MK PIP MG I 2017/2018

5 09 2017

MK PIP MG I 2017/2018: MK Pengantar Ilmu-Ilmu Pertanian (PIP) IPB107 Semester Ganjil Tahun Akademik 2017/2018 untuk mahasiswa PPKU kelas R02 Angkatan 54 telah disiapkan dengan baik. Minggu I pertemuan akan dimulai pada hari Selasa tanggal 5 September 2017 pukul 15.00-16.40 di Ruang  CCR206.

 

QUIZ AWAL:

Minggu I ini materi diawali dengan quiz awal, seluruh peserta mahasiswa diminta untuk menuliskan pengetahuan awalnya mengenai pertanian dan harapannya terhadap MK Pengantar Ilmu-Ilmu Pertanian (PIP). Kemudian dilanjutkan dengan perkenalan, dan penjelasan singkat materi tiap minggu. Setelah itu, pemberian materi Minggu I mengenai Pengertian Ilmuwan dan Pengetahuan.

Tulis dalam 1 lembar kertas, tulis nama lengkap dan NIM. Waktu 7,5 menit, dikirimkan pada blog dosen PIP.

1. Apa yang Saudara ketahui dengan pertanian?

2. Tulis harapan Saudara mengikuti MK PIP.

Komentar dituangkan ke dalam blog kaswanto.staff.ipb.ac.id

MATERI MK Pengantar Ilmu-Ilmu Pertanian (PIP)

Kuliah 1 GBPP Kontrak – Pengertian Imuwan dan Pengetahuan KAS

Kuliah 2 Sains Pertanian dan Lingkungan

Kuliah 3 Sejarah Pertanian & Pertanian Usaha

Kuliah 4 Cuaca-Iklim dan Unsur-unsurnya

Kuliah 5 Iklim Indonesia

Kuliah 6 Sumber Energi

Kuliah 7 Pangan dan Gizi FINAL

Kuliah 8 Teknologi Pasca Panen

Kuliah 9 Pertanian Pangan dan Non-Pangan

Kuliah 11 Bioteknologi

Kuliah 10 Agribisnis dan Agroindustri

Kuliah 12 Soiless Based Culture

Kuliah 13 Pertanian Terpadu, Berkelanjutan dan Energi Terbarukan

Kuliah 14 Membangun Pertanian Masa Depan KAS

Sumber Bacaan:

1. Nasoetion AH. 2006. Pengantar ke Ilmu-Ilmu Pertanian. Jakarta: Litera Antar Nusa
2. Tim Pengajar PIP. 2009. Buku Kumpulan Makalah Pengantar Ke Ilmu-ilmu Pertanian.
3. Khomsan A dan AT Wahyudi (Editor). 2015. Tantangan Generasi Muda Tantangan Generasi Muda dalam Pertanian, Pangan, dan Energi: Pemikiran Guru Besar IPB.

MK Pengantar Ilmu-Ilmu Pertanian Buku I

Buku I – MK Pengantar Ilmu-Ilmu Pertanian (PIP)

MK Pengantar Ilmu-Ilmu Pertanian - Buku II

Buku II – Kumpulan Makalah PIP

MK Pengantar Ilmu-Ilmu Pertanian - Buku III

Buku III – Tantangan Generasi Muda

Pengajar:

Dr. Kaswanto, SP, MSi




The 3rd ISSLD 2017 Call for Papers

1 09 2017
The 3rd ISSLD 2017 Call for Papers

The 3rd ISSLD 2017 Call for Papers

Dear Beloved Colleagues,

We are very glad to invite you to join The 3rd International Symposium on Sustainable Landscape Development 2017 (The 3rd ISSLD 2017). The event will be held on November 14th and 15th, 2017 at IPB International Convention Center in Bogor, Indonesia. The 3rd ISSLD 2017 is calling for papers.

The 3rd ISSLD 2017 will bring together researchers, professional, stakeholders, and community working on landscape development, which is the essential networking for sustainable future landscape assessment. The theme of this year symposium is URBAN RESILIENCE. This is including Mitigation, Sustainability, and Resilience in the urban landscape.

The 3rd ISSLD 2017 will be performed by experienced keynote addresses, advanced of invited talks and overseas contributed speakers. They will share their ideas in the form of oral presentations and poster sessions. The 3rd ISSLD 2017 is calling for papers from any field related to landscape including environment, ecology, and sociocultural aspect.

As the symposium is getting close, we are reminding you the important dates:

Abstract Submission Deadline:
September 30th, 2017

Acceptance Notification:
October 7th, 2017

Full-Paper Submission Deadline:
October 30th, 2017

The Symposium:
November 14th, 2017

The Excursion:
November 15th, 2017

Registration Form:
http://arl.faperta.ipb.ac.id/symposium/register/

Registration Fee:
http://arl.faperta.ipb.ac.id/…/registrati…/registration-fee/

Here we send you the 3rd ISSLD 2017 flyer. For more detail information, please visit our website at:
http://arl.faperta.ipb.ac.id/symposium

Thank you for your very kind attention and collaboration.

We really appreciate if you could help us to spread this information to your colleagues who are interested in this idea. We are looking forward to discussing with you at Bogor and we absolutely believe that your contribution will create the symposium fruitful for all of us, and also for landscape society.

Warmest regards,
Chairman of Organizing Committee
Dr. Kaswanto
+62 812 1939739
(CALL/SMS/WA/LINE)

The 3rd International Symposium on Sustainable Landscape Development 2017 (The 3rd ISSLD 2017).




IKIGAI Value in Living

15 08 2017
Ikigai

Ikigai Value in Living

IKIGAI Value in Living

What’s your reason for getting up in the morning? Just trying to answer such a big question might make you want to crawl back into bed. If it does, the Japanese concept of ikigai could help.

Originating from a country with one of the world’s oldest populations, the idea is becoming popular outside of Japan as a way to live longer and better.

While there is no direct English translation, ikigai is thought to combine the Japanese words ikiru, meaning “to live”, and kai, meaning “the realization of what one hopes for”. Together these definitions create the concept of “a reason to live” or the idea of having a purpose in life.

Ikigai also has historic links: gai originates from the word kai, which means shell. These were considered very valuable during the Heian period (794 to 1185), according to Akihiro Hasegawa, a clinical psychologist and associate professor at Toyo Eiwa University, adding a sense of “value in living”.

Ikigai (生き甲斐, pronounced [ikiɡai]) is a Japanese concept that means “a reason for being.” It is similar to the French phrase Raison d’être. Everyone, according to Japanese culture, has an ikigai. Finding it requires a deep and often lengthy search of self. Such a search is important to the cultural belief that discovering one’s ikigai brings satisfaction and meaning to life.[1] Examples include work, hobbies and raising children.[2]

The term ikigai compounds two Japanese words: iki (wikt:生き) meaning “life; alive” and kai (甲斐) “(an) effect; (a) result; (a) fruit; (a) worth; (a) use; (a) benefit; (no, little) avail” (sequentially voiced as gai) “a reason for living [being alive]; a meaning for [to] life; what [something that] makes life worth living; a raison d’etre”.[3]

In the culture of Okinawaikigai is thought of as “a reason to get up in the morning”; that is, a reason to enjoy life. In a TED TalkDan Buettner suggested ikigai as one of the reasons people in the area had such long lives.[4]

The word ikigai is usually used to indicate the source of value in one’s life or the things that make one’s life worthwhile. Secondly, the word is used to refer to mental and spiritual circumstances under which individuals feel that their lives are valuable. It’s not necessarily linked to one’s economic status or the present state of society. Even if a person feels that the present is dark, but they have a goal in mind, they may feel ikigai. Behaviours that make us feel ikigai are not actions we are forced to take—these are natural and spontaneous actions.

In the article named Ikigai — jibun no kanosei, kaikasaseru katei (“Ikigai: the process of allowing the self’s possibilities to blossom”) Kobayashi Tsukasa says that “people can feel real ikigai only when, on the basis of personal maturity, the satisfaction of various desires, love and happiness, encounters with others, and a sense of the value of life, they proceed toward self-realization.”[1][5]

To find this reason or purpose, experts recommend starting with four questions:

  • What do you love?
  • What are you good at?
  • What does the world need from you?
  • What can you get paid for?

Source:

https://www.finansialku.com/jadikan-tujuan-hidup-dan-ikigai-anda-menjadi-sumber-pemasukan/

http://sihendra.com/2016/04/06/ikigai-apa-tujuan-kita-diciptakan/




Digital Drawing Workshop

3 08 2017

Pendaftaran Digital Drawing Workshop

Wacom Flyer OK rev2

 

Latar Belakang

Departemen Arsitektur Lanskap IPB (Dep ARL) merupakan lembaga pendidikan formal yang menjadi leading dalam kompetensi desain lanskap. Dep ARL senantiasa berupaya untuk meningkatkan kapasitas para mahasiswanya sehingga dapat lulus siap kerja. Peningkatan kapasitas keilmuan, kerja dan manajerial ini perlu secara simultan diupdate secara berkala. Untuk itu, peningkatan kapasitas dan mutu ini dapat dilakukan dengan penyediaan infrastruktur, sarana teknologi terbaru dan prasana lainnya yang memadai. Upaya ini direalisasikan dalam wujud melakukan kerjasama dengan PT GrandTech System Indonesia (GSI) untuk melakukan sebuah pelatihan atau workshop yang berkualitas.

Kegiatan workshop ini merupakan bentuk konkret dari kerjasama antara akademisi dengan industri untuk menyelaraskan kebutuhan pasar (user) dengan kemampuan (skill) lulusan mahasissa dari Departemen Arsitektur Lanskap. Tuntutan kebutuhan pasar yang kian berkembang tentunya perlu diantisipasi dengan kemampuan lulusan yang juga harus turut bersinergi dengan tuntutan tersebut. Kegitan workshop ini secara spesifik dilakukan untuk menjawab tuntutan pasar tersebut.

 

Peserta
Peserta workshop berasal dari Civitas Akademika (Civa) IPB, yakni dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa S1 dan S2. Peserta terbatas hanya untuk Civa Departemen Arsitektur Lanskap IPB. Jumlah peserta yang ditargetkan untuk mengikuti workshop adalah 30 orang. Pendaftaran peserta akan dibuka pada tanggal 1 Agustus 2017 secara internal di Departemen Arsitektur Lanskap IPB. Pendaftaran dilakukan secara online pada link kaswanto.staff.ipb.ac.id/wacom atau langsung pada Form Pendaftaran. Peserta tidak dipungut biaya namun wajib mengikuti workshop sehari penuh.

 

Waktu dan Lokasi Kegiatan
Workshop akan diadakan pada hari Selasa tanggal 15 Agustus 2017 pukul 08.00-16.00 WIB di Studio Komputer Grafis Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB).

 

Luaran Kegiatan
Luaran kegiatan Wacom Goes to Campus (WGTC) bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan adalah sebagai berikut:

  1. Mendapatkan update informasi seputar industri kreatif dan teknologi perangkat pendukung yang digunakan.
  2. Mampu memilih perangkat dan teknologi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan.

Sementara luaran kegiatan bagi Mahasiswa S1 dan S2 adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki kemampuan dasar terkait dengan tema industri kreatif.
  2. Mampu mengoperasikan secara Hands-on-trial dari perangkat penunjang industri kreatif (hardware “Wacom” & Software).

 

Penyelenggara
Komisi Informasi dan Teknologi (Kom IT)
Departemen Arsitektur Lanskap
Fakultas Pertanian
Institut Pertanian Bogor
Jl. Meranti Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680, Jawa Barat
Telp. (0251) 8422 415
Website: arl.faperta.ipb.ac.id

 

Pendaftaran Peserta Workshop
Pendaftaran
Silahkan klik pada link di atas untuk pendaftaran Digital Drawing Workshop.

 

Sampai bertemu pada pelaksanaan workshop.

 

Salam,

Ketua Pelaksana

Dr. Kaswanto




Keanekaragaman Hayati

5 07 2017
Keanekaragaman Hayati, mencakup habitat, produksi dan langka

Keanekaragaman Hayati, mencakup habitat, produksi dan langka

Keanekaragaman Hayati

Keragaman istilah biologi atau keanekaragaman hayati dapat memiliki banyak interpretasi. Hal ini paling sering digunakan untuk menggantikan istilah yang lebih jelas dan lama didirikan, keragaman spesies dan kekayaan spesies. Ahli biologi paling sering mendefinisikan keanekaragaman hayati sebagai “totalitas gen, spesies, dan ekosistem suatu daerah”.[12][13] Sebuah keuntungan dari definisi ini adalah bahwa tampaknya untuk menggambarkan keadaan paling dan menyajikan pandangan terpadu dari tiga tingkat tradisional di berbagai biologis yang telah diidentifikasi:

Pada tahun 2003 Profesor Anthony Campbell di Cardiff University, Inggris dan Pusat Darwin, Pembrokeshire, yang didefinisikan tingkat keempat: Keragaman Molekuler.[14]

Ini membangun bertingkat konsisten dengan Dasmann dan Lovejoy. Definisi eksplisit yang konsisten dengan penafsiran ini pertama kali diberikan dalam makalah oleh Bruce A. Wilcox ditugaskan oleh Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam dan Sumber Daya Alam (IUCN) untuk Konferensi Dunia 1982 Nasional Taman.[15] Definisi Wilcox adalah “Keanekaragaman hayati adalah berbagai bentuk kehidupan … di semua tingkat sistem biologis (yaitu, molekul, organismic, populasi, spesies dan ekosistem) …”. Tahun 1992 PBB KTT Bumi didefinisikan “keanekaragaman hayati” sebagai “variabilitas antara organisme hidup dari semua sumber, termasuk, ‘antara lain’, darat, laut, dan ekosistem air lainnya, dan kompleks ekologi yang mereka adalah bagian: ini termasuk keragaman di dalam spesies, antara spesies dan ekosistem “.[16] Definisi ini digunakan dalam Konvensi PBB tentang Keanekaragaman Hayati.[16]

Satu definisi buku teks adalah “variasi kehidupan di semua tingkat organisasi biologis”.[17] Genetika s mendefinisikannya sebagai keragaman gen dan organisme s. Mereka mempelajari proses seperti mutasi s, transfer gen, dan dinamika genom yang menghasilkan evolusi.[15] Mengukur keragaman di satu tingkat dalam kelompok organisme mungkin tidak tepat sesuai dengan keragaman pada tingkat lainnya. Namun, tetrapod (vertebrata darat) taksonomi dan keragaman ekologi menunjukkan korelasi yang sangat dekat.[18]

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Keanekaragaman_hayati




Low Carbon Landscape

20 06 2017
Low Carbon Landscape

Low Carbon Landscape

Repost:

Salah satu tren yang mendunia saat ini adalah perancangan komunitas (community designing) yang ramah lingkungan dengan mengurangi emisi karbon, yang dikenal dengan istilah Masyarakat Rendah Karbon (MRK). Konsep MRK dicetuskan pertama kali di Jepang melalui skenario Low Carbon Society” (disingkat LCS) yang merupakan usaha untuk mengurangi emisi karbonnya hingga 50% pada tahun 2050 dari basis emisi yang dikeluarkan di tahun 1990 (baseline). Skenario ini sangat menggoda untuk dapat diadposi oleh negara-negara lain, terutama negara berkembang seperti di Indonesia.

Program Jepang dalam skenario menuju “Low Carbon Society” (LCS) atau Masyarakat Rendah Karbon (MRK) tampaknya cukup menarik jika ikut disebarluaskan dan dibagi-bagi model usahanya ke negara-negara lain, terutama keterkaitan berbagai teknologi dalam kemasan komprehensif ke arah tujuan itu (Sumber: http://saniroy.archiplan.ugm.ac.id/?p=587).

Kegiatan riset dalam skenario ini telah berjalan sebelum istilah “Cool Earth” dan sering malang-melintang di banyak media. Sampai saat ini skenario MRK ini terus dikaji dalam memperoleh model yang paling pas untuk diimplementasikan, termasuk memasyarakatkannya untuk negara-negara di luar Jepang. Pemerintah Indonesia sendiri mencanangkan emisi karbon hingga 26% dan 41%.

Ruang lingkup MRK mencakup seluruh kegiatan manusia di dalam lanskap, baik pada skala makro maupun mikro. Lanskap tersebut dapat berupa lanskap perumahan, CBD, industri, energi, dan transportasi hingga lanskap wisata serta pendidikan. Kegiatan MRK dapat ditempuh pula dari berbagai aspek dan bidang kehidupan, mulai dari kegiatan sehari-hari hingga kegiatan yang sifatnya jangka panjang.

Masyarakat Rendah Karbon Part 1

Masyarakat Rendah Karbon Part 2

Low Carbon Landscape

Low Carbon Landscape

 

Low Carbon Landscape

Low Carbon Landscape

 

Low Carbon Landscape

Low Carbon Landscape – Majalah Green Indonesia




Welcome Reception: Indonesian Consul General AIC AILP 2017

23 05 2017
Welcome Reception: Indonesian Consul General AIC AILP 2017

Dinner Konjen RI AIC AILP 2017

Welcome Reception: Indonesian Consul General AIC AILP 2017

The Australia-Indonesia Centre hosting the fifth Australia-Indonesia Leaders Program The (5th AILP), taking place across ten days in Sydney, Melbourne and Canberra from May 22 to 31, 2017.  This program centres around ‘Future Cities’ and features courses on that theme from our prestigious educational partners Monash University, Australian National University, The University of Melbourne, The University of Sydney and Bandung Institute of Technology.

In the 2nd day, there is a Welcome Reception: Indonesian Consul General Residence together with all delegates. The delegates are coming from Australia dan Indonesia. Please meet the delegates  as you will know a familiar face in there. Delegates will also participate in a workshop with the Department of Foreign Affairs and Trade, a Masterclass with esteemed former diplomats, be hosted at a VIP dinner by the City of Melbourne, visit Question Time at Australia’s Parliament House, and will be treated to receptions at the Indonesian Embassy, and the Indonesian Consulates in both Sydney and Melbourne.

Program highlights include:

  • Executive leadership training courses at Monash University, The University of Melbourne, Australian National University and The University of Sydney
  • Meetings with Australian Government Ministers and senior representatives
  • Masterclasses with former Australian Ambassadors and senior diplomats
  • Case Study workshops with business and media leaders
  • Cultural and networking events

 

Source:

http://australiaindonesiacentre.org/projects/australia-indonesia-leaders-program-may-2017/

 

The brochure:

AIC AILP May 2017 




UTS Semester Genap 2016/2017

10 04 2017
UTS Semester Genap 2016/2017 Manajemen Jasa Lanskap

UTS Semester Genap 2016/2017 MK Manajemen Jasa Lanskap

UTS Semester Genap 2016/2017 MK Pengantar Ekologi Lanskap

UTS Semester Genap 2016/2017 Pengantar Ekologi Lanskap

UTS Semester Genap 2016/2017 di Departemen Arsitektur Lanskap mulai dilaksanakan dari hari Rabu tanggal 5 April 2017 hingga Selasa 18 April 2017. Adapun mata kuliah yang perlu didampingi untuk semester ini adalah Manajemen Jasa Lanskap, Pengantar Ekologi Lanskap, Manajemen Lanskap, Metode Penelitian Arsitektur Lanskap, dan Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan. Peraturan dan prosedur pelaksanaan ujian semester di Departemen Arsitektur Lanskap juga sudah diatur sehingga pelanggaran yang ditemukan akan ditindak tegas.

 

MK Manajemen Jasa Lanskap

Hari Rabu Tanggal 5 april 2017

Pukul 13.00-15.00 di RK 16 FAC 401 B dan C

Materi bisa dicek di http://kaswanto.staff.ipb.ac.id/manajemen-jasa-lanskap-mg-vii/

 

MK Pengantar Ekologi Lanskap

Hari Senin Tanggal 10 april 2017

Pukul 13.00-15.00 di RK HPT 301 A-B

Materi bisa dicek di

http://kaswanto.staff.ipb.ac.id/mg-v-pengantar-ekologi-lanskap-2017/

http://kaswanto.staff.ipb.ac.id/mg-iv-pengantar-ekologi-lanskap-2017/

 

MK Metode Penelitian Arsitektur Lanskap

Hari Senin Tanggal 10 april 2017

Pukul 13.00-15.00 di RK HPT 301 A-B

Materi bisa dicek di

http://kaswanto.staff.ipb.ac.id/materi-metopen-arl/

 

MK Manajemen Lanskap

Hari Senin Tanggal 10 april 2017

Pukul 13.00-15.00 di RK HPT 301 A-B

 

 

MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan

Hari Senin Tanggal 10 april 2017

Take Home Exam

 

Selamat menempuh Ujian Tengah Semester. Mari mengutamakan integritas.




Development Technology Course|HIROSHIMA UNIVERSITY

1 04 2017

SCHOLARSHIP

JICA Innovative Asia

The Innovative Asia initiative, conducted by JICA (Japan International Cooperation Agency), aims to enhance the circulation of competent human resources between Japan and Asian countries and to promote innovation throughout Asia, by providing students from 12 Asian countries with opportunities to conduct research, enroll in master’s or doctoral programs at Japanese universities and participate in internships with Japanese companies.

Officially dispatched students under the program will enroll in Graduate School for International Development and Cooperation (IDEC), Hiroshima University as Research Students in the Research Student Program starting from October 2017. Participants who pass the entrance examination for April 2018 will be eligible to enroll in the master’s or doctoral Programs in Hiroshima University. Those who do not pass the entrance examination must return to their home countries.

デスクリプション

Source: Development Technology Course|HIROSHIMA UNIVERSITY




Bogor Agricultural University

1 04 2017

Website Resmi Institut Pertanian Bogor, Official Website Bogor Agricultural University

Source: Bogor Agricultural University