Desa Berjejaring, Indonesia Kuat

3 11 2017
Desa Berjejaring, Indonesia Kuat - Penyuluh Terpilih dan Tim Studi

Desa Berjejaring, Indonesia Kuat – Penyuluh Terpilih dan Tim Studi

Desa Berjejaring, Indonesia Kuat! Demikian tema kegiatan yang diusung oleh Tim Studi PSP3-LPPM IPB dalam menyelenggarakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Desa Broadband Terpadu (DBT) di Kupang selama 5 hari. Kegiatan ini dimulai dari hari Kamis 2 November hingga Senin 6 November 2017. Sebanyak 20 Penyuluh Terpilih yang berasal dari 20 desa di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berkumpul untuk mendapatkan pelatihan mengenai Platform Sistem Tata Kelola Desa dan Pemetaan Spasial Kawasan Desa. Desa-desa tersebut adalah Waturaka, Lutha Rato, Maneikun, Silawan, Nilulat, Oesoko, Napan, Tohe, Nita, Ngadu Olu, Loonuna, Tanamodu, Tanggedu, Duarato, Tagawiti, Lamawolo, Napu, Kifu, Alas, Fulur, dan Naekake A

Pemberian materi utama BIMTEK DBT 2017 dibantu dengan dua buah modul berupa Modul Petunjuk Penggunaan SIDEKA Desktop dan Modul Pemetaan Spasial. Kedua modul ini menjadi pegangan Penyuluh Terpilih selama pelaksanaan BIMTEK DBT 2017.

Adapun tujuan dari kegiatan BIMTEK DBT 2017 ini adalah:

  1. Memberikan pelatihan agar penyuluh terpilih memahami dan mengetahui platform tata kelola desa yang terpadu dan berkelanjutan dalam skema pembangunan nasional berbasis teknologi informasi dan komunikasi,
  2. Meningkatkan kapasitas penyuluh desa untuk memahami dan mengetahui platform tata kelola desa yang terpadu dan berkelanjutan dalam skema pembangunan nasional berbasis teknologi informasi dan komunikasi, dan
  3. Meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah desa untuk memahami dan mengetahui platform tata kelola desa yang terpadu dan berkelanjutan dalam skema pembangunan nasional berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Menurut Dr. Kaswanto, selaku Tenaga Ahli dari Tim Studi PSP3, kegiatan ini menjadi rintisan bagi desa-desa agar bersatu padu membentuk jaringan, bersatu padu saling membantu agar Indonesia menjadi negara kuat. Program Desa Broadband Terpadu (DBT) 2017 menjadi ujung tombak agar database desa memiliki akurasi yang baik dan diupdate secara berkala. DBT 2017 pada akhirnya akan menjadi basis data yang kokoh dan tangguh dalam mengatasi permasalahan yang muncul di perdesaan. Bantuan dan sasaran program dari pusat ke desa menjadi lebih terarah, sistematis dan aplikatif.

Tim Studi PSP3-LPPM IPB yang ditugaskan ke Kupang, beranggotakan enam orang. Mereka adalah Dr. Kaswanto, La Elson MSi, Sri Anom Amongjati SKpm, Tisha Alya Arifiani SKpm, Wulandari, MAgr.Sc dan Ridkia Eka. Mereka berenam mengemas kegiatan BIMTEK DBT 2017 secara komprehensif agar para Penyuluh Terpilih mendapatkan materi yang terbaik. Salah satu kegiatan yang diberikan adalah praktik penggunaan Global Positioning System (GPS) yang dipadu dengan penggunaan aplikasi penginderaan jauh (remote sensing).

Desa Berjejaring, Indonesia Kuat - Praktik GPS

Desa Berjejaring, Indonesia Kuat – Praktik GPS




Pengembangan Lanskap Perdesaan

31 10 2017

Pengembangan Lanskap Perdesaan dilakukan dengan Manajemen Lanskap Perdesaan Bagi Kelestarian dan Kesejahteraan Lingkungan. Konsep ini disajikan secara sederhana melalui Buku Seri yang disusun dalam 4 (empat) paket panduan. Buku Seri 01 mengenai Revitalisasi Praktek Agroforestri di Perdesaan, Buku Seri 02 mengenai Pemanfaatan Pekarangan di Perdesaan, Buku Seri 03 mengetengahkan Permukiman Sehat dan Berwawasan Lingkungan, dan Buku Seri 04 memberikan wawasan tentang Potensi Kegiatan Agrowisata di Perdesaan.

 

1.4_

Arifin HS, NHS Arifin, A Munandar,  Kaswanto. 2009. The 1st Manual Book: Revitalization of Complex Agroforestry in Rural Area (in Indonesian).

(Printed by Ministry of Agriculture of RIUnduh

1.5_

Arifin HS, NHS Arifin, A Munandar, Kaswanto. 2009. The 2nd Manual Book: Utilization of Indonesian Home Garden in Rural Area (in Indonesian).

(Printed by Ministry of Agriculture of RIUnduh

2.1_

Arifin HS, NHS Arifin, A Munandar, Kaswanto. 2009. The 3rd Manual Book: The Healthy and Environmental Friendly Housing and Settlements (Eco-village) (in Indonesian).

(Printed by Ministry of Agriculture of RI) Unduh

2.2_

Arifin HS, A Munandar, NHS Arifin, Kaswanto. 2009. The 4th Manual Book: Agrotourism Development in rural Area (in Indonesian).

(Printed by Ministry of Agriculture of RI) Unduh

 

UTILISASI, EKUALISASI, DAN APRESIASI

Perkembangan perdesaan seharusnya berupa meta-morfosa sosial ekonomi dan budaya yang wajar dan dapat meningkatkan kualitas hidup. Perubahan sosial tsb. Mengandung tiga sub-proses: utilisasi, ekualisasi dan apresiasi.

  • Utilisasi menyangkut berbagai usaha pemanfaatan berbagai s.d.a. dilengkapi dengan pendayagunaan s.d.m. berupa aneka pendapatan dan penemuan baru
  • Ekualisasi bertalian erat dengan pemerataan hasil material dan nilai sosial seperti iptek dan kesempatan kerja serta kesenangan.
  • Apresiasi mencakup penafsiran terhadap berbagai hal yang dinyatakan berupa peristilahan nilai.



Aspek Legal Pelestarian Lanskap

25 10 2017

Aspek Legal Pelestarian Lanskap Sejarah dan Lanskap Budaya (LS/LB) perlu dipelajari dikarenakan perangkat legal sangat penting untuk menjadi kekuatan hukum dalam pelestarian LS/LB. Berbagai negara telah sejak lama melindungi kekayaan/aset LS/LB dgn menerapkan perangkat legalnya masing-masing. Sebagai contoh:

US – National Historic Preservation Act, 1966 yang disebut National Register.

Inggris – National Trust Act, 1907 yang disebut National Trust.

Aspek Legal Pelestarian Lanskap

Aspek Legal Pelestarian Lanskap

 

UU Cagar Budaya No.11 Tahun 2010 (diresmikan pada 24 November 2010. UU ini dicatatkan dalam Lembaran Negara (LN) Nomor 130 dan Tambahan LN Nomor 5168) à untuk melindungi warisan budaya/sejarah sebelumnya: UU no 5 Th 1992, tentang Benda Cagar Budaya (hanya berlaku 18 tahun)

-Monument Ordonantie no 19 Th 1931 (Staatblad Th 1931 no 238)

-Monument Ordonantie no 21 Th 1934 (Staatblad Th 1934 no 515)

Sampai saat ini UU Cagar Budaya belum ada Peraturan Pemerintahnya (PP) kendala penerapan. Beberapa daerah sudah mempunyai peraturan lokal.

 

World Heritage Convention

The General Conference of the United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) meeting in Paris from 17 October to 21 November 1972, at its seventeenth session, have decided an international convention the World Heritage Convention (WCH), the convention concerning the protection of the World Cultural and Natural Heritage as a successful global instrument for the protection of cultural and natural heritage.

 

The World Heritage Convention Aims are to promote cooperation among nations to protect heritage around the world that is of such outstanding universal value that its conservation is important for current and future generations. Negara yang meratifikasi konvensi tersebut disebut: state party. Byjoining hands to protect and cherish the world’s natural and cultural heritage, express a shared commitment to preserving our legacy for future generations. A key benefit of ratification, particularly for developing countries, is access to the World Heritage Fund.

Materi Pelesarian Lanskap MG IV mengenai Aspek Legal Pelestarian Lanskap

Aspek Legal Pelestarian Lanskap




Fundamentals of Landscape Architecture

21 10 2017

Fundamentals of Landscape Architecture explains the science of landscape architecture that includes landscape architecture historical around the world and Indonesia; knowing some scales, characters, and landscape quality; learning landscape plants; knowing several technologies that used in landscape architecture; explain the process of landscape planning, design, and management; knowing ethics and policies that have strong connection with landscape architecture.

ARL200

Fundamentals of Landscape Architecture

Learning Outcome (LO)

After finishing this lecture, the students can describe landscape architecture science generally and comprehensively; the students can possibly understand landscape architecture profession; and the students can understand the use of information technology in landscape architecture

 

Definition of Landscape

The face and character of the land/site that is part of the Earth with all the activities of life and everything in it; natural, non-natural or both, which is a part or the total of human living environment along with other beings, as far as the eye can see, as far as all our senses can catch and as far as the imagination can conjure.

 

The Weekly Lecture Materials

Wk 01 Introduction ARL200 2017

Wk 02 History of LA Development ARL200 2017

WK 03 Scoup and Scale of LA ARL200 2017

Wk 04 Landscape Quality & View ARL200 2017

Wk 05 Landscape Character ARL200 2017

Wk 06 Tropical Landscape 2017

Wk 07 Plants and Planting Design ARL200 2017

 




Praktikum ARL200 KRB 2017

16 10 2017

PRAKTIKUM MINGGU KE-7

M.K. DASAR-DASAR ARSITEKTUR LANSKAP (ARL 200)

DEPARTEMEN ARSITEKTUR LANSKAP, FAKULTAS PERTANIAN – IPB

FIELD TRIP KEBUN RAYA BOGOR

Praktikum ARL200 KRB 2017

Praktikum ARL200 KRB 2017 Persiapan

PENDAHULUAN

Indonesia memiliki keragaman dan kekayaan etnik budaya dan sumberdaya hayati yang tinggi. Dua sumberdaya ini, melalui proses alami atau bantuan manusia, selanjutnya membentuk suatu tatanan lanskap dan pertamanan yang beragam dan juga banyak yang memiliki nilai budaya yang tinggi. Keragaman ini perlu untuk dipelihara dan juga ditingkatkan kualitas dan perannya – melalui perencanaan, perancangan atau pengelolaan lanskapnya – tidak hanya sebagai bentuk kekayaan alami milik bangsa tetapi juga merupakan salah satu bentuk warisan budaya bangsa yang perlu untuk dipelajari, dilestarikan serta dibanggakan. Salah satu bentuk pusaka bangsa (national heritage) ini adalah Kebun Raya Bogor (KRB), yang memiliki elemen-elemen pembentuk taman dan lanskapnya yang khas dan bernilai sejarah.

 

TUJUAN PRAKTIKUM

Tujuan dari kegiatan praktikum lapang ini adalah untuk :

  • mengenal, mengerti, dan dapat mengidentifikasi elemen pembentuk, ragam desain dan permasalahan arsitektur lanskap di lapangan
  • mengenal perbedaan taman dan lanskap/bentang alam
  • mempelajari aspek kultural dan ekologis dalam mengkreasi taman/lanskap
  • secara khusus mempelajari berbagai bentuk taman yang terkait dengan faktor sejarah dan strategi planning & design untuk melestarikannya

TEKNIS PELAKSANAAN

  1. Mahasiswa diwajibkan melaksanakan praktikum MG VII Kebun Raya Bogor pada pagi hari.
  2. Mahasiswa wajib berkumpul di Kebun Raya Bogor pada pukul 06.30 WIB untuk penghitungan tiket masuk dan jumlah peserta.
  3. Mahasiswa akan dibagi menjadi 4 rute atau lebih sesuai dengan panduan di halaman peta. Masing-masing kelompok mahasiswa akan didampingi oleh dosen dan asisten praktikum.
  4. Susunan acara fieldtrip:
  5. Pukul 07.00-07.15 WIB: Persiapan & pembagian kelompok
  6. Pukul 07.15-09.30 WIB: Penjelasan Lanskap Kebun Raya Bogor sesuai kelompok oleh masing-masing dosen
  7. Pukul 09.30-10.00 WIB: Menggambar salah satu pemandangan yang mewakili salah satu tema lanskap KRB dan Penutupan kegiatan.
  8. Mahasiswa masih dalam suasana praktikum lapang. Oleh sebab itu dilarang mengenakan pakaian yang tidak sopan dan bersepatu.
  9. Mahasiswa yang tidak hadir/tidak melaksanakan praktikum lapang atau terlambat lebih dari 30 menit akan dianggap tidak mengikuti Praktikum Kebun Raya Bogor dan nilai Praktikumnya adalah 0 (nol).

 

PERALATAN PRAKTIKUM

  1. Papan jalan
  2. Alat tulis pulpen, pensil, penggaris
  3. Kertas A4 untuk mencatat dan menggambar. Untuk kertas gambar, diberi garis tepi 1 cm
  4. Peralatan pribadi lainnya (contoh: alas duduk, dll) jika diperlukan

 

PELAPORAN HASIL PRAKTIKUM

Hasil praktikum dibuat secara tertulis, melaporkan dan membahas:

  • Laporan tertulis deskripsi topik/lokasi yang dikunjungi (ditulis tangan di kertas A4 maksimal 2 halaman).
  • Gambar ilustrasi (1 lembar) dari salah satu objek di atas.

 

Praktikum ARL200 KRB 2017

Praktikum ARL200 KRB 2017 Fountaine

 

Praktikum ARL200 KRB 2017

Praktikum ARL200 KRB 2017 Taman Anggrek

DOWNLOAD PANDUAN PRAKTIKUM ARL200 KRB 2017

 

Panduan Praktikum MG VII KRB 2017 KAS




Silaturahmi Akbar Alumni IPB Se-Jawa Barat

15 10 2017
Silaturahmi Akbar Aumni IPB Se-Jawa Barat

Silaturahmi Akbar Alumni IPB Se-Jawa Barat

Silaturahmi Akbar Alumni IPB Se-Jawa Barat dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 15 Oktober 2017 pukul 08.00-14.00 di Lapangan Kampus IPB Baranangsiang Bogor. Acara ini diselenggarakan dengan melibatkan seluruh alumni yang ada di Provinsi Jawa Barat.

Menurut Pengurus HA IPB Kabupaten Bandung, Kang Uhe, “Acara ini perlu diselenggarakan untuk silaturahmi kita bersama. Alumni IPB di Jawa Barat terutama di Kabupaten Bandung, perlu wadah yang solid agar keakraban tetap terjaga dengan baik.” Seraya berfoto bersama, Kang Uhe juga menyampaikan obsesinya agar HA IPB semakin berkiprah dalam membangun IPB dan Indonesia ke depannya.

Silaturahmi HA Jabar KAS

Acara dibuka dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya dan tentunya tidak lupa lagu Hymne IPB. Berikut di bawah ini adalah lagu Hymne IPB karya Pak Sjafei Armodiwiryo.

Sumber: https://ipb.ac.id/page/about/hymne-ipb/

Hymne IPB

___ ___
2 3 / 4 4 4 4 / 3 . 2 . 3 4 / 5 1 1 2 / 3 . .
7 5 / 1 7 1 7 / 1 7 6 7 . 1 2 / 1 6 5 6 / 7 . .
0 / 0 0 0 0 / 0 0 0 . 0 / 0 0 0 0 / 0 . .
0 / 0 0 0 0 / 0 0 0 . 0 / 0 0 0 0 / 0 . .
Tugas Bakti civitasnya laksanakan selalu
___ ___
2 3 / 4 4 4 4 / 3 2 . 5 5 / 4 2 2 4 / 5 . .
7 5 / 1 7 1 7 / 1 7 6 7 . 7 1 / 2 6 7 1 6 / 7 . .
0 / 0 0 0 0 / 0 0 0 . 3 3 / 2 2 1 6 / 2 . .
0 / 0 0 0 0 / 0 0 0 . 5 5 / 6 7 6 2 / 5 . .
Tri dharma nan mulia IPB terus maju
_____ __    ___ ___
5 . 5 / 3 . 2 1 1 / 1 . 6 . 7 1 / 2 7 5 1 2 / 3 . .
3 . 3 / 5 . 5 5 5 / 6 . 4 . 5 5 / 6 5 5 . 2 / 1 . .
5 . 5 / 5 . 4 3 3 / 4 3 2 . 2 3 / 4 3 2 3 4 / 5 . .
5 . 1 / 1 . 1 5 3 / 2 1 4 . 4 3 / 2 3 4 56. 5 / 1 .  .
Institut Pertaniaan Pengemban cita suci
__ __ __ ___ ____
3 4 / 5 3 3 1 2 3 / 4 . 6 . / 5 3 1 4 3 . 2  / 1 . . 0 / /
5 5 / 3 5 5 1 5 5 / 5 6 6 . / 1 5 5 2 7 . 7 / 5 . . 0 / /
5 5 / 5 2 5 3 4 3 / 2 4 4 . / 3 1 3 4 5 . 4 / 3 . . 0 / /
1 1 / 1 1 5 5 5 / 6 6 2 . / 5 6 5 6 7 . 5 /  1 . . 0 / /
Institut Pertanian Bogor Almamater kami

 

Download Lagu: HYMNE IPB




Interpretasi Lanskap Alami

8 10 2017
Interpretasi Lanskap Alami

Interpretasi Lanskap Alami

Interpretasi Lanskap Alami merupakan materi praktikum pada Minggu V dalam praktikum Dasar-dasar Arsitektur Lanskap (ARL200). Materi ini disampaikan pada hari Jumat 6 Oktober 2017 pukul 13.30-16.30 kepada mahasiswa kelas P7 yang mayoritas berasal dari Mayor Proteksi Tanaman (PTN). Sejumlah 96 (sembilan puluh enam) mahasiswa ikut dalam kegiatan interpretasi Kualitas Lanskap dari Man-made Landscape hingga Natural Landscape. Mahasiswa diperkenalkan dengan istilah dalam arsitek lanskap yang mencakup View, Vista, Vantage Point, Vocal Point, Terminus, Axis, Symmetrical Balance, Asymmetrical Balance dan Landscape Characters serta lain sebagainya.

 

The meaning of Natural Landscape (Source: Wikipedia)

natural landscape is the original landscape that exists before it is acted upon by human culture.[note 1] The natural landscape and the cultural landscape are separate parts of the landscape.[note 2] However, in the twenty-first century landscapes that are totally untouched by human activity no longer exist, so that reference is sometimes now made to degrees of naturalness within a landscape.[note 3]

In Silent Spring (1962) Rachel Carson describes a roadside verge as it used to look: “Along the roads, laurel, viburnum and alder, great ferns and wildflowers delighted the traveler’s eye through much of the year” and then how it looks now following the use of herbicides: “The roadsides, once so attractive, were now lined with browned and withered vegetation as though swept by fire”.[1] Even though the landscape before it is sprayed is biologically degraded, and may well contains alien species, the concept of what might constitute a natural landscape can still be deduced from the context.

The phrase “natural landscape” was first used in connection with landscape painting, and landscape gardening, to contrast a formal style with a more natural one, closer to nature. Alexander von Humboldt (1769 – 1859) was to further conceptualize this into the idea of a natural landscape separate from the cultural landscape. Then in 1908 geographer Otto Schlüter developed the terms original landscape (Urlandschaft) and its opposite cultural landscape (Kulturlandschaft) in an attempt to give the science of geography a subject matter that was different from the other sciences. An early use of the actual phrase “natural landscape” by a geographer can be found in Carl O. Sauer‘s paper “The Morphology of Landscape” (1925).[2]




Landscape Scale

27 09 2017
Landscape Scale

Landscape Scale

 

The Objectives :

1.To identify the scope of landscape project in IPB Campus Dramaga and its vicinity.

2.To identify the scale of landscape project in IPB Campus Dramaga and its vicinity.

 

Procedure

1.Class is divided in working group (WG)

2.The assignment is:

  • Measure the size location area
  • Fill the below table of paper according the guideline.

3.The assignment is compiled today.

4.Finish!

 

 

GR LOCATION MACRO MESO MICRO
1 Taman Segitiga ITSL 1

(BEM A)

Total Size Area Size of Tree Canopy Luas 1 bangunan
2 Taman Segitiga ITSL 2 (MEDIA CENTER) Total Size Area Size of Tree Canopy Dimension of Park Chair
3 Taman Parkir AGH

(Ficus lyrata)

Total Size Area Size of Tree Canopy Dimension of 1 parking lot
4 Plaza Soekarno

(B. Studio)

Total Size Area Size of Tree Canopy

Of Pinus Soekarno

Height of Tree ofPinus Soekarno
5 Plaza Soekarno

(B. Pilar)

Total Size Area Area of pavement Size of Pillar
6 Taman ARL W20L03

(S2 ARL)

Total Size Area Size of Tree Canopy Size of drainage
7 Taman Stevia

(Tembok Berlin)

Total Size Area Area of pavement Length of corridor

 

GR LOCATION MACRO MESO MICRO
8 Taman Auditorium Toyib Total Size Area Area of pavement Stairs Dimension
9 Welcome Area Faperta Total Size Area Size of Tree Canopy Dimension of Signage
10 Taman Segitiga AGB Total Size Area Area of pavement Dimension of Park Chair
11 Taman Segitiga IKK Total Size Area Area of pavement Dimension of Gazebo
12 Parking Lot PTN (WA PTN) Total Size Area Size of Tree Canopy Dimension of 1 parking lot
13 Taman Segitiga PTN 1 (Pavement) Total Size Area Area of pavement Dimension of Park Chair
14 Taman Segitiga PTN 2

(In front of GKA)

Total Size Area Area of pavement Dimension of Park Lamp (light)

 

PowerPoint File

MG PR 03 Landscape Scale ARL200 2017




Pengenalan Skala Lanskap

22 09 2017

 

Pengenalan Skala Lanskap

Pengenalan Skala Lanskap

 

Tujuan Praktikum:

1.Mengidentifikasi lingkup area untuk tapak kegiatan ARL di Lanskap Kampus IPB Darmaga dan sekitarnya

2.Menentukan lingkup dan skala kegiatan ARL pada tapak di lanskap Kampus IPB Darmaga dan sekitarnya

 

Lokasi Praktikum

KEL LOKASI MAKRO MESO MIKRO
1 Taman Segitiga ITSL 1 (BEM A) Luas taman Luas kanopi pohon Luas 1 bangunan
2 Taman Segitiga ITSL 2 (MEDIA CENTER) Luas taman Luas kanopi pohon Dimensi Bangku Taman
3 Taman Parkir AGH (Ficus lyrata) Luas taman Luas Kanopi pohon Dimensi parkir 1 mobil
4 Plaza Soekarno (B. Studio) Luas taman Luas kanopi Pohon Pinus Soekarno Tinggi pohon Pinus Soekarno
5 Plaza Soekarno (B. Pilar) Luas taman Luas pavement Ukuran pilar
6 Taman ARL W20L03 Luas taman Luas kanopi pohon Ukuran drainase
7 Taman Stevia Luas taman Luas pavement Panjang koridor
8 Taman Auditorium Toyib Luas taman Luas pavement Ukuran tangga

 

KEL LOKASI MAKRO MESO MIKRO
9 Taman Welcome Area Faperta Luas taman tanpa aspal Luas pavement Dimensi signage FAPERTA
10 Parkiran WA Faperta (ARL) Luas taman dengan aspal Luas kanopi pohon Dimensi parkir 1 mobil
11 Parkiran WA Faperta (PERPUS) Luas taman dengan aspal Luas kanopi pohon Dimensi parkir 1 mobil
12 Taman Segitiga AGB Luas taman Luas pavement Dimensi bangku
13 Taman Segitiga IKK Luas taman Luas pavement Dimensi Gazebo
14 Parkiran PTN (WA PTN) Luas taman Luas Kanopi Pohon Dimensi parkir 1 mobil
15 Taman Segitiga PTN 1 (Pavement) Luas taman Luas pavement Dimensi bangku taman tengah
16 Taman Segitia PTN 2 (Dpn GKA) Luas taman Luas pavement Dimensi Lampu Taman

 

Materi:

1.Kelas dibagi dalam kelompok kerja.

2.Laksanakan tugas praktikum dalam kelompok:

  • Ukur luasan tapak
  • Buat dan isilah tabel sesuai petunjuk praktikum

3.Tugas dikumpulkan pada hari ini.

 

 

Dokumentasi Kegiatan Pengukuran di Lapangan

20170922_151028_resize

20170922_151022_resize

20170922_151001_resize

 

Materi Praktikum

MG PR 03 Pengenalan Skala Lanskap BHS ARL200 2017




Fundamentals of LANDSCAPE ARCHITECTURE

13 09 2017
Fundamentals of LANDSCAPE ARCHITECTURE

Fundamentals of LANDSCAPE ARCHITECTURE

Fundamentals of LANDSCAPE ARCHITECTURE is offered in order the students understand that outer space set up should be based on the right consideration with a background of knowledge about nature to reach human welfare and comfortable yet still provide the environmental sustainability. This lecture can give comprehension to students how the complete process of planning, designing, implementing until managing a landscape can be done with a functional and aesthetic approach.

The schedule of Practical Class for one semester as follow:

ARL200 MG 1 02


ARL200 MG 1 03

1. Definition of Landscape

Landscape is the face and character of the land/site that is part of the Earth with all the activities of life and everything in it; natural, non-natural or both, which is a part or the total of human living environment along with other beings, as far as the eye can see, as far as all our senses can catch and as far as the imagination can conjure.

2. Types of Landscapes

Pekarangan (Home Garden)
Roof Garden
Vertical Garden
Therapeutic Garden
Neighborhood Park
Community Park
Pocket Park
National Park
Urban Landscape
Rural Landscape
Agricultural Landscape
Historical Landscape
Forestry Landscape
Coastal Landscape
Mountainous Landscape
Tourism Landscape
Traffic Island
Etc

3. Scope of Landscapes

PLANNING; DESIGN; MANAGEMENT

4. The 1st Week  Assignment

1.Students are assigned to make a synopsis about the explanation of the 1st week,

2.Synopsis is arranged individually,

3.Students choose one topic (one type of landscape),

4.The synopsis is written by hand writing in A4 paper, landscape layout, two pages, ENGLISH.

5.Synopsis format follows scientific writing IMRAD: Title, Introduction (Background and Objectives), Method, Result and Discussion.

6.The assignment should be reported before the 2nd week practical class begin. Late report will not be counted.

7.Contribution is 5% to Total 100%

QUIZ

Write down in your notebook, time 7,5 minutes, upload.
1. What did you know about “LANDSCAPE”?
2. What are your expectations about this PRACTICAL CLASS?
Please write down your answer in the comment below. Thank you.

 

Download the lecture material here:

MG PR 01 Introduction ENG ARL200 2017 KAS

 

The 2nd Week Assignment:

MG PR 02 Historical Landscape ENG ARL200 2017 KAS