Lompatan Katak Desain Lanskap Perkotaan

6 07 2018
Lompatan Katak Desain Lanskap Perkotaan

Lompatan Katak Desain Lanskap Perkotaan

Lompatan Katak Desain Lanskap Perkotaan atau istilah lainnya adalah Leapfrogging for Urban Landscape Design. Pada sebuah lanskap yang memerlukan adapatasi dan mitigasi yang lebih baik dalam waktu dekat diperlukan lompatan katak (leapfrogging) agar bisa menghemat energi, biaya dan waktu untuk mencapai titik keberlanjutan yang seimbang.

Untuk waktu dekat ini maka dilakukan pendekatan pada leapfrogging dalam konteks Water Sensitive Cities (WSC) atau Kota Ramah Air (KRA). Kegiatan ini dilakukan dalam payung kerjasama yang didukung oleh the Australia-Indonesi Centre (AIC), bekerja sama dengan Monash University (MU) – Institut Pertanian Bogor (IPB) – Universitas Indonesia (UI). Kegiatan penelitian ini difokuskan pada Kota dan Kabupaten Bogor pada kawasan yang berupaya untuk melakukan leapfrogging menuju Kota Ramah Air.

Tahapan menuju Kota Ramah Air (KRA) dimulai dari Water Supply City, Sewered City, Drained City, Waterways City, Water Cycle City, Water Sensitive City (WSC). Tahapan ini umumnya dapat ditempuh hingga 50 tahun lebih, namun dengan adanya ide leapfrogging maka konsep ini dapat dilakukan kurang dari 20 tahun. Konsep lompatan katak ini perlu dilakukan dalam arti bahwa kegiatan lompatan ini dibantu dengan teknologi dan pengetahuan dari negara-negara yang sukses melakukannya.

 

 

 



Actions

Informations

One response to “Lompatan Katak Desain Lanskap Perkotaan”

12 07 2018
mixer roti (16:23:21) :

mantap infonya rek

Leave a comment

You can use these tags : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>