Materi Menjaskap UTS 2018

27 03 2018
Materi Menjaskap UTS 2018

Materi Menjaskap UTS 2018

Materi Menjaskap UTS 2018 untuk persiapan Ujian Tengah Semester Tahun Ajaran 2017/2018 telah disiapkan pada posting ini. Ujian akan dilaksanakan besok Rabu tanggal 28 Maret 2018 pukul 08.00-10.00 di RK 16FAC A yang diikuti oleh 43 mahasiswa. Semoga ujian dapat dilaksanakan dengan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Topik Mingguan Materi Menjaskap UTS 2018

MG TOPIK URAIAN
I PENDAHULUAN
Ruang Lingkup dan Definisi
Kontrak Perkuliahan; Ruang Lingkup dan Definisi Jasa Lanskap
II MANAJEMEN JASA LANSKAP 
Management Plan & Jenis-jenis Jasa Lanskap
Jasa Ekosistem; Jasa Lingkungan; Jasa Lanskap
III JASA LANSKAP:
Keragaman Vegetasi dan Karbon Tersimpan
Horizontal dan Vertical Diversity Index Aboveground dan Belowground
IV JASA LANSKAP:
Manajemen Sumber Daya Air dan Udara
Kuantitas dan kualitas air
Kuantitas dan kualitas udara
V JASA LANSKAP:
Keindahan dan Kenyamanan Lanskap
Keindahan terrestrial dan spatial
Nilai Kenyamanan Lanskap
VI JASA LANSKAP:
Lanskap Sejarah dan Budaya
Nilai Manfaat Lanskap Sejarah dan Budaya
VII JASA LANSKAP:
Agrowisata dan Agroforestri
Potensi Agrowisata dan Agroforestri

 

Materi Materi Menjaskap UTS 2018

MG I MANAJEMEN JASA LANSKAP 2018

MG II MANAJEMEN JASA LANSKAP 2018

MG III MANAJEMEN JASA LANSKAP 2018

MG IV MANAJEMEN JASA LANSKAP 2018

MG V MANAJEMEN JASA LANSKAP 2018

MG VI MANAJEMEN JASA LANSKAP 2018

MG VII MANAJEMEN JASA LANSKAP 2018

 

Tips Ujian

  1. Kuasai Materi MG I hingga VII.
  2. Pelajari dan teliti soal sebelum menjawab.
  3. Optimal dan tidak minimalis.
  4. Analisis secara tajam, jelas, terarah, padat dan lugas.
  5. Elaborasi jawaban dan gunakan pointer serta gunakan kalimat yang baik.



Tugas VI Menjaskap 2018

19 03 2018

 

Tugas VI Menjaskap 2018

Tugas VI Menjaskap 2018

Tugas VI Menjaskap 2018 diberikan agar mahasiswa memahami 17 Sustainable Development Goals (SDGs) dalam kaitannya dengan manajemen jasa lanskap sehingga dapat menjadi nilai tambah dalam proses perencanaan, perancangan dan pengelolaan sebuah lanskap.

 

LS Supply Types

  1. Supply services of physical assets that produce direct benefits to people
  2. Services carried out by ecosystems in regulating environmental processes
  3. Support services, which do not provide direct benefit to people but are required for functioning of ecosystems
  4. Services related to cultural and spiritual needs of the community

 

Cultural Landscape Services

  1. The intangible benefits that people receive from ecosystems through spiritual enrichment, cognitive development, reflection, recreation and aesthetics experience, including cultural systems, social relations and the aesthetic value.
  2. The contribution of the ecosystem to the intangible benefits (experience, skills) that people derive from human-ecological relationships.
  3. Those which satisfy the needs of daily life, as a function of information, as gratification services, as comfort services, or as services for satisfaction of socio-cultural needs.

Cultural Landscape Services (CLS) is important because CLS constitute an important category of services at a landscape scale, as they are able to express the “sense” of a place and the identity of a community interacting over time in a specific area. Physical, emotional and psychological benefits of cultural products are often only implicitly expressed through indirect manifestations. CLS are treated as a residual category since they are difficult to assess –> Therefore poorly integrated in landscape management plans.

 

MG VI MANAJEMEN JASA LANSKAP 2018

 

Tugas Analisis

  1. Tentukan SDGs yang berkaitan dengan topik penelitian Anda.
  2. Berikan penjelasan yang jelas, lugas dan argumentatif mengapa SDGs tersebut sangat relevan bagi penelitian Anda.

Jawaban ditulis pada blog kaswanto.staff.ipb.ac.id paling lambat sebelum UTS minggu depan dimulai.




Tugas V Menjaskap 2018

15 03 2018
Tugas V Menjaskap 2018

Tugas V Menjaskap 2018

Tugas V Menjaskap 2018

Tugas V Menjaskap 2018 diberikan agar mahasiswa mampu memahami proses penilaian keindahan suatu lanskap dengan metode Scenic Beauty Estimation (SBE). Pemahaman mengenai metode SBE ini dapat dilihat lebih detil pada http://kaswanto.staff.ipb.ac.id/scenic-beauty-estimation-method/. Metode ini diperkenalkan oleh Daniel dan Booster pada tahun 1976.

 

Capaian Pembelajaran Manajemen Jasa Lanskap MG V

Mahasiswa mampu menilai, mengukur dan mengevaluasi Keindahan Lanskap dan Kenyamanan Lanskap sebagai Jasa Lanskap

 

Materi Pembelajaran

1.Menganalisis indeks keindahan secara spasial

2.Menganalisis indeks keindahan secara terestrial

3.Menganalisis korelasi indeks keindahan secara spasial dan terestrial.

 

BRI – Beautification Rate Index

1. Testing 8 (eight) variation criteria.

1. Slope Variation 5. Naturalness
2. Relief Degree 6. Land Use Compatibility
3. Relief Contrast 7. Vegetation Strata Contrast
4. Land Use Concave 8. Internal Variation of Landscape Cohesiveness

2. Weighting being conducted spatially through satellite image for valuing landscape aesthetical quality.

3. Validating being tested through Planner Preferences level (n > 60; photos > 30 ) by using Scenic Beautification Estimation (SBE) method.

 

ARI – Amenity Rate Index

  1. Air Temperature (AT)
  2. Relative Humidity (RH)
  3. Water Source Distance (WD)
  4. Land Cover (LC)
  5. Slope (SL)
  6. Elevation (EL)

 

Thermal Balance and Comfort

A condition of equilibrium is that the sum (i.e. the S) is zero and such equilibrium is a precondition of thermal comfort. However, comfort is defined as ‘the condition of mind that expresses satisfaction with the thermal environment, it requires subjective evaluation’. This clearly embraces factors beyond the physical/physiological.

 

Materi MG IV dan V

MG IV MANAJEMEN JASA LANSKAP 2018

MG V MANAJEMEN JASA LANSKAP 2018

 

Tugas Analisis

Hitunglah Nilai SBE dari data satu foto berikut ini:

Resp SKOR Resp SKOR Resp SKOR
1 8 11 8 21 7
2 7 12 9 22 8
3 6 13 8 23 6
4 6 14 8 24 9
5 8 15 7 25 7
6 7 16 7 26 8
7 8 17 7 27 6
8 9 18 6 28 8
9 8 19 8 29 9
10 9 20 10 30 6

Jawaban ditulis pada blog kaswanto.staff.ipb.ac.id paling lambat sebelum perkuliahan minggu depan dimulai.




Tugas Bacaan MK LOLA 2018

15 03 2018

Tugas Bacaan MK LOLA 2018

Tugas Bacaan MK LOLA 2018

Tugas Bacaan MK LOLA 2018

TUGAS BACAAN MK PENGELOLAAN LANSKAP [ARL332] SEMESTER GENAP T.A. 2017/2018

Tujuan Praktikum

Tujuan Praktikum Tugas Bacaan MK LOLA 2018 adalah sebagai berikut:

  1. Mengikuti perkembangan pengelolaan lanskap pada skala mikro-makro yang diteliti dan dipublikasikan dalam bentuk jurnal internasional yang ditulis dalam Bahasa Inggris.
  2. Melatih diri membiasakan untuk membaca artikel dalam Bahasa Inggris dan menyusun resensinya.
  3. Melatih diri untuk terbiasa presentasi dengan multi-media dan presentasi verbal dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik.
  4. Mempersingkat waktu dalam memahami berbagai jurnal internasional dalam satu semester.
  5. Melatih diri untuk melakukan pemilihan pustaka sebagai referensi dalam proses penulisan tugas akhir.
  6. Mempersiapkan dan melatih diri untuk menulis karya tulis ilmiah.

 

Alat dan Bahan

  1. Topik bacaan akan diberikan pada Minggu III-IV. Topik bacaan bisa didownload secara online (free) dari akses internet Kampus IPB.
  2. Paket slide series,
  3. Notebook,
  4. LCD,
  5. layar dan
  6. laser pointer.

 

Metode Praktikum

  1. Minggu III-IV dilaksanakan penawaran judul Tugas Bacaan MK LOLA 2018. Teknik pemilihan disesuaikan dengan kondisi dan situasi praktikum.
  2. Mulai Minggu IV – VIII, mahasiswa sudah bisa mengajukan artikel yang akan dibuat resensinya sesuai dengan topik yang dipilih.
  3. Satu judul dilaksanakan oleh satu kelompok mahasiswa. Satu kelompok akan dibimbing oleh satu orang dosen.
  4. Setiap kelompok diwajibkan untuk melakukan konsultasi dengan dosen yang ditunjuk untuk memperdalam kajian topik tersebut. Pembimbingan dilakukan dengan membawa form konsultasi yang ada pada Form 1 dari penuntun minggu ini.
  5. Presentasi Tugas Bacaan MK LOLA 2018 dilakukan pada Minggu IX dan X. Giliran presentasi dilakukan dengan cara pengundian.
  6. Bahan laporan dalam hardcopy dan softfiles dikumpulkan sebelum presentasi bacaan sesi pertama dilakukan (MG IX). Laporan yang terlambat dikumpulkan akan diberi pengurangan nilai sebesar 10% per 2 jam.
  7. Resensi disusun secara ilmiah dalam bentuk laporan 5-10 halaman A4 dijilid sofcover warna HIJAU dengan metode penulisan yang berlaku dalam Bahasa Indonesia (Judul dengan mencantumkan sumber, Pendahuluan (Latar belakang dan Tujuan), Metode, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan dan Daftar Pustaka. Format penulisan lebih detil silahkan dilihat pada Form 2.
  8. Sebaran waktu presentasi adalah 15 menit per kelompok: 10 menit presentasi, 3 menit diskusi dan 2 menit review dari dosen pembimbing.

 

Pelaporan

Laporan Tugas Bacaan MK LOLA 2018 dikumpulkan dalam bentuk hardcopy (Cover HIJAU) dan dalam format paperless yang dikirim melalui email/copy file melalui flashdisk/dokumentasi di CD-DVD dalam bentuk PDF, MS Words dan/atau MS Powerpoint files. Materi meliputi empat file yakni:

  1. File resensi bacaan dan ulasan tambahan (Ms Word),
  2. File bahan presentasi bacaan (MS PPT), dan
  3. File artikel bacaan yang menjadi sumber resensi (PDF).

 

Penilaian

  1. Bobot penilaian adalah Laporan (resensi-laporan 40%), Teknik Presentasi (penyajian – diskusi 40%), dan Konsultasi (20%).
  2. Anggota kelompok yang tidak hadir pada saat pemaparan Tugas Bacaan MK LOLA 2018 akan diberikan nilai 0 (nol).

 

Daftar Judul Tugas Bacaan MK LOLA 2018

Judul Tugas Bacaan ARL52




Panduan Praktikum LOLA Edisi IV 2018

13 03 2018

Panduan Praktikum LOLA Edisi IV 2018

Panduan Praktikum LOLA Edisi IV 2018

 

KATA PENGANTAR

Buku Panduan Praktikum MK Pengelolaan Lanskap (ARL332) disusun sebagai pedoman dan bimbingan bagi mahasiswa, asisten mahasiswa dan juga dosen pengajar agar kualitas pembelajaran menjadi lebih sempurna. Mata Kuliah Pengelolaan Lanskap merupakan mata kuliah dengan kredit 3 (2-3) sks yang disusun sedemikian rupa sehingga mahasiswa yang berhasil menyelesaikan mata kuliah ini memperoleh kompetensi keilmuan, manajerial dan kerja yang sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dalam mengelola sebuah lanskap secara berkelanjutan.

Buku Panduan Praktikum ini disusun dengan format 16 Minggu Pertemuan, yang mencakup Ujian Tengah Semester (UTS) pada Minggu ke-8 dan Ujian Akhir Semester (UAS) pada Minggu ke-16. Jumlah Minggu Pertemuan sebelum UTS dan UAS masing-masing adalah 7 kali. Setiap Minggu Pertemuan disusun dengan format yang mencakup 1) tujuan praktikum, 2) materi, 3) alat dan bahan, 4) metode praktikum, 5) format pelaporan hingga 6) format penilaian.

Semoga Buku Panduan Praktikum MK Pengelolaan Lanskap ini dapat bermanfaat bagi seluruh mahasiswa, asisten mahasiswa dan dosen pengajar, serta pihak-pihak lain yang berkepentingan. Atas kerjasamanya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran MK Pengelolaan Lanskap, dihaturkan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya.

Bogor, 5 Februari 2018

Tim Penyusun


 

DAFTAR ISI

MG Topik
I Pemutaran Slide Terkait Permasalahan Lanskap atau Lingkungan
II Pemutaran Slide Pengenalan Pengelolaan Lanskap
III Penjelasan Tugas Praktikum dan Persiapan Tapak Skala Mikro
IV Inventarisasi dan Analisis Lanskap Skala Mikro (Survei Lapang)
V Presentasi Hasil Inventarisasi dan Analisis Pengelolaan Skala Mikro
VI Penyusunan Rencana Pengelolaan (Management Plan) Skala Mikro
VII Presentasi Final Pengelolaan Lanskap Skala Mikro di Kampus IPB
VIII UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
IX Presentasi Tugas Bacaan I
X Presentasi Tugas Bacaan II
XI Inventarisasi dan Analisis Lanskap Skala Meso/Mikro (Survei Lapang)
XII Presentasi Hasil Inventarisasi dan Analisis Pengelolaan Skala Meso/Makro
XIII Presentasi Final (Gabungan) Skala Meso/Makro
XIV Persiapan Workshop Pengelolaan Lanskap Skala Meso/Makro
XV A Half Day Workshop di Kantor Pemerintahan /Lokasi
XVI UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS)

 

Panduan Praktikum LOLA Edisi IV 2018




Introduction to Landscape Ecology – Patches

1 03 2018

Introduction to  Landscape Ecology – Patches Week IV is talked about

  1. Patch Origins and Change
  2. Patch Size
  3. Patch Shape
  4. Patch Number and Configuration
  5. Additional sources

 

LANDSCAPE ECOLOGY

…..focuses on (1) the spatial relationships among landscape elements, (2) the flows of energy, mineral nutrients, and species among the elements, and (3) the ecological dynamics of the landscape mosaic through time (Forman 1983).

 

PATCHES

  • Obyek yang memiliki sifat seperti PATCH, termasuk quilts (selimut), MOSAICS, tanah, bercak pada Dalmation, dan awan di atas langit.
  • Suatu permukaan area yang non-linear yang berbeda penampilannya dari area sekitarnya.
  • Bervariasi dalam ukuran, bentuk. tipe, heterogeneity, dan boundary characteristics.
  • Sering dikelilingi oleh MATRIX, yaitu area sekitar yang memiliki perbedaan struktur jenis atau komposisinya.

 

PATCH SIZE

Land use – what is the minimum patch size needed to accomplish a particular objective? What is the optimum patch size? The answers to these questions are crucial to the understanding and management of landscape. The primary characteristics considered are ecological: energy, mineral nutrients, and species. Others: the ability to operate planting and harvesting machinery, the distance to habitations and market, or topographic variation.

 

TUGAS ANALISIS

Pada akhir perkuliahan diberikan tugas analisis bagi mahasiswa Semester 4 ARL53. Tugas ini untuk memperkuat pemahaman mengenai patch shape.

Introduction to Landscape Ecology - Patches

Introduction to Landscape Ecology – Patches

1. Berapa nilai PATCH SHAPE dari patches regular berikut ini?

2. Patch nomor berapakah yang lebih tahan terhadap disturbance?

Jawaban ditulis pada komentar di bawah ini. Jawaban paling lambat disubmit sebelum kuliah selanjutnya dimulai, yakni sebelum Kamis 8 Maret 2018 pukul 07.00 WIB.

 

Download Lecture Material 

IV Landscape Structure – Patches KAS 2018




Kegiatan Desa Broadband Terpadu

28 02 2018
Kegiatan Desa Broadband Terpadu

Kegiatan Desa Broadband Terpadu

 

Kegiatan Desa Broadband Terpadu (DBT) yang dilaksanakan oleh Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPB dengan penyelenggaraan dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Kegiatan DBT dalam penyelenggaraan PSP3-LPPM IPB dalam dukungan kerjasama dengan BP3TI telah berhasil mengembangkan dan mengimplementasikan Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDEKA).

Kegiatan DBT ini mencakup kegiatan 1) assessment, 2) pemetaan, 3) bimbingan teknis, dan 4) pemantaun SIDEKA. Kegiatan DBT merupakan kegiatan yang merupakan pengembangan dan realisasi dari nawacita ketiga dengan “membangun Indonesia dari pinggiran”.

Kegiatan assessment dilakukan untuk mengetahui tipologi desa dan menentukan penyuluh desa. Tipologi desa dibagi menjadi empat, yakni berkelanjutan, semi berkelanjutan pada aspek infrastruktur, semi berkelanjutan pada aspek sumber daya manusia, dan belum berkelanjutan. Penentuan penyuluh desa adalah mereka yang akan mendampingi aparat dan masyarakat desa dalam mengimplementasi SIDEKA.

Kegiatan Bimtek salah satunya di Kupang yang diselenggarakan pada bulan November 2017 tahun lalu. Kegiatan Bimtek diarahkan pada penggunaan platform SIDEKA dan teknis pemetaan.

 




Tugas III Menjaskap 2018

23 02 2018
Tugas III Menjaskap 2018

Tugas III Menjaskap 2018

 

Tugas III Menjaskap 2018 untuk menganalisis Indeks Keragaman dan Dominansi tanaman di pekarangan.

 

Capaian Pembelajaran

Mahasiswa mampu menganalisis Tingkat Keragaman Tanaman menggunakan teknik analisis Indeks Biodiversitas Tanaman dan mampu menganalisis Kandungan Karbon Tersimpan menggunakan teknik analisis Allometrik.

 

Indeks Shannon Wienner

Shannon Wienner Index

Shannon Wienner Index

Perhitungan keanekaragaman dilakukan dengan menggunakan Indeks Diversitas Shannon-Wiener:

H = – ∑ pi ln pi

Keterangan:

pi    = perbandingan jumlah individu suatu jenis dengan keseluruhan jenis ().

> 3,0         =  keragaman tinggi

1,0 – 3,0  =  keragaman sedang

< 1,0         =  keragaman rendah

 

 

Indeks Simpson

Simpson Index

Simpson Index

 

 

Tugas Analisis

  1. Berapa nilai Indeks Shanon Wienner pada pekarangan berikut? .
  2. Berada pada kategori apakah indeks tersebut?
  3. Berapa nilai Indeks Dominansi pada pekarangan tsb?
No. Nama Spesies Family Jumlah
1. Gnetum gnemon Gnetaceae 10
2. Cyperus rotundus Cyperaceae 5
3. Nephelium lappaceum Rubiaceae 2
4. Artocarpus integra Moraceae 2
5. Averrhoa carambola Oxalidaceae 4
6. Averrhoa bilimbi Oxalidaceae 2
7. Leucaena leucocephala Fabaceae 2
8. Mimosa pudica Fabaceae 5
9. Syzygium aqueum Myrtaceae 8
Total Individu 40

Jawaban ditulis pada blog kaswanto.staff.ipb.ac.id paling lambat sebelum perkuliahan minggu depan dimulai.

 

Materi Manajemen Jasa Lanskap Minggu III 2018

MG III MANAJEMEN JASA LANSKAP 2018




TUGAS II MENJASKAP 2018

17 02 2018
Tugas II Menjaskap 2018

Tugas II Menjaskap 2018

 

Tugas II Menjaskap 2018 ditujukan agar mahasiswa dapat membedakan istilah Jasa Ekosistem, Jasa Lingkungan dan Jasa Lanskap. Pilihan A, B, dan C disajikan pada gambar di bawah ini. Jawaban Tugas II Menjaskap 2018 dicantumkan pada bagian comment dari posting ini. Jawaban ditunggu paling lambat sebelum perkuliahan Minggu III dimulai.

Tugas II Menjaskap 2018

Tugas II Menjaskap 2018

Capaian Pembelajaran

Capaianan Pembelajaran untuk Minggu II Menjaskap 2018 agar mahasiswa mampu menyusun Rencana Pengelolaan (Management Plandan mampu menjelaskan jenis-jenis Jasa Lanskap dalam kaitannya dengan perspektif ekologi lanskap yang berkelanjutan.

 

Proses Manajemen Lanskap

Proses manajemen sebuah lanskap pada dasarnya persisi dengan teori manajemen pada umumnya, yakni teori POAC. Teori POAC dimulai dari Planning, Organizing, Actuating and Controlling.

  1. Penetapan tujuan manajemen,
  2. Penyusunan rencana operasional manajemen,
  3. Pelaksanaan pekerjaan manajemen,
  4. Pemantauan pekerjaan manajemen, evaluasi, dan penyusunan perencanaan pengelolaan kembali (re-design) jika diperlukan.

 

Rencana Pengeloaan (Management Plan)

Produk Rencana Pengelolaan mencakup 6 (enam) aspek yang harus senatiasa diperhatikan ketika sebuah lanskap perlu dikelola. Keenam aspek tersebut adalah:

  1. Organisasi hirarki
  2. Kebutuhan SDM
  3. Spesifikasi alat dan bahan
  4. Jadwal kegiatan
  5. Kebutuhan anggaran biaya, dan
  6. Metoda kerja

 

Jenis-jenis Jasa Lanskap

Ada empat jenis jasa lanskap klasik yang kerap dikelola oleh manajer lanskap, yakni keragaman hayati, karbon tersimpan, manajemen sumber daya air dan keindahan lanskap. Empat jasa lanskap klasik ini sudah sangat cukup untuk memberikan kontribusi bahwa lanskap tidak semata hanya produksi saja, namun juga memberikan jasa lainnya yang tak ternilai.

 

Materi Manajemen Jasa Lanskap Minggu II 2018

MG II MANAJEMEN JASA LANSKAP 2018

 




Analisis Dampak Spasial

12 02 2018

Analisis Dampak Spasial 

Oleh: Regan Leonardus Kaswanto

 

Analisis Dampak Spasial

Analisis Dampak Spasial

Sejatinya kehidupan manusia memiliki mobilitas yang amat tinggi. Karakter manusia yang senantiasa bergerak dan berkembang pada akhirnya akan menyebabkan pergerakan dan perbedaan pergerakan antar wilayah secara spasial. Industri perkebunan pada hakekatnya juga akan mengalami perbedaan pergerakan yang ditimbulkan oleh karena perbedaan karakteristik unit-unit wilayah yang ada di dalamnya, terkait dengan permintaan dan penawaran (supply and demand) dan juga faktor lokasi. Pusat kawasan industri mempunyai faktor lokasi yang amat penting sehingga menjadi point central dari fungsi pelayanan dalam kehidupan manusia yang kebutuhan sehari-harinya sangat bergantung dari pergerakannya.

 

Pergerakan atau perkembangan industri sebagai fungsi pelayanan mempunyai hirarki yang melingkupi seluruh kegiatan kehidupan yang ada di dalamnya. Hubungan antara hirarki industri – komunitas – perkebunan – fasilitas publik dan fungsi lain di bawahnya akan memperlihatkan adanya interaksi keruangan (spatial interaction). Interaksi keruangan dapat berupa aksesibilitas dari pusat kawasan hingga pinggir kawasan dalam hal kemudahan mengakses sarana dan prasarana yang tersedia di dalam kawasan. Interaksi keruangan kerap pula terjadi dalam aspek ekonomi di mana komunitas yang hidup di dalamnya melakukan kegiatan pertanian, baik dalam bentuk barang maupun jasa, yang kemudian dikelola secara komersial untuk kehidupan sehari-hari. Bahkan interkasi keruangan juga bisa terjadi dalam aspek sosial di mana tenaga kerja dalam industri perkebunan umumnya berasal dari masyarakat desa ataupun luar desa yang berniat mencari penghidupan yang lebih baik pada kawasan tersebut.

 

Interaksi keruangan pada aspek biofisik-ekonomi-sosial di atas dapat memberikan dampak positif dan negatif dalam mendukung perkembangan wilayah. Hal ini dikarenakan wilayah tidak dapat berdiri sendiri, saling berinteraksi dan memberikan timbal balik yang positif atau bahkan dengan adanya interaksi keruangan antar kawasan, juga mengakibatkan adanya permasalahan dalam kawasan. Dampak positif dan negatif inilah yang perlu dikaji lebih mendalam bagi keberlanjutan industri perkebunan yang dimiliki. Bahkan dapat dikatakan bahwa dalam sepak terjangnya selama lima dekade lebih semenjak tahun 1967, sudah sewajarnya dilakukan analisis dampak spasial (ADS) untuk melihat sudah sejauh mana dampak yang telah terjadi. Jika diketahui ada dampak positif maka interaksi keruangan dipertahankan dan ditingkatkan untuk dikelola dengan lebih baik, namun jika diketahui ada dampak negatif maka interaksi keruangan perlu diintervensi agar bergerak ke arah yang positif.

 

Dengan demikian, tujuan kegiatan ADS di lanskap industri mencakup 1) menganalisis perubahan perubahan keruangan (spatial changing) dalam  lanskap industri pada selang 25 tahun (1967, 1992 dan 2017), 2) menganalisis dampak positif dan negatif pergerakan interaksi keruangan (spasial) yang terjadi selama 50 tahun terakhir, dan 3) menyusun rekomendasi perkembangan wilayah lanskap industri agar menjadi lebih berkelanjutan secara ekologi, sosial dan ekonomi.

 

Analisis Dampak Spasial (ADS) dari perkembangan industri perkebunan yang dikelola pada dasarnya dapat dianalisis dengan beberapa pendekatan yang mencakup sebagai berikut:

  1. Analisis Perubahan Lanskap,
  2. Analisis Jasa Lanskap (Landscape Services Analysis),
  3. Analisis Ecovillage (Biofisik – Ekonomi – Spiritual),
  4. Triple Bottom Line (TBL) Benefit Analysis,
  5. Analisis Von Thunnen.