Masyarakat Rendah Karbon [MRK] Part 2

8 04 2015

Salah satu tren yang mendunia saat ini adalah perancangan komunitas (community designing) yang ramah lingkungan dengan mengurangi emisi karbon, yang dikenal dengan istilah Masyarakat Rendah Karbon (MRK). Konsep MRK dicetuskan pertama kali di Jepang melalui skenario Low Carbon Society” (disingkat LCS) yang merupakan usaha untuk mengurangi emisi karbonnya hingga 50% pada tahun 2050 dari basis emisi yang dikeluarkan di tahun 1990 (baseline). Skenario ini sangat menggoda untuk dapat diadposi oleh negara-negara lain, terutama negara berkembang seperti di Indonesia.

Program Jepang dalam skenario menuju “Low Carbon Society” (LCS) atau Masyarakat Rendah Karbon (MRK) tampaknya cukup menarik jika ikut disebarluaskan dan dibagi-bagi model usahanya ke negara-negara lain, terutama keterkaitan berbagai teknologi dalam kemasan komprehensif ke arah tujuan itu (Sumber: http://saniroy.archiplan.ugm.ac.id/?p=587).  Kegiatan riset dalam skenario ini telah berjalan sebelum istilah “Cool Earth” dan sering malang-melintang di banyak media. Sampai saat ini skenario MRK ini terus dikaji dalam memperoleh model yang paling pas untuk diimplementasikan, termasuk memasyarakatkannya untuk negara-negara di luar Jepang. Pemerintah Indonesia sendiri mencanangkan emisi karbon hingga 26% dan 41%.

Ruang lingkup MRK mencakup seluruh kegiatan manusia di dalam lanskap, baik pada skala makro maupun mikro. Lanskap tersebut dapat berupa lanskap perumahan, CBD, industri, energi, dan transportasi hingga lanskap wisata serta pendidikan. Kegiatan MRK dapat ditempuh pula dari berbagai aspek dan bidang kehidupan, mulai dari kegiatan sehari-hari hingga kegiatan yang sifatnya jangka panjang.

Masyarakat Rendah Karbon Part 1

Masyarakat Rendah Karbon Part 2



Actions

Informations

Leave a comment

You can use these tags : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>