Penyerahan Penghargaan Lomba Website 2016

31 01 2017
Penyerahan Penghargaan Lomba Website 2016

Penyerahan Penghargaan Lomba Website 2016

Sehubungan dengan Lomba Website Unit Kerja 2016, dengan ini kami mengundang Bapak/Ibu untuk menghadiri Penyerahan Penghargaan Lomba Website 2016 yang merupakan bagian dari acara Rabuan Bersama, yang akan dilaksanakan pada:
Hari, tanggal: Rabu, 01 Februari 2017
Pukul: 08.30 WIB – selesai
Tempat: Gedung Graha Widya Wisuda (GWW)

Mengingat pentinganya acara ini, maka dimohon kehadiran Saudara tepat waktu. Apabila berhalangan hadir dimohon ada perwakilan untuk mewakili penyerahan piala. Atas perhatian dan kehadirannya diucapkan terima kasih.

 

Direktorat Integrasi Data dan Sistem Informasi
Direktur,

Dr.Ir.Idat Galih Permana, M.Sc

Informasi detil http://ict.ipb.ac.id/pemenang-lomba-web-2016/

 

Penyerahan Penghargaan Lomba Website 2016 diberikan kepada:
  1. Juara Terbaik Kategori Fakultas : Fakultas Teknologi Pertanian (http://fateta.ipb.ac.id/)
  2. Juara Terbaik Kategori Departemen: Departemen Agronomi Dan Hortikultura (http://agrohort.ipb.ac.id)
  3. Juara Terbaik Kategori Program Studi Pascasarjana: Program Studi Ilmu Ekonomi (http://pascaie.ipb.ac.id)
  4. Juara Terbaik Kategori Pusat Studi dan Lembaga Penelitian : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) (http://lppm.ipb.ac.id)
  5. Juara Terbaik Kategori Kantor, Direktorat, Sekretariat, Unit Kerja : Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni (DPKHA) (http://cda.ipb.ac.id)
  6. Juara Terbaik Kategori Lembaga Kemahasiswaan : Tree Grower Community (TOC) (tgc.lk.ipb.ac.id)
  7. Juara Kategori Dosen :
    1. Prof.Dr.Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, (http://phariyadi.staff.ipb.ac.id)
    2. Dr. Kaswanto, S.P, M.Si dari Departemen Arsitektur Lanskap Fakultas Pertanian (http://kaswanto.staff.ipb.ac.id)
    3. Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifm, MS dari dari Departemen Arsitektur Lanskap Fakultas Pertanian (http://hsarifin.staff.ipb.ac.id)
  8. Juara Kategori Staf:
    1. Ir. Anita Handayani, StafKantor Arsip IPB (http://anitanet.staff.ipb.ac.id)
    2. Rohmat Ismail, StafDepartemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (http://rohmatchemistry.staff.ipb.ac.id)
    3. Angga Yuhistira Aryanto, S.TP, StafDepartemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian (http://angga.staff.ipb.ac.id)
  9. Juara Kategori Mahasiswa :
    1. Syarif Abdullah, (Mahasiswa Pascasarjana) S2 -Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (http://syarifabdullah.student.ipb.ac.id)
    2. Ridho Ananda, (Mahasiswa Pascasarjana) S2 -Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (http://ridho_insanilmiah.student.ipb.ac.id)
    3. Dinda Sekarwati S., S 1 -Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (http://dinda_sekarwati.student.ipb.ac.id)



Double Master’s Degree Program IPB – Kyoto University

11 01 2017

Kyoto




Scenic Beauty Estimation Method

6 01 2017
Scenic Beauty Estimation Method

Scenic Beauty Estimation Method

Title: Measuring landscape esthetics: the scenic beauty estimation method

Author: Daniel, Terry C.; Boster, Ron S.;

Date: 1976

Source: Res. Pap. RM-RP-167. U.S. Department of Agriculture, Forest Service, Rocky Mountain Range and Experiment Station. 66 p.

Publication Series: Research Paper (RP)

Description: The Scenic Beauty Estimation Method (SBE) provides quantitative measures of esthetic preferences for alternative wildland management systems. Extensive experimentation and testing with user, interest, and professional groups validated the method. SBE shows promise as an efficient and objective means for assessing the scenic beauty of public forests and wildlands, and also for predicting the esthetic consequences of alternative land uses. Extensions and modifications of the basic methodology offer potentially useful design, planning, and management tools.

Keywords: esthetics, land use planning, Scenic Beauty Estimation (SBE)

Download herehttps://www.treesearch.fs.fed.us/pubs/20911

 

LANDSCAPE EVALUATION: OVERVIEW

Public sentiment and legislative mandate require that esthetic and other intangible consequences of public land use be considered. Landscape scenic beauty is one of the most important of our natural resources. Of the many resources we use, preserve, and try to improve, scenic beauty has proven one of the most difficult to measure in an objective, scientific manner. No doubt this is because beauty is only partially defined by characteristics of the environment, and depends, in large part, upon human judgment. National Forests are a significant source of scenic beauty, and management must be responsive to the value of this resource. Assessment of scenic beauty and of management impacts on scenic beauty has, however, posed a difficult problem for public land managers. Meaningful indicators of public esthetic preferences are necessary to comprehensive, multi-use planning and management of our National Forests. The major purpose of this paper is to describe the development of a technique for measuring scenic beauty in terms of public perceptual judgment. In this context, our five specific objectives are:
1. To discuss the need for systematic, objective measurement and prediction of the scenic beauty of forest landscapes and related wildlands.
The esthetic qualities of forests and wildlands have long been recognized as important. Much of the recent upsurge in environmental concern has focused on intangibles such as scenic beauty. As is the case for most environmental intangibles, improved means of measurement and prediction are needed. A discussion of the need for new and improved methods for considering the scenic resource is an appropriate beginning to this report.
2. To review and comment on selected approaches to the problem of scenic beauty measurement and prediction.
Until recently, designers, planners, and decisionmakers have relied to a large extent on either their own intuition or the intuition of others to assess scenic beauty. Predicting esthetic consequences of land management options has been equally subjective. Recently, a number of approaches and techniques have been offered for measuring and, to a lesser extent, for predicting scenic beauty. A discussion of those approaches is needed to place the general problem in perspective.




Manajemen Proyek Tata Laksana Profesi ARL

16 12 2016

Manajemen Proyek Tata Laksana Profesi ARL adalah penerapan fungsi-fungsi manajemen secara sistematis pada suatu proyek mengunakan sumber daya secara efektif dan efisien agar tujuan proyek tercapai secara lebih optimal. Salah satu fungsi manajemen Proyek adalah PENGENDALIAN.

TAHAPAN Manajemen Proyek Tata Laksana Profesi ARL

1. TAHAPAN PENYUSUNAN PERENCANAAN PROYEK

  • Penetapan tanggal dimulai dan akhir sebuah proyek.
  • Penyusunan jenis-jenis pekerjaan yang ada.
  • Penetapan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap jenis pekerjaan
  • Penetapan korelasi antara suatu pekerjaan dengan pekerjaan yang lain
  • Membuat perencanaan sumber daya yang ada pada proyek
  • Menyusun data dari sumber daya yang ada berdasarkan pada jenis-jenis pekerjaan.
  • Menentukan kalender kerja untuk menyusun hari kerja dan jam kerja dari proyek
  • Memasukkan data dan biaya yang diperlukan
  • Melakukan pemeriksaan apabila ada jadwal penggunaan sumberdaya yang overlapping atau berbenturan dengan cara melakukan leveling.

2.TAHAPAN PENGAWASAN PROYEK

Pada tahap ini, Anda sebagai penanggung jawab proyek akan mengendalikan jalannya proyek.

3.TAHAPAN LAPORAN PROYEK

Pada tahap ini akan didapatkan output yang menunjukkan posisi proyek pada saat laporan dibuat.

Materi Perkuiahan MG XIII dapat didownload di sini: 13Project Management 2016

TUGAS KELOMPOK: Microsoft Project – Studi Kasus

Jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan tugas studi kasus pada kelompok masing-masing. Jawaban disertai dengan langkah-langkah pengerjaan sesuai dengan tiga hal yang diminta di bawah ini. Jawaban diselesaikan dengan menyerahkan 1) file PDF  jawaban dari tiga soal di bawah ini, dan 2) file Microsoft Project hasil pengerjaan tugas kelompok masing-masing.

 

I. Penjadwalan Proyek: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut? Kapan tanggal mulai dan berakhirnya pekerjaan tersebut?

II. Alokasi Sumber Daya: Berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik? Berapa jumlah biaya yang dikeluarkan untuk pekerjaan tersebut?

III. Pengendalian Proyek: Bagian mana pada deskripsi pekerjaan yang merupakan titik kritis? Mengapa titik ini menjadi kritis?

Tugas Kelompok TALAPRO

Lampiran Tugas Manajemen Proyek Tata Laksana Profesi ARL (TALAPRO)

Studi Kasus01

Studi Kasus02

Studi Kasus03

Studi Kasus04

Studi Kasus05

Studi Kasus06

Studi Kasus07

 

Project Management Website Resources

Microsoft Project Assistance www.microsoft.com/project

An excellent reference for learning more about project management is the Project Management Institute www.pmi.org

The PMFORUM provides instant access to world-wide project management information www.pmforum.org

The Association for Project Management – United Kingdom www.apm.org.uk

Projectmanagement.com www.projectmanagement.com/home

The Project Manager’s Homepage www.allpm.com




Site Visit AIC November 2016

7 12 2016
Site Visit AIC November 2016

Site Visit AIC November 2016 disuguhi dengan kuliner lokal khas Bogor

Site Visit AIC November 2016 sebagai bagian dari kegiatan proyek penelitian kerjasama antara IPB dengan Australian Indonesian Centre (AIC) http://australiaindonesiacentre.org. Kegiatan kunjungan untuk melihat tapak-tapak penelitian di Bogor merupakan kegiatan yang kedua kalinya, setelah sebelumnya pada tanggal 25 Agustus 2016 yang lalu juga telah dilaksanakan kegiatan yang serupa. Kunjungan kali ini mendatangi ke Bendungan Katulampa, Perumahan Griya Katulampa, Pulo Geulis dan Kawasan Sentul City.

Kegiatan diawali dengan briefing singkat di lobby Hotel Santika. Tercatat ada 4 peneliti  IPB, 2 peneliti  UI, dan 4 peneliti  Australia serta 6 mahasiswa IPB yang ikut terlibat dalam kegiatan kunjungan kali ini. Dalam kunjungan ini juga dilaksanakan diskusi untuk merencanakan Tactical Research Project (TRP) yang dilakukan pada tahun 2017. Pihak IPB mengusulkan lima topik yang bisa diusung sebagai TRP, yakni:

  1. Urban Design Development (UDD)
  2. Social Cultural Heritage (SCH)
  3. Bio Retaining Wall (BRW)
  4. Bio Filter Engineering (BFE)
  5. Landscape Services Management (LSM)

Kelima topik di atas akan mengambil lokasi di sekitar Pulo Geulis dan juga kawasan Kebun Raya Bogor. Batasan pada Sungai Ciliwung yang melewati Kota Bogor. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa panjang Sungai Ciliwung yang melewati Kota Bogor adalah sekitar 13,7 km. Dengan sungai sepanjang itu maka potensi dan manfaat yang bisa diperoleh akan sangat luar biasa. Kegiatan ini juga akan diarahkan sebagai bentuk kontribusi nyata para peneliti IPB untuk Kota Bogor, terutama pada kawasan Sungai Ciliwung.

Penyusunan dokumen TRP akan dilakukan oleh Principal Investigator (PI) dari IPB, yakni Dr. Regan Kaswanto. Dalam dokumen TRP pelaksanaannya mencakup 18 bulan kegiatan. Enam bulan pertama merupakan kegiatan inventarisasi dan pengembangan desain, enam bulan kedua merupakan kegiatan impelementasi dan demonstrasi, sementara enam bulan ketiga menjadi kegiatan evaluasi dan penyusunan rekomendasi. Seluruh kegiatan ini semata-mata demi menuju Bogor yang lebih baik.

Kontribusi nyata yang mewadahi gerakan Ruang Terbuka Biru (RTB) sejatinya dapat menjadi sumbangsih yang amat baik baik kesejahteraan masyarakat Kota Bogor dan juga meningkatkan kinerja pemerintahan itu sendiri. Konsep bergerak bersama A-B-G-C harus senantiasa kerap dilaksanakan.

AIC_21Nov2016_1

AIC_21Nov2016_2

AIC_21Nov2016_4

AIC_21Nov2016_5

AIC_21Nov2016_6


AIC_21Nov2016_8

AIC_21Nov2016_9

AIC_21Nov2016_10




Presentasi Tugas Bacaan DASKAP 2016 Kelas P8

6 12 2016

 

Presentasi Tugas Bacaan DASKAP 2016 Kelas P8

Presentasi Tugas Bacaan DASKAP 2016 Kelas P8

Presentasi Tugas Bacaan DASKAP 2016 Kelas P8 sebagai bagian dari praktikum Mata Kuliah Dasar-dasar Arsitektur Lanskap (ARL200) Semester Ganjil Tahun Akademik 2016/2017 telah usai dilaksanakan dengan tuntas. Khusus untuk kelas Paralel 2 dan Paralel 8 pelaksanaannya telah selesai dilakukan dengan amat baik. Adapun pelaksanaan praktikum ini telah diatur dalam Panduan Praktikum ARL200 dengan metode sebagai berikut:

  1. Tugas bacaan dikerjakan oleh kelompok mahasiswa sebanyak 5 (lima) orang untuk setiap judul bacaan.
  2. Setiap kelompok memilih topik yang berlainan dari kelompok lain dalam kelas yang sama dengan mengisi Form Pemilihan Topik Bacaan.
  3. Bacaan diperoleh dari artikel-artikel populer dari majalah baik cetak maupun online.
  4. Setiap topik bacaan akan dibimbing oleh dosen pembimbing yang telah ditetapkan.
  5. Bahan bacaan merupakan artikel berkaitan topik yang telah disediakan.
  6. Setiap kelompok membuat sinopsis yang diulas dari sudut pandang arsitektur lanskap atas topik bacaan yang dipilih, dibawah bimbingan dosen pembimbing bacaan.
  7. Sinopsis ditulis dengan menggunakan komputer, menggunakan font Times New Roman 12, spasi tunggal, sebanyak minimal 2 (dua) halaman dan maksimal 4 (empat) halaman kerta A4
  8. Format sinopsis ditulis dengan urutan:
    1. Judul Topik Bacaan
    2. Judul Sub-Topik
    3. Identitas (Nama Mahasiswa, NRP dan nama pembimbing)
    4. Waktu Presentasi (Tanggal, Jam, Tempat)
    5. Pendahuluan (berisi latar belakang dan tujuan)
    6. Permasalahan (isu, contoh, sebab akibat)
    7. Pembahasan (menguraikan usulan pemecahan masalah, tanggapan atau kritik)
    8. Kesimpulan
    9. Daftar Pustaka
  9. Sinopsis akan dipresentasikan di depan kelas oleh kelompok yang bersangkutan, sesuai dengan jadwal yang akan ditentukan kemudian.

 

Presentasi Tugas Bacaan DASKAP 2016 Kelas P8

Kelas dibagi ke dalam 15 (lima belas) kelompok kecil sehingga secara total ada 15 artikel yang seakan-akan telah dibaca oleh seluruh mahasiswa. Pembagian topik dilakukan sesuai dengan topik perkuliahan. Adapun topiknya ada sebagai berikut:

  1. ECOLOGICAL & CULTURAL ASPECTS IN LANDSCAPE ARCHITECTURE
  2. SITE & SPACE
  3. LANDSCAPE QUALITY & VIEW
  4. MOVEMENT & CIRCULATION NETWORK
  5. PLANT & PLANTING DESIGN
  6. SITE SURVEYING & ENGINEERING
  7. LANDSCAPE DESIGN & CONSTRUCTION
  8. LANDSCAPE & REGIONAL PLANNING
  9. LANDSCAPE MANAGEMENT Human Caused Hazard: Pollution
  10. LANDSCAPE MANAGEMENT Water & Flood Hazard
  11. LANDSCAPE MANAGEMENT Natural Hazard
  12. LANDSCAPE PRESERVATION
  13. ETHICS & LAND POLICY
  14. INFORMASI & TEKNOLOGI DLM BIDANG ARL

 

DASKAP_P8_2

DASKAP_P8_3

DASKAP_P8_4

DASKAP_P8_5

DASKAP_P8_6

DASKAP_P8_7

DASKAP_P8_8




Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM IPB

3 12 2016
Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM IPB

Presentasi Hasil Penelitian Seminar Nasional LPPM 2016

Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM IPB dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2016 di IPB International Convention Centre dengan mengokupasi tiga ballrom plus lantas seminar atas full booked sekaligus. Tak tanggung-tanggung, kegiatan ini diselenggarakan secara meriah dengan dukungan berbagai sponsor.

 

Acara dibuka pada pukul 09.00 dengan laporan dari Ketua Panitia, Prof. Dr. Memen Surahman, M.Sc Agr yang menyampaikan bahwa khusus di mulai pada tahun ini, acara Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM IPB untuk pertama kalinya diselenggarakan sebagai SEMINAR NASIONAL. Tema  yang diusung adalah Inovasi untuk Kedaulatan Pangan yang mengambil sub tema: 1) Pangan, 2) Energi, 3) Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 4) Biologi dan Kesehatan, 5) Sosial, Ekonomi dan Budaya, dan 6) Teknologi dan Rekayasa

Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WRAK) IPB, Prof. Dr. Ir. Yonny Koesmaryono, MS. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa apresiasi setinggi-tingginya untuk keberhasilan panitia dalam melaksanakan Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM IPB dalam bentuk SEMINAR NASIONAL

Acara dilanjutkan dengan pemaparan dari Pemakalah Kunci (Keynote Speech) Dr. Muhammad Dimyati, selaku Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Indonesia. Beliau memaparkan ada empat masalah utama yang perlu diatasi dalam kegiatan pengembangan riset saat ini, terutama yang menyangkut kegiatan penelitian yang dilakukan oleh para peneliti. Empat masalah tersebut adalah:

1. Pertanggungjawaban Anggaran Riset Njlimet
2. Turunnya Anggaran Lambat (Anggaran Kurang Besar?)
3. Kurang Fokus (Resources/Duit sedikit Diecer-ecer)
4. Penghargaan kepada Peneliti Kurang (Under Estimate)

Lebih detil dapat dilihat di situs resmi LPPM IPB www.lppm.ipb.ac.id

Empat Masalah Utama

Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM IPB

Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM IPB

Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM IPB

Poster “Rekayasa Sosial Bagi Pemanfaatn Lanskap Pertanian Menuju Desa Tahan Pangan”

Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM IPB

Berfoto bersama di depan Poster “Analisis Jasa Lanskap Agroforestri di DAS Jawa Barat”




Presentasi Tugas Bacaan LOLA ARL50

2 12 2016
Presentasi Tugas Bacaan LOLA ARL50

Presentasi Tugas Bacaan LOLA ARL50


Presentasi Tugas Bacaan LOLA ARL50 telah usai dilaksanakan selama dua minggu berturur-turut di semester ini. Sebanyak 18 (delapan belas) artikel jurnal oleh delapan belas kelompok telah dipresentasikan dengan amat baik. Jurnal yang dipresenastikan merupakan jurnal yang up to date (kekinian sekali) yang berasal dari terbitan di tahun 2016 terakhir. Jurnal yang disajikan merupakan pencarian dari www.sciencedirect.com yang telah dilanggan oleh IPB. Kata kunci yang difokuskan dalam presentasi semester ini adalah Ruang Terbuka Biru (RTB) atau Blue open Space (BOS). Hal ini dikaitkan dengan praktikum LOLA yang mengambil tema Pengelolaan RTB yang berlokasi di Pulo Geulis dan Kebun Raya Bogor.

Kegiatan presentasi ini semata-mata untuk memenuhi Learning Outcome (LO) KKNI yang mencakup:

Kompetensi Keilmuan: Dalam satu semester seakan-akan mahasiswa telah membaca 18 jurnal terup-to-date. Satu jurnal merupakan tugas mereka  untuk telaah dalam kelompoknya, dan sisanya 17 jurnal merupakan tugas kelompok lain yang dipresentasikan. Dengan demikian keilmuan mereka akan bertambah seiring dengan banyaknya presentasi yang mereka dengarkan.

Kompetensi Manajerial: Etika dan pembelajaran selama menjalan tugas bacaan ini membuat mahasiswa mampu melakukan kerjasama dalam tim, sehingga secara manajerial dapat membentuk teamwork yang solid.

Kompetensi Kerja: Teknik dan cara melakukan presentasi yang baik dapat dicapai dengan menjadi tugas presentasi ini sebagai ajang latihan untuk menggunakan bahasa yang baik dan benar serta bahasa tubuh yang menarik untuk dilihat.

Adapun tujuan dari Presentasi Tugas Bacaan LOLA ARL50 adalah sebagai berikut:

  1. Mengikuti perkembangan pengelolaan lanskap pada skala mikro-makro yang diteliti dan dipublikasikan dalam bentuk jurnal internasional yang ditulis dalam Bahasa Inggris.
  2. Melatih diri membiasakan untuk membaca artikel dalam Bahasa Inggris dan menyusun resensinya.
  3. Melatih diri untuk terbiasa presentasi dengan multi-media dan presentasi verbal dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik.
  4. Mempersingkat waktu dalam memahami berbagai jurnal internasional dalam satu semester.
  5. Melatih diri untuk melakukan pemilihan pustaka sebagai referensi dalam proses penulisan tugas akhir.
  6. Mempersiapkan dan melatih diri untuk menulis karya tulis ilmiah.

Sebagaimana disebutkan di dalam  Panduan praktikum MK Pengelolaan Lanskap Tahun 2016 

LOLA2016_01_resize

LOLA2016_02_resize

LOLA2016_04_resize

Adapun judul-judul tugas bacaannya adalah sebagai berikut:

KEL Judul Artikel Dosen
1.     Fleming CM, Manning M, Ambrey CL. 2016. Crime, greenspace and life satisfaction: An evaluation of the New Zealand experience. Landscape and Urban Planning 149: 1-10. HSA
2.     Huang G, Zhou N. 2016. Geodesign in Developing Countries: The example of the Master Plan for Wulingyuan National Scenic Area, China. Landscape and Urban Planning. HSA
3.     Kingsborough A, Borgomeo E, Hall JW. 2016. Adaptation pathways in practice: Mapping options and trade-offs for London’s water resources. Sustainable Cities and Society. HSA
4.     Liao K-H, Le TA, Nguyen KV. 2016. Urban design principles for flood resilience: Learning from the ecological wisdom of living with floods in the Vietnamese Mekong Delta. Landscape and Urban Planning. HSA
5.     Lin E, Shaad K, Girot C. 2016. Developing river rehabilitation scenarios by integrating landscape and hydrodynamic modeling for the Ciliwung River in Jakarta, Indonesia. Sustainable Cities and Society 20: 180-198. HSA
6.     Nachshon U, Netzer L, Livshitz Y. 2016. Land cover properties and rain water harvesting in urban environments. Sustainable Cities and Society. HSA
7.     Padawangi R, Turpin E, Herlily, Prescott MF, Lee I, Shepherd A. 2016. Mapping an alternative community river: The case of the Ciliwung. Sustainable Cities and Society 20: 147-157. WQM
8.     Persaud A, Alsharif K, Monaghan P, Akiwumi F, Morera MC, Ott E. 2016. Landscaping practices, community perceptions, and social indicators for stormwater nonpoint source pollution management. Sustainable Cities and Society. WQM
9.     Prescott MF, Ninsalam Y. 2016. The synthesis of environmental and socio-cultural information in the ecological design of urban riverine landscapes. Sustainable Cities and Society 20: 222-236. WQM
10.           Raymond CM, Gottwald S, Kuoppa J, Kyttä M. 2016. Integrating multiple elements of environmental justice into urban blue space planning using public participation geographic information systems. Landscape and Urban Planning 153: 198-208. WQM
11.           Remondi F, Burlando P, Vollmer D. 2016. Exploring the hydrological impact of increasing urbanisation on a tropical river catchment of the metropolitan Jakarta, Indonesia. Sustainable Cities and Society 20: 210-221. WQM
12.           Scopelliti M, Carrus G, Adinolfi C, Suarez G, Colangelo G, Lafortezza R, Panno A, Sanesi G. 2016. Staying in touch with nature and well-being in different income groups: The experience of urban parks in Bogotá. Landscape and Urban Planning 148: 139-148. WQM
13.           Shaad K, Ninsalam Y, Padawangi R, Burlando P. 2016. Towards high resolution and cost-effective terrain mapping for urban hydrodynamic modelling in densely settled river-corridors. Sustainable Cities and Society 20: 168-179. KAS
14.           Vollmer D, Pribadi DO, Remondi F, Rustiadi E, Grêt-Regamey A. 2016. Prioritizing ecosystem services in rapidly urbanizing river basins: A spatial multi-criteria analytic approach. Sustainable Cities and Society 20: 237-252. KAS
15.           Winchell KM, Gibbs JP. 2016. Golf courses as habitat for aquatic turtles in urbanized landscapes. Landscape and Urban Planning 147: 59-70. KAS
16.           Yang B, Li S. 2016. Design with Nature: Ian McHarg’s ecological wisdom as actionable and practical knowledge. Landscape and Urban Planning. KAS
17.           Zank B, Bagstad KJ, Voigt B, Villa F. 2016. Modeling the effects of urban expansion on natural capital stocks and ecosystem service flows: A case study in the Puget Sound, Washington, USA. Landscape and Urban Planning 149: 31-42. KAS
18.           Zhang L, Yang Z, Voinov A, Gao S. 2016. Nature-inspired stormwater management practice: The ecological wisdom underlying the Tuanchen drainage system in Beijing, China and its contemporary relevance. Landscape and Urban Planning. KAS

 

Daftar Judulnya dapat didownload pada link berikut DAFTAR JUDUL TUGAS BACAAN




Nilai UTS ARL200 2016/2017

26 11 2016
Nilai UTS ARL200 2016/2017

Nilai UTS ARL200 2016/2017

 

Nilai UTS ARL200 2016/2017: Terlampir nilai Ujian Tengah Semester (UTS) dari Mata Kuliah Dasar-dasar Arsitektur Lanskap Tahun Akademik 2016/2017.

Silahkan didownload sesuai dengan kelas praktikumnya.

DAFTAR NILAI UTS ARL200 P1
DAFTAR NILAI UTS ARL200 P2
DAFTAR NILAI UTS ARL200 P3
DAFTAR NILAI UTS ARL200 P4
DAFTAR NILAI UTS ARL200 P5
DAFTAR NILAI UTS ARL200 P6
DAFTAR NILAI UTS ARL200 P7
DAFTAR NILAI UTS ARL200 P8

 

SEKILAS MENGENAI ARL200

DESKRIPSI SINGKAT: Mata kuliah ini menjelaskan ruang lingkup ilmu arsitektur lanskap yang meliputi sejarah perkembangan arsitektur lanskap di dunia dan Indonesia; mengenal berbagai skala, karakter, dan kualitas lanskap; mengenal tanaman dalam lanskap; mengenal berbagai teknologi yang digunakan dalam arsitektur lanskap; menerangkan proses perencanaan, desain dan pengelolaan lanskap; membahas etika dan kebijakan lingkungan yang erat kaitannya dengan arsitektur lanskap.

 

MANFAAT PERKULIAHAN: Mata kuliah ini ditawarkan agar mahasiswa memahami bahwa penataan ruang luar harus berdasarkan pertimbangan yang benar dengan latar belakang pengetahuan terhadap alam untuk tujuan mencapai kesejahteraan dan kenyaman manusia, serta tetap mempertahankan keberlanjutan lingkungan. Mata kuliah ini dapat memberikan pemahaman kepada mahasiswa bagaimana proses berpikir lengkap merencana, merancang, melaksana hingga mengelola suatu lanskap dapat dikerjakan dengan melakukan pendekatan fungsi dan estetika.

 

STRATEGI PERKULIAHAN: Perkuliahan ini menggunakan:

  1. Strategi dan metoda tatap muka di dalam kelas untuk membahas topik yang telah ditetapkan;
  2. Diskusi interaktif dilakukan terutama dalam pembahasan masalah-masalah yang aktual;
  3. Pemberian tugas terstruktur juga dilakukan untuk mengembangkan pemahaman mahasiswa terhadap topik atau pokok bahasan dalam perkuliahan; dan
  4. Hasil-hasil penugasan pengamatan di lapang saat praktikum wajib disusun dalam bentuk laporan.

 

TATA TERTIB DAN TUGAS: Hal yang wajib diperhatikan oleh dosen dan wajib dikerjakan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan ini adalah:

  1. Daftar kehadiran harus diisi oleh mahasiswa dan diparaf oleh dosen, asisten dosen dan asisten mahasiswa pada setiap akhir perkuliahan.
  2. Setiap Dosen dan Asisten Dosen, Asisten Mahasiswa wajib mengisi berita acara perkuliahan/praktikum yang tersedia pada map daftar hadir mahasiswa.
  3. Mahasiswa peserta kuliah ini diwajibkan berpakaian rapih dan sopan: menggunakan baju/kaos berkerah dan bersepatu.
  4. Dosen dan mahasiswa wajib mematikan handphone, dan mahasiswa wajib mematikan laptop, ipad, atau sejenisnya.
  5. Kehadiran dalam kuliah dan praktikum wajib dipenuhi 100% (kecuali ada alasan logis, dapat mengajukan ijin tidak mengikuti kuliah paling banyak 3 kali dalam satu semester), dengan catatan tugas praktikum wajib diselesaikan 100%.  Persyaratan ini diperlukan untuk bisa mengikuti UAS.



Best Poster the 2nd ISSLD 2016

24 11 2016

 

Best Poster the 2nd ISSLD 2016

Best Poster the 2nd ISSLD 2016

Best Poster the 2nd ISSLD 2016 was awarded for two posters which have been presented during poster session. One of the winner goes to Mr. Muhammad Zainul Islami as he presented a poster entitled Landscape Design Process of Lakewood Nava Park BSD City Based on Smart Growth Concept. 

 

 

Title:

Landscape Design Process of Lakewood Nava Park BSD City Based on Smart Growth Concept

 

Authors:

Muhammad Zainul Islami1, Kaswanto2

1Research Scholar, Department of Landscape Architecture, Bogor Agricultural University, West Java, Indonesia.

2Lecturer, Department of Landscape Architecture, Bogor Agricultural University, West Java, Indonesia.

Email: zaenul2595@gmail.com

 

Abstract

A comfortable and green housing area in a city is a must for the people live in a city. The rapid development in a city caused greater need for land. This problem happens simultaneously with environmental problem globally such as growing number of people, pollution, excessive exploitation of resource, and decreasing in ethic of land uses. The design of Lakewood Nava Park BSD City prioritizes on pedestrian and walkable environment to apprehend those problems. Lakewood Nava Park is a landscape design project conducted by landscape consultant company, Sheils Flynn Asia. The concept of Smart Growth used as a recommendation for Lakewood Nava Park design. Smart Growth is a city planning and transportation theory which expand a city into a walkable city. The method used on this research is a comparison between landscape design process and Booth theory, also analyze ten principle concept of Smart Growth at the project. Generally, the comparison between design process and Booth theory resulted a slight difference in term and separate phase. The analysis result from Smart Growth concept is around 70% has been applied, and the rest 30% applied after the design has been built. By using Smart Growth principle, the purpose of Lakewood Nava Park design can be applied well.

 

The 2nd ISSLD 2016 with Keynote Speaker Dr. Bima Arya, City Mayor of Bogor

The 2nd ISSLD 2016 with Keynote Speaker Dr. Bima Arya, City Mayor of Bogor