Pengenalan Skala Lanskap

22 09 2017

 

Pengenalan Skala Lanskap

Pengenalan Skala Lanskap

 

Tujuan Praktikum:

1.Mengidentifikasi lingkup area untuk tapak kegiatan ARL di Lanskap Kampus IPB Darmaga dan sekitarnya

2.Menentukan lingkup dan skala kegiatan ARL pada tapak di lanskap Kampus IPB Darmaga dan sekitarnya

 

Lokasi Praktikum

KEL LOKASI MAKRO MESO MIKRO
1 Taman Segitiga ITSL 1 (BEM A) Luas taman Luas kanopi pohon Luas 1 bangunan
2 Taman Segitiga ITSL 2 (MEDIA CENTER) Luas taman Luas kanopi pohon Dimensi Bangku Taman
3 Taman Parkir AGH (Ficus lyrata) Luas taman Luas Kanopi pohon Dimensi parkir 1 mobil
4 Plaza Soekarno (B. Studio) Luas taman Luas kanopi Pohon Pinus Soekarno Tinggi pohon Pinus Soekarno
5 Plaza Soekarno (B. Pilar) Luas taman Luas pavement Ukuran pilar
6 Taman ARL W20L03 Luas taman Luas kanopi pohon Ukuran drainase
7 Taman Stevia Luas taman Luas pavement Panjang koridor
8 Taman Auditorium Toyib Luas taman Luas pavement Ukuran tangga

 

KEL LOKASI MAKRO MESO MIKRO
9 Taman Welcome Area Faperta Luas taman tanpa aspal Luas pavement Dimensi signage FAPERTA
10 Parkiran WA Faperta (ARL) Luas taman dengan aspal Luas kanopi pohon Dimensi parkir 1 mobil
11 Parkiran WA Faperta (PERPUS) Luas taman dengan aspal Luas kanopi pohon Dimensi parkir 1 mobil
12 Taman Segitiga AGB Luas taman Luas pavement Dimensi bangku
13 Taman Segitiga IKK Luas taman Luas pavement Dimensi Gazebo
14 Parkiran PTN (WA PTN) Luas taman Luas Kanopi Pohon Dimensi parkir 1 mobil
15 Taman Segitiga PTN 1 (Pavement) Luas taman Luas pavement Dimensi bangku taman tengah
16 Taman Segitia PTN 2 (Dpn GKA) Luas taman Luas pavement Dimensi Lampu Taman

 

Materi:

1.Kelas dibagi dalam kelompok kerja.

2.Laksanakan tugas praktikum dalam kelompok:

  • Ukur luasan tapak
  • Buat dan isilah tabel sesuai petunjuk praktikum

3.Tugas dikumpulkan pada hari ini.

 

 

Dokumentasi Kegiatan Pengukuran di Lapangan

20170922_151028_resize

20170922_151022_resize

20170922_151001_resize

 

Materi Praktikum

MG PR 03 Pengenalan Skala Lanskap BHS ARL200 2017




Fundamentals of LANDSCAPE ARCHITECTURE

13 09 2017
Fundamentals of LANDSCAPE ARCHITECTURE

Fundamentals of LANDSCAPE ARCHITECTURE

Fundamentals of LANDSCAPE ARCHITECTURE is offered in order the students understand that outer space set up should be based on the right consideration with a background of knowledge about nature to reach human welfare and comfortable yet still provide the environmental sustainability. This lecture can give comprehension to students how the complete process of planning, designing, implementing until managing a landscape can be done with a functional and aesthetic approach.

The schedule of Practical Class for one semester as follow:

ARL200 MG 1 02


ARL200 MG 1 03

1. Definition of Landscape

Landscape is the face and character of the land/site that is part of the Earth with all the activities of life and everything in it; natural, non-natural or both, which is a part or the total of human living environment along with other beings, as far as the eye can see, as far as all our senses can catch and as far as the imagination can conjure.

2. Types of Landscapes

Pekarangan (Home Garden)
Roof Garden
Vertical Garden
Therapeutic Garden
Neighborhood Park
Community Park
Pocket Park
National Park
Urban Landscape
Rural Landscape
Agricultural Landscape
Historical Landscape
Forestry Landscape
Coastal Landscape
Mountainous Landscape
Tourism Landscape
Traffic Island
Etc

3. Scope of Landscapes

PLANNING; DESIGN; MANAGEMENT

4. The 1st Week  Assignment

1.Students are assigned to make a synopsis about the explanation of the 1st week,

2.Synopsis is arranged individually,

3.Students choose one topic (one type of landscape),

4.The synopsis is written by hand writing in A4 paper, landscape layout, two pages, ENGLISH.

5.Synopsis format follows scientific writing IMRAD: Title, Introduction (Background and Objectives), Method, Result and Discussion.

6.The assignment should be reported before the 2nd week practical class begin. Late report will not be counted.

7.Contribution is 5% to Total 100%

QUIZ

Write down in your notebook, time 7,5 minutes, upload.
1. What did you know about “LANDSCAPE”?
2. What are your expectations about this PRACTICAL CLASS?
Please write down your answer in the comment below. Thank you.

 

Download the lecture material here:

MG PR 01 Introduction ENG ARL200 2017 KAS

 

The 2nd Week Assignment:

MG PR 02 Historical Landscape ENG ARL200 2017 KAS




MK PIP MG I 2017/2018

5 09 2017

MK PIP MG I 2017/2018: MK Pengantar Ilmu-Ilmu Pertanian (PIP) IPB107 Semester Ganjil Tahun Akademik 2017/2018 untuk mahasiswa PPKU kelas R02 Angkatan 54 telah disiapkan dengan baik. Minggu I pertemuan akan dimulai pada hari Selasa tanggal 5 September 2017 pukul 15.00-16.40 di Ruang  CCR206.

 

QUIZ AWAL:

Minggu I ini materi diawali dengan quiz awal, seluruh peserta mahasiswa diminta untuk menuliskan pengetahuan awalnya mengenai pertanian dan harapannya terhadap MK Pengantar Ilmu-Ilmu Pertanian (PIP). Kemudian dilanjutkan dengan perkenalan, dan penjelasan singkat materi tiap minggu. Setelah itu, pemberian materi Minggu I mengenai Pengertian Ilmuwan dan Pengetahuan.

Tulis dalam 1 lembar kertas, tulis nama lengkap dan NIM. Waktu 7,5 menit, dikirimkan pada blog dosen PIP.

1. Apa yang Saudara ketahui dengan pertanian?

2. Tulis harapan Saudara mengikuti MK PIP.

Komentar dituangkan ke dalam blog kaswanto.staff.ipb.ac.id

MATERI MK Pengantar Ilmu-Ilmu Pertanian (PIP)

Kuliah 1 GBPP Kontrak – Pengertian Imuwan dan Pengetahuan KAS

Kuliah 2 Sains Pertanian dan Lingkungan

Kuliah 3 Sejarah Pertanian & Pertanian Usaha

Kuliah 4 Cuaca-Iklim dan Unsur-unsurnya

Kuliah 5 Iklim Indonesia

Kuliah 6 Sumber Energi

Kuliah 7 Pangan dan Gizi FINAL

Kuliah 8 Teknologi Pasca Panen

Kuliah 9 Pertanian Pangan dan Non-Pangan

Kuliah 11 Bioteknologi

Kuliah 10 Agribisnis dan Agroindustri

Kuliah 12 Soiless Based Culture

Kuliah 13 Pertanian Terpadu, Berkelanjutan dan Energi Terbarukan

Kuliah 14 Membangun Pertanian Masa Depan KAS

Sumber Bacaan:

1. Nasoetion AH. 2006. Pengantar ke Ilmu-Ilmu Pertanian. Jakarta: Litera Antar Nusa
2. Tim Pengajar PIP. 2009. Buku Kumpulan Makalah Pengantar Ke Ilmu-ilmu Pertanian.
3. Khomsan A dan AT Wahyudi (Editor). 2015. Tantangan Generasi Muda Tantangan Generasi Muda dalam Pertanian, Pangan, dan Energi: Pemikiran Guru Besar IPB.

MK Pengantar Ilmu-Ilmu Pertanian Buku I

Buku I – MK Pengantar Ilmu-Ilmu Pertanian (PIP)

MK Pengantar Ilmu-Ilmu Pertanian - Buku II

Buku II – Kumpulan Makalah PIP

MK Pengantar Ilmu-Ilmu Pertanian - Buku III

Buku III – Tantangan Generasi Muda

Pengajar:

Dr. Kaswanto, SP, MSi




UTS Semester Genap 2016/2017

10 04 2017
UTS Semester Genap 2016/2017 Manajemen Jasa Lanskap

UTS Semester Genap 2016/2017 MK Manajemen Jasa Lanskap

UTS Semester Genap 2016/2017 MK Pengantar Ekologi Lanskap

UTS Semester Genap 2016/2017 Pengantar Ekologi Lanskap

UTS Semester Genap 2016/2017 di Departemen Arsitektur Lanskap mulai dilaksanakan dari hari Rabu tanggal 5 April 2017 hingga Selasa 18 April 2017. Adapun mata kuliah yang perlu didampingi untuk semester ini adalah Manajemen Jasa Lanskap, Pengantar Ekologi Lanskap, Manajemen Lanskap, Metode Penelitian Arsitektur Lanskap, dan Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan. Peraturan dan prosedur pelaksanaan ujian semester di Departemen Arsitektur Lanskap juga sudah diatur sehingga pelanggaran yang ditemukan akan ditindak tegas.

 

MK Manajemen Jasa Lanskap

Hari Rabu Tanggal 5 april 2017

Pukul 13.00-15.00 di RK 16 FAC 401 B dan C

Materi bisa dicek di http://kaswanto.staff.ipb.ac.id/manajemen-jasa-lanskap-mg-vii/

 

MK Pengantar Ekologi Lanskap

Hari Senin Tanggal 10 april 2017

Pukul 13.00-15.00 di RK HPT 301 A-B

Materi bisa dicek di

http://kaswanto.staff.ipb.ac.id/mg-v-pengantar-ekologi-lanskap-2017/

http://kaswanto.staff.ipb.ac.id/mg-iv-pengantar-ekologi-lanskap-2017/

 

MK Metode Penelitian Arsitektur Lanskap

Hari Senin Tanggal 10 april 2017

Pukul 13.00-15.00 di RK HPT 301 A-B

Materi bisa dicek di

http://kaswanto.staff.ipb.ac.id/materi-metopen-arl/

 

MK Manajemen Lanskap

Hari Senin Tanggal 10 april 2017

Pukul 13.00-15.00 di RK HPT 301 A-B

 

 

MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan

Hari Senin Tanggal 10 april 2017

Take Home Exam

 

Selamat menempuh Ujian Tengah Semester. Mari mengutamakan integritas.




Manajemen Jasa Lanskap MG VII

1 04 2017
Manajemen Jasa Lanskap MG VII

Manajemen Jasa Lanskap MG VII

Capaian Pembelajaran:

Mahasiswa mampu menjelaskan dan mengimplementasikan manajemen Jasa Lanskap Agrowisata dan Jasa Lanskap Agroforestri

 

Agrowisata

berwisata atau bepergian ke tempat yang tidak biasa, dengan tujuan untuk berekreasi atau mengisi waktu senggang lainnya, untuk menikmati, menghargai dan mempelajari alam, lingkungan dan budaya pertanian dari hulu hingga hilir.

 

Agroforestri

penggabungan ilmu kehutanan dan pertanian, serta memadukan usaha kehutanan dengan pembangunan perdesaan untuk menciptakan keselarasan antara intensifikasi pertanian dan pelestarian hutan. Definisi AGROFORESTRI bisa dibahas dari berbagai bidang ilmu, seperti ekologi, agronomi, kehutanan, botani, geografi, lanskap, maupun ekonomi.

 

Materi Minggu VII

Manajemen Jasa Lanskap MG VII

 

Materi Manajemen Jasa Lanskap Minggu Sebelumnya

MAJALA01

Manajemen Jasa Lanskap MG I

 

MAJALA02

Manajemen Jasa Lanskap MG II

 

Majala 03

Manajemen Jasa Lanskap MG III

 

MG IV

Manajemen Jasa Lanskap MG IV

 

MG V

Manajemen Jasa Lanskap MG V

 

MG VI

Manajemen Jasa Lanskap MG VI

 

Kepada seluruh mahasiswa peserta MK Manajemen Jasa Lanskap [ARL333] , saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya dalam tujuh kali tatap muka. SAMPAI JUMPA PADA UTS hari RABU tanggal 5 ApriL 2017 pukul 08.00-10.00 di RK 16FAC401 B dan C. Selamat juga kepada Saudara Wisnu sebagai Juara Umum dalam perkuliahan ini.

 

Wisnu

 

 




Materi Metopen ARL

1 04 2017

Materi Metopen ARL  untuk Minggu IV dan V dapat diunduh di blog ini.

Materi Metopen ARL MG IVa SKALA NOIR

Materi Metopen ARL MG IVb STATISTIK DESKRIPTIF KAS

Materi Metopen ARL MG V METODE ANALISIS DATA KAS

MG IVa

MG IVb

MG V

SKALA NOIR

Nominal

Data berjenis NOMINAL membedakan data dalam kelompok yang bersifat kualitatif. Dalam ilmu statistika, data NOMINAL merupakan data dengan level pengukuran yang paling rendah.

 

Ordinal

Data berjenis ORDINAL mempunyai level pengukuran yang lebih tinggi daripada data nominal dan termasuk data kualitatif. Pada data nominal semua data dianggap bersifat kualitatif dan setara, sedangkan pada data ORDINAL terdapat klasifikasi data berdasarkan tingkatannya.

 

Interval

Data berjenis INTERVAL termasuk dalam kelompok data kuantitatif. Dalam ilmu statistika, data Interval mempunyai tingkat pengukuran yang lebih tinggi daripada data nominal maupun ordinal. Angka yang digunakan dalam data ini, selain menunjukkan urutan juga dapat dilakukan operasi matematika. Angka nol yang digunakan pada data interval bukan merupakan nilai nol yang nyata.

 

Rasio

Dalam ilmu statistika, data RASIO merupakan tipe data dengan level pengukuran yang paling tinggi dibandingkan dengan tipe data lain. Data ini termasuk dalam kelompok data kuantitatif. Angka yang digunakan pada data ini menunjukkan angka yang sesungguhnya, bukan hanya sebagai simbol dan memiliki nilai nol yang sesungguhnya. Pada data ini, dapat dilakukan berbagai operasi matematika.

 

STATISTIKA DESKRIPTIF

Statistika Deskripsi adalah bidang statistika yang membicarakan cara atau metode mengumpulkan data, menyederhanakan dan menyajikan data sehingga bisa memberikan informasi. Dalam hal ini belum sampai pada upaya menarik kesimpulan, tetapi baru sampai pada tingkat memberikan bentuk ringkasan data sehingga informasi yang terkandung dapat dipahami.

Referensi: Sarwono, J. 2012. Metode Riset Skripsi, Pendekatan Kuantitatif Menggunakan Prosedur SPSS. Penerbit PT Elex Media Komputindo. 252 hal.




Manajemen Jasa Lanskap MG VI

29 03 2017

Manajemen Jasa Lanskap MG VI

Capaian Pembelajaran:

Mahasiswa mampu menjelaskan Jasa Lanskap Sejarah dan Budaya dan mampu mengaplikasikannya dalam proses perencanaan, desain dan manajemen lanskap.

 

LS Types:

  1. Supply services of physical assets that produce direct benefits to people
  2. Services carried out by ecosystems in regulating environmental processes
  3. Support services, which do not provide direct benefit to people but are required for functioning of ecosystems
  4. Services related to cultural and spiritual needs of the community

 

Cultural Landscape Services [CLS]

  • The intangible benefits that people receive from ecosystems through spiritual enrichment, cognitive development, reflection, recreation and aesthetics experience, including cultural systems, social relations and the aesthetic value.
  • The contribution of the ecosystem to the intangible benefits (experience, skills) that people derive from human-ecological relationships
  • Those which satisfy the needs of daily life, as a function of information, as comfort and gratification services, as comfort services, or as services for satisfaction of socio-cultural needs.

 

CLS is Important

CLS constitute an important category of services at a landscape scale, as they are able to express the “sense” of a place and the identity of a community interacting over time in a specific area.

Physical, emotional and psychological benefits of cultural products are often only implicitly expressed through indirect manifestations.

CLS are treated as a residual category since they are difficult to assess –> Therefore poorly integrated in landscape management plans.

 

Materi Minggu VI

Manajemen Jasa Lanskap MG VI

 

 

Materi Manajemen Jasa Lanskap Minggu Sebelumnya

Manajemen Jasa Lanskap MG I

Manajemen Jasa Lanskap MG II

Manajemen Jasa Lanskap MG III

Manajemen Jasa Lanskap MG IV

Manajemen Jasa Lanskap MG V

 

Tugas Analisis

  1. Tentukan SDGs yang berkaitan dengan topik penelitian Anda.
  2. Berikan penjelasan yang jelas, lugas dan argumentatif mengapa SDGs tersebut sangat relevan bagi penelitian Anda.

Jawaban ditulis pada blog kaswanto.staff.ipb.ac.id paling lambat sebelum perkuliahan minggu depan dimulai.




Manajemen Jasa Lanskap MG V

23 03 2017

Manajemen Jasa Lanskap MG V

 

Capaian Pembelajaran Manajemen Jasa Lanskap MG V

Mahasiswa mampu menilai, mengukur dan mengevaluasi Keindahan Lanskap dan Kenyamanan Lanskap sebagai Jasa Lanskap

 

BRI – Beautification Rate Index

  1. Testing 8 (eight) variation criteria.
  2. Weighting being conducted spatially through satellite image for valuing landscape aesthetical quality.
  3. Validating being tested through Planner Preferences level (n > 60; photos > 30 ) by using Scenic Beautification Estimation (SBE) method.

 

ARI – Amenity Rate Index

  1. Air Temperature (AT)
  2. Relative Humidity (RH)
  3. Water Source Distance (WD)
  4. Land Cover (LC)
  5. Slope (SL)
  6. Elevation (EL)

 

Materi Manajemen Jasa Lanskap MG V

MG V MANAJEMEN JASA LANSKAP 17Mar2017

 

Materi Manajemen Jasa Lanskap Minggu Sebelumnya

Manajemen Jasa Lanskap MG I

Manajemen Jasa Lanskap MG II

Manajemen Jasa Lanskap MG III

 

Tragedy of the Commons

 

Tugas Analisis

Hitunglah Nilai SBE dari data satu foto berikut ini:

Resp SKOR Resp SKOR Resp SKOR
1 6 11 8 21 7
2 7 12 9 22 8
3 6 13 8 23 6
4 6 14 8 24 5
5 8 15 7 25 7
6 7 16 7 26 8
7 8 17 7 27 6
8 9 18 6 28 7
9 7 19 8 29 9
10 9 20 10 30 6

 

Jawaban ditulis pada blog kaswanto.staff.ipb.ac.id paling lambat sebelum perkuliahan minggu depan dimulai.

 




TUGAS BACAAN MK PENGELOLAAN LANSKAP [ARL332]

14 03 2017

TUGAS BACAAN MK PENGELOLAAN LANSKAP [ARL332]

SEMESTER GENAP T.A. 2016/2017

KEL JUDUL ARTIKEL DOSEN
1.     Birge, T., M. Toivonen, M. Kaljonen, and I. Herzon. 2017. Probing the grounds: Developing a payment-by-results agri-environment scheme in Finland. Land Use Policy 61:302-315. HSA
2.     Blicharska, M., R. J. Smithers, M. Hedblom, H. Hedenås, G. Mikusiński, E. Pedersen, P. Sandström, and J. Svensson. 2017. Shades of grey challenge practical application of the cultural ecosystem services concept. Ecosystem Services 23:55-70. HSA
3.     Chen, C., S. Wu, C. D. Meurk, M. Ma, J. Zhao, m. Lv, and X. Tong. 2017. Effects of local and landscape factors on exotic vegetation in the riparian zone of a regulated river: Implications for reservoir conservation. Landscape and Urban Planning 157:45-55. HSA
4.     Colléony, A., A.-C. Prévot, M. Saint Jalme, and S. Clayton. 2017. What kind of landscape management can counteract the extinction of experience? Landscape and Urban Planning 159:23-31. HSA
5.     Dawson, L., M. Elbakidze, P. Angelstam, and J. Gordon. 2017. Governance and management dynamics of landscape restoration at multiple scales: Learning from successful environmental managers in Sweden. Journal of Environmental Management 197:24-40. HSA
6.     de Krom, M. P. M. M. 2017. Farmer participation in agri-environmental schemes: Regionalisation and the role of bridging social capital. Land Use Policy 60:352-361. HSA
7.     Ford, R. M., N. M. Anderson, C. Nitschke, L. T. Bennett, and K. J. H. Williams. 2017. Psychological values and cues as a basis for developing socially relevant criteria and indicators for forest management. Forest Policy and Economics 78:141-150. WQM
8.     Forejt, M., J. Skalos, A. Pereponova, T. Plieninger, J. Vojta, and M. Šantrůčková. 2017. Changes and continuity of wood-pastures in the lowland landscape in Czechia. Applied Geography 79:235-244. WQM
9.     Fuhlendorf, S. D., T. J. Hovick, R. D. Elmore, A. M. Tanner, D. M. Engle, and C. A. Davis. 2017. A Hierarchical Perspective to Woody Plant Encroachment for Conservation of Prairie-Chickens. Rangeland Ecology & Management 70:9-14. WQM
10.           Garrido, P., M. Elbakidze, P. Angelstam, T. Plieninger, F. Pulido, and G. Moreno. 2017. Stakeholder perspectives of wood-pasture ecosystem services: A case study from Iberian dehesas. Land Use Policy 60:324-333. WQM
11.           Hewlett, D., L. Harding, T. Munro, A. Terradillos, and K. Wilkinson. 2017. Broadly engaging with tranquillity in protected landscapes: A matter of perspective identified in GIS. Landscape and Urban Planning 158:185-201. WQM
12.           Ives, C. D., C. Oke, A. Hehir, A. Gordon, Y. Wang, and S. A. Bekessy. 2017. Capturing residents’ values for urban green space: Mapping, analysis and guidance for practice. Landscape and Urban Planning 161:32-43. WQM
13.           Jung, S., L. V. Rasmussen, C. Watkins, P. Newton, and A. Agrawal. 2017. Brazil’s National Environmental Registry of Rural Properties: Implications for Livelihoods. Ecological Economics 136:53-61. SWI
14.           Langhammer, M., V. Grimm, S. Pütz, and C. J. Topping. 2017. A modelling approach to evaluating the effectiveness of Ecological Focus Areas: The case of the European brown hare. Land Use Policy 61:63-79. SWI
15.           Leibenath, M. 2017. Ecosystem services and neoliberal governmentality – German style. Land Use Policy 64:307-316. SWI
16.           Lund, J. F., and F. S. Jensen. 2017. Is recreational hunting important for landscape multi-functionality? Evidence from Denmark. Land Use Policy 61:389-397. SWI
17.           Nguyen, V. D., L. A. Roman, D. H. Locke, S. K. Mincey, J. R. Sanders, E. Smith Fichman, M. Duran-Mitchell, and S. L. Tobing. 2017. Branching out to residential lands: Missions and strategies of five tree distribution programs in the U.S. Urban Forestry & Urban Greening 22:24-35. SWI
18.           Reed, J., J. van Vianen, J. Barlow, and T. Sunderland. 2017. Have integrated landscape approaches reconciled societal and environmental issues in the tropics? Land Use Policy 63:481-492. SWI
19.           Rinalduzzi, S., L. Farroni, A. Billi, L. De Filippis, C. Faccenna, P. P. Poncia, and G. Spadafora. 2017. Geocultural landscaping: Guidelines and conceptual framework to design future scenarios of exploited lands. Land Use Policy 64:258-281. KAS
20.           Secco, L., M. Favero, M. Masiero, and D. M. Pettenella. 2017. Failures of political decentralization in promoting network governance in the forest sector: Observations from Italy. Land Use Policy 62:79-100. KAS
21.           Stelling, F., C. Allan, and R. Thwaites. 2017. Nature strikes back or nature heals? Can perceptions of regrowth in a post-agricultural landscape in South-eastern Australia be used in management interventions for biodiversity outcomes? Landscape and Urban Planning 158:202-210. KAS
22.           Tieskens, K. F., C. J. E. Schulp, C. Levers, J. Lieskovský, T. Kuemmerle, T. Plieninger, and P. H. Verburg. 2017. Characterizing European cultural landscapes: Accounting for structure, management intensity and value of agricultural and forest landscapes. Land Use Policy 62:29-39. KAS
23.           Ungaro, F., I. Zasada, and A. Piorr. 2017. Turning points of ecological resilience: Geostatistical modelling of landscape change and bird habitat provision. Landscape and Urban Planning 157:297-308. KAS
24.           Westerink, J., P. Opdam, S. van Rooij, and E. Steingröver. 2017. Landscape services as boundary concept in landscape governance: Building social capital in collaboration and adapting the landscape. Land Use Policy 60:408-418. KAS
25.           You, H. 2017. Agricultural landscape dynamics in response to economic transition: Comparisons between different spatial planning zones in Ningbo region, China. Land Use Policy 61:316-328. KAS

Bogor, 7 Maret 2017

MK Pengelolaan Lanskap

Dr. Kaswanto, SP, MSi

Tugas Bacaan LOLA 2017 – Judul Artikel




MG V Pengantar Ekologi Lanskap 2017

14 03 2017

MG V Pengantar Ekologi Lanskap 2017

MG V Pengantar Ekologi Lanskap 2017

Week Date Topic PIC
I 14 Feb 2017 Introduction to Landscape Ecology HSA
II 21 Feb 2017 FOUNDATION:Times Changes, Objective HSA
III 28 Feb 2017 Development of Landscape Ecology;Landscape Ecology Today HSA
IV 7 Mar 2017 Patches KAS
V 14 Mar 2017 Edges and Boundaries  KAS
VI 21 Mar 2017 Mosaics SWI
VII 28 Mar 2017 Corridors and Connectivity  SWI
VIII Mid-term Exam (UTS)

 

EDGES

E1. Keragaman Struktur Edge

Edge tanaman dengan keragaman struktur yang tingi, baik vertikal maupun horizontal, lebih banyak memiliki spesies hewan Edge.

 

E2. Ketebalan Edge

Ketebalan / Kelebaran Edge berbeda di sekeliling patch, dengan Edges yang lebih lebar berada pada bagian yang menghadap arah angin dan cahaya.

 

E3. Batas Ekologi Administratif dan Alami

Batas administratif atau politik tidak bertepatan dengan batas ekologi, kawasan diantara boundary sering menjadi berbeda dan bisa menjadi zona penyangga (Buffer Zone), mengurangi pengaruh sekelilingnya terhadap interior Kawasan Lindung (Protected Area).

 

E4. Edge sebagai penyaring (Filter)

Patch Edge biasanya berfungsi sebagai penyaring (filters), yang mana mengurangi/mereduksi pengaruh sekeliling terhadap patch interior.

 

E5. Kecuraman Edge

Kecuraman Edge yang meningkat cenderung meningkatkan pergerakan sepanjang Edge, sementara Edge yang tidak curam cenderung membuat pergerakan melintasi sebuah Edge.

 

Materi MG V Pengantar Ekologi Lanskap 2017

V Landscape Structure – Edge and Boundaries KAS 2017