ACTIVITIES

Recently, I just always take a round trip from my apartment to Hiroshima University campus. Every day was done with the same stories. Every time I’ve seen the same scenes. Every moment I’ve took the same roads. So booooring…. WAITSS!!! Life is NOT like that..!! Let’s do some enjoyable activities. Life is a gift, life is a miracle thing, life is so short so that we need to savor its. Life is so beautiful so that we shall grateful for all of its. We are living in a GLORIOUS WORLD!

So, soon  I will tell you about my great-great activities during my life in this glorious world. First of all, I would like to share my amazing adventure on the next story…

Please be patient, there are lot of amazing stories I have done in every day… It happens and already become a part of my life.

Let’s the story begun…!


One response to “ACTIVITIES”

16 05 2016
Dewi Galuh Suciani (A44140025) (21:06:36) :

Assalamualaikum, Pak Kaswanto. Nama Saya Dewi Galuh Suciani (A44140025), Arsitektur Lanskap 51. Disini saya akan menjelaskan salah satu studi kasus dari materi yang Bapak sampaikan mengenai LUCC (Land Use and Cover Change). Studi Kasus yang saya sampaikan berlokasi di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Alasan pemilihan tempat ini adalah karena Banyuwangi yang merupakan kota kelahiran saya saat ini tengah mengalami perkembangan yang pesat sehingga terjadi banyak sekali perubahan penggunaan dan penutupan lahan.

Dalam perspektif ekologi lanskap, Banyuwangi merupakan salah satu tempat yang menjadi sumber biodiversitas dan memiliki potensi alam seperti laut maupun pegunungan yang menjadi habitat bagi berbagai jenis makhluk hidup di dalamnya. Awalnya, penggunaan lahan di Banyuwangi didominasi oleh pertanian dan mata pencaharian penduduk terbanyak berbasis pada pertanian dan kehutanan. Sedangkan di daerah pesisir Banyuwangi masyarakat banyak yang bermata pencaharian sebagai nelayan sehingga Muncar, salah satu wilayah pesisir Banyuwangi, menjadi sektor perikanan utama di Banyuwangi. Penutupan lahan di Banyuwangi awalnya didominasi oleh hutan, persawahan, ladang, dan badan-badan air.

Seiring dengan berkembangnya zaman, Kabupaten Banyuwangi juga mengalami banyak perkembangan dan perubahan yang disebabkan oleh beberapa hal. Perubahan ini terutama terlihat sejak Banyuwangi yang memiliki potensi wisata yang tinggi dieksplorasi secara besar-besaran namun kurang memperhatikan dampak dari segi ekologisnya. Setelah Banyuwangi menjadi kota wisata, banyak terjadi perubahan gaya hidup dan pola pikir masyarakat sehingga berimbas pada penggunaan dan penutupan lahan. Lahan yang awalnya berupa sawah dan hutan, sedikit demi sedikit berubah menjadi kawasan pemukiman dan ruko-ruko. Perubahan ini terutama banyak terjadi di daerah-daerah wisata karena daerah yang penuh wisatawan tersebut dianggap merupakan ladang pekerjaan bagi masyarakat disana. Hal ini seperti efek kartu domino. Ketika suatu daerah wisata dikembangkan tanpa perencanaan yang matang, laju ekonomi kian pesat, kemudian penduduk banyak yang bertempat tinggal di daerah itu seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang tergolong cepat. Dampak terakhir yang dapat dipastikan terjadi adalah perubahan penggunaan dan pola penutupan lahan.

Leave a comment

You can use these tags : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>