MESO SCALE LANDSCAPE ECOLOGY

12 05 2015
Meso Scale in Landscape Ecology

Meso Scale in Landscape Ecology

 

QUIZ: MESO SCALE LANDSCAPE ECOLOGY

Jawablah pertanyaan di bawah ini

  1. Pilihlah salah satu case studies yang sudah dijelaskan di atas,
  2. Sebutkan lokasi yang ingin Anda analisis untuk case studies di atas,
  3. Jelaskan alasannya dalam perspektif Ekologi Lanskap, mengapa Anda ingin melakukan analisis tersebut di lokasi yang Anda tentukan

Tulis jawaban Anda pada blog http://kaswanto.staff.ipb.ac.id/  paling lambat hari Selasa tanggal 19 Mei 2015 pukul 07.00 WIB.

Jangan lupa sebutkan Nama dan NIM Anda.

Materi Kuliah silahkan download di sini XI MESO SCALE LANDSAPE ECOLOGY 2015.

Terima kasih…



Actions

Informations

60 responses to “MESO SCALE LANDSCAPE ECOLOGY”

15 05 2015
Teguh Muhammad Iskandar A44130032 (14:44:15) :

Untuk jawaban pertanyaan pertama saya memilih study case water quality. Tempat yang ingin saya jadikan untuk lokasi analisis study case tersebut adalah di DAS sungai Kali Banger yang ada di kota Pekalongan. Saya memilih daerah tersebut karena di sungai itu banyak menjadi tempat pembuangan limbah pabrik, baik pabrik tekstil, pabrik batik, maupun limbah rumah tangga. Hal ini mengakibatkan kandungan air di sungai ini sudah tidah bersih lagi, banyak terdapat zat-zat kimia yang berbahaya bagi satwa, ikan, maupun vegetasi di sekitar sungai. Akibatnya dari sisi ekologis, akan terjadi degradasi lingkungan. Selain itu, akibat berkurangnya biodiversitas di sungai itu dapat menyebabkan fragmentasi patch patch yang ada di sungai tersebut.

15 05 2015
Siti Nur Fitasari (20:08:12) :

NAMA: SITI NUR FITASARI
NIM: A44130066

1. Case study yang saya pilih adalah water quality
2. Lokasi yang saya pilih adalah Jambi
3. Saya ingin melakukan analisis tersebut di daerah Jambi karena di daerah tersebut terdapat gangguan vegetasi tutupan kawasan hutan akibat berbagai aktivitas manusia yang dapat mempengaruhi kondisi keseimbangan tata air, termasuk menurunkan kualitas air sungai yang bersumber dari kawasan hutan. Analisis ini untuk mengevaluasi pengaruh gangguan pada kawasan hutan lindung terhadap karakteristik hidrologis air sungai khususnya kualitas air. Kasus ini dilakukan di kawasan Hutan Lindung Tinjaulimau, Jambi. Pengambilan contoh kualitas air dilakukan di tujuh titik di sepanjang aliran sungai dari kawasan hutan lindung ke arah hilir. Analisi dilakukan dengan melihat 11 parameter. Kemungkinan, semakin ke hilir semakin besar dan beragam jenis gangguan terhadap kawasan hutan lindung yang mengakibatkan kualitas air sungai semakin buruk.

15 05 2015
Karisa Heza Dwitama (20:55:02) :

Nama : Karisa Heza Dwitama
NIM : A44130051

1. Carbon stock estimation
2. Kalimantan
3. Saya memilih melakukan analisis Carbon Stock Estimation di Kalimantan karena seperti yang telah diketahui bahwa lebih dari 30 persen dari hutan tropis Kalimantan telah hancur akibat kebakaran, industri penebangan kayu dan industri perkebunan. Dalam studi kasus Carbon Stock Estimation, dibagi menjadi tiga yaitu, biomass, necromass, dan soil organic matter. Saya memilih soil organic matter karena karbon tanah merupakan cadangan karbon terbesar di permukaan bumi yaitu mengandung 1.600-2.500 Pg pada kedalaman tanah hingga 1 m. Jumlah tersebut dua kali lipat dibandingkan cadangan karbon yang berada di atmosfer dan tiga kali lipat cadangan karbon di perairan.

16 05 2015
anak agung sindhu (01:11:54) :

saya memilih case studies water qualit dan daerah yang saya pilih untuk case ini adalah kali ciliwung. Seperti yang kita ketahui kali ciliwung merupakan watershade atau daerah aliran sungai yang menghubungkan sungai daerah bogor hingga jakarta, kali ciliwung memiliki peranan penting dalam ekologi lanskap kota Jakarta selain sebagai daerah aliran sungai warga pinggiran ibu kota memanfaatkannya sebagai sumber air bagi rumah tangga mereka. Kualitas air dan daerah aliran sungai ciliwung telah mengalami kerusakan yang cukup parah akibat campur tangan manusia yang memanfaatkan secara tidak bertanggung jawab, banyak warga yang tinggal di bantaran sungai tersebut membuang sampah, mencuci hingga membuang limbah hasil masak memasak ke area sungai dan akibatnya kualitas sungai sangat jauh menurun dari yang seharusnya. Kali ciliwung mengalami penyempitan yang drastis akibat bangunan yang berdiri di sekitar bataran kali tersebut, hal ini menyebabkan aliran air tidak berjalan dengan baik dan ketika erjadi penaikan ketinggian rumah disekitar bantaran turut terendam. Dari segi kualitas air, air di kali ini sangatlah buruk namun warga teta memanfaatkannya seperti untuk mandi, memasak, mencuci piring dsb dan hal ini akan menimbulkan banyak wabah penyakit pada warga yang menggunakannya. Perilaku dan campur tangan manusia yang buruk menjadi kunci kerusakan kali ciliwung ini, membuat keseimbangan ekologi ttidak stabil dan merusak sistem aliran air.

17 05 2015
Sari Ramadhani Fajriah (19:44:41) :

Assalamualaikum. Wr. Wb
Nama saya Sari Ramadhani Fajriah dengan Nim A44130020 ingin menjawab soal kuis dari Bapak Kaswanto.

1. Saya memilih case studies yaitu carbon stock estimation
2. Saya mengambil lokasi di kampus IPB dramaga bogor
3. Saya mengambil lokasi ini karena saya penasaran dengan kampus kita yang begitu banyak sekali pohon dan tanaman-tanaman lainnya menyerap karbon seberapa banyaknya sehingga saya tertarik untuk melakukan analisis di lokasi ini.

Sekian jawaban yang dapat saya berikan, mohon maaf jika ada kesalahan kata-kata. Saya ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum. Wr. Wb.

17 05 2015
Annisa Utami Gani (19:50:43) :

Saya Annisa Utami Gani (A44130013)
dari 5 case yang sudah bapak jelaskan, saya memilih case nomor 3 yaitu LUCC (Land Use Cover Change)
lokasi yang ingin saya analisis adalah lokasi saya berasal yaitu di Cianjur. alasan mengapa saya memilih Cianjur karena saat ini saya dan beberapa orang yang berasal dari Cianjur merasa kalau kota asal saya itu sudah berubah banyak. saat ini Cianjur pada siang hari panasnya hampir sama dengan Bogor, akan tetapi pada malam hari masih tetap dingin. selain itu saat ini di Cianjur banyak dilakukan pembangunan terutama dalam bidang industri, bisa dilihat terutama di jalan menuju Bandung. sudah banyak sekali sawah-sawah yang berkurang di pinggir jalan, padahal dahulu sawah-sawah ini banyak sekali tidak seperti sekarang yang pinggir-pinggir jalan notabene adalah pabrik. selain pabrik di Cianjur juga banyak dilakukan pembangunan berupa perumahan yang bahkan sampai merusak hutan, sampai saat ini ada suatu lokasi yang dilakukan pembangunan, entah untuk apa sampai saat ini lokasi tersebut tidak jelas dan malah merusak hutan yang ada dilokasi tersebut yang dapat menghilangkan berbagai populasi baik berupa hewan maupun tumbuhan.
sudah banyak sekali area hijau di Cianjur mulai hilang karena pembangunan, dan hilangnya area hijau tersbut sangat tidak wajar. terutama yang terletak di pinggir-pinggir jalan. oleh karena itu, saya ingin menganalis dengan LUCC di daerah Cianjur.
terimakasih.

17 05 2015
Jasmine Kashmira Izdihar (A44130078) (20:37:25) :

Jasmine Kashmira Izdihar A44130078
Menjawab pertanyaan Bapak diatas…
Case studies yang saya pilih untuk dianalisis adalah water quality pada lokasi Jakarta. Jakarta adalah ibu kota negara Indonesia yang merupakan metropolitan terbesar di Asia Tenggara dengan penduduk yang berjumlah sangat besar. Jakarta berlokasi di sebelah utara Pulau Jawa, di muara Ciliwung, Teluk Jakarta. Jakarta terletak di dataran rendah. Hal ini mengakibatkan Jakarta sering dilanda banjir. Sebelah selatan Jakarta merupakan daerah pegunungan dengan curah hujan tinggi. Jakarta dilewati oleh 13 sungai yang semuanya bermuara ke Teluk Jakarta. Sungai yang terpenting ialah Ciliwung, yang membelah kota menjadi dua. Kualitas air di wilayah Jakarta sudah mengkhawatirkan, baik air sungai maupun air tanah memiliki kandungan pencemar organik dan anorganik tinggi. Akibatnya, air sungai dan air tanah di Jakarta tidak sesuai lagi dengan baku mutu peruntukannya yaitu air minum, perikanan, pertanian dan usaha perkotaan lainnya. Bagian hulu sungai Ciliwung yang biasa digunakan sebagai air baku air minum pun telah mengandung kadar BOD rata-rata 8,97 mg/L dan COD dengan kadar rata-rata 35,22 mg/L. Padahal baku mutu BOD 10 mg/L dan COD 20 mg/L. Sumber pencemaran air di Jakarta kebanyakan berasal dari limbah domestik seperti sampah dan air kotor dari rumah-rumah penduduk. Sungai Ciliwung ‘menghasilkan’ kurang lebih 600 ton sampah per hari. Di hilir Jakarta, sampah tersebut menutup permukaan muara dan pinggiran pantai. Dalam perspektif Ekologi Lanskap, perlu dilakukan analisis tentang kualitas air pada daerah Jakarta karena air merupakan sumberdaya alam yang penting untuk manusia tetapi sayang apabila sumberdaya tersebut tidak dapat digunakan dengan baik dan dilestarikan untuk masa yang akan datang. Maka dari itu, lokasi yang paling tepat untuk melakukan case studies water quality adalah di Jakarta.

17 05 2015
Muhammad Saddam Ali (21:07:40) :

Muhammad Saddam Ali (A44130001)

1. I choose Water Resource Management
2. Daerah Babakan Raya dan sekitarnya.
3. Saya memilih study case di daerah tsb karena melihat dari padatnya pemukiman serta adanya kampus IPB Darmaga (Keberadaan Mahasisiwa yang kost) . Akibatnya kebutuhan air di daerah tersebut amat banyak. tetapi masalahnya kebersihan airnya. dilihat dari banyaknya sampah dan kotornya saluran air oleh sampah yang berserakan. tentu bakteri, virus, dan radikal bebas banyak terkandung di dalamnya. Sehingga perlu pengujian lab.

Demikian pak, terimakasih..

17 05 2015
KARTIKASARI A44130014 (21:12:43) :

assalamu’alaikum wr wb.
selamat malam bapak
terkait mata kuliah yang kemarin bapak jelaskan di kelas yakni tentang meso scale in landscape ecology, saya memilih salah satu case studies yang bapak sajikan yakni tentang WQI (water quality index) dengan lokasi yang ingin saya anilisis adalah sungai Cimanuk, Sukaregang, Garut, Jawa Barat yang melewati beberapa lokasi industri penyamakan kulit terbesar di Sukaregang.
alasan saya ingin melakukan analisis tersebut dengan lokasi yang saya pilih sendiri adalah terkait dengan pencemaran yang telah terjadi di lokasi tersebut sehingga terjadi penurunan kulaitas air yang signifikan sejak awal berdirinya pabrik hingga kini.
saya ingin mengetahui sejauh mana zat-zat berbahaya dari industri penyamakan kulit tersebut mencemari sungai Cimanuk hingga mengubah karakter awal dari landscape sungai dari segi ekologinya, mulai dari kehidupan ikan-ikan di sungai hingga beberapa biodiversitas lain yang seharusnya dapat banyak ditemui di badan air sungai. Bahkan sudah mulai mengubah tatanan landscape masyrakat sekitar sungai yang juga harus beradaptasi dengan keberadaan pabrik-pabrik tersebut berkaitan dengan ketersediaan air bersih dari sumur-sumur yang mereka miliki.
selain itu saya juga ingin mengetahui klasifikasi dari air sungai tersebut apakah masih pantas untuk digunakan sebagai air MCK, pertanian, atau bahkan untuk dikonsumsi.
sekian penjabaran dari case studies yang saya pilih beserta alasan-alasan saya memlih case study tersebut.
terima kasih atas perhatian bapak
selamat malam
wassalamu’alaikum wr. wb.

17 05 2015
Vania Riestiana (21:27:18) :

Selamat malam, Pak. Saya Vania Riestiana (A44130060).

Jawaban saya adalah
1. AEZ
2. Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
3. Desa Mekar Utama merupakan salah satu lokasi pertambangan bauksit yang berada di Kalimantan Barat. Sebagai akibat dari maraknya pertambangan, lokasi tersebut menjadi lokasi yang memiliki pemandangan yang buruk. Lokasi bekas tambang ini menjadi sangat gersang dan tandus. Untuk memperindah kawasan ini, perlu diadakan reklamasi pada lokasi ini. Oleh karena itu, metode AEZ cocok digunakan untuk mereklamasi lokasi ini. Dengan menggunakan analisis AEZ, dapat diketahui informasi mengenai zona agroekologi yang akan sangat membantu optimasi penggunaan lahan dan produksi tanaman yang berkelanjutan. Metode analisis AEZ akan menghasilkan data-data berupa penggunaan dan penutupan lahan, keadaan umum wilayah, potensi dan kendala, tingkat elevasi, data sosial, jenis tanah, serta data iklim dari wilayah tersebut sehingga dapat ditentukan tanaman seperti apa yang cocok untuk mereklamasi lokasi tersebut.

17 05 2015
FAHMI ABDURRAHMAN(A44130017) (21:48:39) :

1. Case studies: Land Use Change
2. Cilembang-Tasikmalaya
3. Alasan saya memilih tempat ini karena akhir-akhir ini banyak sekali dibangun perumahan di daerah ini, padahal dulunya merupakan areal persawahan. Sehingga saya rasa perlu dianalisis apakah pembangunan perumahan di areal ini karena memang lahan sawahnya yang sudah tidak produktif lagi atau karenaa memang karena ketidakpedulian pihak yang bersangkutan terhadap semakin berkurangnya areal persawahan.
Terimakasih

17 05 2015
Meiliwati Widya Putri (22:58:57) :

Nama saya Meiliwati Widya purti A4413008. saya mengambil salah satu case studi yaitu water quality dan lokasi yang di analisis adalah kota jakarta yang notabenenya adalah pusat kota dengan aktifitas industri yang besar dan juga banyak nya penduduk yang tinggal disana. Kualitas air adalah suatu ukuran kondisi air dilihat dari karakteristik fisik, kimiawi, dan biologisnya. Kualitas air juga menunjukkan ukuran kondisi air relatif terhadap kebutuhan biota air dan manusia. Kualitas air seringkali menjadi ukuran standar terhadap kondisi kesehatan ekosistem air dan kesehatan manusia terhadap air minum. Memang kulaitas air di Jakarta sudah memenuhi syarat kesehatan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No 416 tahun 1990 tentang air bersih dan no 907 tahun 2002 tentang untuk air minum. tetapi butuh di perhatikan disini adalah persentase air yang tergolong sehat hanya berbeda tipis dengan kualitas air yang kotor. Jakarta sekarang memiliki jumlah pendududuk yang tinggi di khawatirkan akan memperburuk keadaan air tanah yang ada di Jakarta. Diharapkan dengan adanya penecekan water quality dan bertambahnya metode water quality yang lebih baik maka nantinya akan dapat menaikan persentase air tanah yang baik dalan standar kesehatan yang ada di jakarta, serta dapat meminimalisir adanya kontaminasi air tanah yang akan d gunakan untuk masyarakat dengan limbah yang dibuang ke aliran air tersebut.

17 05 2015
Meiliwati Widya Putri (23:00:47) :

Nama saya Meiliwati Widya Putri A44130008. saya mengambil salah satu case studi yaitu water quality dan lokasi yang di analisis adalah kota jakarta yang notabenenya adalah pusat kota dengan aktifitas industri yang besar dan juga banyak nya penduduk yang tinggal disana. Kualitas air adalah suatu ukuran kondisi air dilihat dari karakteristik fisik, kimiawi, dan biologisnya. Kualitas air juga menunjukkan ukuran kondisi air relatif terhadap kebutuhan biota air dan manusia. Kualitas air seringkali menjadi ukuran standar terhadap kondisi kesehatan ekosistem air dan kesehatan manusia terhadap air minum. Memang kulaitas air di Jakarta sudah memenuhi syarat kesehatan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No 416 tahun 1990 tentang air bersih dan no 907 tahun 2002 tentang untuk air minum. tetapi butuh di perhatikan disini adalah persentase air yang tergolong sehat hanya berbeda tipis dengan kualitas air yang kotor. Jakarta sekarang memiliki jumlah pendududuk yang tinggi di khawatirkan akan memperburuk keadaan air tanah yang ada di Jakarta. Diharapkan dengan adanya penecekan water quality dan bertambahnya metode water quality yang lebih baik maka nantinya akan dapat menaikan persentase air tanah yang baik dalan standar kesehatan yang ada di jakarta, serta dapat meminimalisir adanya kontaminasi air tanah yang akan d gunakan untuk masyarakat dengan limbah yang dibuang ke aliran air tersebut.

18 05 2015
Nurshita Kusumaningrum (06:07:53) :

Nama saya Nurshita Kusumaningrum, NIM A44130042.
Case Study yang saya pilih yaitu Water Quality dan berlokasi di kota Bandung, Jawa Barat.
Alasannya karena pada tahun 2012 telah terbukti bahwa air tanah di kota Bandung pada tahap kritis (sumber : Puslitbang SDA). Ketersediaan air di pulau jawa (penduduk terpadat di Indonesia) lebih kecil dibandingkan kebutuhannya. Satu sisi jumlah penduduk tinggi, namun ketersediaan air sangat minim, bahkan kritis. Indeks pemakaian air sama dengan penjumlahan dari kebutuhan dibagi ketersediaan, hasilnya Kota Bandung atau Jawa Barat termasuk tahap kritis. 
Water quality di Sungai Citarum dinyatakan sudah tercemar limbah tekstil dan limbah ternak. Secara penelitian, kualitas airnya berada pada status mutu air bernilai D atau tercemar berat, sungai ini sudah tercemar bahan kimia berbahaya, seperti COD, BOD, nitrit, koli tinja, dan deterjen. Lalu Kota Bandung telah menggunakan air tanah untuk industri yang seharusnya menggunakan air buatan (membuat permukaan muka air tanah semakin menipis).
Kota Bandung harus mempunyai minimal 10 waduk kecil untuk menampung air yang sama sekali belum terkontaminasi pencemaran tetapi sumber air bagi Kota Bandung yang berasal dari Sungai Cisangkuy dan Cikapundung sudah minim. Sungai di kota Bandung masuk katergori tercemar IV dimana air ini sudah tidak dapat diminum tetapi kategori ini pada tingkat yang baik sehingga dapat digunakan untuk menyiram tanaman.

18 05 2015
ALMIRA RAHMA IWANGGA (06:16:29) :

NAMA : ALMIRA RAHMA IWANGGA
NIM : A44130036

Saya memilih case study Water resource and quality di Kabupaten Lamongan. Kabupaten ini memiliki banyak sumber-sumber perairan seperti sungai Bengawan Solo, Waduk Gondang, Waduk Waduk Prijetan, Kali Lamong, dan beberapa sumber mata air. Kebutuhan masyarakat yang cukup besar terhadap pemenuhan air bersih untujk air minum dan perairan sawah. Kabupaten Lamongan di bagian tengah di lalui oleh sistem perairan perpipaan bersih yang di kelola oleh perusahaan Petro Gresik yang di ambil dari sumber Babat. Pengelolaan sumber air sudah dilakukan oleh beberapa masyarakat pedesaan seperti sumur bor pengelolaan mata air melalui Himpunan Penduduk Pengguna Air Minum (HIPPAM) di Kabupaten Lamongan.
Masalah yang timbul di kabupaten ini adalah pemenuhan kebutuhan air minum secara merata seperti di wilayah Pantura dengan intensitas kegiatan tinggi, maka kebutuhan air minum sangat tinggi hingga masyarakat membeli air galon dan wilayah selatan yang jauh dari jangkauan harus membeli air karena jauh dari jangkauan. Kemudian masalah yang lain adalah kondisi air bersih daerah utara Kabupaten Lamongan merupakan air payau sehingga tak dapat di gunakan untuk air minum, lalu sumber-sumber air baik sungai atau mata air belum mendapatkan pengelolaan secara terpadu terutama untuk memenuhi kebutuhan air minum, kurangnya pendistribusian dan pengelolaan air bersih juga menjadi kendala bahkan peraturan menyangkut pelestarian sumber daya air masih kurang di berlakukan.
Ada beberapa prospek pengembangan agar dilakukan pelestarian dan pengembangan sumber/mata air, pendistribusian air bersih secara merata dan perlu adanya pengawasan, lalu penetapan peraturan yang lebih tegas dengan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat Kabupaten Lamongan.

18 05 2015
Herfa Memory (07:45:58) :

1. Case studies yang dipilih adalah UHI ( Urban Heat Island )
2. Lokasi analisis pada case studies ini adalah Tokyo, Jepang.
3. Pemilihan lokasi analasis ini disebabkan oleh pembangunan kota Tokyo sebagai urban city yang cenderung didominasi oleh bangunan-bangunan pengganti vegetasi ( lahan terbangun ). Keberadaan lahan terbangun ini menjadi patch yang dominan dan sebagian besar bermaterial bahan penyerap panas sehingga terjadi peningkatan suhu kota yang lebih tinggi dari sekitarnya ( Yokohama, Kumagaya, dll ). Dengan case studies UHI yang menerapkan remote sensing data, akan didapatkan pengklasifikasian perbedaan tingkat suhu dalam lanskap kota tersebut yang mempengaruhi sistem ekologi lanskapnya.

[ HERFA MEMORY / A44130024 ]

18 05 2015
adinda nuryahya (08:00:27) :

Assalamualaikum wr. wb
Nama Adinda Nuryahya
NIM A44130034
1. Kuwaliats air
2. Desa Babaan,Darmaga,Bogor,Indonesia
3. alasan kenapa memilih desa babakan adalah saya bermukim di desa tersebut ketika menuntut ilmu di IPB. Melihat desa babakan mulai dari desa babakan utara sampai babakan tengah memiliki kwalitas ambang air yang buruk, terlihat dari drainasenya yang kotor dan penug dengan sampah. kuwalitas lingkungan hidup dapat di identifikasi melalui berbagai aspek. Salah satu aspek yang di terangkan dalam mata Kuliah ini adalah aspek kuwalitas air. semakin bersih air pada suatu area atau daerah maka kwalitas lingkungan semakin baik. dalam Ekologi lanskap air adalah hal pokok untuk kebutuhan hidup manusia, begitu pula kebutuhan akan air bersih di desa balebak ini harus terpenuhi. di karenakan lingkungan yang tidak mendukung ketersediyaannya air bersih dari tanah (air sumur) maka hampir seluruh rumah di desa babakan ini membeli air dari pam. air sumur di desa ini memiliki bau yang menyengat dan berwarna sehingga perlu adanya air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari

18 05 2015
Novita (A44130003) (10:02:41) :

Nama saya Novita (A44130003), jawaban saya atas kuis ini ialah
1. case studies yang saya pilih ialah AEZ (Agro Ecological Zone)
2. lokasi yang ingin saya analisis adalah daerah Indramayu
3. alasan saya memilih daerah tersebut sebab derah Indramayu merupakan daerah asal saya. Indramayu merupakan kabupaten yang sangat berpotensi untuk mengembangkan pertanian, khususnya pertanian sawah. namun, sekarang lahan pertanian di daerah Indramayu terus berkurang akibat alih fungsi lahan. untuk itu menurut saya perlu dilakukan analisis AEZ sehingga dapat diketahui daerah yang berpotensi sebagai lahan pertanian kemudian daerah tersebut dapat dikembangkan menjadi daerah agro wisata yang dapat menambah penghasilan para petani lokal. keuntungan yang dapat dihasilkan ialah petani akan mempertahankan lahan pertanian meraka

18 05 2015
Nidia Haiva Agustina (A44130010) (10:14:58) :

Saya Nidia A44130010, jawaban atas kuis tersebut adalah
1. Case studi yang saya pilih Agroecological Zone.
2. Lokasi yang dipilih adalah Kabupaten Majalengka
3. Alasannya, kajian ini dapat memberikan rekomendasi yang tepat dalam mengembangkan desa berbasis ekologi, daerah majalengka adalah daerah yang berpotensi dari segi pertaniannya, namun sayangnya karena masyarakat belum memiliki pengetahuan yang memadai terkait pertanian, pengelolaan daerah pertanian belum optimal, banyak daerah yang tidak memberikan hasil pertanian yang tidak sesuai dengan yang diharapkan masyarakat, terutama daerah yang memiliki kemiringan tertentu, banyak dimanfaatkan masyarakat tapi menimbulkan kegagalan pada hasil panen. Rekomendasi diharapkan dapat mengatasi masalah ini, yang nantinya tercipta tata guna lahan yang sesuai dengan kondisi daerah dan dapat pula dikembangkan desa berbasis ekologi.

18 05 2015
Muhammad Arsyad Danial (11:32:14) :

Pagi pak. Saya Muhammad Arsyad Danial mahasiswa arl dengan NIM A44130065

Saya memilih study case “Carbon Stock Estimation” di daerah Jawa barat terutama Indramayu

Alasan saya memilih daerah ini karena Indramayu memiliki pesisir dengan hutan mangrove terluas di Jawa barat sebesar 17.782,06 hektar. Namun hutan ini mengalami kerusakan sekitar 75,9% dari total luasan yaitu sebesar 13.4899,35 hektar. Padahal hutan mangrove sangatlah penting sebagai penyimpan karbon, karena hutan mangrove empat kali lebih cepat menyerap karbon daripada hutan tropis lainnya. Terjadi kerusakan kawasan hutan mangrove, akan mengurangi luasan hutan mangrove yang artinya mengurangi jumlah karbon yang tersimpan.
Saya rasa kasus ini harus dianalisis lebih lanjut dan dilakukan penanggulangan secepat dan seserius mungkin.

18 05 2015
Rizqi Arismarisa (11:38:56) :

Nama : Rizqi Arismarisa
NIM : A44130041

Analisis case study “Meso Scale Landscape Ecology” MK Pengantar Ekologi Lanskap

URBAN HEAT ISLAND (UHI)
Lokasi : Kota Bogor
Alasan :
Bogor kota hujan  BBG dan kawasan pegunungan  Perubahan Land Use (pembukaan lahan untuk perumahan)  Kaitannya dengan perubahan iklim  Pemanasan global.
Bogor dijuluki sebagai kota hujan, karena memiliki intensitas curah hujan yang cukup tinggi dibandingkan daerah lainnya. Terdapat ruang terbuka hijau di pusat kota yang memiliki keragaman hayati alami dan artifisial didalamnya, yaitu Kebun Raya Bogor. Hal ini menarik untuk dikembangkan dalam suatu studi kasus, mengingat saat ini semakin maraknya pembukaan lahan yang mengalihfungsikan ruang terbuka hijau dan daerah persawahan menjadi perumahan penduduk dan gedung-gedung sebagai pusat serta sarana penunjang aktivitas manusia di dalam ruang, dan menjadi salah satu akibat perubahan temperatur dan kondisi iklim di Bogor. Hal menarik lainnya yaitu, daerah Bogor dilingkupi oleh beberapa pegunungan, seperti Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, apakah pengaruh letaknya yang berada di sekitar pegunungan dan pusat kota berupa ruang terbuka hijau memberi pengaruh besar untuk mereduksi dampak (pemanasan global-perubahan iklim) yang ditimbulkan dari pembukaan lahan untuk daerah pemukiman dll? Daya dukung lingkungan menjadi fokus utama dalam kasus ini.

WATER QUALITY
Lokasi : Kawasan Industri Cilegon
Alasan :
Kota Cilegon adalah sebuah kota di Provinsi Banten, Indonesia. Cilegon berada di ujung barat laut pulau Jawa, di tepi Selat Sunda. Kota Cilegon dikenal sebagai kota industri atau kota baja, mengingat kota ini merupakan penghasil baja terbesar di Asia Tenggara (Kawasan Industri Krakatau Steel, Cilegon). Hal ini pasti berpengaruh besar terhadap kualitas air disana. Buangan limbah dari pabrik-pabrik menjadi salah satu penyebab tercemarnya air permukaan bahkan air dalam tanah, karena kebanyakan buangan limbah di daerah ini berupa limbah cair yang apabila berada diatas tanah akan terserap ke dalam (infiltrasi) dan mempengaruhi ketersediaan air di sekitarnya. Pengembangan studi kasus ini bertujuan untuk melihat sejauh mana dampak yang ditimbulkan oleh limbah industri bagi kualitas air di daerah ini, sedalam dan sejauh apakah perumahan serta sumur galian (non-PDAM) yang sesuai untuk ditempatkan di kawasan industri ini (air tanahnya/sumurnya tidak tercemar). Perbanyakan ruang terbuka hijau dan pewilayahan perumahan penduduk dan aktivitas lainnya mungkin dapat digunakan sebagai salah satu upaya pengendalian dampak yang ditimbulkan dari masalah ketersediaan air bersih ini.

18 05 2015
Chyntia Agni Archiyesa (12:00:07) :

Nama : Chyntia Agni Archiyesa
NIM : A44130082
Dari kelima case studies yang ada, saya tertarik pada case ke-3 yaitu LUCC ( Land Use and Cover Change) yang merupakan bahasan yang amat berkaitan dengan penggunaan dan pengelolaan DAS, hutan dan RTH, kependudukan dan perkembangannya dan berbagai faktor lainnya. Lokasi yang saya minati dalam kasus ini adalah Daerah Istimewa Yogyakarta, karena menurut saya daerah ini memang istimewa dilihat dari bentang alamnya mulai dari gunung merapi, sungai, telaga, pantai dan kearifan lokal yang masih dijaga sampai sekarang. Potensi DIY untuk pariwisata juga terus berkembang sehingga land use dan land cover daerah ini cepat berkembang menjadi sebuah tantangan untuk tetap menjaga keharmonisan lanskap. Selain itu, daerah ini juga dinilai memiliki nilai ketradisonalan yang tinggi, yang sering pula dikaitkan dengan kepercayaan atau mitos setempat, contohnya penaatan lanskap dari Gunung merapi, Keraton dan pantai selatan dalam satu garis lurus yang imajiner yang konon di jaga oleh kekuatan kesultanan, ratu pantai selatan dan gaib lainnya untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan DIY. Keistimewaan-keistimewaan tersebut yang menurut saya harus tetap di jaga kearifan dan keasliannya sebagai pedoman untuk membentuk lanskap daerah tersebut dimana dinamika pertumbuhan warga, imigran dan pariwisatawan terus berkembang.

18 05 2015
vega erdiana dwi fransiska (12:00:09) :

Nama saya vega erdiana dwi fransiska dengan nim A44130027.
1.Study case yang saya pilih AEZ.
2.AEZ yang saya pilih berada di kalimantan tengah.
3. Alasan yang saya pilih di daerah tersebut karena kalimantan tengah merupakan area yang memiliki luasan gambut sekitar 5,8 ha (puslitanak 2005). Latar belakang yang mendasari area tersebut pernah gagal dalam proyek sejuta lahan gambut pada era soeharto. Indikator maupun parameter yang akan digunakan dalam AEZ di kalimantan berupa kondisi existing persebaran lahan gambut, hidrologi, data kesesuaian lahan. Konsep lahan gambut dengan menerapkan ulin architectour dapat meningkatkan nilai tambah berupa ekowisata pertanian berbasis kearifan lokal budaya setempat, sehingga dapat meminimalisir àdanya fragmentasi lahan dalam perspektif ekologi lanskap dalam skala meso. Output yang dihasilakan berupa zonasi tempat yang cocok dalam agroekologi.hal ini dapat membantu masyarakat di daerah sekitar terutama dalam meningkatkan kualitas pertanian maupun kemandirian ekonomi hijau.

Terimakasih

18 05 2015
Bintang Dipratama Hendayu /A44130002 (12:39:06) :

Selamat pagi yth bapak Kaswanto.

Salam sejahtera untuk kita semua.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengangkat study cases mengenai Water Quality di daerah saya, yaitu di Kerinci, Provinsi Jambi. Sekilas mengenai daerah Kerinci, merupakan daerah dataran tinggi yang merupakan bagian dari pegunungan Bukit Barisan. Pegunungan Bukit Barisan ini membentang dari ujung barat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam hingga ujung barat Provinsi Lampung. Daerah Kerinci yang secara administratif bernama Kabupaten Kerinci terletak di bagian barat Provinsi Jambi dengan puncak tertinggi bernama Gunung Kerinci (3805 mdpl).

Daerah Kerinci merupakan pilihan yang tepat bagi saya dalam hal analisis Water Quality ini, karena daerah pegunungan memiliki potensi cadangan air yang sangat melimpah. Disamping itu, daerah ini dilindungi oleh Taman Nasional Kerinci Seblat sehingga kawasan hutan dan pegunungan di Kerinci masih terjaga kealamiannya. Ditambah daerah ini memiliki dua danau besar di Provinsi Jambi yaitu Danau Kerinci dan Danau Gunung Tujuh (2000’s mdpl) yang merupakan danau tertinggi se-Asia Tenggara. Letaknya pun juga unik, Danau Gunung Tujuh berada di bagian utara Kabupaten Kerinci, berdekatan dengan Gunung Kerinci, serta Danau Kerinci berada di bagian selatan Kabupaten Kerinci.

Di pusat Kerinci yaitu Kota Sungai Penuh (sekarang Kota Madya Sungai Penuh, sejak 2008) juga merupakan kawasan lembah dari pegunungan Kerinci. Di daerah ini, terkumpul tujuh mata air pegunungan yang tak pernah kering dan masih digunakan oleh masyarakat. Ketujuh mata air itu bernama Sumur Pulai, Sareh, Kunyit, Tebat, Pinang, dan dua cabang mata air Ilok Rupo. Tujuh mata air ini berasal dari pegunungan-pegunungan yang mengelilingi Kerinci dan berkumpul di daerah perbukitan Kota Sungai Penuh. Selain itu, mata air ini juga digunakan oleh PDAM Tirta Sakti Kerinci untuk digunakan sebagai air minum dan kebutuhan masyarakat secara komersil. Tidak cukup sampai disitu, daerah Kerinci juga dikelilingi oleh ratusan air terjun yang tersebar diseluruh pegunungan Kerinci. Diantaranya adalah Air terjun Telun Berasap di Kabupaten Kerinci, Air terjun Batang Merangin dan Air terjun Pancuran Rayo di selatan Kerinci, dan Air terjun Kakak-Beradik di Kecamatan Kumun, Kota Sungai Penuh. Cadangan air juga tersimpan di sungai terbesar di Kabupaten Kerinci yaitu Sungai Batang Merao dan sungai-sungai kecil yang berada di pegunungan Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

18 05 2015
Mauldy Ahmad Fadhillah (A44130076) (13:49:49) :

saya Mauldy Ahmad Fadhillah (A44130076) mengambil studi kasus tentang “Water Quality” atau Kualitas Air pada ekologi lanskap berskala meso. Kualitas air adalah suatu ukuran kondisi air dilihat dari karakteristik fisik, kimiawi, dan biologisnya. Kualitas air juga menunjukkan ukuran kondisi air relatif terhadap kebutuhan biota air dan manusia. Kualitas air seringkali menjadi ukuran standar terhadap kondisi kesehatan ekosistem air dan kesehatan manusia terhadap air minum. Kasus yang diambil dari masalah kualitas air ini adalah konservasi air dan polusi air di daerah aliran sungai (DAS) ciliwung yang terletak di bagian lebak kantin, sempur di kota bogor. Pada DAS ciliwung tersebut terdapat banyak kasus yang diperhatikan pada kualitas air yg diukur pada parameter kualitas air seperti zat-zat yang terkandung dalam air sungai ciliwung yang mengalir melewati daerah lebak kantin. Dilihat dari keadaan DAS sekarang terdapat banyak sekali sampah yang berserakan yang kemudian terbawa arus aliran sungai ciliwung dan juga banyak sampah yang selalu mengapung di sungai tersebut sehingga banyak unsur2 kimiawi dari kumpulan sampah2 tersebut tercemar dan juga bakteri seperti Escherichia coli dan bakteri-bakteri pada umumnya. Hal ini ditandai dengan warna sungai, jika warna tersebut gelap atau “butek” maka sungai tersebut dikatakan kotor dan buruk karena terdapat intensitas penyakit dan bakteri yang tidak baik untuk polusi dan kualitas air sungai tersbut. Maka dapat dikatakan kategori sungai ciliwung masih dikatakan buruk.

18 05 2015
Suci Pradita Septiani (14:45:58) :

Suci Pradita
A44130046
Saya memilih case studies Land Use and Cover Change. Lokasi untuk analisis pada case studies yang Saya pilih yaitu Pangalengan Bandung, Jawa Barat. Daerah ini sangat terkait dengan Derah Aliran Sungai yang ada di Jawa Barat. Klasifikasi pada case studies ini yaitu land use, forest dll. Daerah ini sangat terkenal akan hasil perkebunan dan peternakan. Alasan Saya memilih lokasi ini karena melihat lokasi ini yang sangat potensi sebagai tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh banyak wisatawan dari dalam dan luar negri.

18 05 2015
Deflin Anggita (15:16:22) :

Nama saya deflin anggita putranti (A44130022) case studies yg ingin saya teliti yaitu tentang water quality, di babakan raya, dramaga, bogor. Saya ingin melakukan penelitian itu karena kondisi pemukiman di bara yg sangat padat dan kumuh yang berakibat pada adanya pencemaran air yang tidak terkendali, hal itu terbukti dengan adanya kandungan bakteri e coli yang terkandung dalam sumber air yang ada dibara. Perubahan pola pemukiman dan kebiasaan buruk penduduk juga mempengaruhi tercemarnya sumber air yg ada di bara, hal itu terlihat dari pola pemukiman yg semakin padat menyebabkan jarak rumah satu dengan yg lainnya sangat dekat sehingga space atara jarak saptitank dengan sumber air bersih tidak sesuai dengan standar yg mengakibatkan tercemarnya air, selain itu juga kebiasaan buruk warga yg membuang sampah sembarangan di sungai juga turut serta memicu ada pencemaran air. Kemudian bertambahnya industri makanan yg berdiri di sekitar daerah bara juga ikut andil dalam pencemaran air di bara hal itu karena perilaku seenaknya para pedagang yg membuang limbahnya sembarangan dan pola hidup yg tidak bersih.

18 05 2015
Setia Permana (A44130058) (15:22:36) :

Saya Setia Permana (A44130058) memilih case study LUCC (Land Use & Cover Change) yang berlokasi di ibukota yaitu DKI Jakarta. Jakarta sebagai ibukota negara memiliki kedudukan, peran, serta fungsi yang sangat luas dalam konteks internasional, nasional, regional, dan lokal. Keberlanjutan (sustainability) dalam konteks ekologi dipahami sebagai kemampuan ekosistem menjaga dan mempertahankan proses, fungsi, produktivitas dan keanekaragaman ekologis di masa mendatang. Jakarta menjadi Kota Jasa bagi pemenuhan kebutuhan penduduknya maupun penduduk di wilayah sekitarnya, menyebabkan pendayagunaan sumber daya alam tidak dibarengi dengan daya dukung yang dimilikinya. Kualitas lingkungan yang menurun ditandai dengan meningkatnya konversi lahan tidak terbangun/Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi kawasan terbangun, hal tersebut dapat dilihat dari peta penutupan lahan Kota Jakarta yang berkembang beberapa dekade terakhir. Masalah tersebut juga berdampak meningkatnya kawasan pemukiman kumuh yang terbangun di sepanjang bantaran sungai, hal tersebut menyebabkan berkurangnya ukuran badan sungai dan juga akan mengurangi volume dan debit air sungai. Kondisi jalur sirkulasi yang ada di Jakarta pun mengalami perubahan. Berkembangnya jumlah penduduk Jakarta yang sangat pesat menyebabkan kemacetan, sehingga ukuran Jalan yang ada di Jakarta harus diperbesar. Hal ini mengurangi ruang terbuka hijau yang ada pada sisi jalan tersebut. Saya berharap agar adanya perkembangan yang seimbang antara pembangunan dan ruang terbuka hijau yang ada, agar Kota Jakarta dapat dikatakan sustain yaitu mampu menjaga dan mempertahankan kesimbangan proses atau kondisi suatu sistem, yang terkait dengan sistem hayati dan binaan.

18 05 2015
Putri Anggraeni A44130043 (15:38:42) :

Case studies yang saya gunakan yaitu LUCC (Land Use and Cover Change) pada kawasan Puncak, Bogor.
Alasan saya memilih case studies dengan menggunakan LUCC yaitu karena telah terjadi perubahan tataguna lahan. Pada awal mulanya kawasan tersebut diperuntukan sebagai kawasan perkebunan teh, yang saat ini oleh beberapa pihak banyak dikembangkan menjadi daerah wisata dengan banyaknya pembangunan yang dilakukan. Hal tersebut dikarenakan pada kawasan tersebut memiliki potensi yang cukup baik untuk dimanfaatkan sebagai kawasan wisata yang menjual panorama serta memberikan suasan yang berbeda dari rutinitas perkotaan. Namun dengan berjalannya waktu dengan semakin banyak pembangunan yang dilakukan menyebabkan kawasan puncak yang dahulunya dikenal dengan hamparan perkebunan tehnya sekarang sudah dikenal dengan kemacetan karena banyaknya daerah kawasan wisata yang menyebabkan kawasan perkebunan teh menjadi sedikit sehingga sudah tidak lagi mencirikan kawasan puncak sebagai perkebunan teh tetapi menjadi daerah puncak sebagai kawasan wisata yang padat.

Putri Anggraeni
A44130043

18 05 2015
Gesicha Eghie (15:44:23) :

Nama saya Gesicha Eghie A44130016. Saya akan menjawab kuis yang diberikan oleh bapak. Case studies yang saya pilih adalah carbon stock untuk diteliti di daerah Jakarta. Mengapa Jakarta? Seperti yang kita ketahui jakarta sangat terkenal dengan kemacetannya. Kemacatan tersebut disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kendaraan yang melebihi kapasitas jalan identik dengan mengeluarkan CO2 yang berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Menurut saya case studies ini sangatlah cocok diterapkan di daerah Jakarta untuk memperbaiki ekologi Jakarta yang semakin tahun kondisi lingkungannya menurun.

18 05 2015
Kurnia Putri Rahmadina (16:02:11) :

Nama : Kurnia Putri Rahmadina
NIM : A44130064

1. Case studies yang saya pilih yaitu water quality.
2. Lokasi yang ingin saya analisis yaitu Sungai Cisadane yang berada di kawasan Tangerang.
3. Karena Sungai Cisadane merupakan sumber air baku bagi PDAM Tirta Benteng di Tangerang namun sungai tersebut sudah banyak tercemar oleh limbah industri. Tingkat pencemaran industri pada sungai cisadane telah sampai pada ambang batas pencemaran karena adanya COD dan BOD. Pada sungai tersebut juga ditemukan adanya kandungan 2 logam berat Zn dan Mn. Karena tercemarnya sungai ini mengakibatkan air PDAm juga ikut tercemar sehingga dapat membahayakan dan menimbulkan penyakit bagi pelanggan PDAM.

18 05 2015
Nabilla Novi Aryati (A44130025) (16:03:51) :

Nabilla Novi Aryati // A44130025

Case studies yang saya pilih adalah LUCC (Land Use and Cover Change), dan lokasi yang akan dianalisis pada case studies yang saya pilih adalah Bekasi. Bekasi merupakan daerah yang populasinya tinggi, populasi yang tinggi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi land cover change. Bekasi merupakan kawasan dengan tipe land cover bangunan dan land use sebagai commercial area. Mulanya Bekasi merupakan kawasan dengan tipe land cover forest, namun seiring perkembangannya akibat letaknya yang dekat dengan kota Jakarta, di bekasi lebih banyak bangunan-bangunan yang didirikan untuk menunjang kehidupan penduduknya. Namun, daerah aliran sungai pada kota Bekasi masih perlu ditingkatkan lagi pengelolaannya karena kurang berfungsi dengan baik.

18 05 2015
Rully Refian Bismoko (A44130028) (16:22:21) :

Assalamualaikum Wr. Wb. Saya Rully Refian Bismoko A44130028 akan menjawab quiz yang telah diberikan. Pertama saya akan memilih case study yang bertajuk water quality. Di area pemukiman di Kota Bogor tempat saya tinggal terdapat sungai Ciliwung yang membagi pemukiman menjadi dua wilayah. Di dekat sungai tersebut terdapat sebuah pabrik tahu yang telah berdiri sejak lama. Jika diperhatikan, pabrik tesebut membuang sisa sisa produksi (limbah) ke area sungai sehingga dapat menyebabkan kerusakan ekosistem dan organisme yang ada di dalam sungai. Jika hal tersebut dilakukan terus menerus akan merugikan penduduk lain yang menggunakan air sungai untuk kehidupan sehari-hari seperti untuk tambak ikan lele. Air limbah yang sudah mengalir hingga ke area pertambakan akan menyebabkan penuruan produksi tambak bahkan hingga menyebabkan matinya ikan-ikan tersebut karena adanya pencemaran air sungai, sehingga case study ini perlu diterapkan di area tersebut untuk mengatasi dan sebagai rekomendasi solusi dari permasalahan ini.

18 05 2015
Faras Asih Emminda (A44130085) (17:34:03) :

Nama Saya Faras Asih Emminda NIM A44130085. Case Study yang ingin saya analisa adalah masalah kualitas air. Lokasi yang diambil adalah wilayah Jakarta. Berikut adalah alasan saya mengapa analisis tersebut dibutuhkan di wilayah ini.

Kualitas air di wilayah DKI Jakarta sudah mengkhawatirkan. Pemantauan yang dilakukan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) pada 2004 menunjukkan, baik air sungai maupun air tanah memiliki kandungan pencemar organik dan anorganik tinggi. Akibatnya, air sungai dan air tanah di DKI Jakarta tidak sesuai lagi dengan baku mutu peruntukannya yaitu air minum, perikanan, pertanian dan usaha perkotaan lainnya. Tingginya tingkat pencemaran air di Jakarta terutama berasal dari limbah domestik, terutama yang berasal dari septic tank.

Di sisi lain, Peraturan Menteri Kesehatan No 416 tahun 1990 tentang air bersih dan no 907 tahun 2002 tentang untuk air minum menyatakan bahwa Kualitas air di Provinsi DKI Jakarta pada umumnya telah memenuhi syarat kesehatan. Hal ini menimbulkan kontradiksi tentang perbedaan pernyataan terhadap kualitas air. Maka hal ini menjadi alasan mengapa dibutuhkan penelitian kembali dengan menggunakan 11 parameter, yaitu (1) Dissolved Oxygen: DO, (2) Biological Oxygen Demand: BOD, (3) Chemical Oxygen Demand: COD, (4) Ammonium: NH4, (5) Nitrate: NO3, (6) Nitrite: NO2, (7) Phosphate: PO4, (8) Acidity: pH, (9)Alkalinity: OH‐, (10) Bacteria Escherichia coli, and (11) General Bacteria untuk mengetahui kebenarannya.

18 05 2015
Putri Aprilia (A44130062) (17:50:02) :

Saya memilih case study carbon stock karena kita membutuhkan global, ukuran tahunan lebih dari stok karbon kita. Kita perlu tahu bagaimana hal-hal berubah setiap tahun melalui api, pertumbuhan baru dan pertumbuhan kembali, penggurunan, dan deforestasi.

Pohon kita bermain di perubahan iklim mulai menyajikan peluang bagi pengelola lahan di yang baru berkembang dunia manajemen karbon.

Untuk memanfaatkan peluang tersebut, maka kita membutuhkan alat untuk mengukur kandungan karbon total daerah kami berhasil; kita perlu mengukur stok karbon kami, dengan tujuan meningkatkan stok karbon kita.

Saya ingin melakukan penelitian ini di daerah Kalimantan atau Papua. Karena di dua tempat tersebut hutannya masih berupa hutan heterogen yang kaya akan biodiversitas. Sementara di tempat lain sudah banyak direkayasa menjadi hutan homogen. Kita butuh tau kualitas karbon stok kita untuk mengestimasi kebutuhan kedepannya.

18 05 2015
Sri Sukma Aulia (18:05:16) :

Nama saya sri sukma aulia. Nim A44130021.
1. Case yang saya pilih adalah no. 3 (LUCC)
2. Lokasi yang saya pilih adalah Polewali Mandar, Sulawesi Barat terutama kecamatan Allu.
3. Alasan saya memilih wilayah tersebut karena telah terjadi pengalihan fungsi lahan. Wilayah tersebut berada di daerah dataran tinggi yang dilalui airan sungai. Dulunya kawasan tersebut adalah hutan alami dan hutan bambu yang tumbuh di sepanjang sungai kemudian masyarakat masuk, menetap dan mengubah kawasan tersebut menjadi kawasan perkebunan dan pertanian palawija. Sungai tersebut dijadikan sebagai sumber mata air yang digunakan untuk pengairan dan sumber air minum. Seiring berjalannya waktu jumlah penduduk bertambah dan pagalihan fungsi lahan yang meluas menuju bagian hulu menyebabkan perubahan land use yang cepat serta dapat menimbulkan disturban bagi sungai tersebut dan masyarakat sekitar.
Tahun 2008 telah terjadi banjir bandang yang melanda Kabupaten Polewali Mandar khususnya Kec. Allu Desa Petoosan. Telah dikonfirmasi kejadian berawal dari hujan deras yang berlansung selama 2 hari sehingga mengakibatkan bendungan di bagian hulu jebol dan sungai meluap. Hal ini menyebabkan hancurnya pemukiman warga, menelan banyak korban jiwa, ternak dan lahan pertanian rusak parah. Di delapan kecamatan lain puluhan rumah juga hancur akibat terseret air yang begitu deras akibat derasnya air disertai dengan tanah longsor. Dari kasus tersebut dapat digunakan analisis Land Use and Cover Change (LUCC) untuk menjaga keberlanjutan ekologin wilayah tersebut..

18 05 2015
astrid elita nursaid (19:49:57) :

Selamat malam pak,
Nama saya Astrid Elita Nursaid dengan nim A44130029. Dalam tugas terstruktur yang telah diberikan saya memilih daerah Riau tepatnya di Kabupaten Bengkalis sebagai daerah yang digunakan untuk analisis Carbon Stock Estimation. Alasan saya memilih daerah tersebut karena maraknya peristiwa kebakaran hutan yang terjadi belakangan ini. Berdasarkan informasi yang ada terdapat sekitar 100 hektar lebih lahan dan hutan di Riau yang terbakar dan daerah yang terparah adalah Kabupaten Bengkalis. Hutan memegang peran penting dalam penyerapan karbondioksida. Vegetasi yang memiliki klorofil mampu melakukan proses fotosintesis untuk meyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen yang diperlukan untuk kelangsungan hidup manusia. Hutan yang lestari dapat meningkatkan jumlah karbondioksida yang disimpan. Oleh karena itu, diperlukan analisis mengenai Carbon Stock Estimation pada daerah tersebut. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan beberapa pohon yang terdapat di hutan tersebut sebagai sampel tanaman.

18 05 2015
Taufik Ismail Hidayat (19:58:09) :

Saya taufik ismail hidayat
Nim : a44130030
1. Saya memilih case study AEZ ( Agronomical Ecology Zone) yaitu suatu case study dalam menganalisis daerah daerah pertanian.
2. Tempat atau lokasi yg saya pilih untuk menerapkan case study ini yaitu kecamatan cisarua kabupaten bandung barat.
3. Saya memilih case study serta lokasi diatas karena pertama kabupaten bandung barat terutama cisarua adalah tempat yang mata pencaharian penduduknya adalah bertani, mulai dari sayuran, jamur, sampai tanaman hias. Akan tetapi perlu lebih diteliti lagi zona zona mana yang cocok untuk pertanian tertentu, karena masih banyak petani disana yg belum mengetahui lahannya cocok ditanami apa sehingga pola pertanaman pun tidak jelas dan hanya mengikuti komoditas mana yang harganya mahal di pasar.

18 05 2015
Abyan Rai Fauzan Machmudin (A44130083) (20:25:53) :

Urban Heat Island (UHI) dapat diartikan sebagai suatu peristiwa dimana sebuah area metropolitan atau suatu kota secara signifikan lebih hangat dari area disekitarnya, hal ini disebabkan oleh aktifitas manusia. Secara ekologis, UHI disebabkan oleh energi yang berasal dari manusia, kendaraan bermotor, transportasi umum seperti kereta atau bus. Di New York, dijumpai bahwa pada saat musim panas, suhu udara dapat lebih tinggi sekitar 2 hingga 3 derajat dibandingkan area pedesaan disekitarnya. Saya memilih kasus di kota New York, karena berdasarkan statistik, New York adalah negara bagian terpadat di Amerika Serikat. Selain itu New York sendiri sangat terkenal di dunia sebagai kota metropolitan. Dengan jumlah penduduk sebanyak 19.651.127 dan luas area sebesar 66.940 mil dan ditambah lagi dengan rata-rata turis sebanyak 54,3 juta orang mengunjungi New York setiap tahunnya, maka dari itu New York dinobatkan sebagai kota yang sangat padat. Penyebab UHI yang terjadi di New York disebabkan karena terlalu banyaknya jumlah populasi yang terdapat di New York dengan area yang tidak terlalu luas. Selain itu dijumpai di New York terdapat banyaknya gedung-gedung pencakar langit (skyscraper) yang terletak secara berdekatan hal ini menyebabkan energi panas yang terdapat pada daerah tersebut tidak dapat dialirkan ke daerah lain dan terperangkap di antara gedung-gedung pencakar langit tersebut dan alhasil suhu udara pun meningkat. Selain itu pada malam hari di Kota New York, suhu cenderung lebih tinggi karena UHI. Hal ini disebabkan energi panas yang terdapat pada bangunan, jalan raya naik ke permukaan, peristiwa ini disebabkan karena temperatur udara lebih dingin dibandingkan temperatur permukaan tanah, sehingga udara panas dapat bebas naik. Ironinya, hal ini memberikan dampak buruk pada perubahan iklim dunia. Dijumpai sejak tahun 1990, suhu temperatur rata-rata di New York selalu meningkat. Selain itu, UHI juga dapat memberikan dampak buruk terhadap kualitas air, kesehatan public, kualitas udara, serta native species di wilayah tersebut.

18 05 2015
muhammad (20:40:38) :

Muhammad (A44130019)
1. case studies yang dipilih adalah UHI
2. lokasi DKI Jakarta
3. UHI merupakan keadaan dimana suhu di perkotaan lebih tinggi dari pada daerah di sekitarnya. UHI timbul dikarenakan pembangunan kota yang menggunaan material yang dapat menyerap panas. Material tersebut seperti aspal dan beton yang sering di jumpai di kota Jakarta. Ditambah lagi kota Jakarta tinggi akan pembangunan bangunan terutama bangunan pencakar langit dan rendah RTH. Sehingga pendekatan UHI di perlukan di lokasi ini.

18 05 2015
Mia Paramitha / A44130037 (20:50:57) :

Mia Paramitha // A44130037

Case studies yang saya pilih adalah Water Resource Management, dan lokasi yang akan dianalisis pada case studies yang saya pilih adalah Sungai Ciliwung.
Sungai merupakan salah satu penunjang kehidupan. Sungai dapat berfungsi sebagai ekosistem habitat dan kehidupan manusia sebagai sumber air minum ataupun kebutuhan sehari-hari. Namun sayangnya sungai ciliwung yang mengalir di tengah kota Jakarta ini selalu mendapat predikat buruk yanh sekitar 80%nya disebabkan oleh limbah domestik.

Preliminary research
Sungai Ciliwung berhulu di Gunung Pangrango, Jawa Barat. Sungai ini mengalir melalui Puncak, Ciawi, lalu membelok ke utara melalui Bogor, Depok, Jakarta dan bermuara di Teluk Jakarta. Dari Kota Jakarta, alirannya bercabang dua di daerah Manggarai: yang satu melalui tengah kota, antara lain sepanjang daerah Gunung Sahari, dan yang lain melalui pinggir kota, antara lain melalui Tanah Abang.
Sungai yang mengalir di tengah Kota Jakarta ini, mengalir lurus dan membelak ke timur setibanya di seberang Jl. Labu Hayam Wuruk dan menumpahkan airnya ke Kali Tangki di sisi jalan tersebut. Air Ciliwung masih terus ke utara, menyusuri sisi timur Medan Glodok dan baru membelak ke timur setelah melewati Gedung Bioskop Pelangi (pertokoan Harco), sebagian lagi menumpahkan air ke Kali Besar yang masa itu membentang dari timur ke barat, menyusuri Jl. Pancoran (di seberang Glodok Building) sampai melewati Jembatan Toko Tiga. Bagian Kali Besar yang menyusuri Jl. Pancoran sudah tidak ada, mungkin telah menjadi riol tertutup.

Main research
Indeks kualitas air merupakan suatu pendekatan untuk melihat kecenderungan kualitas air di suatu daerah atau wilayah perairan. Salah satu metode IKA adalah metode National Sanitation Foundation Water Quality Index (NSF WQI). Parameter yang digunakan dalam indeks ini adalah oksigen terlarut, fecal coli, pH, BOD5, nitrat, phosphat, suhu, kekeruhan, dan padatan total. Hasil perhitungan dengan menggunakan indeks kualitas air-NSF WQI menunjukan bahwa tingkat kualitas air sungai ciliwung menunjukkan kualitas yang semakin buruk dari tahun ke tahun.
Perlu adanya upaya peningkatan kualitas air dengan adanya kerjasama yang baik antara masyarakat, pemerintah dan instansi lainnya.

18 05 2015
Novie Nabilla (20:54:45) :

Selamat malam Pak Kaswanto saya Novie Nabilla (A44130069) ARL 50. Saya akan membahas mengenai water quality di DKI Jakarta. Ada banyak permasalahan yang terdapat di Ibukota Jakarta, salah satunya adalah kualitas air di DKI Jakarta padahal air adalah sumber penting bagi kehidupan manusia. Rata-rata kebutuhan air Indonesia adalah 60 liter/kapita, 30 liter untuk keperluan mandi, 15 liter minum, dan sisanya keperluan lain. Dengan asumsi Jakarta berpenduduk 8,5 juta jiwa maka konsumsi total air bersih menjadi sekitar 510 liter/harinya. Pemantauan saya terhadap Sungai Ciliwung, sungai ini merupakan sungai utama di DKI Jakarta yang berdampak luas ketika musim hujan. Sungai ini adalah sungai yang paling parah mengalami kerusakan, selain karena daerah tangkapan air bagian hulu rusak, badan sungai mengalami penyempitan akibat sungai ini melintasi banyak perkampungan, perumahan padat, dan permukiman-permukiman kumuh, dan pendangkalan akibat masyarakat sekitar membuat sampah sembarangan sehingga mudah menimbulkan banjir. Kualitas air menyangkut kualitas fisik (kekeruhan, temperatur, warna, bau dan rasa), kualitas kimia (ion-ion senyawa ataupun logam dan residu dari senyawa lain), dan kualitas biologi (mikroba patogen, pencemar, dan penghasil toksin). Secara fisik, sungai ini terlihat sangat keruh dan berwarna coklat, namun masih banyak masyarakat yg tinggal di bantaran sungai mencuci baju, mandi, mengambil air dari sungai ini, padahal dampaknya sangat buruk bagi kesehatan. Beberapa parameter pencemar Sungai Ciliwung adalah BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemycal Oxygen Demand), amonia , fosfat , deterjen dan bakteri coli . Secara keseluruhan, bahwa konsentrasi parameter ini terus meningkat setiap tahunnya. Sekian dan terima kasih.

18 05 2015
Wulidatul Binuril Imany (A44130080) (21:03:12) :

Case Study yang akan saya pilih adalah LUCC (Land Use and Cover Change). Lokasi yang akan dianalisis yaitu Serang, Banten karena kota ini sedang berkembang menjadi kota maju. Perkembangan ini terlihat dari pembangunan fisik di berbagai sudut kota seperti kawasan perkantoran, gedung-gedung pencakar langit, pasar modern, perumahan elit, dsb. Pada kasus ini, otomatis Land Use dan Land Cover berubah dari yang sebelumnya persawahan, beralih fungsi menjadi perkantoran, dsb.

18 05 2015
Ammy A Felle (21:43:52) :

Syalom,
Slmt mlm pak
nama: Ammy A Felle
Nim: A44130048

saya akan menjawab Quis dari bapa,
1. saya memilih Case Studies: Water Quality
2. lokasi yang saya pilih berada di Provinsi Papua ( Sungai Nabire dan Sungai APO yg berada dikota jayapura)
3.saya memilih daerah tersebut karena menurut saya kualitas air didaerah Papua yang dulu dan sekarang sangatlah berbeda(kualitasnya menurun drastis), hampir semua sumur penduduk sudah tercemar oleh bakteri Coli yang merugikan kesehatan manusia. Penelitian yang dilakukan pada beberapa wilayah didaerah Papua menunjukan kandungan bakteri Coli pada air sumur penduduk sudah melebihi ambang batas. jadi,pengelolahan sumber daya air yang menyeluruh mutlak diperlukan untuk mengatasi masalah ini, menyeluruh dalam arti pengelolahan dari daerah hulu, daerah aliran sungai dan daerah hilir menyangkut pemanfaatannya.

Mksh

18 05 2015
Afdhal Muhammad (22:23:42) :

Assalamualaikum wr. wb.
Saya memilih case study tentang water quality, dan saya akan menganalisis tentang water quality di lokasi DAS Ciliwung. Menurut penelitian, DAS Ciliwung dari hulu sampai ke hilir (Mata Air Cikahuripan sampai Sungai Ciliwung jakarta) sudah termasuk dalam kategori tercemar berat. Parameter yang memberikan kontribusi pencemaran kualitas air ini adalah BOD, COD, fenol, klorin bebas, sulfida, fecalcoli dan total coliform. Pencemaran ini jika dilihat dari perspektif ekologi lanskap sangat membahayakan, contohnya akan menyebabkan kapasitas air bersih di daerah tersebut berkurang, memperbesar peluang terjadinya hujan asam, dan efek yang paling parah bisa menyebabkan masyarakat di daerah tersebut terkena banyak penyakit mematikan. Hal ini harus diperbaiki secepat mungkin karena jika dibiarkan maka akan semakin parah dan bisa menyebabkan kualitas air yang bersih hilang di daerah tersebut. Sekian analisis dari saya, Afdhal Muhammad NIM A44130074, mengenai kualitas air di DAS Ciliwung. Mohon maaf bila ada kesalahan. Wassalamualaikum wr. wb.

18 05 2015
Yanwar Dayu Prasetyo (A44130040) (22:39:18) :

Nama : Yanwar Dayu Prasetyo
Nim : A44130040

1. Water quality
2. Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur
3. Desa Purwoharjo, desa yang dekat dengan daerah saya. Kenapa saya memilih daerah ini karena, darah ini sangat berpotensi lanskap ekologinya, terutama sungainya. Sungai yang berada di daerah ini sangat disayangkan karena sungai yang tidak terawat oleh masyarakatnya sendiri banyak yang membuang sampah di sungai, sehingga merusak pemandangan lanskap sungainya. Analisis Water quality yang menjadi potensi di sungai ini, airnya dapat digunakan pengairan langsung untuk daerah persawahan yang dimiliki masyarakat sekitar dan dapat digunakan kebutuhan sehari-hari oleh masyarakat, tetapi masyarakt sendiri juga yang banyak mencemari air sungainya. Dengan analisis water quality dapat melindungi pencemaran air sungai dan dan potensi yang ada pada lanskap sungai tersebut.

18 05 2015
Risma fridayani (22:40:37) :

Saya Risma Fridayani A44130087 akan menjelaskan Water Quality pada kondisi sungai- sungai yang ada di Jakarta. Jakarta memiliki 13 sungai besar dan beberapa sungai kecil lainnya. Kondisi sungai sungai yang berada di kawasan jakarta makin lama makin buruk karena beberapa faktor yaitu diantaranya semakin bertambahnya penduduk maka kebutuhan air semakin meningkat, penduduk yang menggunakan air sungai dengan sembarangan seperti buang sampah sembarangan dan menyuci di sungai, buangan limbah dari industri, pestisida dan limbah pupuk dari lahan pertanian, serta limbah rumah tangga yang tidak diolah dengan benar. Saya berharap kondisi sungai di Jakarta dijaga dengan benar dan dari manusia manusia yang membuang limbah sembarangan ditingkatkan lagi kesadarannya akan lingkungan.

18 05 2015
Fariz Naufal (22:52:53) :

Selamat malam Bapak, saya Fariz Naufal (A44130006) ingin menjawab pertanyaan yang Bapak berikan.

1. Water quality
2. Desa Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat.
3. Desa Cibuluh adalah salah satu tempat yang dialiri oleh anak sungai ciliwung yang berada di Jawa Barat. Ketika hujan deras mengguyur desa ini maka akan terjadi banjir yang tingginya mencapai 1 meter. Penyebab dari banjir adalah sampah yang menutup badan dan tepian sungai oleh sampah rumah tangga dan pabrik di dekat desa tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan penanganan berhubungan dengan Water Quality agar air sungai tidak keruh dan alirannya stabil tanpa ada halangan dari sampah yang menutup saluran air. Metode analisis Water Quality akan menghasilkan data-data yang dapat membantu proses penanganan sehubungan aliran sungai yang keruh dan banjir.

Terima Kasih

18 05 2015
Muhammad Raful Kalam (A44130011) (23:01:58) :

Assalammuallaikum wr. wb.
Saya Muhammad Raful Kalam NIM A44130011 akan menjawab pertanyaan pada tugas MESO SCALE.
Study Case yang saya pilih adalah Land Use and Cover Changes atau disingkat LUCC di Kota Bogor tepatnya di Kabupaten Bogor. Mengapa saya menentukan pilihan tersebut ? ada alasan utama yaitu karena saya adalah warga Bogor yang sudah tinggal di Bogor sejak umur 3 tahun di Taman Pagelaran , Ciomas, Kabupaten Bogor. Saya melihat secara langsung perubahan tapak tapak yang ada di kota hujan ini. Sejak SMP saya mulai memperhatikan daerah pinggir jalan raya saat pergi sekolah, yang mana banyak sawah-sawah terpampang luas. Namun, semenjak SMA terjadi perubahan drastic. Tapak yang tadinya berupa Landuse sawah mulai dijadikan ruko-ruko , rumah dan bangunan bangunan lainnya. Hal tersebut tentu mengganggu ekologi yang ada di daerah tersebut. Daerah yang tadinya hijau dan sejuk menjadi gersang dan panas. Perubahan-perubahan Landuse juga banyaj terjadi di daerah Bogor lainnya.
Harapannya , setelah dengan Study Case LUCC ini masalah tersebut dapat diatasi untuk mengembalikan Ekologi Lanskap yang seimbang.
Terima Kasih

18 05 2015
Annisa Rahmatia W. (A44130068) (23:06:40) :

Case studies yang saya pilih adalah water quality dengan lokasi analisis di Kota Depok, Jawa Barat.
Kualitas air di Kota Depok akhir-akhir ini sedang menurun, baik air di situ-situ yang dijadikan kawasan konservasi maupun air bersih konsumsi masyarakat sehari-hari. Air dalam situ-situ di Kota Depok terlihat keruh dan tercemar. penyebab pencemaran diperkirakan berasal dari buangan air cuci dan air sabun dari masyarakat sekitar. Sedangkan air bersih untuk konsumsi pasokan dari PDAM sering dikeluhkan masyarakat karena keruh sehingga tidak bisa digunakan untuk minum. Keruh di sini disebabkan oleh lumpur maupun kaporit yang berlebihan sehingga lambat larut.
Oleh karena itu, analisis water quality dibutuhkan di Kota Depok untuk memperbaiki kualitas air setempat dan mengurangi dampak negatif akibat air tidak sehat yang dikonsumsi masyarakat.

18 05 2015
Suci Ardina Fitriani harahap (23:36:30) :

Assalamualaikum wr. Wb.

Perkenalkan nama saya Suci Ardina Fitriani Harahap (A44130018), sebelumnya terima kasih kepada Bapak telah memberikan materi meso scale kepada kelas ARL 50.

Untuk tugas kali ini study case yang saya pilih adalah LUCC (land use and cover changes) di daerah pekanbaru,Riau. Kota pekanbaru merupakan kota yang sangat cepat pembangunannya pada dua dekade terakhir sehingga menjadi objek yang tepat untuk di teliti LUCC nya, dan juga saya pernah tinggal di kota ini selama kurang lebih 2 tahun, dalam kurun waktu yang cukup singkat tersebut namun saya dapat merasakan efek perubahan pada LUCC di kota ini. Kota Pekanbaru sangat fokus membangunan peradaban masyarakatnya dan untuk meningkatkan ekonomi per individu masyarakatnya sehingga pembangunan paling besar dapat dilihat pada pembangunan ruko-ruko di sepanjang jalan strategis kota ini. Karena pembangunan dilakukan pada saat-saat sekarang sehingga perencanaan pembangunan kota ini juga sudah cukup baik bila dibandingkan kota-kota tua lain. Seiring meningkatkan pembangunan ruko dan gedung lain guna menjalankan ekonomi kota maka menurun pula hutan-hutan yang tadinya berada secara alami di kota ini, sebagian besar lahan terbuka hijau merupakan lahan yang belum digunakan sehingga terlihat tidak terurus, pemerintah seperti memfokuskan kota pekanbaru untuk pembangunan sehingga untuk hutan-hutan dapat dilihat di sepanjang jalan keluar kota pekanbaru, baik dari perkebunan kelapa sawit, persawahan, dan kebun lain dapat dilihat di perbatasan kota pekanbaru. Hal ini tentu kurang baik bila dianalisis menggunakan persentasi obsevation tools pada LUCC karena sebaiknya setiap wilayah memiliki ruang terbuka masing-masing sebagai penopang kehidupan. pembukaan lahan yang menggunakan metode pembakaran hutan di perbatasan kota pekanbaru juga memberikan efek negatif pada kualitas udara kota ini, seringkali terdapat asap yang menyelubungi kota ini karena efek pembakaran hutan tersebut, hal ini semakin diperparah karena cover changes yang cenderung mengurangi ruang terbuka hijau di kota ini sehingga asap yang datang sulit di netralisir.
Hal-hal ini menjadi objek yang pas sekali mengapa study case LUCC pada Kota Pekanbaru perlu dilakukan.

Terima kasih.

19 05 2015
Akmal Syarief (A44130086) (00:09:25) :

Assalamualaikum pak kaswanto,
pada kuis ini saya memilih studi case yaitu water quality pada tempat pemandian gunung kapur. saya memilih tempat tersebut karena memiliki potensi sumber air kapur yang baik untuk kesehatan terutama kulit.gunung kapur ini terletak di kabupaten bogor. tempat ini dijdikan tempat wisata untuk mendaki gunung dan juga untuk pemandian air panas.pada tempat ini bisa menambah perekonomian masyarakat setempat dengan adanya pemandian air panas ini. airnya mengalir dari gunung kapur ini dan mengandung belerang. asap belerang yang saat di tempat pemandian tidak berbahaya karena sudah di coba. tapi yang masi di puncak gunung kapur asapnya berbahaya.

19 05 2015
Tryana Permanasari (A44130015) (00:27:01) :

Selamat malam, pak. Saya Tryana Permanasari (A44130015)
Case Studies yang saya pilih ialah LUCC (Land Use and Cover Change). Menurut saya LUCC ini cocok untuk digunakan menganalisis daerah Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat khususnya daerah kampus IPDN, UNPAD, ITB, dan IKOPIN. Mengapa demikian? Karena daerah tersebut sebelumnya merupakan daerah hutan atau Ruang Terbuka Hijau serta persawahan yang kini telah beralih fungsi menjadi ruang terbangun, seperti perluasan bangunan kampus, sarana prasarana mahasiswa berupa tempat tinggal baik kost-kostan sampai apartemen, rumah makan, pertokoan, mall, dan sebagainya. Bisa dibilang daerah Kabupaten Sumedang yang kadang disebut-sebut masuk wilayah Bandung ini memiliki kemajuan yang sangat pesat dibanding kecamatan-kecamata lain di daerah Sumedang, baik dari perekonomian sampai pembangunannya. Pembangunan ini sangat mempengaruhi land use dan land cover dari area tersebut sehingga dirasa cocok untuk dianalisis menggunakan LUCC.

19 05 2015
Salina A44130070 (01:18:23) :

Selamat malam pak..
Saya Salina A44130070
Saya akan menjawab quis diatas materi MESO SCALE. Saya pilih Study Case karna LUCC(Landuse Cover Changes). Pengalaman saya jalan jalan tahun 2013 di kampus Juanda di Ciawi kearah Kota Bogor jalannya sudah masuk daerah puncak cuacanya panas dan dingin yang sedang. Belakang kampus ini terdapat banyak Landuse sawah yang masih sering diolah oleh warga disekitar. Tahun 2015 sekarang persawahan itu telah menjadi tempat perumahan dan kos-kosan mahasiswa/i kampus Juanda tersebut. Jadi setelah mengamati hal ini dengan adanya Study Case LUCC kita bisa merubah dan mengatasi masalah ini dengan kebijakan yang diperoleh dengan benar dan berguna bagi alam sekitar upaya tidak merusak ekologi lain yang masih ada. Sekian dari saya
Terima kasih..

19 05 2015
Fahran Zulfahmi (02:01:39) :

Assalamu’alaikum wr.wb
Nama : Fahrian Zulfahmi
NIM : A44130035
Akan menjawab pertanyaan dalam tugas yang di berikan pada pertemuan materi Meso Scale.
Untuk itu saya memilih study case Water Quality atau qualitas air, saya mengambil contoh sebuah obyek wisata air yang ada di daerah saya sendiri yakni Rawa Jombor, tepatnya di desa Krakitan, kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sebuah wisata air yang berkonsep warung apung yang terbuat dari penyatuan drum kosong (sebagai Pengapung Bangunan), kemudian diatas drum dibuat banguanan dengan bahan bambu yang dibuat menyrupai saung yang memanjang. Untuk menuju warung tersebut pengunjung harus menggunakan rakit sebagai transportasi penyebrangan. Warung apung ini dilengkapi dengan wisata kuliner rawa.
Tempat ini merupakan wisata yang mempunyai potensi menjadi salah satu kawasan wisata di kota Klaten sendiri. Akan tetapi pada tempat ini kurang adanya perawatan. Ketidak pedulian pemilik warung apung serta masyarakat pengguna rawa tersebut, membuat air pada rawa tersebut berubah menjadi hijau kecoklatan. Sehingga habitat pada rawa tersebut terganggu, ditambah dengan pertumbuhan enceng gondok yang semakin cepat, membuat kawasan rawa tersebut terlihat kotor. Selain itu juga terjadi pendangkalan dikarenakan pembuangan limbah warung yang ada pada rawa tersebut, bahkan pemilik warungpun harus mengambil stok ikan tawar dari luar daerah. Akibat kualitas air yang semakin buruk.
Saya berharap setelah mempelajari materi meso scale khususnya pada poin study case water quality. Saya dapat mengerti tentang memperbaiki kerusakan dan menemukan solusi untuk pengembalian kualitas air yang baik.
Terima Kasih

19 05 2015
Debra Ultimarchya (02:05:58) :

Salam damai sejahtera, saya Debra Ultimarchya A44130052

Case study yang saya pilih adalah Carbon Stock Emisition, lokasi yang akan dianalisis pada case study berikut adalah Surabaya. Surabaya merupakan kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, tempat dimana bisnis, perdagangan, dan pendidikan yang cukup berkembang pesat di Jawa Timur, sehingga tidak heran bila pertumbuhan penduduk cukup tinggi di kota ini.
Pertumbuhan penduduk yang tinggi akan membuat pertumbuhan permukiman semakin pesat, dan grafik pertambahan jumlah kendaraan bermotorpun cukup tinggi, sehingga membuat atmosfir kota Surabaya panas dan polusi udara meninggkat. Surabaya tampaknya memang di butuhkan jumlah RTH yang lebih banyak agar CO2 tertangkap lebih banyak, dan banyak memberi stok oksigen.

19 05 2015
Salma Fadhilah (A44130063) (02:17:22) :

Selamat malam Pak Kaswanto,
setelah mengikuti kuliah tentang Meso Scale in Landscape Ecology minggu lalu, saya tertarik dengan:
1. Case study Water Quality; yang mengukur kualitas lingkungan melalui 11 parameter kualitas air diantaranya
2. Lokasi yang saya pilih tuk case study Water Quality adalah kota Palembang, yang terkenal sebagai kota Venezia dari Timur karena terdapat banyak sungai dan badan air.
3. Alasan memilih melakukan case study Water Quality di kota Palembang adalah, karena walaupun saat ini jumlah luasan sungai di palembang sudah mulai berkurang, kehidupan di atas air seperti jalur transportasi dengan perahu, pasar apung, kegiatan mandi dan mencuci, hingga mengambil air untuk keperluan memasak di sungai masih dilakukan, sehingga kualitas air menjadi penting untuk dianalisis dan diukur, untuk kemudian dijaga agar tetap baik untuk melestarikan alam dan kehidupan berbudaya di Kota Palembang.
Sekian jawaban saya dari quiz yang bapak berikan. Terimakasih

19 05 2015
Salma Fadhilah (A44130063) (02:20:20) :

Selamat malam Pak Kaswanto,
setelah mengikuti kuliah tentang Meso Scale in Landscape Ecology minggu lalu, saya tertarik dengan:
1. Case study Water Quality; yang mengukur kualitas lingkungan melalui 11 parameter kualitas air diantaranya oksigen terlarut, permintaan oksigen biologis, permintaan oksigen Kimia, kandungan ammonium, nitrat, nitrit, dan fosfat, keasaman, alkalinitas, adanya bakteri Escherichia coli dan bakteri umum lain.
2. Lokasi yang saya pilih tuk case study Water Quality adalah kota Palembang, yang terkenal sebagai kota Venezia dari Timur karena terdapat banyak sungai dan badan air.
3. Alasan memilih melakukan case study Water Quality di kota Palembang adalah, karena walaupun saat ini jumlah luasan sungai di palembang sudah mulai berkurang, kehidupan di atas air seperti jalur transportasi dengan perahu, pasar apung, kegiatan mandi dan mencuci, hingga mengambil air untuk keperluan memasak di sungai masih dilakukan, sehingga kualitas air menjadi penting untuk dianalisis dan diukur, untuk kemudian dijaga agar tetap baik untuk melestarikan alam dan kehidupan berbudaya di Kota Palembang.
Sekian jawaban saya dari quiz yang bapak berikan. Terimakasih

15 05 2016
Zipora Kristiani (A44140060) (21:37:02) :

Nama : Zipora Kristiani
NIM : A44140060
1. Case study yang saya pilih adalah water quality
2. Lokasi yang saya pilih adalah Daerah Aliran Sungai Cisadane
3. Alasan mengapa saya melakukan analisis water quality pada DAS Cisadane karena Sungai Cisadane merupakan sumber air baku di kota Tangerang. Sebagai air baku sebenarnya sungai Cisadane sudah termasuk dalam kategori sungai yang tercemar, sehingga untuk pengolahan menjadi air bersih dibutuhkan biaya yang besar yang salah satunya dibebankan pada konsumen, setelah melalui treatment tertentu air baku yang tercemar ini menjadi air bersih yang layak untuk dipergunakan. Pencemaran air Sungai Cisadane kian meningkat tiap tahunnya. Gangguan kualitas air pada Sungai Cisadane disebabkan terutama oleh pencemaran limbah domestik dan industri, pertanian, fluktuasi aliran sungai, erosi, dan sedimentasi. Pencemaran lingkungan di sungai ini juga menyebabkan hilangnya biota air, seperti ikan sepat dan gabus. Selain itu, air sumur warga di sepanjang sungai terkontaminasi air limbah, berbusa, dan menimbulkan bau.

16 05 2016
Ida bagus manu ariditya buruananta (12:55:20) :

Selamat siang
Saya ida bagus manu ariditya nim a44140015
Jawaban saya atas pertanyaan bapak
1 case study yang saya ambil land use & cover change
2 lokasi yang saya pilih adalah desa di belakang ipb menuju cifor
3 alasan saya ialah perubahan lahan disana sangat cepat yang awalnya lahan sawah namun sekarang banyak yang berubah fungsi menjadi bangunan ruko atau tempat tinggal
Sekian jawaban dari saya
Terima kasih
Selamat siang

Leave a comment

You can use these tags : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>