Tips Memilih dan Menggunakan Heater

31 12 2009

Jenis Heater

Berdasar sumber energi primer nya, heater dapat digolongkan dalam tiga jenis, yakni heater LISTRIK, GAS, dan MINYAK TANAH. Heater listrik masih dapat kita bagi dalam sistem langsung (direct) dan sistem tak langsung (indirect). Sistem langsung diartikan bahwa terjadi konversi energi dari listrik menjadi panas tanpa moda perantara, ini bisa dijumpai pada heater jenis konveksi (ELECTRIC FAN HEATER) dan radiasi (LAMP HEATER). Sedangkan sistem tak langsung bisa dijumpai pada HEAT PUMP (kebalikan dari fungsi AC). Heater gas (GAS HEATER) dan minyak tanah (OIL HEATER), sebagian besar menggunakan sistem langsung; yakni membakar bahan bakar dengan udara dan meniupkan produk pembakaran bertemperatur tinggi tersebut ke sekitarnya. Kadangkala pada heater minyak tanah juga dijumpai reflective mirror untuk menyebarkan energi panas dengan moda radiasi. Selain ke-tiga jenis heater tersebut, ada juga jenis heater yang menggunakan perantara fluida uap/air panas. Uap/air panas tersebut dilewatkan ke “air handling unit” untuk memanaskan ruangan.

Karakteristik Heater

1. Heater LISTRIK
Seperti disebutkan di atas, ada tiga jenis aplikasi heater listrik, yakni konveksi electric fan heater), radiasi (heater lampu), dan heat pump (kebalikan dari fungsi AC). Dari segi produk udara panas, heater listrik tidak mengubah komposisi kimia udara (dikarenakan tidak terjadi proses pembakaran pada heater listrik). Dengan demikian udara panas akan terasa sesegar sebelum dipanaskan. Maka penggunaan heater ini tidak mewajibkan penggantian udara secara besar-besaran pada waktu-waktu tertentu. Ada anggapan umum yang dapat diterima bahwa terlebih untuk bayi, sebaiknya digunakan heater listrik (atau minimal selang-seling heater gas/minyak tanah dengan heater listrik – bila musim dingin sudah tiba). Keluhan pada penggunaan heater ini biasanya adalah masalah biaya listrik yang membengkak. Mungkin ini disebabkan karena harga energi listrik masih lebih besar daripada gas ataupun minyak tanah. Namun hitungannya bisa lain, bila kita menyertakan komponen kesehatan dalam perhitungan biaya tersebut :-).

A. Heater listrik jenis konveksi
Pada tipe ini, arus listrik dilewatkan pada material dengan hambatan tertentu (besar), sehingga menghasilkan panas yang sebanding dengan kuadrat arus dikalikan hambatan tersebut. Panas yang terbentuk pada material tersebut dipindahkan ke lingkungan dengan cara konveksi menggunakan dorongan udara dari kipas (fan). Udara panas menyebar dan menciptakan kesetimbangan thermal ke seluruh ruangan.

B. Heater listrik jenis lampu
Tipe ini menggunakan prinsip radiasi, yakni perpindahan energi melalui gelombang elektromagnetik. bila sebuah permukaan terkena radiasi panas tersebut, maka temperaturnya akan naik. Dengan demikian, heater ini akan memanaskan benda-benda yang dikenai sinar dari lampu heater. Karena partikel udara memiliki kerapatan yang relatif rendah, maka hanya sebagian radiasi panas yang berhasil ditangkap oleh partikel udara. Maka tidak mengherankan, bahwa pada penggunaan heater jenis ini, udara tidaklah sehangat permukaan benda yang dikenai radiasi sinar lampu.

C. Heat pump
Heater ini bekerja pada mesin yang sama dengan AC; dengan prinsip yang berkebalikan. Bila pada AC, sisi evaporator (pendingin) ada di dalam ruangan, maka pada saat difungsikan sebagai heat pump, sisi kondensor (pemanas) akan berada di dalam ruangan. (note: hanya AC yang dilengkapi dengan switch pembalik fungsi sajalah yang bisa difungsikan sebagai AC dan heat pump. AC fungsi tunggal tidak dapat difungsikan sebagai heat pump, meskipun setting temperaturnya mengijinkan hingga 30 derajad, misalnya). Dari segi aliran energi, panas yang disemburkan oleh kondensor bukan hanya panas yang didapatkan dari energi listrik, namun juga dari energi yang diserap di luar ruangan. oleh karena itu, “efisiensi” (atau performance faktor) untuk heat pump adalah lebih dari satu. (meski pengertiannya sama, namun kata efisiensi tidak dapat digunakan untuk heat pump, karena bisa memiliki harga lebih dari satu).

2. Heater GAS
Heater ini membakar gas alam (natural gas) yang komposisi utamanya adalah methana (CH4) – senyawa teringan pada hidrokarbon. Karena mudah terbakar, dan memiliki rantai yang terpendek, maka pembakaran gas ini relatif sempurna (tidak menyisakan reaktan). Produk utama pembakaran heater gas adalah CO2 dan uap air (H2O). Karena menghasilkan CO2, maka penggunaan heater ini mensyaratkan sistem ventilasi udara yang baik. Perlu diketahui bahwa pada temperatur yang sama, CO2 memiliki densitas 1.5 kali udara. Maka, CO2 akan berada di bagian bawah udara. Dengan memperhatikan kebiasaan tidur kita di Jepang (yang mungkin kebanyakan beralaskan futong di lantai :-) ), maka keberadaan CO2 di bagian bawah ruangan kebetulan” bertepatan dengan posisi “intake” udara ke mulut kita :-) . Dengan ventilasi ruangan yang baik (atau sewaktu-waktu dibuka), maka masalah ini bisa diatasi. Dalam jumlah kecil, CO2 relatif tidak berbahaya, namun dalam jumlah besar, CO2 akan menghalangi absorbsi oksigen ke paru-paru, yang bila dibiarkan akan berbahaya bagi tubuh. Heater ini merupakan solusi pertengahan antara mahalnya penggunaan heater listrik dan relatif lebih polutifnya heater minyak tanah :-) .

3. Heater MINYAK TANAH
Minyak tanah memiliki rantai carbon jauh lebih panjang dibandingkan natural gas, yakni dari C10 hingga C15. Panjangnya rantai hidrokarbon ini juga mempengaruhi besarnya energi yang diperlukan untuk mematahkan seluruh rantai tersebut. Maka pembakaran pada heater minyak tanah biasanya tidak sesempurna pembakaran pada heater gas. Dalam artian, masih terdapat unburn hydrocarbon. Terlebih bila disadari bahwa dalam minyak tanah biasanya juga masih terdapat unsur pengotor. Maka ada anggapan umum yang bisa diterima (dan memang dirasakan) bahwa kualitas udara dari heater minyak tanah adalah yang terbawah dibandingkan dengan listrik dan gas. Kelebihan utama heater jenis ini mungkin terletak pada relatif murahnya harga minyak tanah. Bila efek kesehatan serta usaha angkut minyak tanah dari pom-bensin juga turut diperhitungkan, mungkin hitungannya akan menjadi lain. Namun dengan ventilasi udara yang baik (atau pergantian udara secara periodik) heater ini bisa aman digunakan.

SARAN
Bila menegasikan faktor biaya, maka heater listrik, dengan berbagai jenisnya, adalah heater dengan kualitas udara terbaik. Seperti telah disebutkan di atas, kendala utama penggunaan heater ini adalah tagihan listrik yang bisa jadi membengkak di luar dugaan :-) . Maka sebagai komprominya, heater gas/minyak tanah bisa digunakan, dengan perhatian pada sistem ventilasi udara (atau pergantian udara secara periodik).

Bila memilih dual system :-) (listrik dan gas/minyak tanah), maka disarankan untuk menggunakan heater gas/minyak tanah pada saat-saat aktif (kepala berada di posisi atas. note: CO2 berada di dasar ruangan). Terlebih dengan mempertimbangkan bahwa pada saat-saat aktif, akan terjadi beberapa kali bukaan pintu yang akan membantu pergantian udara. Sedangkan pada saat tidur di lantai, bila memungkinkan (sebaiknya) menggunakan heater listrik. Namun bila menggunakan single system (gas/minyak tanah), maka catatan yang perlu diperhatikan adalah ventilasi udara yang baik (atau pergantian udara pada saat-saat tertentu). Khusus untuk rekan-rekan yang memiliki buah hati yang masih kecil, maka pemilihan heater ini bisa menjadi penting. Si kecil yang masih berada dalam masa penting pertumbuhan ini tentu saja memerlukan jaminan suplai oksigen yang cukup serta kebersihan udara yang baik.

MERAWAT HEATER

Biasanya kita tidak punya waktu untuk membuka dan membersihkan komponen internal heater (mis: nosel dan ruang pembakaran pada heater gas/minyak tanah). Maka minimal yang bisa kita lakukan adalah membersihkan filter kasa yang berada di bagian belakang heater (pada heater listrik terkadang filter ini terdapat di bagian depan). Usahakan filter tersebut tetap bersih. Pada beberapa jenis heater, filter kasa tersebut tidak terlihat dari luar, harus dibuka pada bagian tertentu untuk membuka filter tersebut. Bila filter tersebut kotor, maka volume udara yang memasuki heater akan berkurang. Berkurangnya volume udara akan mempengaruhi tingkat kesempurnaan pembakaran pada tingkat suplai bahan bakar tertentu. Sedangkan tanpa filter kasa, secara mikroskopik, akan dapat diamati berbagai partikel aerosol yang beterbangan di ruangan tempat kita dan keluarga tidur. Partikel aerosol ini akan dapat memasuki sistem pernafasan kita dan berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Maka keberadaan filter kasa disertai dengan ruangan yang bersih (di-vakum) akan lebih baik bagi kesehatan kita.

Semoga bermanfaat…!!

Sumber: http://iptech.wordpress.com/tips-memilih-dan-menggunakan-heater/



Actions

Informations

Leave a comment

You can use these tags : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>