Edges and Boundaries

24 03 2016

Edges and Boundaries
Perkuliahan Minggu VII untuk MK Pengantar Ekologi Lanskap diisi dengan materi Edges and Boundaries. Penjelasan mengenai 5 prinsip Edges dan 9 prinsip Boundaries. Penjelasan ini merupakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya yang membahas mengenai struktur dalam ekologi lanskap dalam konsep patch(es). Setelah memahami konsep patches, maka pada level berikutnya adalah memahami bahwa pada setiap patches pasti ada Edges dan Boundaries. Edges sifatnya berada pada tepian, sementara boundaries sifatnya sama seperti Edges hanya saja menjadi batas antar patch(es). Edges yang membelah dua atau lebih patch(es) akan menjadi boundaries.

5 Prinsip Edge

E1. Keragaman Struktur Edge

Edge tanaman dengan keragaman struktur yang tingi, baik vertikal maupun horizontal, lebih banyak memiliki spesies hewan Edge.

E2. Ketebalan Edge

Ketebalan / Kelebaran Edge berbeda di sekeliling patch, dengan Edges yang lebih lebar berada pada bagian yang menghadap arah angin dan cahaya.

E3. Batas Ekologi Administratif dan Alami

Batas administratif atau politik tidak bertepatan dengan batas ekologi, kawasan diantara boundary sering menjadi berbeda dan bisa menjadi zona penyangga (Buffer Zone), mengurangi pengaruh sekelilingnya terhadap interior Kawasan Lindung (Protected Area).

E4. Edge sebagai penyaring (Filter)

Patch Edge biasanya berfungsi sebagai penyaring (filters), yang mana mengurangi/mereduksi pengaruh sekeliling terhadap patch interior.

E5. Kecuraman Edge

Kecuraman Edge yang meningkat cenderung meningkatkan pergerakan sepanjang Edge, sementara Edge yang tidak curam cenderung membuat pergerakan melintasi sebuah Edge.

 

9 Prinsip Boundaries

E6. Edge Alamiah dan Edge Manusia

Kebanyak Edge curvelinear, kompleks dan lunak, sementara manusia cenderung untuk membuatnya lurus, simpel dan kaku.

E7. Boundary STRAIGHT dan Boundary CURVELINEAR

STRAIGHT Boundary cenderung memiliki banyak pergerakan spesies di sepanjang tepiannya, berbeda dengan CURVELINEAR Boundary yang cenderung mempunyai pergerakan melintasi tepiannya.

E8. Boundary KERAS dan Boundary LUNAK

Bila dibandingkan dengan HARD Boundary di antara dua kawasan, SOFT Boundary cenderung memiliki banyak keuntungan ekologis, termasuk didalamnya erosi tanah yang sedikit dan satwa liar yang banyak.

E9. Edge Curvilinearity dan Edge Width

Kombinasi curvelinearity dan lebar sebuah Edge menentukan jumlah Edge habitat di dalam lanskap. Pola organik memberikan Edge habitat yang lebih tebal dan beragam.

E10. Teluk (Coves) dan Tanjung (Lobes)

Keberadaan Teluk-Tanjung di sepanjag Edge menyediakan keragaman habitat yang lebih besar dibandingkan dengan Edge yang lurus, bahkan bisa meningkatkan keragaman spesies.

E11. Spesies pada Edge dan Interior

Semakin berliku patch akan memiliki proporsi edge habitat yang lebih tinggi, sehingga meningkatkan jumlah spesies Edge, NAMUN menurunkan jumlah spesies interior, termasuk pada kawasan yang penting untuk dikoservasi.

E12. Interaksi dengan sekelilingnya

Semakin berliku bentuk patch, semakin banya interaksi, baik positif maupun negatif, interaksi terjadi antara patch dan matrix di sekelilingnya.

E13. Bentuk Shape “OPTIMUM” secara Ekologis

Patch yang secara ekologi OPTIMUM menyediakan beberapa keuntungan ekologis, dan biasanya seperti “SPACESHIP SHAPED”, dengan inti yang membulat untuk melindungi sumberdaya, plus beberapa CURVILINEAR BOUNDARY dan beberapa “FINGERS” untuk penyebaran spesies.

E14. Bentuk dan Orientasi

Patch yang berorientasi sepanjang axis paralel dengan rute berpencarnya individu akan memiliki peluang yang rendah untuk di RE-KOLONISASI daripada patch yang  tegak lurus dengan rute penyebaran.

Materi lengkap Edges and Boundaries dapat diunduh di sini: VII Landscape Structure – Edge and Boundaries KAS 2016



Actions

Informations

Leave a comment

You can use these tags : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>