Taman Jepang

16 01 2010

Mari kita jalan-jalan melihat bagaimana komposisi Taman Jepang yang pastinya ada di Jepang laahh.. Sejak tiga hari lalu, berturut-turut turun salju yang tebal. Selama tiga hari itu pula prakiraan cuaca Kota Saijou cenderung keliru. Prakiraan sudah menjadi kira-kira…. 😀 hua ha ha ha. Wong dalam hitungan jam prakiraan cuaca berubah-ubah. Itu namanya bukan prakiraan, tapi penyesuaian dengan kondisi di lapangan…..he he he he. Ada yang bilang, model simulasi cuaca yang dipake Jepang udah mulai ngaco karena pengaruh “Global Warming”, ahh alasan aja.. Mungkin mo nyaingin di Indonesia kali yah, yang berita prakiraan cuacanya pake metode kiralogi hue he he he…

Taman Jepang, minimalis dan sunyi

Back to topic, selama tiga hari itu, salju hampir turun sepanjang hari, silih berganti dengan matahari. Namun pada malam harinya salju udah ngga turun, semuanya udah mencair. Nah, selama tiga hari itu, iseng-iseng jalan-jalan menyusuri sudut-sudut Kota Saijou melihat-lihat Taman Jepang yang ada di sepanjang jalan ke arah Hiroshima University. Dipikir-pikir pantes aja Taman Jepang minimalis, gimana mo tumbuh, cuacanya dingin gini. Tapi, Eropa khan juga dingin, kok bisa beda dengan Jepang ya? Selidik punya selidik, kata pakar lanskap Asia, ” Perbedaan ini karena budaya dan gaya hidup manusia”. Akhh itu juga semua tahuu… semua juga ngaruh ke budaya dan gaya hidup. Anak SD juga tahu. Nah apa sebenarnya yang menjadi inti atau core yang membuat gaya taman berbeda-beda untuk setiap negara. Ditelusuri lebih jauh lagi, eh ada kata pakar lanskap dunia, “Perbedaan ini karena kondisi iklimnya”, lha… iklimnya sama koq, sama-sama sub-tropis…. Jadi kenapa bisa beda?? Hmm….. balik lagi deh ke pakar lanskap Indonesia (ngga usah jauh-jauh deh), dengan meyakinkan kata pakar tersebut, “Perbedaan ini karena pola makannya”.. waaahh koq bisa. Kata beliau, “Ya iya lah, wong orang Indonesia senang ama keripik, nasi uduk, pepes, sambel, nah semua itu khan ditanam di tamannya. Liat aja, ada singkong, sereh, kelapa, cabe, tomat dan bumbu-bumbu lainnya. Kalau orang Eropa khan senang makan keju, ngga mungkin mereka nanam sapi. Orang Jepang juga senang sushi dan sake, so ngga mungkin itu ditanam di taman.” Weleh-weeh aya aya wae.. pakar ini… ngawur wae…

Btw, di bawah ini ada beberapa foto yang bisa menggambarkan bagaimana pola Taman Jepang. Silahkan diklik bila ingin melihat ukuran besarnya.



Actions

Informations

Leave a comment

You can use these tags : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>