Nitrate Concentration Ciliwung River Bogor City

15 11 2018

Spatial and temporal distribution of nitrate concentration in Ciliwung River, Bogor City

A J SutrisnoR L Kaswanto and H S Arifin

Published under licence by IOP Publishing Ltd
IOP Conference Series: Earth and Environmental ScienceVolume 179conference 1

Nitrate Concentration Ciliwung River Bogor City

Nitrate Concentration Ciliwung River Bogor City

Abstract

Water is very important as a source of life for human and other living organism. Bogor City has two main rivers, i.e. Cisadane River and Ciliwung River. Those rivers, particularly Ciliwung River has low in water quality, that has been affected by land use changes and human activities. Nitrate concentration is one of hazardous chemical observed in this research, due to Nitrate contamination is very dangerous for human health. Focus of this paper is how the spatial distribution of Nitrate concentration in Ciliwung River. There were 13 sites of water sampling in Ciliwung River. Water samples were collected in December 2016, January 2017, and February 2017. Inverted Distance Weighted method was used to identify spatial distribution of Nitrate concentration. According to the analysis results, Nitrate had different concentrations in December 2016, January 2017, and February 2017. The highest concentration of Nitrate in December 2016 has occurred in three sites, i.e. Kedung Halang, Cibuluh and Sukaresmi. Nitrate concentration had increased from 4.30 to 5.70 mg/L in January 2017, and the highest had occurred in Sukaresmi. Further more, Nitrate concentration had decreased become 4.80 mg/L in February 2017, where the highest concentration of Nitrate had occurred in Cibuluh, Sukaresmi, Bantar Jati, and Kebun Raya Bogor.

PDF can be downloaded at http://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/179/1/012039 

Nitrate Concentration Ciliwung River Bogor City

References

  • [1] Srebotnjak T, Carr G, De Sherbinin A and Rickwood C 2012 A global water quality index and hot-deck imputation of missing data Ecol Indic 17 108-119 Crossref
  • [2] Su S, Xiao R, Mi X, Xu X, Zhang Z and Wu J 2013 Spatial determinants of hazardous chemicals in surface water of Qiantang River China Ecol Indic 24 375-381 Crossref
  • [3] Islam M, Han S, Ahmed M and Masunaga S 2014 Assessment of trace metal contamination in water and sediment of some rivers in Bangladesh J Water Environ Technol 12 109-121 Crossref
  • [4] Sutrisno A J, Han Z, Satake S and Fukumoto K 2017 The role of wetland ecosystems to reduce the concentration of nitrate in groundwater IOP Conference Series: Earth and Environmental Sci (Bogor: 2nd Int Sym Sustainable Landscape Development) 91 012004
  • [5] Canter L W 1997 Nitrates in Groundwater (New York: CRC Press Inc)
  • [6] Carlson J R and Breeze R G 1984 Ruminal metabolism of plant toxins with emphasis on indolic compounds J Anim Sci 58 1040-1049 Crossref
  • [7] Davidson K L, Hansel W, Krook L, McEntee K and Wright M J 1964 Nitrate toxicity in dairy heifers I Effects on reproduction, growth, lactation and vitamin A nutrition J Dairy Sci 47 1065-1073 Crossref
  • [8] Sindelar J J and Milkowski A L 2012 Human safety controversies surrounding nitrate and nitrite in the diet Nitric Oxide 26 259-266 Crossref
  • [9] World Health Organisation (WHO) 2006 Guidelines for Drinking Water Quality 2 3 (Geneva: World Health Organization) 417 Recommendations
  • [10] Satmoko Y 2010 Kondisi kualitas air Sungai Ciliwung di Wilayah DKI Jakarta ditinjau dari parameter organic, amoniak, fosfat, deterjen, dan bakteri coli J Air Indonesia 6 34-42
  • [11] Yaxin C, Ruimin L, Chengchun S, Peipei Z, Chenghong F and Zhenyao S 2012 Spatial and temporal variations in nitrogen and phosphorous nutrients in the Yangtze River Estuary Marine Pollution Bulletin 64 2083-2089
  • [12] Agung Setianto and Tamia Triandini 2013 Comparison of kriging and inverse distance weighted (IDW) interpolation Methods in lineament extraction and analysis J SE Asian Appl Geol 5 21-29
  • [13] Xie Y F, Chen T B and Lei M 2011 Spatial distribution of soil heavy metal pollution estimated by different interpolation methods: accuracy and uncertainty analysis Chemosphere 82 468-476
  • [14] Shiller A M 1997 Dissolved trace elements in the Mississippi river: seasonal, interannual and decadal variability Geochim Cosmochim Acta 61 21-30
  • [15] Tripti M, Gurumurthy G P, Balakrishna K and Chadaga M D 2013 Dissolved trace element biogeochemistry of a tropical river, Southwestern India Environ Sci Pollut Res 20 4067-4077 Crossref
  • [16] Bu H, Wang W, Song X and Zhang Q 2015 Characteristics and source apportionment of dissolved trace elements in the Jinshui river of the South Qinling Mts China Environ Sci Pollut Res 22 14248-14257 Crossref
  • [17] Thomas J, Joseph S and Thrivikramji K P 2017 Hydrochemical variations of a tropical mountain river system in a rain shadow region of the Southern Western Ghats 1 (Kerala: India Applied Geochemistry J) 1-15
  • [18] Kirchner J W, Feng X H, Neal C and Robson A J 2004 The fine structure of water – quality dynamics: The (high – frequency) wave of the future Hydrol Process J 18 1353-1359 Crossref
  • [19] Llyod C E M, Freer J E, Collins A L, Johnes P J and Jones J I 2014 Methods for detecting change in hydrochemical time series in response to targeted pollutant mitigation in river catchments Hydrology J514 297-312 Crossref
  • [20] Junaidi E and Tarigan S D 2011 Pengaruh hutan dalam pengaturan tata air dan proses sedimentasi daerah aliran sungai (DAS): studi kasus di DAS Cisadane J Penelitian Hutan dan Konservasi Alam 8155-176
  • [21] Wang Y, Li Y, Liu X, Liu F, Li Y, Song L, Li H, Ma Q and Wu J 2014 Relating land use patterns to stream nutrient levels in red soil agricultural catchments in subtropical central China Environ Sci Pollut Res21 10481-10492 Crossref
  • [22] Lei P, Zhang H and Shan B Q 2012 Dynamic characteristics of nitrogen and phosphorus in the representative input tributaries of Danjiangkou Reservoir Environ Sci J 33 3038-3045
  • [23] Karima A and Kaswanto RL 2017 Land use cover changes and water quality of Cipunten Agung Watershed Banten 54 012025
  • [24] Wilson C O 2015 Land use/land cover water quality nexus: quantifying anthropogenic influences on surface water quality Environ Monit Assess 187 424 Crossref
  • [25] Noviandi TUZ, Kaswanto RL and Arifin HS 2017 Riparian landscape management in the midstream of Ciliwung River as supporting Water Sensitive Cities program with priority of productive landscape. IOP Conf Series: Earth and Environmental Science 91 012033



Diskusi Santai Satgas Ciliwung

8 11 2018
Diskusi Santai Satgas Ciliwung

Diskusi Santai Satgas Ciliwung

Diskusi Santai Satgas Ciliwung telah diselenggarakan di kantor Rekam Nusantara Foundation. Lokasinya persis di samping Kantor Kelurahan Sempur. Diskusi dilaksanakan hari Senin 5 November 2018 pukul 15.00 dan diakhir dengan syukuran dan makan malam bersama. Diskusi dihadiri oleh satgas yang telah dibentuk sesuai dengan SK Walikota Bogor No. 660.45-247/2018 tentang Pembentukan Tim Satuan Tugas Naturalisasi Sungai Ciliwung Kota Bogor. Dalam Tim Satgas ini, diketuai langsung oleh Walikota Bogor, dengan wakil I adalah Sekretaris I Asisten Daerah, dan wakil II adalah Sekretaris II Kadis Lingkungan Hidup, serta Sekretaris Kang Een. Dalam Tim Satgas ini juga dilibatkan tim ahli dari berbagai institusi di Kota Bogor.

Diskusi dibuka oleh sekretaris Satgas, Kang Een, sekaligus Ketua Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) dengan memberikan gambaran kondisi Sungai Ciliwung saat ini. Kang Een memaparkan hasil survei Satgas Naturalisasi Ciliwung bahwa ada 5.652 rumah masih membuang sampah dan kotoran manusia ke Sungai Ciliwung tersebar di empat kecamatan. Antara lain di Kecamatan Bogor Timur (1.977 rumah), Bogor Tengah (1.491), Bogor Utara (1.878) dan Tanahsareal (306).

Sementara itu, Sekretaris Jen­deral (Sekjen) Wantannas Letjen Doni Monardo menjelaskan, untuk mengerjakan program naturalisasi DAS Ciliwung, pi­haknya tidak bisa berjalan sen­diri. Berkaca pada pengalaman­nya saat menjadi Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi yang ikut serta dalam program bersih-bersih Sungai Citarum, Jawa Barat, pemerin­tah setempat harus melibatkan berbagai elemen, dari akade­misi, komunitas, pengusaha hingga ulama. “Sebab program besar seperti ini harus ada or­ganisasinya untuk mengelola, harus jelas siapa komandonya dan siapa saja yang terlibat. Organisiasi ini juga harus mem­buat sistem yang dirancang untuk dikerjakan ahlinya,” kata Doni.




Naturalisasi Sungai Ciliwung Kota Bogor

6 11 2018
Naturalisasi Sungai Ciliwung Kota Bogor

Naturalisasi Sungai Ciliwung Kota Bogor

 

Naturalisasi Sungai Ciliwung Kota Bogor mulai menjadi perhatian masyarakat. Kota Bogor kemudian mengambil kebijakan untuk melakukan akselerasi dalam mempercepat proses naturalisasi ini.

Sumber: http://www.beritasatu.com/aktualitas/520765-5000-bangunan-di-kota-bogor-masih-buang-sampah-ke-cilwung.html

Sekjen Wantannas Letjen Doni Monardo memberikan saran berdasarkan pengalamannya membersihkan Sungai Citarum saat menjadi Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi. Menurutnya, pemerintah harus melibatkan akademisi, pengusaha hingga ulama.

“Program ini harus ada organisasi yang mengelolanya. Harus jelas siapa komandannya dan siapa saja yang terlibat,” kata Doni. Organisasi tersebut selanjutnya diminta membuat sistem yang harus segera dijalankan oleh ahli di bidang terkait.

Terakhir, ia menegaskan program normalisasi Ciliwung harus jelas targetnya mulai dari jangka pendek hingga panjang. “Waktu di Citarum, target hingga enam bulan harus tak ada lagi sampah di permukaan. Itu bisa diterapkan di Ciliwung,” kata Doni.




Lompatan Katak Desain Lanskap Perkotaan

6 07 2018
Lompatan Katak Desain Lanskap Perkotaan

Lompatan Katak Desain Lanskap Perkotaan

Lompatan Katak Desain Lanskap Perkotaan atau istilah lainnya adalah Leapfrogging for Urban Landscape Design. Pada sebuah lanskap yang memerlukan adapatasi dan mitigasi yang lebih baik dalam waktu dekat diperlukan lompatan katak (leapfrogging) agar bisa menghemat energi, biaya dan waktu untuk mencapai titik keberlanjutan yang seimbang.

Untuk waktu dekat ini maka dilakukan pendekatan pada leapfrogging dalam konteks Water Sensitive Cities (WSC) atau Kota Ramah Air (KRA). Kegiatan ini dilakukan dalam payung kerjasama yang didukung oleh the Australia-Indonesi Centre (AIC), bekerja sama dengan Monash University (MU) – Institut Pertanian Bogor (IPB) – Universitas Indonesia (UI). Kegiatan penelitian ini difokuskan pada Kota dan Kabupaten Bogor pada kawasan yang berupaya untuk melakukan leapfrogging menuju Kota Ramah Air.

Tahapan menuju Kota Ramah Air (KRA) dimulai dari Water Supply City, Sewered City, Drained City, Waterways City, Water Cycle City, Water Sensitive City (WSC). Tahapan ini umumnya dapat ditempuh hingga 50 tahun lebih, namun dengan adanya ide leapfrogging maka konsep ini dapat dilakukan kurang dari 20 tahun. Konsep lompatan katak ini perlu dilakukan dalam arti bahwa kegiatan lompatan ini dibantu dengan teknologi dan pengetahuan dari negara-negara yang sukses melakukannya.

 

 

 




FGD PULO GEULIS

25 11 2017
FGD Pulo Geulis

FGD Pulo Geulis


 

FGD PULO GEULIS dilakukan pada hari Sabtu tanggal 25 November 2017 bertempat di Vihara Maha Brahma. FGD yang dilaksanakan sebagai rangkaian kegiatan Urban Water Workshop merupakan kerjasama antara IPB, UI dan Monash University. Kegiatan ini berada dalam payung kerjasama Australia Indonesia Centre  (AIC) 2017-2019.

FGD atau Focus Group Discussion ini dilakukan dengan membagi masyarakat menjadi tiga kelompok besar, yakni Bapak-bapak, Ibu-Ibu dan Pemuda-pemuda. Fokus pada FGD ini adalah untuk mengetahui harapan dari masyarakat Pulo Geulis setelah 100 tahun Indonesia Merdeka, tepatnya tahun 2045. Apa Visioning yang mereka harapkan, ekspektasi, impian atau yang mereka bayangkan untuk 28 tahun ke depan.

FGD dipandu dengan fasilitator dari IPB dan UI dengan didampingi Monash University. Pada kelompok pemuda difasiltasi oleh Dr. Anti, Dr. Irene, Dr. Reni dan Dr. Kaswanto. Sementara pada kelompok Bapak-bapak difasilitasi oleh Prof. Yusman dan Prof. Hadi. Sedangkan pada kelompok ibu-ibu difasilitasi oleh Dr. Nurmala.

Hasil FGD ini kemudian dikompilasi sedemikian rupa agar dapat menampung seluruh harapan dari masyarakat Pulo Geulis. Untuk kemudian dibahas dalam tim peneliti sehingga ada upaya untuk memberikan solusi terbaik bagi potensi dan kendala yang dikerusakan oleh masyarakat.

Setelah FGD kemudian dilakukan pemetaan sambil berjalan untuk mengetahui lokasi atau titik realisasi dari harapan mereka.

 

 

 

 




Silaturahmi Akbar Alumni IPB Se-Jawa Barat

15 10 2017
Silaturahmi Akbar Aumni IPB Se-Jawa Barat

Silaturahmi Akbar Alumni IPB Se-Jawa Barat

Silaturahmi Akbar Alumni IPB Se-Jawa Barat dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 15 Oktober 2017 pukul 08.00-14.00 di Lapangan Kampus IPB Baranangsiang Bogor. Acara ini diselenggarakan dengan melibatkan seluruh alumni yang ada di Provinsi Jawa Barat.

Menurut Pengurus HA IPB Kabupaten Bandung, Kang Uhe, “Acara ini perlu diselenggarakan untuk silaturahmi kita bersama. Alumni IPB di Jawa Barat terutama di Kabupaten Bandung, perlu wadah yang solid agar keakraban tetap terjaga dengan baik.” Seraya berfoto bersama, Kang Uhe juga menyampaikan obsesinya agar HA IPB semakin berkiprah dalam membangun IPB dan Indonesia ke depannya.

Silaturahmi HA Jabar KAS

Acara dibuka dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya dan tentunya tidak lupa lagu Hymne IPB. Berikut di bawah ini adalah lagu Hymne IPB karya Pak Sjafei Armodiwiryo.

Sumber: https://ipb.ac.id/page/about/hymne-ipb/

Hymne IPB

___ ___
2 3 / 4 4 4 4 / 3 . 2 . 3 4 / 5 1 1 2 / 3 . .
7 5 / 1 7 1 7 / 1 7 6 7 . 1 2 / 1 6 5 6 / 7 . .
0 / 0 0 0 0 / 0 0 0 . 0 / 0 0 0 0 / 0 . .
0 / 0 0 0 0 / 0 0 0 . 0 / 0 0 0 0 / 0 . .
Tugas Bakti civitasnya laksanakan selalu
___ ___
2 3 / 4 4 4 4 / 3 2 . 5 5 / 4 2 2 4 / 5 . .
7 5 / 1 7 1 7 / 1 7 6 7 . 7 1 / 2 6 7 1 6 / 7 . .
0 / 0 0 0 0 / 0 0 0 . 3 3 / 2 2 1 6 / 2 . .
0 / 0 0 0 0 / 0 0 0 . 5 5 / 6 7 6 2 / 5 . .
Tri dharma nan mulia IPB terus maju
_____ __    ___ ___
5 . 5 / 3 . 2 1 1 / 1 . 6 . 7 1 / 2 7 5 1 2 / 3 . .
3 . 3 / 5 . 5 5 5 / 6 . 4 . 5 5 / 6 5 5 . 2 / 1 . .
5 . 5 / 5 . 4 3 3 / 4 3 2 . 2 3 / 4 3 2 3 4 / 5 . .
5 . 1 / 1 . 1 5 3 / 2 1 4 . 4 3 / 2 3 4 56. 5 / 1 .  .
Institut Pertaniaan Pengemban cita suci
__ __ __ ___ ____
3 4 / 5 3 3 1 2 3 / 4 . 6 . / 5 3 1 4 3 . 2  / 1 . . 0 / /
5 5 / 3 5 5 1 5 5 / 5 6 6 . / 1 5 5 2 7 . 7 / 5 . . 0 / /
5 5 / 5 2 5 3 4 3 / 2 4 4 . / 3 1 3 4 5 . 4 / 3 . . 0 / /
1 1 / 1 1 5 5 5 / 6 6 2 . / 5 6 5 6 7 . 5 /  1 . . 0 / /
Institut Pertanian Bogor Almamater kami

 

Download Lagu: HYMNE IPB




Bogor Water Sensitive City

20 03 2017
Bogor Water Sensitive City

Bogor Water Sensitive City

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar Fo­cus Group Discussion (FGD) Pengelo­laan Sumber Daya Air di Kota Bogor. Langkah itu dilakukan untuk menge­tahui penyebab dan mencari solusi banjir di SMAN 2 Bogor. Kegiatan yang mengusung tema “Transfor­masi Kota Bogor dari Kota Hujan menuju Bogor Kota Ramah Air (Bogor Water Sensitive City)” berlangsung di Ruang Paseban Sri Bima Balaikota Bogor, 17 Maret 2017.

FGD diawali pemaparan dari Ke­pala Badan Perencanaan Pembangu­nan Daerah (Bappeda) Kota Bogor Erna Hernawati, dilanjutkan narasum­ber dari IPB dan peneliti Urban Water Research Cluster (AIC) Nana M Arif­wijaya dan Prof Hidayat Pawitan serta Yuli Suharnoto yang di­moderatori oleh Prof Hadi Susilo Arifin dari IPB. Hadir pula sejumlah pimpi­nan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bogor, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang (DPUPR), Dinas Ling­kungan Hidup (DLH) dan Kepala Pelaksana Badan Pengendalian Ben­cana Daerah (BPBD). Acara FGD dengan rumusan dari Nora Panjaitan dan Kaswanto.

Sumber:

http://kotabogor.go.id/index.php/show_post/detail/6473#.WhVUK2i0PIU

http://www.metropolitan.id/2017/03/pemkot-bogor-gelar-fgd-cari-solusi-banjir/

http://disnakersostrans.wasbangkim.kesbangpol.kotabogor.go.id/index.php/show_post/detail/6473/fgd-wali-kota-bogor-dan-guru-besar-bahas-soal-bencana#.WhVTy2i0PIU

http://wasbangkim.wasbangkim.distani.kotabogor.go.id/index.php/show_post/detail/6473/fgd-wali-kota-bogor-dan-guru-besar-bahas-soal-bencana#.WhVTzGi0PIU

https://megapolitan.antaranews.com/berita/27978/aic-diskusikan-penanganan-banjir-di-kota-bogor

https://www.pressreader.com/indonesia/kompas/20170318/282278140146196

 




FGD Ruang Terbuka Biru

22 11 2016
FGD Ruang Terbuka Biru

FGD Ruang Terbuka Biru

Pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 18 dan 19 November 2016 yang lalu dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan 3 topik yang berbeda. Topik Ruang Terbuka Biru (RTB) yang dibahas pada sesi pertama di hari Jumat 18 November 2016 mulai pukul 13.30 hingga 16.00 WIB. Topik berikutnya yakni Bus Rapid Transportation (BRT) didiskusikan pada sesi kedua di hari Sabtu pagi pukul 09.00-12.00 WIB, dan topik ketiga mengenai Green Building (GB) yang dibicarakan pada sesi terakhir di Sabtu siang dari pukul 13.30 – 16.00 WIB. Kegiatan yang diinisiasi sebagai hasil kerjasama antara Fakultas Pertanian IPB dengan International for Global Environmental Strategies (IGES) ini mengambil tempat di Ruang Sidang Majelis Wali Amanat IPB Baranangsiang. Tak kurang dari 45 partisipan hadir dalam FGD ini yang mewakili dari kalangan Academician – Bussinessman – Government  – Community (ABGC).

Konsep ABGC ini diusung sebagai upaya untuk mencari Problem, Solution, Challenge dan Overcome dari setiap topik secara tajam dan tuntas. Pada setiap sesi dibagi dengan dua grup kecil yang mewakili masing-masing ABGC. Pemateri BOS disajikan oleh Hadi Susilo Arifin, sementara materi BRT dipaparkan oleh Teddy, dan materi GB diberikan oleh Lestari Suryandari.

FGD Bus Rapid Transportation

FGD Bus Rapid Transportation

FGD Green Building

FGD Green Building