Restorasi Ekosistem

23 12 2014
Pembanguan perlu Restorasi

Restorasi Lanskap setelah pembangunan

Restorasi Ekosistem atau dalam Bahasa Inggris dikenal dengan istilahEcosystem Restoration merupakan kegiatan pemulihan ekosistem sedemikian rupa sehingga dapat kembali ke ekosistem aslinya. Perubahan ekosistem bisa saja terjadi karena perubahan penggunaan lahan akibat gangguan manusia (human disturbance) atau akibat bencana alam (natural disturbance). Proses pengembalian ekosistem seperti semula ini tentu tergantung dari empat faktor, yakni 1) frekuensi disturbance, 2) ukuran disturbance, 3) luasan area yang terkena disturbance, dan 4) laju recovery dari disturbance.

Tiga faktor yang disebutkan di awal, yakni  frekuensi, ukuran dan luasan area, berbanding lurus dengan effort yang dibutuhkan untuk pulih. Artinya semakin sering terjadi gangguan, semakin besar skala gangguan dan semakin luas area yang terkena gangguan, maka proses pemulihan membutuhkan waktu, biaya dan energi yang juga semakin besar. Sementara faktor keempat, yakni laju recovery berbanding terbalik dengan effort yang dibutuhkan. Artinya semakin tinggi laju recovery, maka effort untu pulih semakin sedikit.

Dalam konteks lanskap, restorasi lanskap juga diartikan sebagai upaya memulihkan kembali lanskap alami sebagaimana pembangunan belum dilaksanakan.  Restorasi lanskap dilakukan dengan mengadopsi praktek pada sistem agroforestri, agrosilvofishery dan agrosilvopastura. Praktek ini akan memberikan jasa lanskap yang maksimal baik dari keindahan lanskap, pengelolaan sumberdaya air yang berkelanjutan, konservasi keanekaragaman hayati, penyimpanan karbon, hingga produksi baik secara material maupun immaterial. Pilar keberlanjutan dari aspek ekologi, ekonomi dan sosial-budaya bisa dituangkan melalui konsep kebun campuran (mixed gardens), talun (forest gardens), hingga pekarangan (home gardens).  Konsep tersebut menyajikan keberagaman vertikal dalam stratifikasi tinggi tanaman, dan keberagaman horizontal dalam berbagai jenis vegetasi dan satwa. Struktur lanskap yang demikian dapat membantu ameliorasi iklim setempat, bahkwan dengan perhatian pada konsep water front landscape pada setiap potensi badan air baik dalam bentuk situ, danau, sungai dan lainnya akan lebih memberi dampak pendinginan udara yang signifikan.

 

 



Actions

Informations

Leave a comment

You can use these tags : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>