Tugas MK TALAK – The Professional Practice of LA

19 12 2014
The Professional Practice

The Professional Practice of Landscape Architecture – Walter Rogers – 2011

Landscape Architecture is the profession which applies artistic and scientific principles to the research, planning, design, and management of both natural and built environments. Practitioners of this profession apply creative and technical skills and scientific, cultural, and political knowledge in the planned arrangement of natural and constructed elements on the land with a concern for the stewardship and conservation of natural, constructed and human resources. The resulting environments shall serve useful, aesthetic, safe, and enjoyable purposes (Rogers 2011).

Landscape architecture may, for the purposes of landscape preservation, development and enhancement, include (Approved and adopted by the Board of Trustees, November 18, 1993. Source: ASLA 1993):

  • investigation, selection, and allocation of land and water resources for appropriate use;
  • feasibility studies;
  • formulation of graphic and written criteria to govern the planning and design of land construction programs;
  • preparation, review, and analysis of master plans for land use and development;
  • production of overall site plans, landscape grading and landscape drainage plans, irrigation plans, planting plans, and construction details;
  • specifications;
  • cost estimates and reports for land development;
  • collaboration in the design of roads, bridges, and structures with respect to the functional and aesthetic requirements of the areas on which they are to be placed;
  • negotiation and arrangement for execution of land area projects;
  • field observation and inspection of land area construction, restoration, and maintenance.

Brief History of the Profession

The modern profession of landscape architecture, according to Norman T. Newton, began with the design of Central Park in New York City by Frederick Law Olmsted and Calvert Vaux (Newton 1971).
May 1863 is considered by Newton to be the founding date for the profession. On May 12, 1863, Frederick Law Olmsted Sr. and Calvert Vaux resigned their positions as designers of New York’s Central Park and signed their resignation letter “Olmsted and Vaux, Landscape Architects.” This is the first official use of the title landscape architect and “serves to establish the date, perhaps better than any other, as the birthday of the profession of landscape architecture” (Newton 1971, 273).

Tugas MK Talak  Tata Laksana Profesi Minggu XIV:

  1. Mohon baca bukunya
  2. Pilih salah satu Studi Kasus yang ada di Chapter 3, seakan-akan Anda akan bekerja di dalamnya
  3. Jelaskan alasan Anda mengapa memilih
  4. Berikan alasan Anda di dalam Blog.
  5. Deadline Jumat, 23 Januari 2015

Demikian disampaikan, atas segala semangat dan perhatiannya, diucapkan terima kasih banyak

Salam MK Talak,

Dr. Kaswanto

 



Actions

Informations

43 responses to “Tugas MK TALAK – The Professional Practice of LA”

2 01 2015
sholihin nafar/A44110066 (17:56:31) :

Saya tertarik dengan pekerjaan lanskap dengan menerapkan berbagai bidang pendidikan (multidisiplin) seperti di AECOM dan Sasaki.. kedua perusahaan konsultan tersebut sebelumnya sudah pernah saya ketahui karena merupakan perusahaan besar yang telah lama bergerak di ranah planning & design.. saya juga berencana untuk mencoba kesempatan mengikuti summer internship yang diselenggarakan oleh sasaki co. bulan juni-agustus nanti..

menurut saya bekerja pada ranah tersebut merupakan tantangan sekaligus modal bagi saya untuk menjadi seorang arsitek lanskap yang andal di massa yang akan datang, saya yakin dengan usaha, doa dan tekad yang keras saya akan menjadi orang yang berguna.. saling berbagi ilmu dan pengalaman dengan orang-orang dari disiplin ilmu lain bagi saya dapat menjadikan hasil karya lanskap yang lebih baik sehingga saya berharap dapat bertemu dengan orang-orang seperti mereka kedepannya….

mungkin yang tidak dijelaskan dalam studi kasus buku tersebut tentang profesi akademisi.. salah satu prinsip hidup saya adalah bagaimana saya dapat bermanfaat bagi orang lain dimanapun saya berada.. begitu pula saat saya memilih departemen ARL IPB disaat saya diterima di 3 PTN, sedangkan banyak siswa lainnya yang tidak memiliki kesempatan seperti saya.. ketika saya memilih departemen ini, saya ingin memberikan kontribusi dan segala yang dapat saya lakukan atas nikmat yang diberikan kepada orang lain yang tidak seberuntung saya.. saya ingin berkontribusi di bidang pendidikan meskipun mungkin profesi saya bukanlah seorang akademisi.. adalah kesempatan yang berharga apabila kemudian hari saya dapat menyebarkan ilmu-ilmu yang telah saya miliki kepada orang lain sehingga bermanfaat dikemudian hari seperti bapak..

sekian dan terima kasih atas ilmu yang telah bapak berikan kepada saya..

3 01 2015
Yuki Latifah (A44110012) (16:29:05) :

Studi kasus yang saya pilih adalah studi kasus kelima, yakni mengenai DSC (Denver Service Center) yang menjadi “kantor” dari proyek the National Park Service untuk kepentingan publik.

Alasan mengapa saya tertarik dengan studi kasus tersebut adalah karena saya memiliki minat tersendiri pada lanskap publik berkat melihat hasil pekerjaan Walikota Bandung beserta timnya untuk merubah “wajah” Kota Bandung menjadi kota yang lebih baik. Usaha penataan kota menjadi lebih baik pun terlihat sudah diupayakan juga oleh Walikota Bogor dan timnya, sehingga saya pikir kesuksesan terbesar yang dapat diraih dari praktek ini adalah ketika aspek ekologi, sosial-budaya, ekonomi serta nilai sejarah yang terdapat pada suatu kawasan tersebut dapat terpenuhi dan terjaga secara berkelanjutan. Keberhasilan dari suatu desain/perancangan adalah ketika hasil dari desain tersebut dapat berfungsi sesuai dengan manfaat yang ingin dicapai. Oleh karenanya, seandainya saja ada kesempatan, saya ingin dapat menambah wawasan dan pengalaman saya dalam bidang perancangan, penataan dan pengelolaan ruang terbuka publik dari pemerintah Kota Bandung.

Kembali lagi pada studi kasus mengenai Denser Service Center, organisasi/lembaga ini bekerja di bidang jasa perencanaan, desain dan konstruksi untuk program the National Park Service. Untuk menjalankan pekerjaan tersebut, ada banyak disiplin ilmu yang terlibat di dalamnya seperti arsitek lanskap, arsitek, sipil, ahli sejarah, ahli botani dan lain sebagainya (multi-disipilin).

Adapun peran atau posisi seorang lanskap arsitek di DSC ini berada di bidang desain maupun manajemen (yang sudah memiliki top record tersendiri). Setidaknya, dua orang direktur dari the National Park Service adalah orang yang terlatih di bidang arsitek lanskap. Dengan kata lain, peluang pekerjaan yang dapat diisi oleh seorang lulusan lanskap arsitek di DSC adalah di bidang perencanaan, desain, dan manajemen. Bahkan seorang arsitek lanskap pun bisa menjadi supervisor sebuah proyek di sini.

Mungkin hanya itu saja yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf. Sekian dan terima kasih.

4 01 2015
AZWINUR / A44110076 (00:44:45) :

Large multidisciplinary Architecture/Engeneering firm.
Saya tertarik pada pembahasan ini karena peran arsitektur lanskap tidak bekerja sendirian, tetapi ikut berperan saling membantu dan saling membutuhkan antara disiplin ilmu yang lain. Tiap bidang keilmuan saling bekerja sama. Ketika bekerja pada perusahaan tersebut akan memperoleh banyak teman dan pengalaman lebih banyak serta mampu mengetahui banyak hal diluar bidang Arsitektur Lanskap. Kemandirian pada saat bekerja pada perusaan tersebut menjadi tolak ukur untuk kemandirian mendirikan perusaan yang baru pada saat yang tepat. Contoh kasusnya pada Perusahaan HNTB Amerika.
Perusahaan HNTB merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang engineering, arsitektur, urban desain, dan perencanaan. pada awal berdirinya, HNTB fokus pada desain jembatan dan dengan segera menjadi perusahaan desain jembatan terkemuka di Amerika serika. HNTB saat ini juga bergerak pada perencanaan jalan dan jalan tol, dan saat ini bidang-bidang multidisplin seperti bidang transportasi, jembatan, penerbangan, arsitektur, urban desai, urban planning. environmental engineering, water sistem & construction sevices menjadi dasar dalam perusahaan ini.
HNTB saat ini memiliki 4 sub divisi perusahaan yakni :
A) HNTB Corporation— melayani projek mengenai transportasi, jembatan, jalan raya, jalur kereta api, urban desain, urban planning, landscape, water infrastruktur until skala las
B) HNTB Architecture Inc. — Melayani proyek yang bersifat arsitektural mulai dari perencanaan hingga detail konstruksi
C) HNTB Federal Services Corporation— Melayani sektor federal meliputi arstiektural maupun teknik sipil termasuk didalamnya perencanaan keamanan, fasilitas militer
D) HNTB International—Melayani proyek luar negeri

HNTB memiliki visi menjadikan perusahan yang berkelanjutan dengan memberdaykan karyawan yang kreatif, sehingga setiap staff harus memiliki integritas, kemampuan, kepedulian dengan sesama, pengembangan diri dan komitmen terhadap peruahaan.

ARSITEKTUR LANSKAP DALAM HNTB
sejak awal 1970an, arsitektur lanskap menjadi bagian dari HNTB. Saat ini hampir semua arsitektur lanskap di HNTB corporation menangani perencanaan dan engeneering project. Arsitek lanskap dalam grup urban desain & planning bekerja sama dengan grup lain dalam perencanaan seperti community planning, perencana lingkungan. perencana transportasi dan bidang-bidang mulitidisiplin lainnya untuk menciptakan projek yang baik. beberapa proyek yang menyangkut arsitek lanskap seperti urban desain. kampus, are bersejarah, area publik, zonasi, waterfront dll.
saya masuk pengumpul terawal kan pak ???hehehe

4 01 2015
Alam Setia Rahman (A44110006) (13:11:23) :

Terima kasih bapak atas kesempatannya. Saya akan menjelaskan mengenai studi kasus dalam buku yang bapak tugaskan. Studi kasus yang saya pilih adalah studi kasus kedua mengenai Large Landscape Architecture Firms yang saya spesifikkan terkait dengan pilihan saya ingin bekerja di AECOM dan Sasaki Walker Associates (SWA) Group.
Alasan pertama saya memilih studi kasus mengenai perusahaan besar dalam bidang Arsitektur Lanskap yakni karena prestasi dan kesuksesan perusahaan-perusahaan tersebut yang dengan jasanya bukan hanya mengacu pada perubahan satu titik sebuah negara melainkan dunia. Perubahan terkait fisik dan lingkungan yang dikerjakan oleh perusahaan-perusahaan lanskap tersebut terkait dengan profesionalisme kerja yang kompleks dilihat dari proyek-proyek menantang yang mereka kerjakan yang pastinya bekerjasama dengan multidisiplin ilmu lainnya. Melihat dari profesionalisme kerja yang tinggi pastinya berawal dari tujuan dan misi perusahaan-perusahaan tersebut yang sangat menakjubkan untuk mengahsilkan sebuah perubahan lingkungan dari hasil perencanaan dan perancangan lanskap yang dilakukan. Terkait dengan hal itu, saya akan merasa senang apabila pekerjaan yang saya kerjakan sesuai dengan perusahaan-perusahaan lanskap besar tersebut yakni memiliki tujuan dan misi yang jelas terutama terkait dengan perubahan lingkungan ke arah yang lebih baik. Kemudian dengan adanya tingkat profesionalisme kerja yang tinggi yang diberlakukan oleh perusahaan-perusahaan tersebut akan memicu inovasi dan kreasi untuk membuat proyek dengan hasil yang memuaskan. Apabila saya bekerja pada salah satu perusahaan lanskap tersebut, pastinya dapat melatih profesionalisme saya supaya sesuai dengan standar yang ingin dicapai oleh perusahaan. Selanjutnya, terkait dengan proyek besar yang dikerjakan dengan multidisiplin lainnya. Saya senang mencoba hal, teman, tempat yang baru apalagi dikaitkan dengan profesi yang saya kerjakan, pasti semuanya akan lebih menyenangkan bukan? :)
Alasan kedua secara spesifik mengenai perusahaan yang dipilih yaitu AECOM dan SWA Group.
Perusahaan AECOM seperti yang diketahui merupakan perusahaan yang banyak bergerak mengenai perencanaan dan desain dengan mengkoordinasikan multidisiplin ilmu. Satu hal yang penting pabila saya bekerja di perusahaan ini adalah saya harus bekerja sama dengan ahli-ahli dari ilmu lain untuk menyatukan pengembangan yang searah. Hal tersebut sebenarnya sudah diaplikasikan di bangku perkuliahan untuk bisa bekerja sama, tinggal menyatukan kerjasama dan profesionalisme dalam bekerja adalah hal yang penting. Kemudian ranah tujuan yang dicetuskan oleh perusahaan AECOM yakni menyelaraskan bangunan, manusia, dan lingkungan ke arah yang berkelanjutan. Hal penting yang harus dikerjakan dalam misi ini adalah aplikasi dari ilmu yang sudah saya dapat supaya bisa diaplikasikan tanpa merusak ketiga komponen tersebut. Hal lain juga mengharuskan saya belajar lebih dari disiplin ilmu terkait lingkungan baik fisik, biofisik, maupun sosial-budaya yang harus diselaraskan dengan perencanaan, perancangan, dan pengelolaan yang saya buat. Selanjutnya kenapa saya memilih AECOM karena fokus bidang yang dikerjakannya (Buildings, Energy, Environment, Facilities, Government support, Natural resources development, Transportation, Urban development, Water development) mengaplikasikan dua hal yang bertentangan yaitu eco-sentris dan antropo-sentris. Hal tersebut merupakan tantangan yang harus dipelajari oleh saya sebagai arsitek lanskap untuk bisa bekerja sekaligus belajar untuk menggabungkan pendekatan tersebut dalam proyek yang dikerjakan.
Kemudian Perusahaan SWA Group merupakan perusahaan yang dibangun oleh arsitek lanskap yang terkenal yaitu Sasaki Hideo dan Peter Walker. Seperti yang kita ketahui, kedua arsitek lanskap tersebut merupakan tokoh yang berpengaruh dalam bidang arsitektur lanskap terutama karena karyanya yang monumental (teringat sewaktu mengenal karya beliau berdua pada MK. Dasar-Dasar Arsitektur Lanskap dan Desain Lanskap). Hal yang pertama yang membuat saya harus bekerja di perusahaan ini adalah fokus perusahaan yang merencanakan dan merancang sebuah lanskap dengan komitmen tinggi untuk menjaga lingkungan dan sistem di dalamnya supaya berkelanjutan. Fokus penting tersebut benar-benar menuntut semua aspek pelajaran yang saya dapat untuk diaplikasikan dalam pekerjaan (apalagi spesifik mengenai Ekologi Lanskap dan Manajemen Lanskap). Kedua, perusahaan SWA Group fokus pada pekerjaan multifungsi dan multiskala. Pekerjaan demikian akan membuat saya lebih terlatih yang mana aplikasi ilmu arsitektur lanskap yang saya dapat diaplikasikan bertahap sesuai dengan ranah bidang perencanaan, perancangan, dan pengelolaannya. Ketiga, fokus perusahaan yang membuat perencanaan dan perancangan yang mengkolaborasikan aspirasi klien, ilmu pengetahuan yang mendalam, penelitian, dan ide besar perusahaan. Hal tersebut merupakan pekerjaan yang tidak mudah, mengingat kepuasan klien merupakan hal yang utama. Inti penting dari fokus ketiga ini yaitu aplikasi MK Tata Laksana Arsitektur Lanskap yang harus benar-benar dipahami. Fokus terakhir adalah SWA Group ini tidak hanya mengerjakan pekerjaan berbasis profit, pekerjaan non-profit juga dikerjakan untuk merancang ruang yang bermanfaat untuk sosial dan lingkungan. Dengan fokus terakhir ini, saya akan mengerti arti bekerja untuk berbagi sehingga selain dapat mengaplikasikan ilmu yang di dapat juga dapat membuat peruabahan secara sosial maupun lingkungan.

Mungkin hanya sekian yang dapat saya sampaikan. Semoga praktik profesional yang saya ulas di atas bukan hanya tulisan semata, melainkan menjadi motivasi untuk dapat menjadi bagian di dalamnya. Terima kasih :)
(Sumber: The Profesional Practice of Landscape Landscape Architecture ditambah dari sumber http://www.aecom.com dan http://www.swagroup.com)

4 01 2015
Astrie Syahrina Ramadhanti (A44110080) (19:26:48) :

Chapter 3: Case Studies

Studi Kasus: The Acacia Group, Inc: Small Landscape Architecture Firm

The Acacia Group, Inc. merupakan perusahaan yang didirikan oleh Walt Rogers di tahun 1979. Pada awalnya perusahaan ini merupakan perusahaan kecil yang kemudian berkembang setelah beberapa orang bergabung menjalin kerjasama, sehingga perusahaan ini menjadi perusahaan arsitektur lanskap yang sangat maju di Arizona dan daerah barat daya Amerika.

Saya memilih studi kasus ini karena perusahaan The Acacia Group telah mendapatkan reputasi sebagai ahli di bidang desain dan perencanaan xeriscape untuk daerah kering, dimana desain irigasi sangat diperhatikan di dalamnya. Perusahaan ini juga penerima 39 penghargaan lokal dan 3 penghargaan tingkat nasional karena keunggulannya dalam perencanaan desain, riset, dan sumberdaya.

Walaupun sempat ‘jatuh’ akibat krisis keuangan sehingga mengakibatkan berkurangnya pekerja, The Acacia Group kembali berjaya setelah diakuisisi oleh sebuah perusahaan multidisipliner. Area keprofesian perusahaan ini beragam, mulai dari arsitektur lanskap, perencanaan tapak, perencanaan rekreasi dan taman, penilaian lingkungan, desain irigasi, perencanaan konservasi dan pemanenan air, program penanaman ulang di daerah padang pasir, dan preservasi lanskap sejarah. Hal ini tentu potensial untuk diterapkan di sistem keprofesian arsitektur lanskap di Indonesia, mengingat beberapa daerah di Indonesia merupakan daerah arid dan kurang teririgasi dengan baik.

Misi yang dijunjung tinggi oleh The Acacia Group sangat bagus dan profesional. Mereka memiliki misi untuk menyediakan jasa arsitektur lanskap yang berkualitas tinggi untuk daerah-daerah kering dan kurang teririgasi. Para klien diperlakukan dengan kejujuran, integritas kerja tinggi, dan kode etik kerja yang sangat baik. Tidak hanya klien yang dilayani, tapi The Acacia Group juga berusaha untuk menyeimbangkan keuntungan yang didapat klien dengan keuntungan bagi lingkungan itu sendiri.

Selain itu, The Acacia Group juga sangat memperhatikan kesejahteraan pegawai mereka. Karena mereka memahami bahwa untuk memberikan layanan yang baik, maka pelayan (pegawai) juga harus dilatih dan dibimbing serta diperhatikan hal-hal yang membantu meningkatkan kinerja mereka. Perusahaan ini mendorong pegawainya untuk menikmati kerja mereka dengan memberikan berbagai keuntungan dan fasilitas, sehingga profesionalisme mereka tetap terjaga dengan baik.

Fasilitas yang diberikan kepada pegawai, selain lingkungan kerja yang aktif dan nyaman, mereka juga diberikan berbagai kebijakan personalia; mulai dari paid holidays, penyesuaian jam kerja, dispensasi, cuti kerja, cuti hamil, bahkan hingga kebijakan kenaikan gaji kerja. Masing-masing keuntungan diberikan oleh baik pegawai tetap maupun pegawai paruh-waktu. Keuntungan-keuntungan ini membuat mereka sejahtera dan semakin meningkatkan kinerja dan profesionalitas mereka pada saat melayani klien.

Hal ini tentu harus diterapkan pula di perusahaan-perusahaan arsitektur lanskap di Indonesia. Para pemimpin perusahaan menetapkan peraturan dan kebijakan yang tidak hanya memperhatikan keuntungan perusahaan saja, tetapi juga kesejahteraan pegawai, agar kinerja dan hasil sama-sama maksimal dan stabilitas perusahaan terjaga.

Sekian resensi terhadap The Acacia Group, Inc. dan alasan saya memilih studi kasus nomor tiga. Terima kasih.

6 01 2015
Siti Umriyah/A44110018 (19:05:37) :

Siti Umriyah (A44110018)

Chapter 3 : Case Studies
Denver Service Center, National Park Service: Public Practice

Denver Service Center (DSC)merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa baik perencanaan, perancangan maupun manajemen yang di dalamnya terbagi dalam beberapa divisi. Divisi-divisi yang ada meliputi divisi kontraktor, perencanaan, manajemen informasi, transportasi, konstruksi dan desain karena dalam hal ini perusahaan membutuhkan berbagai keahlian, profesionalitas dan keahlian teknis. Perusahaan ini memperkerjakan lebih dari dua ratus pekerja dari berbagai bidang keahlian (multidisiplin) seperti arsitek lanskap, arsitek, ahli sejarah, ahli teknik sipil, spesialis sumberdaya alam, sosiolog, dan ahli-ahli lainnya.

Saya memilih studi kasus ini karena di dalam dunia kerja, apapun pekerjaannya pasti memerlukan berbagai bidang keahlian, dan kita sebagai arsitek lanskap tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan dari ahli-ahli di bidang lainnya. Hal tersebut karena arsitek lanskap tidak mendalami ilmu lain yang lebih spesifik, walaupun arsitek lanskap juga dibekali dengan ilmu lainnya. Bekerja sesuai profesi atau keahliannya, sehingga setiap orang memiliki keahlian yang berbeda dan saling membutuhkan yang lainnya. Kasus ini gambaran dari M.K. Tata Laksana yang membahas bagaimana gambaran di dunia kerja bagi arsitek lanskap. Saya ingin mencoba untuk ikut andil dalam menata kota Bogor terkait program yang sedang berlangsung saat ini yaitu Kota Pusaka dimana perencanaan, perancangan dan manajemen kota harus sejalan dengan program Kota Pusaka. Seperti contoh dalam Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan yang direncanakan pemerintah di kawasan bersejarah kota Bogor memerlukan berbagai ahli untuk menyelaraskan penataan bangunan dan lingkungan sekitar tanpa merusak karkter dan identitas kota.

Demikian yang bisa saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf. Terima kasih.

8 01 2015
Ahmad Rifqi (22:05:57) :

Chapter 3

Saya akan menjelaskan tentang Studi kasus yang saya pilih adalah studi kasus kedua mengenai Large Landscape Architecture Firms yang saya spesifikkan terkait dengan pilihan saya ingin bekerja di AECOM dan Sasaki Walker Associates (SWA) Group.
saya tertarik bekerja pada sebuah perusahaan desain dan planning yang cukup besar seperti AECOM dan Sasaki.

Alasan saya memilih perusahaan ini karena SWA group merupakan sebuah perusahaan besar dibidang jasa arsitektur lanskap terutama dalam merencanakan dan merancang suatu kawasan bahkan suatu negara yang sangat memperhatikan aspek lingkungan dalam setiap perencanaan atau perancangannya. prestasi-prestasi atau kesuksesan dari perusahaan ini tidak diragukan lagi karena perusahaan ini memiliki profesionalisme kerja yang cukup tinggi dan didukung oleh tenaga-tenaga ahli yang berasal dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda-beda (multidisiplin) sehingga hasil karya yang diciptakan dapat diterapkan dengan baik, selain itu perusahaan ini juga berani untuk menerima proyek-proyek yang menantang dengan hasil yang sangat menakjubkan dan memuaskan.

Berdasarkan hal-hal tersebut, saya sangat senang dan bangga bila dapat bekerja pada sebuah perusahaan yang memiliki visi dan misi yang sangat jelas serta dapat memenuhi tantangan jaman yang semakin hari semakin memperhatikan aspek lingkungan. saya akan sangat merasa tertantang bekerja pada perusahaan ini karena akan berhadapan dengan orang-orang hebat yang menjunjung tinggi profesionalisme kerja sehingga saya dapat mengambil banyak pelajaran dan pengalaman dengan latar belakang displin ilmu berbeda yang bermanfaat bagi saya untuk dapat menjadi seorang arsitek lanskap yang handal dimasa yang akan datang.

Sekian dari saya, terima kasih atas segala bimbingan dan arahan bapak
Kurang lebihnya saya mohon maaf

16 01 2015
Rahadian Agung Respati (A44110043) (16:36:37) :

Studi Kasus: The Acacia Group, Inc: Small Landscape Architecture Firm
The Acacia Group, Inc. merupakan perusahaan yang didirikan oleh Walt Rogers di tahun 1979. Lalu perusahaan tersebut bergabung degan perusahaan milik Rosina Harmony pada tahun 1984 , di bawah nama tiga prinsipal pertama ,
Rogers , Gladwin & Harmony , Inc. , pada tahun
tahun 1980-an , pada awalnya perusahaan ini merupakan perusahaan kecil yang kemudian berkembang setelah beberapa orang bergabung menjalin kerjasama, sehingga perusahaan ini menjadi perusahaan arsitektur lanskap yang sangat maju di Arizona dan daerah barat daya Amerika. The Acacia Group telah mendapatkan reputasi sebagai ahli di bidang desain dan perencanaan xeriscape pada daerah kering, dimana desain jalur irigasi sangat diperhatikan di dalamnya. Perusahaan ini telah memperoleh 39 penghargaan lokal dan 3 penghargaan tingkat nasional karena keunggulannya dalam perencanaan desain, riset, danperencanaan yang memperhatikan sumberdaya.
Perusahaan ini sempat ‘jatuh’ akibat krisis keuangan sehingga mengakibatkan pengurangan pekerja untuk mulai berhemat karena
dari runtuhnya simpan pinjam industri
di Amerika Serikat dan dampaknya terhadap pembangunan
pendanaan, The Acacia Group kembali berjaya setelah diakuisisi oleh sebuah perusahaan multidisipliner. Area keprofesian perusahaan ini beragam, mulai dari arsitektur lanskap, perencanaan tapak, perencanaan rekreasi dan taman, penilaian lingkungan, desain irigasi, perencanaan konservasi dan pemanenan air, program penanaman ulang di daerah padang pasir, dan preservasi lanskap sejarah. Hal ini sangat potensial untuk diaplikasikan di sistem keprofesian dunia arsitektur lanskap di Indonesia, karena beberapa daerah di Indonesia merupakan daerah yang sangat minim air dan kurannyag lahan yang teririgasi dengan baik sehingga mengakibatkan menurunnya kesejahteraan masyarakat . The Acacia Group memiliki misi yang sangat bagus dan profesional.Dimana misi mereka untuk menyediakan jasa arsitektur lanskap yang berkualitas tinggi untuk daerah-daerah kering dan daerah yang kurang teraliri irigasi. Para klien diperlakukan dengan kejujuran, integritas kerja tinggi, dan kode etik kerja yang sangat baik. Tidak hanya klien yang dilayani, tapi perusahaan ini juga berusaha untuk menyeimbangkan keuntungan yang didapat klien dengan keuntungan bagi lingkungan itu sendiri. Selain itu, The Acacia Group juga sangat memperhatikan kesejahteraan pegawai mereka. Karena mereka memahami bahwa untuk memberikan layanan yang baik , maka pelayan (pegawai) juga harus dilatih dan dibimbing serta diperhatikan hal-hal yang membantu meningkatkan kinerja mereka. Perusahaan ini mendorong pegawainya untuk menikmati kerja mereka dengan memberikan berbagai keuntungan dan fasilitas seperti fasilitas yang diberikan kepada pegawai, selain lingkungan kerja yang aktif dan nyaman, mereka juga diberikan berbagai kebijakan personalia ; mulai dari paid holidays, penyesuaian jam kerja, dispensasi, cuti kerja, cuti hamil, bahkan hingga kebijakan kenaikan gaji kerja, sehingga profesionalisme mereka tetap terjaga dengan baik.Keuntungan-keuntungan ini membuat mereka sejahtera dan semakin meningkatkan kinerja dan profesionalitas mereka pada saat melayani klien.
Sekian ulasan mengapa saya memilih studi kasus terhadap The Acacia Group, Inc.. Terima kasih pak.

16 01 2015
Aliya Faizah Fithriyah (A44100021) (20:51:38) :

Studi kasus yang saya pilih dalam buku The Professional Practice of Landscape Architecture adalah praktik publik yaitu Denver Service Center, National Park Service.

Denver Service Center berdiri pada awal tahun 1970 sebagai pusat jasa desain untuk memberikan pelayanan sistem taman nasional yang lebih baik. Idenya adalah agar berbagai praktisi professional bekerja dalam satu atap secara sinergis sehingga menghasilkan solusi pengembangan atas isu sensitive atas kekayaan budaya, sejarah, dan alam di Amerika Serikat. Untuk mencapai misinya, Denver Service Center melibatkan tenaga ahli dari berbagai bidang, arsitek, sejarawan, ahli lingkungan, dan masih banyak lagi.

Saya memilih kasus ini karena saya lebih condong kepada praktik publik daripada privat. Bekerja dalam proyek publik, saya merasa mendapatkan kepuasan lebih secara pribadi apabila dapat terlibat dalam penyelesaian masalah umum, masalah nyata masyarakat bersama. Saya tidak hanya dapat membuktikan kemampuan kepada diri sendiri namun juga saya dapat bermanfaat bagi sesama, merasa menjadi bagian dari masyarakat. Untuk saya, perasaan tersebut sangat penting dan berharga. Selain itu, saya sadar terhadap minat saya di bidang ekowisata, termasuk taman nasional. Saya senang mempelajari dan berkecimpung dalam hal lingkungan dan sosial. Kehidupan di dunia yang sejahtera dan makmur bersama-sama dengan alam (harmonis) adalah mimpi saya. Alasan lainnya adalah karena Denver Service Center memiliki fokus utama yang tidak akan berubah. Sehingga ilmu yang bisa saya dapatkan sembari bekerja disana akan lebih menyeluruh dan mendalam. Lain halnya apabila bekerja di konsultan perencanaan dan desain misalnya. Karena masalah yang ditemui berbeda-beda sesuai proyek, ilmunya pun parsial dalam pendapat saya. Kemudian, dalam Denver Service Center ini, saya akan bekerja dengan banyak orang dari berbagai multidisiplin. Saya sangat tertarik karena dengan begitu wawasan dan sudut pandang saya akan lebih luas. Dari segi jenjang karir pun, Denver Service Center memberikan jenjang karir yang menjanjikan untuk arsitek lanskap. Lingkup kerjanya luas dan fleksibel sehingga dapat terus mengembangkan diri dan tidak stuck di satu titik seperti pegawai pada umumnya.

Dengan membaca dan mempelajari buku ini, wawasan saya terhadap praktik kerja sebagai arsitek lanskap kelak lebih terbuka. Saya akan senang sekali apabila dapat bekerja di perusahaan semacan Denver Service Center.
Terimakasih.

16 01 2015
Gerry Holgiando / A44100084 (22:53:25) :

Saya memilih Studi Kasus: The Acacia Group, Inc: Small Landscape Architecture Firm.
Perusahaan yang didirikan oleh Walt Rogers di tahun 1979 ini pada awalnya adalah perusahaan kecil kemuadian berkembang dikarenakan bergabungnya beberapa orang ikut bergabung dan menjalin kerjasama, sehingga setelah beberapa lama perusahaan ini menjadi perusahaan arsitektur lanskap yang sangatmaju di Arizona dan barat daya Amerika. Hingga pada tahun 1984 perusahaan tersebut bergabung degan perusahaan milik Rosina Harmony, di bawah nama tiga prinsipal pertama, Rogers , Gladwin & Harmony , Inc. The Acacia Group telah mendapatkan reputasi sebagai ahli di bidang desain dan perencanaan xeriscape pada daerah kering. Desain ini sangat memperhatikan jalur irigasi. Perolehan 39 penghargaan lokal dan 3 penghargaan tingkat nasional merupakan prestasi yang telah dicapai oleh perusahaan ini karena keunggulannya dalam perencanaan desain, riset, danperencanaan yang memperhatikan sumberdaya.
Perusahaan ini sempat mengalami krisis keuangan sehingga mengakibatkan pengurangan pekerja untuk mulai berhemat. The Acacia Group kembali berjaya setelah diakuisisi oleh perusahaan multidisipliner. Area keprofesian perusahaan ini beragam, mulai dari arsitektur lanskap, perencanaan tapak, perencanaan rekreasi dan taman, penilaian lingkungan, desain irigasi, perencanaan konservasi dan pemanenan air, program penanaman ulang di daerah padang pasir, dan preservasi lanskap sejarah. Potensi yang sanagat besar untuk mengaplikasikannya pada sistem keprofesian arsitektur lanskap di Indonesia, karena di beberapa daerah di Indonesia merupakan daerah yang sangat minim air bersih dan kurangnya lahan yang bersistem irigasi baik yang berdampak pada penurunan kesejahteraan masyarakat . The Acacia Group mempunyai misi yang sangat baik dan profesional. Dimana misi mereka adalah sebagai penyedia jasa arsitektur lanskap yang berkualitas tinggi untuk daerah-daerah kering dan daerah yang kurang teraliri irigasi. Para klien diperlakukan dengan kejujuran, integritas kerja tinggi, dan kode etik kerja yang sangat baik. Tidak hanya klien yang dilayani, tapi perusahaan ini juga berusaha untuk menyeimbangkan keuntungan yang didapat klien dengan keuntungan bagi lingkungan itu sendiri.
The Acacia Group juga memperhatikan kesejahteraan pegawai. Mereka menganggap pegawai harus dilatih dan dibimbing serta diperhatikan, hal-hal tersebut termasuk yang membantu oeningkatan kinerja. Perusahaan ini mendorong sang pegawainya untuk menikmati kerja mereka dengan memberikan berbagai keuntungan dan fasilitas. Selain lingkungan kerja yang aktif dan nyaman, para pegawai juga diberikan berbagai kebijakan personalia ; mulai dari paid holidays, penyesuaian jam kerja, dispensasi, cuti kerja, cuti hamil, bahkan hingga kebijakan kenaikan gaji kerja, sehingga profesionalisme mereka tetap terjaga dengan baik. Keuntungan yang membuat mereka semakin sejahtera dan terus meningkatkan kinerja dan profesionalitas mereka pada saat melayani klien.
Demikian merupakan alasan saya memilih studi kasus terhadap The Acacia Group, Inc..
Terima kasih pak sebelumnya.

17 01 2015
Harkyo Hutri Baskoro (07:30:54) :

Harkyo Hutri Baskoro
A44110051

Denver Service Center, National Park Service: Public Practice

Alasan saya memilih studi kasus ini adalah karena salah satu bidang pekerjaan yang dilakukan di instansi lanskap ini yakni cultural resource studies. Pekerjaan seperti ini menurut saya sangat menarik, ditambah lagi dengan tersedianya ahli-ahli di bidang ini seperti cultural scientist dan arkeolog memberikan kesempatan untuk belajar lebih banyak lagi dengan disiplin-disiplin ilmu terkait. Dari contoh-contoh pekerjaan yang telah dilakukan pun dapat dilihat cukup banyak terdapat peluang di bidang pelestarian dan pengembangan lanskap budaya, seperti pekerjaan Aztec Ruins National Monument preservation plan di New Mexico, Bents Old Fort National Historic Site reconstruction plan di Colorado, dan masih banyak lagi proyek sejenisnya.

17 01 2015
Irfan Adi Permana A44110036 (22:18:39) :

Large landscape architecture firm

perusahaan arsitektur lanskap semakin bertambah. Ruang lingkup pekerjaan lanskap tidak hanya di dalam negeri saja, melainkan juga internasional. Sehingga pendapatan para arsitek lanskap terhitung tinggi dan setiap pekerjaannya memiliki tantangan masing-masing.
Terdapat beberapa perusahaan desain&perencanaan lanskap seperti AECOM, Wallace Roberts & Todd, MESA, Sasaki Associates, Desain Workshop dan SWA Group. Perusahaan tersebut telah mengerjakan sejumlah proyek di penjuru dunia dan merupakan perusahaan besar yang memiliki jumlah karyawan serta revenue yang menjanjikan.

Alasan saya mengapa saya memilih case study ini adalah pada bagian ini, dijelaskan bahwa perusahaan tersebut merupakan contoh sukses dari profesi arsitektur lanskap khususnya di bidang desain dan perencanaan dimana dalam suatu company memiliki sejumlah karyawan yang memiliki tugas masing-masing dan mampu memberikan hasil yang maksimal dalam karya desain mereka. Tidak hanya karya lanskap yang menonjolkan aspek seni, namun juga memiliki nilai sosial, ekologi, dan beberapa diantaranya ekonomi. Harapannya di masa mendatang saya dapat menjadi bagian dari perusahaan besar seperti ini

Terima kasih.

17 01 2015
Deo Gracia A44110064 (22:19:46) :

The Acacia Group, Inc : Small Landscape Architecture Firm

Perusahaan ini merupakan salah satu contoh perusahaan lanskap yang sukses dan menerima banyak penghargaan. Cangkupan proyek lanskap yang dikerjakan seperti perencanaan, urban design, taman kota, lanskap sejarah, konservasi air, dll. Perusahaan ini mempunyai misi untuk memberikan yang terbaik bagi klien dan lingkungan serta transparansi kepada klien dan menjunjung tinggi kode etik. Setiap karyawan yang bekerja di perusahaan ini memiliki kesempatan untuk mengembangkan dan menantang dirinya dalam proyek lanskap. Namun hal terpenting yang ditekankan adalah setiap karyawan menikmati pekerjaannya. Perusahaan ini mementingkan kesejahteraan dan keadilan karyawan dimana setiap karyawan diperlakukan dan dibayar sesuai dengan status pekerjaan mereka (full time, part tim). Karyawan juga diberikan fasilitas liburan yang ditanggung oleh perusahaan serta waktu kerja tidak pernah melebihi batas ketentuan.

Alasan saya memilih perusahaan ini adalah gaya managemen perusahaan yang terlihat santai namun tetap memiliki batas. Gaya manajemen seperti ini mampu menciptakan suasana kerja yang nyaman dan kondusif, khususny tidak menciptakan kejenuhan karyawan. Sehingga, dalam melakukan pekerjaan lanskap ide akan selalu bermunculan dari para karyawan.

18 01 2015
Faza Amrin (13:33:27) :

Denver Service Center, National Park Service: Public Practice

Adalah perusahaan profesional untuk memberikan pelayanan taman nasional dengan menggabungkan beberapa ahli secara sinergis untuk mengimplementasikan management dan pengolaan taman nasional yang baik dengan membuat konsep, dokumen dan teknik penerapan yang berasal dari beberapa tenaga termasuk landscape architects, architects, historians, engineers, natural resource spesialists, sociologists dan beberapa ahli lain. Gaya perusahaan yang family-friendly flexibility menjadikan pekerja dapat menikmati pekerjaannya dimana mereka dapat mengatur sendiri jam kerja mereka.

Kasus ini sangat menarik bagi saya karena menyangkut kebutuhan publik terutama isu lingkungan dan sosial yang menjadi tantangan tersendiri untuk mengatasinya. Ketertarikan saya semakin besar karena disini harus bisa setidaknya menguasai multidisiplin ilmu yang diperlukan sehingga memperluas pengetahuan pekerjanya. Dengan kata lain, kesempatan yang besar untuk menggabungkan pemikiran dari masing-masing ahli dalam bidangnya sehingga menghasilkan output yang sesuai dengan kebutuhan.

Sekian, Terimakasih

18 01 2015
Asputri I. Safitri (A44110057) (17:34:47) :

Studi Kasus: The Acacia Group, Inc: Small Landscape Architecture Firm
The Acacia Group, Inc. merupakan perusahaan yang didirikan oleh Walt Rogers di tahun 1979. Awalnya perusahaan adalah perusahaan kecil yang berkembang setelah menjalin kerjasama, lalu menjadi perusahaan arsitektur lanskap yang sangat maju di Arizona dan daerah barat daya Amerika.
Alasan memilih kasus ini karena perusahaan The Acacia Group memiliki reputasi sebagai ahli di bidang desain dan perencanaan xeriscape untuk daerah kering. Perusahaan ini menerima 39 penghargaan lokal dan 3 penghargaan tingkat nasional. Perusahaaan ini sempat ‘jatuh’ akibat krisis keuangan sehingga mengakibatkan berkurangnya pekerja, The Acacia Group kembali berjaya setelah diakuisisi oleh sebuah perusahaan multidisipliner. Perusahaan ini mempunyai misi untuk memberikan yang terbaik bagi klien dan lingkungan serta transparansi kepada klien dan menjunjung tinggi kode etik.Mereka memiliki misi untuk menyediakan jasa arsitektur lanskap yang berkualitas tinggi untuk daerah-daerah kering dan kurang irigasi. Para klien diperlakukan dengan kejujuran, integritas kerja tinggi, dan kode etik kerja yang sangat baik. Tidak hanya klien yang dilayani, tapi The Acacia Group juga berusaha untuk menyeimbangkan keuntungan yang didapat klien dengan keuntungan bagi lingkungan itu sendiri. Selain itu, The Acacia Group juga sangat memperhatikan kesejahteraan pegawai mereka. Karena mereka memahami bahwa untuk memberikan layanan yang baik, maka pelayan (pegawai) juga harus dilatih dan dibimbing serta diperhatikan hal-hal yang membantu meningkatkan kinerja mereka. Perusahaan ini mendorong pegawainya untuk menikmati kerja mereka dengan memberikan berbagai keuntungan dan fasilitas, sehingga profesionalisme mereka tetap terjaga dengan baik.Fasilitas yang diberikan kepada pegawai, selain lingkungan kerja yang aktif dan nyaman, mereka juga diberikan berbagai kebijakan personalia. Masing-masing keuntungan diberikan oleh baik pegawai tetap maupun part-time. Sehingga para pekerja dapat bekerja dalam lingkungan yang kondusif dengan hasil yang maksimal.
Dengan adanya contoh kasus tersebut harapannya dapat diterapkan perusahaan-perusahaan arsitektur lanskap di Indonesia. Para pemimpin perusahaan menetapkan peraturan dan kebijakan yang mampu untuk mensejahterakan pegawai, serta keseimbangan antara alam dengan kepuasan klien disamping keuntungan perusahaan.

Terima kasih

18 01 2015
Sitti Nuur Halimah [A44110026] (17:35:20) :

Chapter 3 : Case Studies
Denver Service Center, National Park Service: Public Practice

Denver Service Center merupakan pusat jasa desain untuk memberikan pelayanan sistem taman nasional yang lebih baik. Berbagai praktisi professional bekerja dalam satu atap secara sinergis sehingga menghasilkan solusi pengembangan atas isu sensitive atas kekayaan budaya, sejarah, dan alam di Amerika Serikat. Untuk mencapai misinya, Denver Service Center melibatkan tenaga ahli dari berbagai bidang, arsitek, sejarawan, ahli lingkungan, dan masih banyak lagi. Divisi-divisi yang ada meliputi divisi kontraktor, perencanaan, manajemen informasi, transportasi, konstruksi dan desain karena dalam hal ini perusahaan membutuhkan berbagai keahlian, profesionalitas dan keahlian teknis.

Alasan saya mengapa saya memilih case study ini Karena masalah yang ditemui berbeda-beda sesuai proyek, ilmunya pun parsial dalam pendapat saya. Kemudian, dalam Denver Service Center ini, saya akan bekerja dengan banyak orang dari berbagai bidang profesi. Saya sangat tertarik karena dengan begitu wawasan dan sudut pandang saya akan lebih luas. Denver Service Center memberikan jenjang karir yang menjanjikan untuk arsitek lanskap. Lingkup kerjanya luas dan fleksibel sehingga dapat terus mengembangkan diri dan tidak stuck di satu titik seperti pegawai pada umumnya. demikian alasan yang bisa saya paparkan dari study kasus tersebut.
Terimakasih

18 01 2015
Rakhmi Fitriani (A44110015) (18:48:05) :

DENVER SERVICE CENTER, NATIONAL PARK SERVICE: PUBLIC SERVICE

DSC membuat perencanaan, rancangan dan konstruksi pada program pelayanan taman nasional. Saya tertarik dengan studi kasus ini karena DSC melakukan pelayanan kepada masyarakat dimana kebudayaan bermasyarakat menjadi pertimbangan dalam membuat sebuah lanskap. Selain itu, pekerjaan di DSC melibatkan banyak bidang ilmu sehingga saya dapat belajar dan memperluas wawasan saya dari para ahli di bidang yang terlibat dalam perusahaan, terutama dalam bidang sosial.
Dari segi lingkungan kerja pun, terdapat berbagai keuntungan bagi para karyawan yang bekerja di DSC seperti kelonggaran dalam jam kerja dimana pekerja dapat mengambil cuti setiap satu kali pembayaran gaji, dan dapat bekerja di luar ruangan selama satu hari dalam satu minggu. Hal ini dapat mencegah para karyawan merasa jenuh karena bekerja di dalam kantor terus menerus.

terima kasih

18 01 2015
Ndaru Adi Pranoto (22:16:39) :

Large Landscape Architecture Firm

Saya tertarik pada jenis pekerjaan yang dikerjakan oleh AECOM dan SWA Group. Scope yang cukup luas, multidisiplin, memungkinkan saya untuk belajar ilmu lain yang dapat menunjang pengetahuan dalam bidang arsitektur lanskap. Selain itu, pada kasus ini, perusahaan di atas sangat profesional pada bidang planning & design, output pekerjaan mereka pada beberapa lokasi saya suka. Demikian alasan saya kenapa mengambil kasus Large LA Firm.
Terima kasih atas segala bantuan dan ilmu yang Bapak berikan :)

18 01 2015
Gigih Hafdhuddin Al Farisi (22:27:08) :

Denver Service Center, National Park Service: Public Practice

Denver Service Center merupakan pusat perencanaan, desain, dan proyek konstruksi untuk pelayanan taman nasional.
beberapa penghargaan telah diperoleh pada tahun 2013 karena kinerjanya. cakupan pekerjaannya cukup luas, dari penerapan desain taman historik sampai pada penerapan desain bangunan yang sustainable. pada DSC ini terdapat beberapa divisi yaitu, contracting services, design and contructions, planning, Transportation, and Information management. alasan saya memilih perusahaan ini adalah, perusahaan ini telah memiliki track record yang baik atas pekerjaannya. selain itu yang menarik, perusahaan ini memberikan layanan bagi taman nasional. seperti yang kita tahu, bahwa di Indonesia pelayanan terkait taman nasional masih sangat kurang, oleh karena itu penting perusahaan seperti ini untuk dikembangkan di negara Indonesia

18 01 2015
shara zen A44110031 (22:32:39) :

Denver Service Center, National Park Service : Public Practice

Denver Service Center merupakan perusahaan yang bekerja dalam bidang jasa untuk pelayanan sistem taman nasional. Perusahaan ini mepekerjakan sekitar 200 karyawan, yang didalamnya terdapat landscapearchitects, architects, historians, engineers, natural resource specialists, sociologists, dan lainya. Sistem organisasi yang terdapat dan Denver Service Center diantaranya Divisi Jasa, Divisi Perencanaan, divisi Informasi, Divisi Manajemen, divisi Transportasi , dan Desain & Divisi Konstruksi.

Alasan saya memilih kasus ini, karena pada kasus ini bekerja untuk publik yang mana hasilnya akan dinikmati banyak orang sehingga manfaatnya lebih banyak. Selain itu, dalam kasus ini saya dapat belajar banyak dari berbagai bidang seperti landscapearchitects, architects, historians, engineers, natural resource specialists, sociologists, dan saling bekerja sama memberikan manfaat yang lebih banyak untuk kepentingan publik. Hal ini dapat meningkatkan kemampuan saya dalam merencanakan, merancang dan mengelola sesuatu yang dibutuhkan publik dan lingkungan.

18 01 2015
shara zen A44110031 (22:33:17) :

Denver Service Center, National Park Service : Public Practice

Denver Service Center merupakan perusahaan yang bekerja dalam bidang jasa untuk pelayanan sistem taman nasional. Perusahaan ini mepekerjakan sekitar 200 karyawan, yang didalamnya terdapat landscapearchitects, architects, historians, engineers, natural resource specialists, sociologists, dan lainya. Sistem organisasi yang terdapat dan Denver Service Center diantaranya Divisi Jasa, Divisi Perencanaan, divisi Informasi, Divisi Manajemen, divisi Transportasi , dan Desain & Divisi Konstruksi.

Alasan saya memilih kasus ini, karena pada kasus ini bekerja untuk publik yang mana hasilnya akan dinikmati banyak orang sehingga manfaatnya lebih banyak. Selain itu, dalam kasus ini saya dapat belajar banyak dari berbagai bidang seperti landscapearchitects, architects, historians, engineers, natural resource specialists, sociologists, dan saling bekerja sama memberikan manfaat yang lebih banyak untuk kepentingan publik. Hal ini dapat meningkatkan kemampuan saya dalam merencanakan, merancang dan mengelola sesuatu yang dibutuhkan publik dan lingkungan.

19 01 2015
Amalia Permatasari (A44110008) (09:49:38) :

Saya memilih studi kasus yang sedikit berbeda, yaitu Rain Bird: Corporate
Practice

Rain Bird bermula dari penemuan seorang petani terhadap alat penyiraman lemon yang efisien dan menghasilkan produksi yang baik. Englehardt & LaFetras terus memproduksi alat irigasi yang mereka temukan. Nama untuk pembuatan irigasi pada perusahaan diambil dari pengetahuan Indian bahwa seekor burung membawa hujan ke tanah kering California Selatan . The LaFetras mulai menggunakan nama “Rain Bird” untuk irigasi sprinkler dan terdaftar sebagai nama dagang merek. Rain Bird telah memberikan lebih dari 130 paten terhadap alat irigasi.

Perusahaan Rain Bird terus mengembangkan inovatif peralatan irigasi. Beberapa inovasi perusahaan termasuk sistem irigasi yang dikendalikan komputer; presisi tabung jet, yang menghilangkan sisi splash, mengkonservasi air; dan tekanan yang mengatur kepala semprot yang menjaga tekanan air tetap sama untuk kinerja yang optimal.

Air merupakan salah satu sumber bumi yang paling berharga. Namun, semakin banyaknya pemanfaatan air, hal tersebut dapat menyebabkan kelangkaan. Di Rain Bird, merupakan tanggung jawab perusahaan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan ancaman yang ditimbulkan oleh kelangkaan air global. Di Rain Bird, terdapat komitmen untuk memimpin konservasi air dengan mempromosikan melalui tidak hanya manajemen irigasi yang efisien , tetapi juga melalui pendidikan, pelatihan dan jasa untuk industri Rain Bird berpartisipasi dalam berbagai inisiatif yang bertujuan untuk mendidik masyarakat tentang konservasi air. Rain Bird bekerjasama dengan California State Polytechnic University untuk membantu para tenaga pendidik dan mahasiswa lebih memahami air dan memainkan peran penting dalam berbagai jenis ekosistem.

Sejak awal berdiri, Rain Bird telah tumbuh menjadi produsen sistem irigasi terbesar di dunia. Perusahaan menawarkan lebih dari 4.000 produk irigasi, termasuk rotor, katup, kepala semprot, sensor kelembaban, pengendali,
dan emitter irigasi tetes. Perusahaan juga menawarkan pengendali yang dioperasikan dengan baterai yang membawa irigasi otomatis untuk daerah yang kekurangan akses , sistem kontrol wireless remote yang mengelola situs irigasi dari PC, dan weatherbased sistem kontrol yang menggunakan suhu, curah hujan, kelembaban, dan data lingkungan lain secara otomatis menyesuaikan penyiraman.

Perusahaan juga memiliki kantor penjualan di lebih dari 20 negara di seluruh dunia. Selain itu, Rain Bird mempertahankan salah satu pusat pengujian irigasi indoor terbesar di dunia untuk memastikan pembangunan produk berkualitas tinggi. Beberapa divisi dalam perusahaan ini adalah divisi kontraktor, divisi komersial, divisi konsumen produk, divisi golf, divisi pertanian, dll. Selain itu, Rain Bird juga sangat menyejahterakan para karyawannya.

Arsitek Lanskap dibutuhkan dalam perusahaan ini karena mereka mengerti dan memahami tentang perusahaan lanskap dan sebagai konsultan irigasi pelanggan. Selain itu, mereka juga memahami teknis dan aspek desain lanskap serta pengelolaan lanskap terutama pada aspek irigasi. Hal tersebut tentu dapat meningkatkan citra perusahaan dan penjualan produk perusahaan di seluruh dunia.

Itulah sebabnya, mengapa saya memilih studi kasus ini. Selain dapat mengetahui tentang manajemen pemasaran Rain Bird yang sudah mendunia, saya juga dapat mengaplikasikan ilmu lanskap serta mengajarkannya pada masyarakat luas.
Terima Kasih..

19 01 2015
Elisa Noviyani (A44110071) (14:14:03) :

Chapter 3 – Large Landscape Architecture Firms

Large Landscape Architecture Firms, salah satu perusahaan yang saya ingin bekerja adalah AECOM dan Sasaki Walker Associates (SWA) Group. alasan memilih perusahaan ini karena perusahaan yang sudah besar memiliki pengalaman yang banyak. perusahaan ini juga mengambil pekerjaan maupun proyek dari berbagai skala, berbagai jenis tempat, dan berkontribusi untuk lanskap diseluh dunia. perusahaan ini juga didirikan dengan tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu sehingga untuk merencanakan dan merancang bekerja sama dengan banyak ahli ilmu, yang apabila memberikan keputusan memiliki banyak sudut pandang sehingga hasil yang diberikan maksimal. hasil dari proyek yang diambil perusahaan ini sangat menkjubkan dan banyak mendapatkan prestasi. ilmu dan pengalaman yang didapat juga akan lebih banyak. masuk dalam sebuah perusahaan besar juga akan membuka link yang lebih baik, mendapatkan jaminan kesehatan yang baik, dan juga belajar cara bersosialisasi dengan banyak orang.

Terima Kasih

19 01 2015
Widia Yuli Sevtiani A44110039 (16:21:18) :

Kasus yang diambil :HNTB Corporation: Large Multidisciplinary A/E Firm
Alasan : HNTB adalah salah satu perusahaan nasional di bidang perencanaan, arsitektur, urban design, dan engineering yang telah mempekerjakan lebih dari 3.400 pekerja di 62 kantor pada 5 kawasan. Perusahaan ini menduduki ranking 19 pada Engineering-news record top 500 design.
Hal ini menarik perhatian untuk disimak karena HNTB memiliki visi untuk menjadi perusahaan yang menciptakan kreasi berkelanjutan dan menghasilkan profit tinggi untuk pekerjanya. Arsitektur lanskap juga telah menjadi salah satu bidang divisi pekerjaan di bawah naungan HNTB.
Di Studi kasus ini dipaparkan betapa banyak sekali kolaborasi yang diperlukan dalam menjalankan sebuah perusahaan perencaan dan arsitektural, seperti universitas, privat developers, pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Selain itu pelayanan yang ditawarkan HNTB antara lain seperti jalur sepeda, sektor komunitas, perencanaan community park, corridor, desain taman, signage hingga desain komplek olahraga, dapat menjadi referensi bagi saya mengenai cakupan profesi arsitektur lanskap dan disiplin ilmu yang diperlukan.
Selanjutnya artikel ini membahas mengenai prospek bekerja di perusahaan HNTB yang cukup menjanjikan, diantaranya dengan adanya berbagai tunjangan, asuransi dan jaminan bagi pekerja
Agar dapat bekerja dengan efektif dan professional.

19 01 2015
Lucky G. Maulidan/A44110037 (21:02:45) :

studi kasus yang saya ambil adalah Rain Bird Company. Alasannya adalah karena perusahaan ini sudah menjadi perusahaan yang mendunia dalam menghasilkan produk irigasi. Belum lagi semenjak perusahaan ini dipimpin oleh anaknya LaFetras, Anthony, perusahaan ini memiliki visi dalam mengkonservasi air. Rain Bird Company juga memperkerjakan arsitek lanskap. Selain itu, keuntungan ketika menjadi pegawai perusahaan ini dapat dirasakan sejak awal. Pegawai dapat berbicara secara terbuka kepada supervisor apabila terdapat kendala saat melakukan pekerjaan. Perusahaan ini juga memberikan asuransi kesehatan kepada pegawai dan keluarganya, memberikan liburan, serta masa cuti.

19 01 2015
Menisa Putri Savira (A44110010) (21:25:56) :

Selamat malam Bapak, case studies yang saya ambil dalam buku The Professional Practice of Landscape Architecture Chapter 3 adalah :
Denver Service Center, National Park Service: Public Practice

Denver Service Centre atau DSC merupakan sebuah perusahaan profesional dalam bidang lanskap yang dalam praktik kerjanya mengedepankan kebutuhan masyarakat yang kompleks dengan melengkapinya melalui berbagai bidang secara multidisplin. Dalam melakukan sebuah proyek, DSC melibatkan berbagai bidang ilmu seperti landscape architect, architect, engineers, sejarahwan, ahli lingkungan, sosialist dan berbagai ahli dalam bidang ilmu lain.

Praktik kerja DSC yang melibatkan berbagai disiplin ilmu merupakan alasan utama saya memilih case studies ini. Sebuah pekerjaan khususnya pekerjaan dalam bidang lanskap sangat membutuhkan keberadaan multidisplin ilmu karena lanskap terbentuk oleh berbagai macam elemen yang sangat berkaitan satu sama lain. Dengan keberadaan ahli multidisplin ilmu ini dalan praktik kerja DSC, hasil akhir kerja dapat diselesaikan secara objektif dan masalah masalah yang ditemui dalam proses pengerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan sudut pandang ilmu yang bersangkutan. Selain itu, kehadiran berbagai ahli multidisiplin ilmu ini dapat meningkatkan effort dan softskill pekerja khusunya dalam aspek teamwork untuk menyelesaikan proyek lanskap yang kompleks.

Kehadiran multidisiplin ilmu dalam praktik kerja DSC dapat membuat berbagai macam ilmu saling bersinergi satu sama lain karena dalam hakikatnya ilmu ilmu tersebut tidak saling berdiri sendiri namun saling berkaitan satu sama lain. Seorang araitek lanskap harus mampu menerima dan bekerja sama dengan berbagai multidisiplin.

sekian alasana yang saya dapat saya berikan Bapak.
Terima Kasih.

19 01 2015
Agung Govinda Arisudana (21:49:06) :

Large Landscape Architecture Firms

Sejak akhir 1950-an telah berkembang sejumlah perusahaan arsitektur lansekap terkemuka yang telah mencapai masa kejayaan. perusaahaan-perusahaan ini bekerja di seluruh negeri dan lebih baru-baru ini di seluruh dunia. Mereka telah memenangkan banyak perencanaan dan desain penghargaan. Mereka menghasilkan sejumlah besar pendapatan, lebih dari $ 7.500.000 per tahun. Mereka memiliki tujuan dan misi yang mulia yaitu memberikan kesempatan bagi arsitek lansekap muda untuk bekerja pada tugas yang kompleks dan proyek-proyek yang menantang.

Perusahaan yang tergambarkan dari perusahaan arsitektur lansekap yang paling signifikan dalam perubahan yang dialaminya dalam mengani proyek-proyek. proyek yang dierjakan dari berbagai aspek, seperti perencanaan lingkungan, desain, dan manajemen. Ini dukung filosofi yang memandang perencanaan, pembuatan kebijakan, analisis lingkungan, desain fisik, dan pelaksanaan sebagai kontinum layanan profesional terkait.

Hal ini menarik bagi saya dimana sebagai seorang arsitek lanskap yang akan meniti karir di bidang profesi ini, sehingga dapat menuntun bagaimana menjadi seorang wirausahawan muda dalam bidang ini.

19 01 2015
Farah Dita (A44110075) (22:08:36) :

Large Landscape Architecture Firms : Wallace, Roberts & Todd (WRT)

Wallace, Roberts & Todd adalah sebuah firma yang terbentuk dari hasil kolaborasi beberapa profesional swasta. Dalam firma ini, seorang arsitek lanskap bekerja sama dengan ahli-ahli lainnya, seperti arsitek, arsitek kota, serta urban planner bersatu menjadi multi disiplin ilmu-ilmu perencanaan dan perancangan suatu kawasan lanskap. Firma ini menawarkan desain-desain berkelanjutan yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan suatu kawasan sebagaimana sustainable design tersebut mendasari berdirinya firma ini.

Alasan saya memilih studi kasus ini karena sebagai seorang arsitek lanskap, saya ingin mendesain suatu kawasan secara menyeluruh tidak hanya dalam aspek landscapenya saja. Saya berharap dapat bekerja sama dengan para ahli dalam bidangnya masing-masing (planner,arsitek,dll) sehingga saya dapat mendapatkan ilmu dan pengalaman lebih diluar aspek landscape. Pekerjaan seperti ini juga dapat membuat saya lebih melihat suatu kawasan sebagai suatu kesatuan lanskap yang saling berkaitan, antara elemen pembentuk dengan lingkungannya, faktor-faktor yang mempengaruhi kawasan tersebut baik internal maupun eksternal.

Terima Kasih

19 01 2015
Juan Ponce Situmorang A44110014 (22:31:48) :

Pilihan Studi Kasus:
The Acacia Group, Inc: Small Landscape Architecture Firm
The Acacia Group, Inc. merupakan perusahaan yang didirikan oleh Walt Rogers di tahun 1979. Lalu perusahaan tersebut bergabung degan perusahaan milik Rosina Harmony pada tahun 1984 , di bawah nama tiga prinsipal pertama ,Rogers , Gladwin & Harmony , Inc. , pada tahun
tahun 1980-an , pada awalnya perusahaan ini merupakan perusahaan kecil yang kemudian berkembang setelah beberapa orang bergabung menjalin kerjasama, sehingga perusahaan ini menjadi perusahaan arsitektur lanskap yang sangat maju di Arizona dan daerah barat daya Amerika. The Acacia Group telah mendapatkan reputasi sebagai ahli di bidang desain dan perencanaan xeriscape pada daerah kering, dimana desain jalur irigasi sangat diperhatikan di dalamnya. Perusahaan ini telah memperoleh 39 penghargaan lokal dan 3 penghargaan tingkat nasional karena keunggulannya dalam perencanaan desain, riset, dan perencanaan yang memperhatikan sumberdaya.
Perusahaan ini sempat ‘jatuh’ akibat krisis keuangan sehingga mengakibatkan pengurangan pekerja untuk mulai berhemat karena dari runtuhnya simpan pinjam industri di Amerika Serikat dan dampaknya terhadap pembangunan pendanaan, The Acacia Group kembali berjaya setelah diakuisisi oleh sebuah perusahaan multidisipliner. Area keprofesian perusahaan ini beragam, mulai dari arsitektur lanskap, perencanaan tapak, perencanaan rekreasi dan taman, penilaian lingkungan, desain irigasi, perencanaan konservasi dan pemanenan air, program penanaman ulang di daerah padang pasir, dan preservasi lanskap sejarah. Hal ini sangat potensial untuk diaplikasikan di sistem keprofesian dunia arsitektur lanskap di Indonesia, karena beberapa daerah di Indonesia merupakan daerah yang sangat minim air dan kurannyag lahan yang teririgasi dengan baik sehingga mengakibatkan menurunnya kesejahteraan masyarakat . The Acacia Group memiliki misi yang sangat bagus dan profesional.Dimana misi mereka untuk menyediakan jasa arsitektur lanskap yang berkualitas tinggi untuk daerah-daerah kering dan daerah yang kurang teraliri irigasi. Hal ini dapat diterapkan pada beberapa wilayah di Indonesia yang mengalami kekurangan air, seperti provinsi NTT. Selain itu, The Acacia Group juga sangat memperhatikan kesejahteraan pegawai mereka. Karena mereka memahami bahwa untuk memberikan layanan yang baik , maka pelayan (pegawai) juga harus dilatih dan dibimbing serta diperhatikan hal-hal yang membantu meningkatkan kinerja mereka. Perusahaan ini mendorong pegawainya untuk menikmati kerja mereka dengan memberikan berbagai keuntungan dan fasilitas seperti fasilitas yang diberikan kepada pegawai, selain lingkungan kerja yang aktif dan nyaman, mereka juga diberikan berbagai kebijakan personalia ; mulai dari paid holidays, penyesuaian jam kerja, dispensasi, cuti kerja, cuti hamil, bahkan hingga kebijakan kenaikan gaji kerja, sehingga profesionalisme mereka tetap terjaga dengan baik.Keuntungan-keuntungan ini membuat mereka sejahtera dan semakin meningkatkan kinerja dan profesionalitas mereka pada saat melayani klien.
Terima kasih

20 01 2015
kaswanto (00:01:51) :

Nice review!

20 01 2015
Prajana Paramita Sari Puspita A44110028 (00:54:48) :

Saya memilih Denver Service Center, National Park Service: Public Practice
Jasa desain yang berdiri sejak tahun 1950 mencakup layanan perencanaan, desain dan konstruksi. Denver Service Center fokus kepada Layanan Taman Nasional atau objek bersejarah untuk menunjang perikehidupan makhluk hidup sekitar.

Alasan saya memilih Denver Service Center, karena peran seorang arsitektur lanskap di sini sangat kuat. Siteplan Arlington Heights Sports Park, Riverside di California cukup menarik perhatian saya dengan penataan vegetasi yang rapih dan pemanfaatan sumberdaya eksisting yang optimal (riverside). Dan juga saya tertarik mengenai isu lanskap publik, dimana seorang arsitek lanskap turut menentukan kualitas kehidupan masyarakat pada umumnya.
Denver Service Center dalam mengelola proyek turut melibatkan profesi yang lain mengkombinasikan disiplin ilmu lain yang bersangkutan (multidispliner) seperti arsitek, ilmuwan, arkeolog, planologi, teknik sipil, teknik mesin, tata
lingkungan, teknik elektro serta geoteknik. Terkait layanan Taman Nasional
yang lebih mengedepankan ekologi, sehingga ekosistem satwa dan tumbuhan turut diperhatikan dalam proyek jasa ini. Selain itu DSC juga banyak menangani pemeliharaan dan pelestarian lanskap sejarah/budaya di berbagai tempat yang masih terangkum dalam ranah kepentingan publik.
Pada intinya saya ingin bekerja sebagai seorang arsitek lanskap yang dapat berguna untuk masyarakat banyak terutama menyangkut isu publik, yang berkat ide dan coretan tangan saya dapat mempengaruhi kehidupan orang banyak menjadi lebih baik.

20 01 2015
ANNES NUR SOVIYANTI (06:55:53) :

Nama : Annes Nur Soviyanti
Nrp : A44110062
Kasus yang diambil : The Acacia Group, Inc.: Small Landscape Architecture Firm
Alasan :
The Acacia Group, Inc tidak seperti judul yang tertera yaitu “Small Landscape architecture firm” justru perusahaan ini merupakan perusahaan yang besar dengan proyek-proyek besar di Arizona, Amerika Serikat. Perusahaan ini mengalami perjalanan panjang hingga berhasil menjadi besar. Pada awalnya perusahaan didirikan hanya oleh beberapa punggawa, seiring berjalannya waktu pegawai semakin banyak karena meningkatnya skala pekerjaan proyek yang diperoleh. Sebuah perusahaan perlu memberikan kebebasan kepada pegawainya untuk melakukan inovasi, mengeksplor kreatifitasnya, dan meningkatkan skill. Hal ini sangat dijunjung tinggi oleh The Acacia Group Inc. Penjaminan akan asuransi kecelakan saat kerja dan melahrikan merupakan upaya perusahaan memberikan rasa aman dan nyaman pada pegawainya. Pemberian gaji yang sesuai dengan jenang karir dan waktu libur yang ditentukan adalah bukti kalau perusahaan ini adil dalam memberikan hak pada pegawainya, sebagai gantinya pergawai berkewajiban mengerjakan proyek dengan sungguh-sungguh.
Hal yang membuat perusahaan ini unik adalah adanya hubungan komunikasi yang baik antara petinggi perusahaan dengan pegawainya karena budaya kerja dibangun dengan azas kekeluargaan sehingga tidak terkesan petinggi perusahaan sebagai dictator, melainkan sebagai pemimpin yang menjadi mentor terhadap pegawainya. Budaya kerja yang tercipta dari sikap pemimpin yang lowprofile adalah kerjasama, kekompakan, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan masalah dalam sebuah proyek. Kondisi psikologi pekerja sangat diperhatikan terbukti dengan adanya insentif waktu libur yang diberikan jika pekerja berhasil mencapai profit maksismum, dengan tujuan menjauhkan pekerja dari penyakit stress dan depresi. Kesemua hal ini lah yang menjadikan kasus ini menarik untuk dibahas.

20 01 2015
Nurul fauziah(a44100092) (08:49:01) :

1) Large multidisciplinary Architecture/Engeneering firm
Studi Kasus, Perusahaan HNTB Amerika..
Perusahaan HNTB merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang engineering, arsitektur, urban desain, dan perencanaan. pada awal berdirinya, HNTB fokus pada desain jembatan dan dengan segera menjadi perusahaan desain jembatan terkemuka di Amerika serikat… HNTB saat ini juga bergerak pada perencanaan jalan dan jalan tol, dan saat ini bidang2 multidisplin seperti bidang transportasi, jembatan, penerbangan, arsitektur, urban desain, urban planning. environmental engineering, water system & construction sevices menjadi dasar dalam perusahaan ini…

HNTB saat ini memiliki 4 sub divisi perusahaan yakni :
A) HNTB Corporation— melayani projek2 mengenai transportasi, jembatan, jalan raya, jalur kereta api, urban desain, urban planning, landscape, water infrastruktur hingga skala las
B) HNTB Architecture Inc. — Melayani proyek2 yang bersifat arsitektural mulai dari perencanaan hingga detail konstruksi
C) HNTB Federal Services Corporation— Melayani sektor federal meliputi arstiektural maupun teknik sipil.. termasuk didalamnya perencanaan keamanan, fasilitas militer
D) HNTB International—Melayani proyek2 luar negeri

HNTB memiliki visi menjadikan perusahan yang berkelanjutan dengan memberdayakan karyawan yang kreatif, sehingga setiap staff harus memiliki integritas, kemampuan, kepedulian dengan sesama, pengembangan diri dan komitmen terhadap peruahaan.

ARSITEKTUR LANSKAP DALAM HNTB
sejak awal 1970an, arsitektur lanskap menjadi bagian dari HNTB. Arsitek lanskap berkontribusi penting dalam perkembangan HNTB di Amerika serikat. Saat ini hampir semua arsitektur lanskap di HNTB corporation menangani perencanaan dan engeneering project.
Arsitek lanskap dalam grup urban desain & planning bekerja sama dengan grup2 lain dalam perencanaan seperti community planning, perencana lingkungan. perencana transportasi dan bidang2 mulitidisiplin lainnya untuk menciptakan projek yang baik…
beberapa proyek yang menyangkut arsitek lanskap seperti urban desain. kampus, area bersejarah, area publik, zonasi, waterfront dll.

Alasan
Alasan saya memilih topic ini karea menurut saya topic ini sangat memotivasi saya untuk berkembang menjadi lebih baik, dimana diceritakanya perjuangan mereka hingga menjadi sebuah perusahaan yang sukses dan multidiplin. Serta menurut saya bagus system perusahaannya dimana karyawan dituntut untuk bersifat kreatif karena mereka percaya keberlajutan dan perusaaannya adalah karyawan yang kreatif. Selain itu,kesuksesan mereka berkat dari kerja keras mereka serta sifat jujur, bertanggung jawab dan menghasilkan suatu karya yang baik,berkelanjutan. Bermanfaat. Menyenangkan , tahan lama dan tidak merusak alam. Selain itu saya memilih topic ini Karena juga ingin bisa menjadi orang yg bisa mengerjakan lebih dari satu pekerjaan

20 01 2015
Rusli Effendi / A44110020 (13:14:46) :

Studi kasus yang saya ambil adalah Denver Service Center, National Park Service : Public Practice

Denver Service Center (DSC) merupakan pusat perencanaan, desain, dan program pembangunan dari National Park Service (NPS) di Amerika yang menawarkan layanan profesionalitas kepada semua manajer di National Park Service. Mempekerjakan berbagai disiplin ilmu seperti arsitek lanskap, arsitek, sejarawan, ahli lingkungan, insinyur, sosiolog, dsb.
Di dalam Denver service ini, arsitekt lanskap memiliki peran yang penting dalam pelaksanaan suatu proyek pemerintah. Memiliki fleksibilitas yang tinggi untuk memilih peran sesuai bidangnya dan bisa belajar dari para profesional yang berpengalaman karena entry-levelnya yang meliputi perencanaan, desain dan konstruksi. Selain itu juga melibatkan masyarakat dalam aspek perencanaan dan proses desain. Arsitek lanskap juga mempunyai kesempatan dalam melakukan pengawasan proyek di lokasi yang menjadi penghubung kontraktor dan desainer. Tercipta lingkungan kerja yang nyaman dikarenakan karyawan memiliki waktu longgar dan bisa izin cuti, mendapat tunjangan kesehatan, dsb sehingga bisa mempengaruhi psikologis dari karyawan agar tidak jenuh dan tetap nyaman berada di tempat kerja.

sekian dan terima kasih

20 01 2015
DWI SANFARLELA PUTRI (19:09:17) :

The Professional Practice of Landscape Architecture: A Complete Guide to Starting and Running Your Own Firm
Chapter 3 : Case Studies / Rain Bird : Corporate Practice
Alasan memilih kasus ini :
Ketika saya memulai karir di bidang landscape architecture, saya ingin memulai dengan meningkatkan pengalaman dan skill, sehingga saya akan memilih bekerja pada suatu perusahaan terlebih dahulu. Selain itu, karena saya lemah dalam hal desain, saya akan mencari perusahan yang tidak terlalu menggeluti dalam bidang desain. Pertimbangan lainnya adalah jenis proyek yang dilakukan tidak terlalu kompleks dengan pendapatan pada rata-rata.
Perusahaan Rain Bird memiliki misi menjadi industry leader dengan menyediakan produk dan pelayanan berkualitas yang mempromosikan penggunaan air secara cerdas untuk aplikasi irigasi mendunia.
Arsitek lanskap yang bekerja pada perusahaan Rain Bird umumnya bekerja sebagai manajer area khusus atau manajer distrik. Perusahaan ini bergantung pada arsitek lanskap dalam dua hal. Pertama, lanskap arsitek mengerti kebutuhan perusahaan dan pelanggan konsultan irigasi. Kedua, memahami pengaplikasian irigasi pada planting design.
Rain Bird tidak memiliki karir yang berhubungan dengan desain untuk arsitek lanskap. Namun, memberikan peluang dalam pemasaran dan customer support sebagai pilihan karir.

21 01 2015
Putri Ajrina (A44110038) (11:44:27) :

DENVER SERVICE CENTER
DSC merupakan perusahaan jasa pusat perencanaan, desain, dan konstruksi untuk taman nasional. Kebudayaan masyarakat menjadi salah satu pertimbangan dalam mendesain lanskap oleh DSC. Perusahaan ini memiliki berbagai divisi, diantaranya yaitu divisi transportasi, perencanaan, informasi, manajemen, desain, dan konstruksi. Alasan memilih kasus ini karena DSC telah memiliki berbagai penghargaan yang berarti DSC merupakan salah satu perusahaan yang memiliki kinerja yang baik. DSC melibatkan berbagai profesional dalam berbagai bidang ilmu, sehingga dapat menambah ilmu saya jika bekerja dengan mereka.

21 01 2015
Mohammad Fauzi Hadi (A44110079) (20:00:26) :

THE ACACIA GROUP
The Acacia Group merupakan perusahaan yang didirikan tahun 1979. Perusahaan ini merupakan perusahaan yang sangat maju di Arizona dan barat daya Amerika. Acacia Group mendapatkan penghargaan karena keunggulannya dalam perencanaan desain, riset dan sumberdaya. Acacia Group memiliki berbagai ahli yaitu arsitektur lanskap, desain irigrasi, hingga preservasi lanskap sejarah. Saya memilih kasus ini karena Acacia Group memperhatikan kesejahteraan pegawai dan lingkungan kerjanya nyaman dan pegawai diberikan berbagai kebijakan, sehingga pegawai sejahtera dan kinerjanya baik.

21 01 2015
dwiko adam/A44110061 (20:11:15) :

Saya secara pribadi tertarik dengan studi kasus HNTB Corporation: Large Mltidisciplinary A/E Firm. Perusahaan ini pada dasarnya telah menjadikan arsitektur lanskap sebagai bagian bahan pertimbangan sejak tahun 1970an dan lebih menitikberatkan pada perencanaan lanskap dan enginerring.
Alasan utama pemilihan studi kasus ini, karena perusahaan multidisiplin skala besar biasanya memberikan berbagai keuntungan bagi pegawai yang bekerja disana. Mulai dari pengembangan diri pegawai, pelatihan-pelatihan pribadi bahkan jaminan kesehatan serta sistem tunjangan retirement. Salah satunya adalah MESA yang bergerak dibebereapa kategori lanskap seperti anskapa kampus, lanskap komunitas, pendidikan lingkungan, perkebunan, park, urban planning and design, taman publik, resort dan cenderung ke lanskap perkotaan.
Terima kasih

22 01 2015
Surya Prihadi (16:01:01) :

Selamat sore bapak Kaswanto,

Dari semua studi kasus, semuanya sangat menarik, semua memilki tujuan dan keunikan serta pencapaian masing-masing yang membanggakan dalam bidang lanskap. Dan, saya lebih tertarik pada Large Landscape Architecture Firm yang telah berdiri sejak 1950 an.

Salah satu alasannya, selain Large Architecture Firm merupakan perusahaan-perusahaan yang besar yang mendunia, seperti AECOM, Wallace, Roberts and Todd, MESA, Sasaki Associates, SWA Group, dan Design Workshop. Karena saya tertarik pada bidang urban planning and design dan bidang sejarah dan budaya. Pada masa ini secara tidak langsung semua elemen di dorong menjadi kekotaan/urban. Maka dari itu perlu adanya keseimbangan antara perkembangan yang menuju kekotaan dengan nilai-nilai sejarah supaya berkesinambungan dan berkelanjutan.

Terima kasih.

22 01 2015
Surya Prihadi (16:02:21) :

Selamat sore bapak Kaswanto,
Dari semua studi kasus, semuanya sangat menarik, semua memilki tujuan dan keunikan serta pencapaian masing-masing yang membanggakan dalam bidang lanskap. Dan, saya lebih tertarik pada Large Landscape Architecture Firm yang telah berdiri sejak 1950 an.
Salah satu alasannya, selain Large Architecture Firm merupakan perusahaan-perusahaan yang besar yang mendunia, seperti AECOM, Wallace, Roberts and Todd, MESA, Sasaki Associates, SWA Group, dan Design Workshop. Karena saya tertarik pada bidang urban planning and design dan bidang sejarah dan budaya. Pada masa ini secara tidak langsung semua elemen di dorong menjadi kekotaan/urban. Maka dari itu perlu adanya keseimbangan antara perkembangan yang menuju kekotaan dengan nilai-nilai sejarah supaya berkesinambungan dan berkelanjutan.
Terima kasih.

22 01 2015
Fadhilah Chandra Pragia (A44110032) (22:19:19) :

Studi kasus yang saya ambil adalah Denver Service Center, National Park Service : Public Practice.

Denver Service Center adalah sebuah perusahaan yang bekerja dalam bidang jasa untuk pelayanan sistem taman nasional. Bidang jasa disini berupa perencanaan, perancangan maupun manajemen yang di dalamnya terbagi dalam beberapa divisi meliputi divisi kontraktor, perencanaan, manajemen informasi, transportasi, konstruksi dan desain. Dalam pelaksanaan sebuah proyek, DSC melibatkan berbagai bidang ilmu seperti landscape architect, architect, engineers, ahli lingkungan, sejarahwan, sosialist dan berbagai ahli dalam bidang lain. Para pekerja dapat menikmati pekerjaannya dan dapat mengatur sendiri jam kerja mereka karena sistem kerja dari DSC ini adalah family-friendly flexibility. Hal ini dapat mencegah para karyawan merasa bosan dan jenuh dengan pekerjaanya.
Alasan saya memilih studi kasus ini adalah karena dalam pelaksanaanya, proyek ini menerapkan berbagai bidang ilmu sehingga akan menambah ilmu dan pengetahuan saya di bidang lainnya seperti landscape architects, architects, sejarahwan, engineers, ahli lingkungan dan sosialist. Penerapan berbagai bidang ilmu ini sangat bermanfaat karena untuk menjalankan suatu proyek atau program, dibutuhkan tidak hanya satu ahli melainkan beberapa ahli di bidangnya masing-masing guna mendapatkan hasil yang maksimal dan tetap menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

Terimakasih Pak.

23 01 2015
Fajar Rahma Farida/A44110046 (18:57:03) :

Tidak hanya aspek fungsi saja tetapi juga desain, tidak hanya dapat digunakan tetapi juga estetika. Desain adalah kecerdasan pikiran utuh dan merupakan sebuah kombinasi antara utility (kegunaan) dan significance (makna). Sudah saatnya mempertimbangkan ESQ dan EQ tidak hanya IQ. Tidaklah memadai untuk menciptakan sebuah produk, jasa, pengalaman, atau gaya hidup yang semata-mata fungsional. Saat ini adalah saat yang secara ekonomi penting dan berharga secara personal untuk menciptakan sesuatu yang juga indah, sedikit fantastis, dan menarik secara emosional.

Dalam bebrapa studi kasus saya memilih Large Landscape Architecture Firm. Karena Large Landscape Architecture Firm merupakan salah satu kasus yang memiliki pencapain luar biasa dalam bidang planning dan design di dunia lanskap. Seperti yang perusahaan AECOM dan Sasaki, mereka merupakan perusahaan yang terus mengembangkan inovasi-inovasi dalam planning and design menuju konsep berkelanjutan. Oleh karena itu perlu adanya keseimbangan antara logika perencanaan dan simponi desain.

Terima kasih.

23 01 2015
Ayyi Asyhari (A44100064) (23:23:57) :

Saya memilih Wallace Roberts Todd landscape architects company firm (WRT).
Perusahaan ini merupakan perusahaan multi disiplin ilmu, namun tetap berbasis pada arsitektur lanskap. Perusahaan in didirikan pada tahun 1963 oleh David Wallace, Ian Mc Harg, William Roberts, dan Thomas Todd. Perusahaan ini mulai dikenal dengan baik melalui proyek pertamanya yang bernama “The Plan for the Valleys”. Yaitu proyek tentang permodelan untuk perencanaan yang peka akan lingkungan di dua pedesaan di daerah utara Baltimore.

Perusahaan ini semakin dikenali dengan desainnya yang menggunakan pendekatan lingkungan sebagai basis desain mereka. Terlebih lagi setelah Ian McHarg, merilis bukunya yang berjudul dengan “Design with Nature”. Tidak asing bukan? kemudian buku ini tentu saja menjadi buku bacaan wajib bagi para lanskap arsitek di tahun 60′ dan 70’an.

Selama bertahun – tahun perusahaan ini selalu menjadi pionir bagi desain arsitektur lanskap yang inovatif. Beberapa proyeknya yang menjadi panutan sampai sekarang seperti Washington DC’s Metro planning (1972), Camden Yards waterfront (1980), dan Oriole Park (1990). Setelah itu perusahaan ini terus berinovasi melalui desain-desainnya yang terus dimuat di websitenya, http://www.wrtdesign.com.

perusahaan ini menginspirasi saya untuk bahwa desain yang baik adalah desain yang terus berinovasi dan memiliki penghargaan lingkungan yang kuat. Setelah itu, bahwa pekerjaan interdisciplinary dalam proyek itu sangat penting demi menumbuhkan inovasi yang ada pada desain kawasan itu sendiri. Salah satu proyek yang menarik bagi saya adalah pengembangan waterscape di hotel Scottsdale Princess. Proyek ini menggunakan lebih dair 350 palm dan membuat hotel tersebut seolah – olah istana oasis di tengah gurun pasir Arizona. Selain itu, desain material yang dibuat bukan hanya bergaya eropa, namun juga timur tengah. Terlebih lagi mereka membuat paduan tersebut menjadi semakin keren.

Terima kasih.
Ayyi Asyhari (A44100064)

Leave a comment

You can use these tags : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>