena itu, pengembangan kota harus diimbangi dengan pengelolaan air bersih yang baik juga.

27 03 2018
Dwi Rangga Septiana Fajar_A44150077 (21:45:34) :

1. 15 life on land..
2. Tidak hanya manusia yang tinggal di Bumi, tetapi juga ditinggali oleh ribuan jenis flora dan fauna. Sebagai makhluk hidup yang paling berakal, manusia seharusnya mampu menciptakan tempat tinggal yang nyaman bagi seluruh tingkat kehidupan. berdasarkan topik penelitian yang saya angkat yaitu tentang taman margasatwa berbasis bioregion. taman margasatwa merupakan tempat berbagai jenis satwa di perlihatkan/pertontonkan oleh banyak orang. oleh sebab itu, lingkungan yang ada ditempat satwa tersebut sebaiknya harus mengikuti lingkungan habitat aslinya agar satwa tidak mudah stress. pada penelitian ini saya melakukan perencanaan lingkungan satwa yang sesuai dengan habitat aslinya dalam tempat yang telah disediakan agar satwa-satwa tersebut dapat hidup dengan baik dan berkelanjutan. sehingga dapat melestarikan satwa-satwa eksitu yang ada di taman margasatwa tersebut.

27 03 2018
yudhy darma (21:49:04) :

1. Topik penelitian saya mengenai Evaluasi Pola Penanaman dan Pemilihan Jenis Spesies Tanaman pada Jalur Hijau untuk Mengameliorasi Iklim Sekitar
Sustainable Development Goal yang berkaitan dengan topik penelitian saya adalah Sustainable Development Goal point 13 yaitu mengambil tindakan mendesak untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya.

2. Perubahan iklim secara cepat atau pancaroba yang terjadi dewasa ini membuat banyak orang menjadi resah dan banyak orang terserang penyakit. Hal ini juga akan berdampak pada iklim disepanjang jalan. Pengguna jalan yang setiap hari menggunakan jalan tersebut akan merasakan ketidaknyamanan fasilitas yang diberikan. Terutama pada jalan yang banyak dilalui oleh orang dan sering terkena macet. Terdapat jalan yang tidak memiliki pohon peneduh di pinggiran jalannya dan ada juga jalan yang telah memberikan kenyamanan dengan menghadirkan pohon-pohon peneduh.
Dengan mengevaluasi pola penanaman dan pemilihan jenis tanaman saya dapat tahu bahwa untuk mengameliorasi iklim sekitar maka dapat dengan mengubah pola penanaman dan pemilihan jenis tanaman yang cocok dan dapat suistainable di berbagai kondisi.

27 03 2018
Aini (22:23:41) :

Nama: Nurul Aini Febriyanti
NiM : A44150008

1. SDGs yg berkaitan dengan topik
Life in land

2. Alasan SDGs tersebut relevan
Kajian desain dimana suatu desain memiliki suatu arti dari sejarah atau adat kebiasaan daerah setempat. Hal ini membuat desain lebih hidup karena berarti. Tidak seperti desain biasa yang tanpa arti. Life on land. Hidup di daratan yg memiliki nilai penting sejarah.

27 03 2018
Ukhti Fatimah Savitri (22:32:20) :

1. SDGs yang berkaitan dengan penelitian saya nantinya adalah goal 7, 11 dan 15 yaitu Affordable and clean energy, sustainablecury and communities, dan life on land
2. Kenapa berkaitan dengan goal 7, 11, dan 15?
Karena penelitian saya akan mengusung tema evaluasi terhadap pengelolaan perumahan berbasis ecodesign. Sebuah perumahan/bangunan yang berbasis ecodesign terkadang belum sesuai dengan teori ecodesign yang sesungguhnya, oleh karena itu saya ingin mengevaluasi bagaimana “green living” yang seharusnya. Apabila ditelaah dari teori yang pernah ada mengenai perumahan berbasis ekologis, seharusnya dapat menghemat energi dan menghasilkan lingkungan darat yang layak dan nyaman untuk dihuni. Setelah tercipta perumahan yang ekologis dan berkelanjutan maka akan terhubung dengan keberlanjutannya, sehingga verdampak positif untuk lingkungan kota dan komunitas perumahan itu sendiri.

27 03 2018
Anhari Raushanfikri (23:43:01) :

1. SDGs yang berkaitan dengan penelitian saya adalah goal 15: Life on Land

2. Keterkaitan penelitian saya dengan goal 15 adalah tentang keberlangsungan hidup makhluk hidup yang ada di darat, terutama makhluk hidup yang terancam punah. Penelitian saya adalah desain badan riset orangutan tapanuli di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Orangutan tapanuli (pongo tapanuliensis) adalah penemuan orangutan spesies baru yang diidentifikasi pada tahun 2017 silam. Seperti yang kita ketahui orangutan adalah hewan endemik indonesia yang kini terancam punah. populasi orangutan tapanuli ini diperkirakan hanya berkisar 800 ekor saja, sehingga dikategorikan hampir punah, sehingga harapannya dengan adanya badan riset yang dibangun di kawasannya keberlangsungan hidup orangutan tapanuli ini dapat terjaga dan dilindungi.

27 03 2018
Trunismita M A44150056 (23:45:09) :

SDG yang berkaitan dengan topik penelitian saya adalah
Goal 3: Good Health and Well-Being
Goal 11: Sustainable Cities and Communities
Goal 13: Climate Action

Topik penelitian saya adalah mengenai evaluasi fungsi ruang terbuka hijau pada lanskap perkotaan. Efektivitas fungsi ruang terbuka hijau dalam lanskap perkotaan dapat memberi pengaruh yang besar terhadap produktivitas dan kesehatan masyarakat perkotaan, memiliki peran penting dalam keberlanjutan lingkungan perkotaan, serta dapat berperan sebagai pencegah pemanasan global. Peningkatan pembangunan infrastruktur berbanding lurus dengan kebutuhan ruang terbuka hijau di perkotaan. Asap kendaraan bermotor, banyaknya gedung bertingkat, serta berbagai aktivitas manusia lainnya merupakan salah satu pemicu pemanasan global. Saat ini, telah banyak dilakukan pembangunan ruang terbuka hijau di perkotaan, namun fungsinya belum dapat dirasakan oleh masyarakat. Hal ini menimbulkan ketidaknyamanan baik secara ekologis maupun estetis sehingga berdampak pada menurunnya produktivitas masyarakat itu sendiri dan menurunnya kualitas lingkungan di perkotaan. RTH yang baik sangat dibutuhkan terutama di lingkungan perkotaan, guna mendukung terciptanya keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati, meningkatkan produktivitas dan kesehatan masyarakat, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mencegah terjadinya perubahan iklim akibat pemanasan global.
Dengan demikian SDGs yang erat kaitannya dengan penelitian saya adalah goal 3, 11 dan 13.

27 03 2018
Indira Dwi Imara (A44150053) (23:48:00) :

1. Sustainable Development Goals (SDG) yang sesuai dengan tema penelitian saya sekiranya menyerempet ke Goal 11: Sustainable Cities and Communities
2. Sustainable Cities and Communities merupakan SDG yang menekankan pengembangan tatanan kota dan masyarakat yang sejahtera, terbebas dari deretan slums dengan membangun akses menuju pemukiman yang aman, tahan tantangan, dan berkelanjutan. Penelitian saya memiliki tema ‘Penguatan Karakter Suatu Kawasan Berdasarkan Toponimi dari Kawasan Tersebut’ menurut saya sesuai dengan SDG Goal 11 karena didalamnya terdapat upaya untuk meningkatkan nilai dari suatu kawasan masyarakat. Upaya peningkatan nilai ini dapat terlihat dari tujuannya yaitu ‘Penguatan Karakter Kawasan’ dimana didasarkan oleh toponimi yang melekat erat pada kawasan tersebut. Toponimi, atau nama tempat, biasanya memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan perkembangan dari kawasan masyarakat tersebut, seperti penggunaan nama buah sebagai toponimi suatu kawasan karena dalam sejarah terdahulu pada kawasan itu banyak ditemukan pohon yang menghasilkan buah tersebut. Penguatan karakter kawasan yang didasarkan oleh toponimi diharapkan dapat melestarikan sejarah yang berpondasi pada kebiasaan masyarakat menamai suatu hal dengan sesuatu yang sangat melekat erat pada hal tersebut, termasuk pada suatu kawasan, yang kemudian dapat dikuatkan dalam pengembangan kawasan itu agar dapat sesuai dengan masyarakat yang mendiami/berasosiasi pada kawasan tersebut. Ketika pengembangan suatu kawasan telah sesuai dengan masyarakat, maka masyarakat akan dengan sendirinya berupaya untuk tetap melestarikan kawasan tersebut, terutama sejarah terbentuknya kawasan tersebut, dan akan secara bersama-sama berupaya menciptakan kawasan pemukiman yang tertata, tahan tantangan, dan berkelanjutan, dimana rasa aman dan sejahtera pun akan mengikuti setelah kawasan tersebut telah tertata dengan baik.

28 03 2018
Kadek Aditya Pranawisnu P - A44150031 (00:23:22) :

1. SDGs yang berkaitan dengan topik penelitian saya adalah SDGs no. 11 yang bertajuk “Sustainable Cities and Communities”
2. Mengapa SDGs tersebut sangat berkaitan dengan penelitian saya ?
Topik penelitian saya adalah tentang Perencanaan Lanskap Permukiman Berbasis Mitigasi Banjir di Kota Tangerang. Banjir merupakan salah satu bencana alam yang umum dijumpai di Kota Tangerang, biasanya terjadi di kawasan permukiman yang dekat dengan Sungai Cisadane dan Sungai Angke. Musibah banjir bukanlah murni disebabkan oleh gejala alam yang buruk seperti anomali curah hujan. melainkan juga disebabkan oleh ulah manusia yang kurang menghargai lanskap permukiman tersebut.
Musibah banjir menyebabkan berbagai kerugian, yaitu kerugian tangibel (dapat diukur) dan kerugian intangibel (tidak dapat diukur). kerugian tangibel akibat banjir, diantaranya adalah kerugian materi, seperti peralatan rumah tangga yang rusak akibat terendam air banir, bahkan juga kerugian nyawa yang tertelan arus banjir. sedangkan kerugian intangibel yang ditimbulkan adalah bertambahnya tingkat stress masyarakat dan berkurangnya produktivitas masyarakat. Melihat dampak banjir yang sangat merugikan ini, saya ingin menciptakan lanskap permukiman yang berkelanjutan dengan berbasis pada mitigasi bencana banjir yang kerap terjadi di Kota Tangerang.
Dengan terciptanya lanskap permukiman yang berkelanjutan dengan berbasis mitigasi bencana banjir, kerugian yang ditimbulkan dapat berkurang untuk satu satuan waktu. Lanskap perkotaan dapat menjadi lebih indah, fungsional dan nyaman untuk ditempati oleh masyarakat perkotaan yang saat ini mencapai 3,5 miliar jiwa.
Pada tahun 2030, hampir 60% dari populasi dunia akan tinggal di kawasan perkotaan, oleh karena itu, perlu adanya perencanaan lanskap yang berbasis mitigasi bencana banjir. Perencaan tersebut berhubungan erat dengan SGDs no. 11, di mana tujuannya akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal permukiman.

28 03 2018
Maya Dewi Dyah Oktiviana A44150013 (00:47:02) :

1.SDGs yang berkaitan dengan penelitian sustainable city and communities dan zero hunger.
2. Penelitian saya mengangkat topik mengenaik kajian desain kawasan pola kawasan pemukiman yang berbasis pada budaya lokal yang ada. Pola suatu pemukiman memiliki makna tersendiri berkaitan tentang budaya yang ada. Kawasan ini perlu dilestarikan sehingga tidak hilang karena ilmu-ilmu mengenai budaya tersebut dapat diketahui oleh banyak orang bahkan dapat menjadi daya tarik tersendiri. Budaya satu kawasan dengan kawasan lain tentunya berbeda, sehingga hal ini dapat menjadi nilai tambah dalam suatu kawasan dan dapat menjadikan daya tarik wisatawan untuk berkunjung dan mengenal lebih dekat memgenai budaya suatu kawasan. Hal ini tentu selain dapat melestarikan suatu budaha dapat juga untuk mensejahterakan masyarakat pada kawasan tersebut.

28 03 2018
Syiffanis Fatimah A44150078 (00:52:22) :

SDG’s yang berkaitan dengan topik penelitian saya adalah goal 12 yaitu responsible consumption and production.

Topik penelitian saya mengenai lanskap pertambangan yang kini telah banyak merusak lanskap hutan di kalimantan. Dengan dibukanya lahan pertambangan, lanskap alami akan diubah menjadi lanskap industri yang belum tentu dijalankan sesuai dengan aturan yang sudah ada. Lanskap akan berubah total menjadi penuh limbah apabila tidak diatur sedemikian rupa. Pembabatan hutan alami di kalimantan biasanya dilakukan dengan pembakaran hutan atau penggundulan hutan yang menghabiskan seluruh pepohonan yang ada. Selanjutnya lahan tersebut akan diambil top soilnya dan diambil sumber daya alamnya yang lain, contohnya batu bara. Pengerukan batu bara dapat dilakukan hingga sangat dalam sehingga top soil yang sudah diambil tidak dapat dikembalikan untuk menutupi lahan yang sudah dikeruk. Hal tersebut membutuhkan tanggung jawab dari pihak pihak terkait untuk menjadikan kawasan tersebut tidak ditinggalkan begitu saja. Solusi yang bisa diambil diantaranya membuat lahan kerukan tersebut menjadi waduk atau danau dan bisa juga dilakukan penghijauan agar lahan tidak dibiarkan terbuka begitu saja. Pihak terkait harus dipastikan bertanggungjawab dalam mengembalikan lahan yang telah dieksploitasi agar lahan tersebut dapat kembali produktif dan dapat menyediakan jasa lanskap yang kita butuhkan.

28 03 2018
Nyndhea Putri Sukowati / A44150054 (01:22:40) :

1. SDG yang sesuai dengan topik penelitian saya yaitu SDG no.15 Life on land dan no.13 Climate action

2. Berdasarkan topik penelitian saya, yaitu penataan ulang taman margasatwa berbasis bioregion, dapat memperbaiki keberlanjutan kawasan taman margasatwanya sendiri dan juga area sekitarnya, serta meningkatkan kualitas lingkungan dan udaranya. Penataan ulang taman margasatwa yang berbasis bioregion tidak hanya meningkatkan keberagaman hayati berupa vegetasi dan satwa, tetapi juga perbaikan semua aspek dalam lingkungan tersebut agar berkesinambungan dan alur daur energinya tidak terputus, seperti meningkatkan ketersediaan oksigen, terjaganya kualitas air bersih dan kualitas tanah untuk mendukung kedisupan makhluk hidup di atasnya. Hal tersebut setidaknya dapat memperbaiki iklim mikro dan mengurangi efek dari global warming. Terciptanya lingkungan yang berkelanjutan juga dapat meningkatkan kualitas makhluk hidup yang ada.

28 03 2018
Ni Made Putri Indriyani (A44150037) (01:57:55) :

1. SDG yang berkaitan dengan topik penelitian saya adalah:
– Goal 8: Pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan layak
– Goal 15: Life on Land

2. Penelitian saya adalah mengenai perencanaan kawasan ekowisata Danau Tamblingan di Bali. Saya tertarik dengan pengembangan ekowisata dimana kegiatan pariwisata tersebut berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, pemberdayaan ekonomi, dan pendidikan lingkungan.

Pada Goal 8, ekowisata melibatkan masyarakat lokal yang artinya memberikan kesempatan kerja pada masyarakat lokal dan konsep ekowisata merupakan metode yang efektif untuk memberdayakan masyarakat lokal melawan kemiskinan serta mencapai pembangunan berkelanjutan. Dalam hal ini, masyarakat Bali akan mendapat kesempatan kerja dalam bidang ekowisata, terlebih lagi Bali memiliki alam yang indah, hal ini dapat memperluas peluang kesempatan kerja.

Pada Goal 15, pengembangan ekowisata Danau Tamblingan bertujuan untuk mengelola alam secara berkelanjutan, meningkatkan keberlangsungan ekosistem dan menghentikan kepunahan keanekaragaman hayati yang ada di danau maupun daratannya.

28 03 2018
AYUSTIN NURAINI A44150002 (02:30:20) :

1. Topik penelitian: Kajian Fungsi Ekologis dan Fungsi Estetika Ruang Terbuka Hijau di Jalan Raya Cilegon, Kota Cilegon

SDGs yang berkaitan dengan topik penelitian saya yaitu nomor 13 “Climate Action” dan nomor 11 “Sustainable cities and communities”.

2. SDGs mengenai “Climate Action” relevan dengan penelitian saya karena penelitian saya membahas mengenai Ruang Terbuka Hijau dimana jikalau di suatu daerah seperti daerah perkotaan terdapat RTH yang di dalamnya terdiri dari vegetasi yang mendukung, dapat membantu memperbaiki iklim perkotaan yang ada, meningkatkan kualitas udara, dan dapat mengurangi resiko adanya perubahan iklim ke arah yang lebih buruk. Apalagi di Kota Cilegon yang cenderung panas dan banyak asap pabrik.

SDGs mengenai “Sustainable Cities and Communities” relevan dengan penelitian saya karena dengan adanya RTH yang ekologis dan berkelanjutan, suatu perkotaan akan lebih teduh dan asri sehingga menciptakan kota dan komuniti yang ekologis, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Terima kasih

Ayustin Nuraini
A44150002

28 03 2018
FITRI AMALIA A44150001 (04:30:20) :

SGD yabg sesuai dengan topik penelitian saya adalah nomor 1, 9, dan 12 yaitu :
1. Menjamin kehidupan yang sehat serta mendorong kesejahteraan bagi seluruh orang di segala usia.
9. Menjadikan kota dan pemukiman manusia inklusif, berketahanan, aman dan berkelanjutan.
12. Mengambil tindakan segera untuk memerangi perubahan iklim serta dampaknya.

Topik penelitian saya adalah tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Bantaran Setu Babakan. Keadaan bantaran setu Babakan saat ini sudah cukup baik namun masih memerlukan penataan ruang hijau.
Jika kawasan tersebut memiliki RTH yang sangat baik dengan keragaman vegetasi disekitar bantarannya maka akan menghasilkan kehidupan yang sehat dan sejahtera untuk masyarakat sekitarnya. Jika vegetasi yang di tanam merupakan tanaman yang menghasilkan buah maka masyarakat dapat memanfaatkannya untuk di konsumsi atau dijual sehingga memiliki nilai ekonomi bagi mereka. Penataan RTH yang baik disekitar bantaran Setu akan mencegah terjadinya erosi dan dapat menambah keindahan lokasi tersebut, menambah kenyamanan sehingga dapat menarik perhatian pengunjung.
Dengan RTH yang baik menjadikan pemukiman yang lebih baik karena semakin baik penataan RTH maka kualitas udaranya akan semakin baik, dan mengurangi perubahan iklim yang cukup ekstrem.

28 03 2018
Amelia Putri Fadhilah (05:24:38) :

AMELIA PUTRI FADHILAH A44150030

1. SGDs yang sesuai dengan penelitian saya yaitu life on land, climate action dan sustainable cities and communities.
2. Topik penelitian saya adalah mengenai evaluasi fungsi ruang terbuka hijau terhadap perubahan suhu dan water saving pada lanskap perkotaan. Keberadaan ruang terbuka hijau merupakan salah satu unsur penting dalam membentuk lingkungan kota yang nyaman dan sehat. Taman kota merupakan salah satu lahan ruang terbuka hijau. Fungsi ekologis pada taman kota adalah penyerap air hujan. Taman kota dapat berperan dalam membantu penyerapan air agar pasokan air dalam tanah (water saving) semakin meningkat dan mereduksi potensi banjir dengan mengurangi jumlah aliran limpasan air. Selain itu, efektivitas fungsi RTH dalam perkotaan juga dapat memberikan pengaruh besar terhadap produktivitas dan kesehatan masyarakat perkotaan, menciptakan keberlanjutan kehidupan masyarakat perkotaan, dan mengurangi dampak akibat adanya pemanasan global. Seperti yang telah diketahui, daerah perkotaan dikenal dengan banyaknya asap kendaraan bermotor, sedikitnya daerah resapan air, meningkatnya suhu daerah perkotaan, banyaknya gedung bertingkat, serta berbagai aktivitas manusia yang dapat menimbulkan kerusakan pada daerah perkotaan. Walaupun sudah banyak pembangunan taman kota secara estetika namun belum bisa memenuhi secara ekologis pada masyarakat perkotaan. Hal tersebut dapat menurunkan fungsi RTH secara estetika maupun ekologis secara bersamaan sehingga kualitas lingkungan dan produktivitas masyarakat juga akan menurun. Lingkungan perkotaan sangat membutuhkan RTH agar dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas masyarakat, terciptanya keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati, mencegah perubahan yang signifikan pada iklim perkotaan, dan menyediakan daerah resapan air (watre saving) untuk produktivitas air yang lebih baik.

28 03 2018
ARIQOH KHAIRUNNISA A44150028 (06:18:22) :

1. SDGs yang berkaitan dengan penelitian saya adalah goal 3 Good Health and Well-Being

2. Topik penelitian saya berkaitan tentang kajian tanaman obat sebagai pemberi keindahan pada suatu tapak. Efektivitas fungsi tanaman obat dalam lanskap dapat memberi pengaruh yang besar terhadap produktivitas dan kesehatan masyarakat yang berada disekitar tapak, memiliki peran penting dalam keberlanjutan lingkunga, serta dapat berperan sebagai elemen keindahan dalam suatu tapak. Jenis penyakit sekarang yang bermacam-macam, sehingga butuh obat dan penanganan yang berbeda-beda. Jika menerapkan penggunaan tanaman obat disekitar rumah (pekarangan) tidak terlalu sulit untuk mendapatkan pertolongan medis baik dari dokter maupun rumah sakit. Namun jika kita tinggal agak jauh dari kota dan akses transportasinya belum bagus, sakit tiba-tiba tentu akan membuat bingung seluruh anggota keluarga. Sebagian masyarakat yang memanfaatkan lahan kosong disekitar rumah sebagai taman kecil yang ditanam tanaman hias dll. Penerapan penanaman tanaman obat disekitar rumah sangat efektif, dibandingkan menggunakan tanaman hias karena tanaman obat dapat dijadikan pertolongan pertama untuk pengobatan selain itu tanaman obat dapat memberi keindahan tersendiri untuk tapak tersebut. Dengan demikian SDGs yang erat kaitannya dengan penelitian saya adalah goal 3.

28 03 2018
ANNIES MIFTAKHUL SHOLEHAH A44150035 (06:23:27) :

SDGs yang sesua dengan topik penelitian saya yaitu :
– suistanable cities and comunities
– climate action
– life on land

Topik penelitian saya adalah kajian tata hijau tanaman aroma pembungaan terhadap kenyamanan pengguna.
Goals suistanable cities and comunities berhubungan erat dengan penelitian saya karena adanya Tata hijau didaerah perkotaan sangat membantu keberlanjutan suatu kota tersebut, dimana taman kota itu mampu memberikan suasana yang berbeda daripada kota tanpa taman. Pemilihan bunga beraroma juga memberikan suatu keberlanjutan taman yang baik terutama pada kepuasan user terhadap taman itu sendiri.
Goals climate action sangat relevan dengan penelitian saya karena salah satu usaha menurunkan suhu atau permasalahan urban heat island diperkotaan diperlukan pendinginan yaitu taman kota atau ruang terbuka kota.Proses perubahan iklim adalah salah satu dampak yang mudah sekali dirasakan.
Goals life on land relevan dengan penelitian saya karena dalam suatu kawasan perkotaan hal tersebut dapat membantu memperbaiki ekosistem, melindungi, serta dapat meningkatkan keanekaragaman hayati.
Diharapkan kedepannya taman kota yang memiliki aroma pembungaan dapat mengurangi tingkat kelelahan masyarakat perkotaan.

28 03 2018
Dian Pangesti (A44150032) (06:35:21) :

1. SDGs yang berkaitan dengan penelitian saya yaitu Goal 11 : Sustainable Cities and Communities dan Goal 8 : Decent Work and Economic Growth.
2. Topik yang ingin saya teliti yaitu topic mengenai pengembangan desa wisata berbasis masyarakat. Desa wisata merupakan sebuah pedesaan yang memiliki keunikan dan karakteristik khusus untuk menjadi destinasi wisata, antara lain: lingkungan bernuansa alami, tradisi dan budaya masih dipegang masyarakat, makanan khas, dan sistem pertanian. Dengan adanya basis masyarakat pada desa wisata, bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat di pedesaan. Masyarakat juga berperan aktif dalam pelaksanaan desa wisata ini melalui pengembangan aktifitas masyarakat dan pelaku ekonomi bukan hanya sebagai tuan rumah. Pelaku ekonomi dalam konteks ini tentu mengarah pada ekonomi mikro, dimana masyarakat mengelola dan meningkatkan kebutuhan ekonominya dalam lingkup rumah tangga untuk keberlangsungan rumah tangga dan komunitasnya. Sehingga dari masyarakat itu sendiri dapat merasakan wisata dari, oleh dan untuk masyarakat. Pariwisata berbasis masyarakat merupakan sebuah pendekatan pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku penting dalam paradigma pembangunan yaitu pembangunan berkelanjutan, yang berarti dengan terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat saat kini dengan tidak mengesampingkan aspek keberlanjutan yaitu memberikan manfaat kepada generasi sekarang tanpa mengurangi kualitas manfaat kepada generasi mendatang.

28 03 2018
Dewirinanti HP A44150034 (06:46:06) :

SDGs yang sesuai dengan penelitian saya yaitu GOOD HEALTH dan CLIMATE ACTION.

Penelitian saya akan terkait dengan rehabilitasi lahan sawit yang rusak.
Seperti yang kita ketahui bahwa sebuah lahan kosong yang biasanya digunakan sebagi lahan sawit, sangat berpotensi sebagai pemicu kebakaran hutan. kebakaran hutan nantinya tidak hanya akan berdampak pada menurunnya kualitas kesehatan dari masyarakat, tetapi juga berubahnya iklim di daerah terbakar dan tentu akan mengganggu keberlanjutan ekosistem yang ada di daerah tersebut.

goals dari CLIMATE ACTION yaitu sebagai salah satu usaha menurunkan suhu atau permasalahan urban heat island di daerah perkebunan sawit diperlukan suatu “pendingin” yang dapat diusahakan melalui rehabilitasi lahan sawit.

goals dari GOOD HEALTH yaitu rehabilitasi lahan sawit yang diketahui sebagai pemicu kebakaran hutan yang menurunkan kesehatan masyarakat dapat meningkatkan kembali tingkat kesehatan masyarakat sekitar perkebunan sawit yang rata-rata terserang ISPA pada saat terjadinya kebakaran hutan.

28 03 2018
ALVIN DIYANDRA A44150006 (06:55:18) :

Penelitian saya berjudul ” Desain Taman Agrowisata Mangrove di Kabupaten Kubu Raya” . Penelitian ini bertujuan mendesain taman untuk agrowisata Mangrove di daerah Kabupaten Kuburaya, yang terdapat banyak spesies mangrove. selain untuk wisata taman tersebut juga bermaksud memberi edukasi tentang mangrove pada masyarakat sekitar . SDGS yang berkaitan dengan topik ini adalah
1. Good jobs and Economic Growth
Dengan adanya kawasan agrowisata Mangrove nanti dapat meningkatkan pendpatan / ekonomi masyarakat sekitar secara langsung dan tidak langsung . selain itu adnya kawasan wisata tersebut memberi lapangan pekerjaan baru bagi masyrakat sekitar pantai .
2. Quality Education
Adanya taman agrowisata Mangrove nantinya akan memberikan pembelajran dan pengetahuan yang baik bagi masyarakat sekitar tentang kegunaan dan seluk beluk Mangrove itu sendiri . disajikan secara menarik sehingga dapat menarik minat semua kalangan untuk dapat mempelajarinya dari taman agrowisatanya nanti .
3. Live on Land
Dengan adanya taman agrowisata Mangrove ini nanti akan memperbaiki kawasan Mangrove yang tidak terawat menjadi tertata dan terjaga , serta adanya mangrove tersebut mencegah abrasi bibir pantai sehingga kawasan tersebut menjadi lebih terjaga

28 03 2018
Ade Indra Nasution (07:03:24) :

ADE INDRA NASUTION (A44150017)

1. sdgs yang berkaitan dengan penelitian saya adalah “Climate Action”
2. Sesuai dengan salah satu tujuan SDGs yaitu Climate Action yang berarti mengambil tindakan segera untuk memerangi perubahan iklim dan dampkanya sangat erat kaitannya dengan penelitian saya nanti yaitu berhubungan dengan Ruang Terbuka Hijau. Dimana keberadaan RTH secara tidak langsung akan dapat memperbaiki iklim sekitarnya melalui peran pohon-pohon dan tanaman-tanaman yang ada di dalam Ruang Terbuka Hijau tersebut. Sehingga fungsi RTH tersebut dapat mengurangi panasnya suhu bumi yang disebabkan oleh Polutan-polutan dan emisi gas buang yang dibuang langsung ke udara tanpa adanya filterisasi. Oleh karena itu dengan adanya RTH dapat memperbaiki iklim bumi yang sudah ekstrim dan mengurangi dampak yang dihasilkannya sehingga manusia maupun makhluk hidup lainnya yang hidup dibumi akan merasa nyaman dan tentunya menjadi lebih sehat.

28 03 2018
Astrid putri handayani/A44150009 (07:15:57) :

1. SGD yang sesuai dengan topik penelitian saya yaitu sustainable cities and communities dan good health
2. Berdasarkan topik penelitian saya sustainable cities and communities sangat sesuai dengan penelitian saya, dikarenakan semakin banyaknya jumlah penduduk yang menempati wilayah perkotaan yang menyebabkan semakin banyaknya pembangunan untuk pemukiman serta kurangnya RTH yang terdapat dikota. Kurangnya RTH tersebut menyebabkan udara di wilayah perkotaan semakin memburuk serta jumlah kendaraan bermotor yang semakin banyak juga menyebabkan gas buang kendaraan yang semakin banyak pula. Permsalahan tersebut menyebabkan dampak bagi kesehatan masyarakatnya. SGD berikut yang sesuai dengan topik penelitian saya adalah good health, dimana kurangnya RTH diwilayah perkotaan dan taman kota yang tidak layak. Seharusnya masyarakat harus memiliki standar sendiri mengenai lingkungan hidupnya.
Oleh sebab itu saya ingin mendesain suatu taman lingkungan yang mempunyai standar lingkungan hidup yang tidak rendah

28 03 2018
DESY CITRA SARI A44150026 (07:18:53) :

1. SDGs yang berkaitan dengan topik penelitian saya adalah goal 11 yaitu Sustainable Cities and Communities

2. Topik penelitian saya mengenai lanskap sejarah dan budaya di suatu kawasan Kota Jakarta.

Pengertian lanskap sejarah (historical landscape) menurut Siti Nurisjah dan Qodarian (2001) adalah bagian dari suatu lanskap budaya yang memiliki dimensi waktu di dalamnya. Lanskap sejarah ini dapat mempunyai bukti fisik dari keberadaan manusia di atas bumi ini. Waktu yang tertera dalam suatu lanskap sejarah yang membedakan dengan design landscape lainnya adalah keterkaitan pembentukan essential character dari lanskap ini pada waktu periode yang lalu yang didasarkan pada sistem periodikal yang khusus (seperti sistem politik, ekonomi, dan sosial). Oleh karena itu lanskap sejarah akan memainkan peranan penting dalam mendasari dan membentuk berbagai tradisi budaya, ideologikal, dan etnikal dalam satu kelompok masyarakat.

Tujuan dari Sustainable Cities and Communities adalah untuk membangun kota-kota serta pemukiman yang inklusif, berkualitas, aman, berketahanan dan bekelanjutan. Dewasa ini pembangunan di kota banyak yang tidak mengikuti aturan Lingkage Theory atau prinsip-prinsip pengembangan, di Jakarta sendiri pembangunan lebih mengikuti alur jalan. Padahal suatu kota memiliki tatanan spasialnya sendiri. Tatanan spasial bisa dihasilkan dari peraturan pemerintah (tata guna lahan) dan sejarah spasialnya (penggunaan kawasannya dahulu). Teori linkage menunjukkan hubungan pergerakan yang terjadi pada beberapa bagian zone makro dan mikro, dengan atau tanpa aspek keragaman fungsi yang berkaitan dengan fisik, historis, ekonomi, sosial, budaya dan politik.

Penelitian tentang lanskap sejarah dan budaya outputnya dapat memberikan masukan kepada Pemerintah Kota Jakarta terkait upaya pelestarian/keberlanjutan lanskap sejarah dan budaya, pengembangan wisata agar memberikan keuntungan bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya, serta menjadi pedoman pembangunan Kota Jakarta kedepannya.

28 03 2018
Karina Fitria Larasati (A44150052) (08:20:28) :

1. SDGs no 11, tentang sustainable city and communities

2. Goals ini relevan dengan topik penelitian saya karena jakarta sebagai ibu kota yang padat penduduk belum dapat mengakomodasikan kepentingan komunitas masyarakat didalamnya, sehingga belum tercipta kualitas kota yang berkelanjutan, nyaman, ekologis dan ramah lingkungan. Selain itu taman taman kota yang ada di dalamnya belum mendukung aktivitas masyarakat di kota tersebut sepenuhnya.

28 03 2018
Resti Fauziyah A44150068 (08:32:22) :

sdgs Goals yang berkaitan dengan topik penelitian saya adalah nomor 11 yaitu Sustainable Cities and Communities

28 03 2018
RESTI FAUZIYAH A44150068 (11:26:57) :

1. SDGs Goals yang berkaitan dengan penelitian saya adalah nomor 11 yaitu Sustainable Cities and Communities

2. Topik yang akan saya usung dalam penelitian yaitu pelestarian karakter lanskap budaya di kota kelahiran saya, yaitu kota Tegal. Tujuan no. 11 dari SDGs Goals adalah yang paling berkaitan dengan topik penelitian saya. Sustainable cities and Communities bertujuan menjadikan kota inklusif, aman, kuat dan berkelanjutan. Salah target yang tercantum dalam SDGs Goals no 11 adalah memperkuat upaya untuk melindungi dan menjaga the world’s cultural and natural heritage.

11 04 2018
Outdoor Reading (23:38:58) :

Do you smell that?

Leave a comment

You can use these tags : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>