Pasar Ah Poong Sentul City

3 01 2013

Akhir tahun pada tanggal 31 Desember 2012 diberi kesempatan untuk mengunjungi Pasar Ah Poong di Sentul City. Pasar yang terletak di depan Sungai Cikeas ini didesain dengan dua buah kubah sebagai restoran. Para pengunjung dimanjakan dengan berbagai jajanan dan makanan khas Sunda yang lezat. Dengan mengusung konsep “eat & eat”, pengunjung diharapkan bisa menyantap makanan sepuasnya. Ide dengan memanfaatkan view dan potensi dari Sungai Cikeas sungguh luar biasa bisa direalisasikan. Konsep waterfront telah sangat baik diaplikasikan.

Pembayaran di dalam restoran dilakukan dengan menggunakan sistem debet, artinya pengunjung harus membeli kartu yang sudah diisi dengan nominal tertentu. Kemudian pembayaran pemesanan cukup dilakukan dengan menggunakan kartu. Sistem ini memiliki dua keunggulan. Pertama adalah kebersihan, transaksi dengan pedagang tidak menyentuh lembaran atau koin rupiah. Hal ini membuat suasana lebih higenis, karena yang memasak tidak perlu memegang rupiah yang boleh dikatakan relatif kotor. Kedua adalah efisiensi waktu, pedagang tidak perlu lagi memikirkan uang kembalian, membuat kasir uang tunai dsb. Tenant/pedagang cukup menggesek kartu sebagai bukti pembayaran. Keunggulan lainnya adalah dari sisi keamanan, pengunjung dapat dengan aman memanfaatkan kartu ini, bahkan anak-anak juga dengan mudah menggunakannya.

Pasar Ah Poong juga menyediakan beberapa atraksi. Salah satunya adalah atraksi menaiki perahu yang disediakan secara gratis bagi para pengunjung. Pengunjung cukup turun ke bawah dan antri sesaat untuk kemudian bisa naik ke dalam perahu. Perahu akan mengitari sungai, sehingga penumpang dapat menikmati keindahan di sekitar pasar Ah Poong.

Suasana Pasar Ah Poong pada malam hari juga sangat indah. Penerangan yang ditempatkan secara tepat menambah suasana romants, belum lagi bila ditemani dengan gemericik air Sungai Cikeas. Gemericik ini secara artificial tercipta karena adanya pembendungan aliran sungai. Lokasinya yang bersebelahan dengan Eco-Art-Park juga memberi nilai tambah. Bagi mereka yang usai menyantap makanannya bisa menikmati keindahan taman ini.

Berbicara tentang nilai plus seperti yang sudah diceritakan di atas, tentu juga ada nilai minusnya. Nilai minus karena adanya aroma yang tidak sedap akibat tumpukan sampah yang tersangkut akibat krib bendungan sungai. Sampah-sampah yang tersangkut di kawat-kawat krib kebanyakan adalah sampah yang mudah membusuk. Nah, sampah yang membusuk inilah yang memberikan bau tidak sedap. Semoga hal ini dapat diantisipasi dengan baik oleh pihak pengelola.

Demikian sekelumit pengamatan selama berada di Pasar Ah Poong Sentul City. Semoga informasi sekilas ini memberikan manfaat bagi pembaca blog ini :-).

 



Actions

Informations

Leave a comment

You can use these tags : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>