Manajemen Jasa Lanskap MG III

9 03 2017

Manajemen Jasa Lanskap MG III

Manajemen Jasa Lanskap MG III

JASA LANSKAP: KERAGAMAN VEGETASI & KARBON TERSIMPAN

Capaian Pembelajaran:

Mahasiswa mampu menganalisis Tingkat Keragaman Tanaman menggunakan teknik analisis Indeks Biodiversitas Tanaman dan mampu menganalisis Kandungan Karbon Tersimpan menggunakan teknik analisis Allometrik

Materi MG III

MG III MANAJEMEN JASA LANSKAP 3Mar2017

 

TUGAS ANALISIS

Hitung nilai Indeks Shanon Wienner pada pekarangan berikut ini:

No. Nama Spesies Family Jumlah
1. Gnetum gnemon Gnetaceae 3
2. Cyperus rotundus Cyperaceae 5
3. Nephelium lappaceum Rubiaceae 1
4. Artocarpus integra Moraceae 1
5. Averrhoa carambola Oxalidaceae 4
6. Averrhoa bilimbi Oxalidaceae 2
7. Leucaena leucocephala Fabaceae 2
8. Mimosa pudica Fabaceae 5
9. Syzygium aqueum Myrtaceae 1
Total Individu 24

Jawaban ditulis pada blog kaswanto.staff.ipb.ac.id 

paling lambat sebelum perkuliahan minggu depan dimulai.




Manajemen Jasa Lanskap MG II

28 02 2017

 

Manajemen Jasa Lanskap MG II

Manajemen Jasa Lanskap MG II dengan topik Management Plan & Jenis-jenis Jasa Lanskap.

Capaian Pembelajaran Minggu II

Mahasiswa mampu menyusun Rencana Pengelolaan (Management Plan) dan mampu menjelaskan jenis-jenis Jasa Lanskap dalam kaitannya dengan perspektif ekologi lanskap yang berkelanjutan.

 

Proses Manajemen

  1. Penetapan tujuan manajemen
  2. Penyusunan rencana operasional manajemen
  3. Pelaksanaan pekerjaan manajemen
  4. Pemantauan pekerjaan manajemen, evaluasi, dan penyusunan perencanaan pengelolaan kembali (re-design) jika diperlukan.

 

Rencana Pengelolaan

  1. Organisasi hirarki
  2. Kebutuhan SDM
  3. Spesifikasi alat dan bahan
  4. Jadwal
  5. Kebutuhan anggaran biaya
  6. Metoda kerja

 

JasLing vs JE vs Jasa Lanskap

Jasa Lingkungan (Environmental Services)
Jasa Ekosistem (Ecosystem Services)
Jasa Lanskap (Landscape Services)

‘‘natural capital’’ (Haines-Young 2000; Chiesura and De Groot 2003; Blaschke 2006)

‘‘green services’’ (Ojeda et al. 2008; Rogge et al. 2007)

 

Karakter Jasa Lanskap

  1. Landscape services better associate with pattern–process relationships,
  2. Landscape services better unify scientific disciplines, and
  3. Landscape services are more relevant and legitimate to local practitioners.

 

MATERI MINGGU II

MG II MANAJEMEN JASA LANSKAP

 

TUGAS RESENSI

  1. Manakah skema yang sesuai untuk menjelaskan perbedaan Jasa Ekosistem, Jasa Lingkungan dan Jasa Lanskap! Pilihlah A, B atau C?
  2. Berikan argumentasi atas keputusan  Anda.

Jawaban ditulis pada blog kaswanto.staff.ipb.ac.id  paling lambat sebelum perkuliahan minggu depan dimulai.

 

Materi Minggu I

 

Detail here:

https://www.researchgate.net/publication/225989276_Landscape_services_as_a_bridge_between_landscape_ecology_and_sustainable_development

https://link.springer.com/article/10.1007/s10980-008-9314-8




Manajemen Jasa Lanskap

17 02 2017

MK MANAJEMEN JASA LANSKAP ARL333: 2 (2-0) 2

Manajemen Jasa Lanskap

Nama MK : Manajemen Jasa Lanskap
Kode MK : ARL333
SKS : 2 (2-0)
Semester : Genap
Pengajar : 1. Dr. Kaswanto, SP, MSi (Koordinator)

2. Dr. Syartinilia, SP, MSi

Asisten : Nurshita Kusumaningrum


SILABUS

Mata kuliah ini membahas manajemen berbagai jenis jasa lanskap (landscape services) yang mencakup biodiversitas, karbon tersimpan, keindahan alam, pengelolaan air, ketersediaan oksigen, hingga kenyamanan lingkungan. Seluruh aspek ini akan dikaji pula dalam aspek ekonomi, ekologi dan sosial dengan pendekatan spasial beserta contoh dan studi kasus. Selain itu, mata kuliah ini juga mempelajari tentang konsep, prinsip, metode dan contoh aplikasi yang digunakan untuk manajemen lanskap alami dan buatan dalam perspektif ekologi lanskap pada skala mikro, meso dan makro.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari mata kuliah ini, mahasiswa akan mampu memahami manajemen jenis-jenis jasa lanskap dan kaitannya dalam perspektif ekologi lanskap yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas perancangan, perencanaan dan manajemen lanskap, serta mampu menganalisis aspek ekonomi, ekologi dan sosial sesuai dengan kondisi aktual pada skala makro,meso dan mikro.  Selain itu, mahasiswa akan mampu mengevaluasi kualitas lanskap dan menyusun rencana manajemennya untuk mengetahui tingkat kesesuaian pemanfaatannya.

WAKTU PERKULIAHAN

Setiap hari Jumat pukul 13.00-14.40 WIB di RK 16FAC 401B

MATERI MINGGU I

MG I MANAJEMEN JASA LANSKAP

TUGAS RESENSI

  1. Apa harapan Saudara dengan mengikuti kuliah Manajemen Jasa Lanskap ini?
  2. Jenis Jasa Lanskap apa yang menurut Saudara harus segera dikelola

Jawaban ditulis pada blog kaswanto.staff.ipb.ac.id  paling lambat sebelum perkuliahan minggu depan dimulai.




Scenic Beauty Estimation Method

6 01 2017
Scenic Beauty Estimation Method

Scenic Beauty Estimation Method

Title: Measuring landscape esthetics: the scenic beauty estimation method

Author: Daniel, Terry C.; Boster, Ron S.;

Date: 1976

Source: Res. Pap. RM-RP-167. U.S. Department of Agriculture, Forest Service, Rocky Mountain Range and Experiment Station. 66 p.

Publication Series: Research Paper (RP)

Description: The Scenic Beauty Estimation Method (SBE) provides quantitative measures of esthetic preferences for alternative wildland management systems. Extensive experimentation and testing with user, interest, and professional groups validated the method. SBE shows promise as an efficient and objective means for assessing the scenic beauty of public forests and wildlands, and also for predicting the esthetic consequences of alternative land uses. Extensions and modifications of the basic methodology offer potentially useful design, planning, and management tools.

Keywords: esthetics, land use planning, Scenic Beauty Estimation (SBE)

Download herehttps://www.treesearch.fs.fed.us/pubs/20911

 

LANDSCAPE EVALUATION: OVERVIEW

Public sentiment and legislative mandate require that esthetic and other intangible consequences of public land use be considered. Landscape scenic beauty is one of the most important of our natural resources. Of the many resources we use, preserve, and try to improve, scenic beauty has proven one of the most difficult to measure in an objective, scientific manner. No doubt this is because beauty is only partially defined by characteristics of the environment, and depends, in large part, upon human judgment. National Forests are a significant source of scenic beauty, and management must be responsive to the value of this resource. Assessment of scenic beauty and of management impacts on scenic beauty has, however, posed a difficult problem for public land managers. Meaningful indicators of public esthetic preferences are necessary to comprehensive, multi-use planning and management of our National Forests. The major purpose of this paper is to describe the development of a technique for measuring scenic beauty in terms of public perceptual judgment. In this context, our five specific objectives are:
1. To discuss the need for systematic, objective measurement and prediction of the scenic beauty of forest landscapes and related wildlands.
The esthetic qualities of forests and wildlands have long been recognized as important. Much of the recent upsurge in environmental concern has focused on intangibles such as scenic beauty. As is the case for most environmental intangibles, improved means of measurement and prediction are needed. A discussion of the need for new and improved methods for considering the scenic resource is an appropriate beginning to this report.
2. To review and comment on selected approaches to the problem of scenic beauty measurement and prediction.
Until recently, designers, planners, and decisionmakers have relied to a large extent on either their own intuition or the intuition of others to assess scenic beauty. Predicting esthetic consequences of land management options has been equally subjective. Recently, a number of approaches and techniques have been offered for measuring and, to a lesser extent, for predicting scenic beauty. A discussion of those approaches is needed to place the general problem in perspective.




Manajemen Proyek Tata Laksana Profesi ARL

16 12 2016

Manajemen Proyek Tata Laksana Profesi ARL adalah penerapan fungsi-fungsi manajemen secara sistematis pada suatu proyek mengunakan sumber daya secara efektif dan efisien agar tujuan proyek tercapai secara lebih optimal. Salah satu fungsi manajemen Proyek adalah PENGENDALIAN.

TAHAPAN Manajemen Proyek Tata Laksana Profesi ARL

1. TAHAPAN PENYUSUNAN PERENCANAAN PROYEK

  • Penetapan tanggal dimulai dan akhir sebuah proyek.
  • Penyusunan jenis-jenis pekerjaan yang ada.
  • Penetapan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap jenis pekerjaan
  • Penetapan korelasi antara suatu pekerjaan dengan pekerjaan yang lain
  • Membuat perencanaan sumber daya yang ada pada proyek
  • Menyusun data dari sumber daya yang ada berdasarkan pada jenis-jenis pekerjaan.
  • Menentukan kalender kerja untuk menyusun hari kerja dan jam kerja dari proyek
  • Memasukkan data dan biaya yang diperlukan
  • Melakukan pemeriksaan apabila ada jadwal penggunaan sumberdaya yang overlapping atau berbenturan dengan cara melakukan leveling.

2.TAHAPAN PENGAWASAN PROYEK

Pada tahap ini, Anda sebagai penanggung jawab proyek akan mengendalikan jalannya proyek.

3.TAHAPAN LAPORAN PROYEK

Pada tahap ini akan didapatkan output yang menunjukkan posisi proyek pada saat laporan dibuat.

Materi Perkuiahan MG XIII dapat didownload di sini: 13Project Management 2016

TUGAS KELOMPOK: Microsoft Project – Studi Kasus

Jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan tugas studi kasus pada kelompok masing-masing. Jawaban disertai dengan langkah-langkah pengerjaan sesuai dengan tiga hal yang diminta di bawah ini. Jawaban diselesaikan dengan menyerahkan 1) file PDF  jawaban dari tiga soal di bawah ini, dan 2) file Microsoft Project hasil pengerjaan tugas kelompok masing-masing.

 

I. Penjadwalan Proyek: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut? Kapan tanggal mulai dan berakhirnya pekerjaan tersebut?

II. Alokasi Sumber Daya: Berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik? Berapa jumlah biaya yang dikeluarkan untuk pekerjaan tersebut?

III. Pengendalian Proyek: Bagian mana pada deskripsi pekerjaan yang merupakan titik kritis? Mengapa titik ini menjadi kritis?

Tugas Kelompok TALAPRO

Lampiran Tugas Manajemen Proyek Tata Laksana Profesi ARL (TALAPRO)

Studi Kasus01

Studi Kasus02

Studi Kasus03

Studi Kasus04

Studi Kasus05

Studi Kasus06

Studi Kasus07

 

Project Management Website Resources

Microsoft Project Assistance www.microsoft.com/project

An excellent reference for learning more about project management is the Project Management Institute www.pmi.org

The PMFORUM provides instant access to world-wide project management information www.pmforum.org

The Association for Project Management – United Kingdom www.apm.org.uk

Projectmanagement.com www.projectmanagement.com/home

The Project Manager’s Homepage www.allpm.com




Presentasi Tugas Bacaan DASKAP 2016 Kelas P8

6 12 2016

 

Presentasi Tugas Bacaan DASKAP 2016 Kelas P8

Presentasi Tugas Bacaan DASKAP 2016 Kelas P8

Presentasi Tugas Bacaan DASKAP 2016 Kelas P8 sebagai bagian dari praktikum Mata Kuliah Dasar-dasar Arsitektur Lanskap (ARL200) Semester Ganjil Tahun Akademik 2016/2017 telah usai dilaksanakan dengan tuntas. Khusus untuk kelas Paralel 2 dan Paralel 8 pelaksanaannya telah selesai dilakukan dengan amat baik. Adapun pelaksanaan praktikum ini telah diatur dalam Panduan Praktikum ARL200 dengan metode sebagai berikut:

  1. Tugas bacaan dikerjakan oleh kelompok mahasiswa sebanyak 5 (lima) orang untuk setiap judul bacaan.
  2. Setiap kelompok memilih topik yang berlainan dari kelompok lain dalam kelas yang sama dengan mengisi Form Pemilihan Topik Bacaan.
  3. Bacaan diperoleh dari artikel-artikel populer dari majalah baik cetak maupun online.
  4. Setiap topik bacaan akan dibimbing oleh dosen pembimbing yang telah ditetapkan.
  5. Bahan bacaan merupakan artikel berkaitan topik yang telah disediakan.
  6. Setiap kelompok membuat sinopsis yang diulas dari sudut pandang arsitektur lanskap atas topik bacaan yang dipilih, dibawah bimbingan dosen pembimbing bacaan.
  7. Sinopsis ditulis dengan menggunakan komputer, menggunakan font Times New Roman 12, spasi tunggal, sebanyak minimal 2 (dua) halaman dan maksimal 4 (empat) halaman kerta A4
  8. Format sinopsis ditulis dengan urutan:
    1. Judul Topik Bacaan
    2. Judul Sub-Topik
    3. Identitas (Nama Mahasiswa, NRP dan nama pembimbing)
    4. Waktu Presentasi (Tanggal, Jam, Tempat)
    5. Pendahuluan (berisi latar belakang dan tujuan)
    6. Permasalahan (isu, contoh, sebab akibat)
    7. Pembahasan (menguraikan usulan pemecahan masalah, tanggapan atau kritik)
    8. Kesimpulan
    9. Daftar Pustaka
  9. Sinopsis akan dipresentasikan di depan kelas oleh kelompok yang bersangkutan, sesuai dengan jadwal yang akan ditentukan kemudian.

 

Presentasi Tugas Bacaan DASKAP 2016 Kelas P8

Kelas dibagi ke dalam 15 (lima belas) kelompok kecil sehingga secara total ada 15 artikel yang seakan-akan telah dibaca oleh seluruh mahasiswa. Pembagian topik dilakukan sesuai dengan topik perkuliahan. Adapun topiknya ada sebagai berikut:

  1. ECOLOGICAL & CULTURAL ASPECTS IN LANDSCAPE ARCHITECTURE
  2. SITE & SPACE
  3. LANDSCAPE QUALITY & VIEW
  4. MOVEMENT & CIRCULATION NETWORK
  5. PLANT & PLANTING DESIGN
  6. SITE SURVEYING & ENGINEERING
  7. LANDSCAPE DESIGN & CONSTRUCTION
  8. LANDSCAPE & REGIONAL PLANNING
  9. LANDSCAPE MANAGEMENT Human Caused Hazard: Pollution
  10. LANDSCAPE MANAGEMENT Water & Flood Hazard
  11. LANDSCAPE MANAGEMENT Natural Hazard
  12. LANDSCAPE PRESERVATION
  13. ETHICS & LAND POLICY
  14. INFORMASI & TEKNOLOGI DLM BIDANG ARL

 

DASKAP_P8_2

DASKAP_P8_3

DASKAP_P8_4

DASKAP_P8_5

DASKAP_P8_6

DASKAP_P8_7

DASKAP_P8_8




Presentasi Tugas Bacaan LOLA ARL50

2 12 2016
Presentasi Tugas Bacaan LOLA ARL50

Presentasi Tugas Bacaan LOLA ARL50


Presentasi Tugas Bacaan LOLA ARL50 telah usai dilaksanakan selama dua minggu berturur-turut di semester ini. Sebanyak 18 (delapan belas) artikel jurnal oleh delapan belas kelompok telah dipresentasikan dengan amat baik. Jurnal yang dipresenastikan merupakan jurnal yang up to date (kekinian sekali) yang berasal dari terbitan di tahun 2016 terakhir. Jurnal yang disajikan merupakan pencarian dari www.sciencedirect.com yang telah dilanggan oleh IPB. Kata kunci yang difokuskan dalam presentasi semester ini adalah Ruang Terbuka Biru (RTB) atau Blue open Space (BOS). Hal ini dikaitkan dengan praktikum LOLA yang mengambil tema Pengelolaan RTB yang berlokasi di Pulo Geulis dan Kebun Raya Bogor.

Kegiatan presentasi ini semata-mata untuk memenuhi Learning Outcome (LO) KKNI yang mencakup:

Kompetensi Keilmuan: Dalam satu semester seakan-akan mahasiswa telah membaca 18 jurnal terup-to-date. Satu jurnal merupakan tugas mereka  untuk telaah dalam kelompoknya, dan sisanya 17 jurnal merupakan tugas kelompok lain yang dipresentasikan. Dengan demikian keilmuan mereka akan bertambah seiring dengan banyaknya presentasi yang mereka dengarkan.

Kompetensi Manajerial: Etika dan pembelajaran selama menjalan tugas bacaan ini membuat mahasiswa mampu melakukan kerjasama dalam tim, sehingga secara manajerial dapat membentuk teamwork yang solid.

Kompetensi Kerja: Teknik dan cara melakukan presentasi yang baik dapat dicapai dengan menjadi tugas presentasi ini sebagai ajang latihan untuk menggunakan bahasa yang baik dan benar serta bahasa tubuh yang menarik untuk dilihat.

Adapun tujuan dari Presentasi Tugas Bacaan LOLA ARL50 adalah sebagai berikut:

  1. Mengikuti perkembangan pengelolaan lanskap pada skala mikro-makro yang diteliti dan dipublikasikan dalam bentuk jurnal internasional yang ditulis dalam Bahasa Inggris.
  2. Melatih diri membiasakan untuk membaca artikel dalam Bahasa Inggris dan menyusun resensinya.
  3. Melatih diri untuk terbiasa presentasi dengan multi-media dan presentasi verbal dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik.
  4. Mempersingkat waktu dalam memahami berbagai jurnal internasional dalam satu semester.
  5. Melatih diri untuk melakukan pemilihan pustaka sebagai referensi dalam proses penulisan tugas akhir.
  6. Mempersiapkan dan melatih diri untuk menulis karya tulis ilmiah.

Sebagaimana disebutkan di dalam  Panduan praktikum MK Pengelolaan Lanskap Tahun 2016 

LOLA2016_01_resize

LOLA2016_02_resize

LOLA2016_04_resize

Adapun judul-judul tugas bacaannya adalah sebagai berikut:

KEL Judul Artikel Dosen
1.     Fleming CM, Manning M, Ambrey CL. 2016. Crime, greenspace and life satisfaction: An evaluation of the New Zealand experience. Landscape and Urban Planning 149: 1-10. HSA
2.     Huang G, Zhou N. 2016. Geodesign in Developing Countries: The example of the Master Plan for Wulingyuan National Scenic Area, China. Landscape and Urban Planning. HSA
3.     Kingsborough A, Borgomeo E, Hall JW. 2016. Adaptation pathways in practice: Mapping options and trade-offs for London’s water resources. Sustainable Cities and Society. HSA
4.     Liao K-H, Le TA, Nguyen KV. 2016. Urban design principles for flood resilience: Learning from the ecological wisdom of living with floods in the Vietnamese Mekong Delta. Landscape and Urban Planning. HSA
5.     Lin E, Shaad K, Girot C. 2016. Developing river rehabilitation scenarios by integrating landscape and hydrodynamic modeling for the Ciliwung River in Jakarta, Indonesia. Sustainable Cities and Society 20: 180-198. HSA
6.     Nachshon U, Netzer L, Livshitz Y. 2016. Land cover properties and rain water harvesting in urban environments. Sustainable Cities and Society. HSA
7.     Padawangi R, Turpin E, Herlily, Prescott MF, Lee I, Shepherd A. 2016. Mapping an alternative community river: The case of the Ciliwung. Sustainable Cities and Society 20: 147-157. WQM
8.     Persaud A, Alsharif K, Monaghan P, Akiwumi F, Morera MC, Ott E. 2016. Landscaping practices, community perceptions, and social indicators for stormwater nonpoint source pollution management. Sustainable Cities and Society. WQM
9.     Prescott MF, Ninsalam Y. 2016. The synthesis of environmental and socio-cultural information in the ecological design of urban riverine landscapes. Sustainable Cities and Society 20: 222-236. WQM
10.           Raymond CM, Gottwald S, Kuoppa J, Kyttä M. 2016. Integrating multiple elements of environmental justice into urban blue space planning using public participation geographic information systems. Landscape and Urban Planning 153: 198-208. WQM
11.           Remondi F, Burlando P, Vollmer D. 2016. Exploring the hydrological impact of increasing urbanisation on a tropical river catchment of the metropolitan Jakarta, Indonesia. Sustainable Cities and Society 20: 210-221. WQM
12.           Scopelliti M, Carrus G, Adinolfi C, Suarez G, Colangelo G, Lafortezza R, Panno A, Sanesi G. 2016. Staying in touch with nature and well-being in different income groups: The experience of urban parks in Bogotá. Landscape and Urban Planning 148: 139-148. WQM
13.           Shaad K, Ninsalam Y, Padawangi R, Burlando P. 2016. Towards high resolution and cost-effective terrain mapping for urban hydrodynamic modelling in densely settled river-corridors. Sustainable Cities and Society 20: 168-179. KAS
14.           Vollmer D, Pribadi DO, Remondi F, Rustiadi E, Grêt-Regamey A. 2016. Prioritizing ecosystem services in rapidly urbanizing river basins: A spatial multi-criteria analytic approach. Sustainable Cities and Society 20: 237-252. KAS
15.           Winchell KM, Gibbs JP. 2016. Golf courses as habitat for aquatic turtles in urbanized landscapes. Landscape and Urban Planning 147: 59-70. KAS
16.           Yang B, Li S. 2016. Design with Nature: Ian McHarg’s ecological wisdom as actionable and practical knowledge. Landscape and Urban Planning. KAS
17.           Zank B, Bagstad KJ, Voigt B, Villa F. 2016. Modeling the effects of urban expansion on natural capital stocks and ecosystem service flows: A case study in the Puget Sound, Washington, USA. Landscape and Urban Planning 149: 31-42. KAS
18.           Zhang L, Yang Z, Voinov A, Gao S. 2016. Nature-inspired stormwater management practice: The ecological wisdom underlying the Tuanchen drainage system in Beijing, China and its contemporary relevance. Landscape and Urban Planning. KAS

 

Daftar Judulnya dapat didownload pada link berikut DAFTAR JUDUL TUGAS BACAAN




Nilai UTS ARL200 2016/2017

26 11 2016
Nilai UTS ARL200 2016/2017

Nilai UTS ARL200 2016/2017

 

Nilai UTS ARL200 2016/2017: Terlampir nilai Ujian Tengah Semester (UTS) dari Mata Kuliah Dasar-dasar Arsitektur Lanskap Tahun Akademik 2016/2017.

Silahkan didownload sesuai dengan kelas praktikumnya.

DAFTAR NILAI UTS ARL200 P1
DAFTAR NILAI UTS ARL200 P2
DAFTAR NILAI UTS ARL200 P3
DAFTAR NILAI UTS ARL200 P4
DAFTAR NILAI UTS ARL200 P5
DAFTAR NILAI UTS ARL200 P6
DAFTAR NILAI UTS ARL200 P7
DAFTAR NILAI UTS ARL200 P8

 

SEKILAS MENGENAI ARL200

DESKRIPSI SINGKAT: Mata kuliah ini menjelaskan ruang lingkup ilmu arsitektur lanskap yang meliputi sejarah perkembangan arsitektur lanskap di dunia dan Indonesia; mengenal berbagai skala, karakter, dan kualitas lanskap; mengenal tanaman dalam lanskap; mengenal berbagai teknologi yang digunakan dalam arsitektur lanskap; menerangkan proses perencanaan, desain dan pengelolaan lanskap; membahas etika dan kebijakan lingkungan yang erat kaitannya dengan arsitektur lanskap.

 

MANFAAT PERKULIAHAN: Mata kuliah ini ditawarkan agar mahasiswa memahami bahwa penataan ruang luar harus berdasarkan pertimbangan yang benar dengan latar belakang pengetahuan terhadap alam untuk tujuan mencapai kesejahteraan dan kenyaman manusia, serta tetap mempertahankan keberlanjutan lingkungan. Mata kuliah ini dapat memberikan pemahaman kepada mahasiswa bagaimana proses berpikir lengkap merencana, merancang, melaksana hingga mengelola suatu lanskap dapat dikerjakan dengan melakukan pendekatan fungsi dan estetika.

 

STRATEGI PERKULIAHAN: Perkuliahan ini menggunakan:

  1. Strategi dan metoda tatap muka di dalam kelas untuk membahas topik yang telah ditetapkan;
  2. Diskusi interaktif dilakukan terutama dalam pembahasan masalah-masalah yang aktual;
  3. Pemberian tugas terstruktur juga dilakukan untuk mengembangkan pemahaman mahasiswa terhadap topik atau pokok bahasan dalam perkuliahan; dan
  4. Hasil-hasil penugasan pengamatan di lapang saat praktikum wajib disusun dalam bentuk laporan.

 

TATA TERTIB DAN TUGAS: Hal yang wajib diperhatikan oleh dosen dan wajib dikerjakan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan ini adalah:

  1. Daftar kehadiran harus diisi oleh mahasiswa dan diparaf oleh dosen, asisten dosen dan asisten mahasiswa pada setiap akhir perkuliahan.
  2. Setiap Dosen dan Asisten Dosen, Asisten Mahasiswa wajib mengisi berita acara perkuliahan/praktikum yang tersedia pada map daftar hadir mahasiswa.
  3. Mahasiswa peserta kuliah ini diwajibkan berpakaian rapih dan sopan: menggunakan baju/kaos berkerah dan bersepatu.
  4. Dosen dan mahasiswa wajib mematikan handphone, dan mahasiswa wajib mematikan laptop, ipad, atau sejenisnya.
  5. Kehadiran dalam kuliah dan praktikum wajib dipenuhi 100% (kecuali ada alasan logis, dapat mengajukan ijin tidak mengikuti kuliah paling banyak 3 kali dalam satu semester), dengan catatan tugas praktikum wajib diselesaikan 100%.  Persyaratan ini diperlukan untuk bisa mengikuti UAS.



Sosialisasi Education Site Lisence ArcGIS Platform ESRI

23 11 2016
Sosialisasi Education Site Lisence ArcGIS Platform ESRI

Sosialisasi Education Site Lisence ArcGIS Platform ESRI

Sosialisasi Education Site Lisence ArcGIS Platform ESRI: Pada hari Jumat tanggal 11 November 2016 bertempat di Ruang Sidang Senat Gedung Andi Hakim Nasoetion Lt 6 Kampus IPB Dramaga telah dilaksanakan acara “Sosialisasi Education Site Lisence ArcGIS Platform ESRI”. Acara yang dimulai sekitar pukul sembilan pagi tersebut menghadirkan pembicara Ibu Canserina Kurnia, selaku Solution Engineer (State and Local Government sector) at Esri Global Asia Pacific Technical Manager. Turut hadir pula Mbak Regina Maria Hitoyo selaku Esri Indonesia Education Manager.

Acara diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Kepala Sud-direktorat (Kasubdit) Kerjasama Drh. Fadjar Satrija, sebagai representatif dari Wakil Rektor bidang Riset dan Kerjasama (WRRK) IPB. Acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan oleh Ibu Canserina Kurnia yang dipandu oleh Prof. Budi Lilik Budi Prasetyo selaku Ketua Tim LISAT IPB. Dalam pemaparannya, Ibu Canserina Kurnia memberikan gambaran betapa luasnya penggunaan perangkat lunak ArcGIS saat ini, mulai dari solusi untuk kesehatan hingga perpajakan, pemanasan global hingga kebakaran hutan, bahkan manajemen lahan hingga manajemen kampus. Pemaparan dilengkapi pula dengan beberapa video demo yang menarik dan mampu membuka wawasan para peserta sosialiasi.

Acara sosialisasi ini sepenuhnya diselenggarakan untuk memperkenalkan telah adanya Memorandum of Understanding (MoU) antara IPB dan Esri Indonesia terkait dengan hibah perangkat lunak ArcGIS Platform Esri untuk IPB. Perangkat lunak versi terbaru ArcGIS 10.4 dapat digunakan oleh seluruh civitas akademika IPB, tanpa kecuali. Baik tenaga pendidik, kependidikan maupun mahasiswa selama yang bersangkutan masih menjadi civa IPB. Proses pemberian license sendiri akan dikelola dengan PIC dari Esri adalah Mbak Regina Maria Hitoyo dan PIC dari IPB adalah Dr. Regan Kaswanto (Dep ARL IPB).

Dalam kegiatan sosialisasi ini juga dibicarakan kegiatan lanjutan berupa workshop training of triner (TOT) untuk 50 orang tenaga pendidik dan kependidikan IPB. Peserta Workshop TOT akan dibatasi hanya untuk 50 orang. Acara Workshop TOT akan dilaksanakan selama 2 (dua) hari, dengan setiap harinya untuk 25 orang selama satu hari penuh. Workshop TOT direncanakan akan diselenggarakan pada bulan Desember 2016 pada minggu pertama atau kedua. Lokasi workshop direncanakan di PPLH IPB. Workshop TOT ditujukan untuk memperkenalkan up date terbaru dari ArcGIS 10.41.

 

Esri2

Sesi Pemaparan oleh Ibu Canserina Kurnia yang dipandu oleh Prof. Lilik Budi Prasetyo

 

Esri3

Penjelasan License dari Mbak Maria Regina Hitoyo

 

Esri5

Foto Bersama Usai Kegiatan Sosialisasi

 

Esri4

Foto Bersama Usai Kegiatan Sosialisasi

 

 

 




Praktikum DASKAP KRB 23 Oktober 2016

31 10 2016
Praktikum DASKAP KRB 23 Oktober 2016

Praktikum DASKAP KRB 23 Oktober 2016


 

 

Praktikum DASKAP KRB 23 Oktober 2016 merupakan kunjungan ke Kebun Raya Bogor yang dilaksanakan pada hari Minggu pagi tanggal 23 Oktober 2016 pukul 07.30 s.d. 10.30 WIB. Sejumlah 425 mahasiswa ikut terlibat dalam kegiatan ini dengan didampingi oleh 8 orang dosen dan 8 orang asisten mahasiswa. Khusus untuk kelas P2, sebanyak 26 mahasiswa didampingi oleh Dr. Kaswanto dan Mbak Ainnun Nisa. Rute yang diambil adalah RUTE IV, yang juga merupakan rute terjauh dari pilihan rute yang ada. Bahkan disisipi dengan beberapa objek tambahan yang menarik.

IMG-20161022-WA0000[1]

Peta Rute Praktikum DASKAP KRB 23 Oktober 2016 (Created by Yuanita, Thanks a lot!)

Rute IV mencakup:

1. Water Garden Collection
2. Gazebo Tepi Jalan
3. Koleksi Palem
4. Jembatan Sungai Ciliwung
5. Teratai Raksasa
6. Astrid Avenue & Lawn
7. Rumah Anggrek

Setelah dari Rumah Anggrek, kunjungan tetap dilanjutkan dan berakhir di Jembatan Gantung. Panduan Praktikum KRB dapat dilihat lebih detil pada LINK berikut ini.

Topik yang dipelajari Lokasi
1. Tanaman Lanskap

  1. Desain total KRB sebagai kebun botani
  2. Seleksi dan zonasi
Seluruh areal KRB
2. Bangunan dan struktur pendukung

  1. Bentuk dan peruntukan desain
  2. Keselarasan bangunan/struktur dengan tapak/lanskap
Terutama pintu masuk utama, makam, perkantoran, jembatan, jalur jalan, pergola, signates
3. Lanskap dan Taman Sejarah:

  1. Konsep, tujuan, dan bentuk desain
  2. Tata hijau dan tanaman
  3. Mengapa perlu dipreservasi

Kebun Raya, Istana Presiden, Taman Astrid, Taman Teysman

termasuk struktur dan bangunan dalam taman tsb

4. Taman rekreasi/piknik keluarga

  1. Konsep, tujuan, dan bentuk desain
  2. Zona taman dan zona pengunjung
  3. Siapa dan ragam aktivitas pengunjung
  4. Alasan berekreasi di taman ini
Taman Astrid

Taman kolam dekat istana

5. Khusus Taman Koleksi Anggrek

  1. Konsep, tujuan dan bentuk desain
  2. Zonasi dan tata sirkulasi
  3. Tanaman dan tata hijau
  4. Tata klimat
Rumah kaca anggrek
6. Jalur jalan (kenderaan, pejalan kaki, treking)

  1. Ragam desain
  2. Keamanan dan kenyamanan
Seluruh areal KRB yang dilalui
7. Jalur/bantaran sungai Ciliwung

  1. Kualitas bentukan dan air sungai
  2. Ragam desain tebing
Bantaran S Ciliwung

Berikut foto-foto kegiatan kelas P2 selama di Kebun Raya Bogor. Terima kasih kepada Mbak Ainun Nisa yang telah mendokumentasikan kegiatan ini dengan amat baik.

20161023_081348

20161023_081409

20161023_081416

IMG-20161023-WA0054

IMG-20161023-WA0055

IMG-20161023-WA0056

IMG-20161023-WA0057

Penjelasan di dalam Rumah Anggrek

IMG-20161023-WA0058

 

IMG-20161023-WA0059

IMG-20161023-WA0060

IMG-20161023-WA0061

IMG-20161023-WA0062

Foto bersama di depan signage utama KRB

IMG-20161023-WA0063

IMG-20161023-WA0064

IMG-20161023-WA0065

IMG-20161023-WA0067

IMG-20161023-WA0068

Berfoto di areal lawn dengan background yang menarik

IMG-20161023-WA0074

Tahun 1848 hanya 4 sawit, sekarang jadi berapa ya???

 

Salam DASKAP,

Kaswanto