Aspek Legal Pelestarian Lanskap

25 10 2017

Aspek Legal Pelestarian Lanskap Sejarah dan Lanskap Budaya (LS/LB) perlu dipelajari dikarenakan perangkat legal sangat penting untuk menjadi kekuatan hukum dalam pelestarian LS/LB. Berbagai negara telah sejak lama melindungi kekayaan/aset LS/LB dgn menerapkan perangkat legalnya masing-masing. Sebagai contoh:

US – National Historic Preservation Act, 1966 yang disebut National Register.

Inggris – National Trust Act, 1907 yang disebut National Trust.

Aspek Legal Pelestarian Lanskap

Aspek Legal Pelestarian Lanskap

 

UU Cagar Budaya No.11 Tahun 2010 (diresmikan pada 24 November 2010. UU ini dicatatkan dalam Lembaran Negara (LN) Nomor 130 dan Tambahan LN Nomor 5168) à untuk melindungi warisan budaya/sejarah sebelumnya: UU no 5 Th 1992, tentang Benda Cagar Budaya (hanya berlaku 18 tahun)

-Monument Ordonantie no 19 Th 1931 (Staatblad Th 1931 no 238)

-Monument Ordonantie no 21 Th 1934 (Staatblad Th 1934 no 515)

Sampai saat ini UU Cagar Budaya belum ada Peraturan Pemerintahnya (PP) kendala penerapan. Beberapa daerah sudah mempunyai peraturan lokal.

 

World Heritage Convention

The General Conference of the United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) meeting in Paris from 17 October to 21 November 1972, at its seventeenth session, have decided an international convention the World Heritage Convention (WCH), the convention concerning the protection of the World Cultural and Natural Heritage as a successful global instrument for the protection of cultural and natural heritage.

 

The World Heritage Convention Aims are to promote cooperation among nations to protect heritage around the world that is of such outstanding universal value that its conservation is important for current and future generations. Negara yang meratifikasi konvensi tersebut disebut: state party. Byjoining hands to protect and cherish the world’s natural and cultural heritage, express a shared commitment to preserving our legacy for future generations. A key benefit of ratification, particularly for developing countries, is access to the World Heritage Fund.

Materi Pelesarian Lanskap MG IV mengenai Aspek Legal Pelestarian Lanskap

Aspek Legal Pelestarian Lanskap




Fundamentals of Landscape Architecture

21 10 2017

Fundamentals of Landscape Architecture explains the science of landscape architecture that includes landscape architecture historical around the world and Indonesia; knowing some scales, characters, and landscape quality; learning landscape plants; knowing several technologies that used in landscape architecture; explain the process of landscape planning, design, and management; knowing ethics and policies that have strong connection with landscape architecture.

ARL200

Fundamentals of Landscape Architecture

Learning Outcome (LO)

After finishing this lecture, the students can describe landscape architecture science generally and comprehensively; the students can possibly understand landscape architecture profession; and the students can understand the use of information technology in landscape architecture

 

Definition of Landscape

The face and character of the land/site that is part of the Earth with all the activities of life and everything in it; natural, non-natural or both, which is a part or the total of human living environment along with other beings, as far as the eye can see, as far as all our senses can catch and as far as the imagination can conjure.

 

The Weekly Lecture Materials

Wk 01 Introduction ARL200 2017

Wk 02 History of LA Development ARL200 2017

WK 03 Scoup and Scale of LA ARL200 2017

Wk 04 Landscape Quality & View ARL200 2017

Wk 05 Landscape Character ARL200 2017

Wk 06 Tropical Landscape 2017

Wk 07 Plants and Planting Design ARL200 2017

 




Praktikum ARL200 KRB 2017

16 10 2017

PRAKTIKUM MINGGU KE-7

M.K. DASAR-DASAR ARSITEKTUR LANSKAP (ARL 200)

DEPARTEMEN ARSITEKTUR LANSKAP, FAKULTAS PERTANIAN – IPB

FIELD TRIP KEBUN RAYA BOGOR

Praktikum ARL200 KRB 2017

Praktikum ARL200 KRB 2017 Persiapan

PENDAHULUAN

Indonesia memiliki keragaman dan kekayaan etnik budaya dan sumberdaya hayati yang tinggi. Dua sumberdaya ini, melalui proses alami atau bantuan manusia, selanjutnya membentuk suatu tatanan lanskap dan pertamanan yang beragam dan juga banyak yang memiliki nilai budaya yang tinggi. Keragaman ini perlu untuk dipelihara dan juga ditingkatkan kualitas dan perannya – melalui perencanaan, perancangan atau pengelolaan lanskapnya – tidak hanya sebagai bentuk kekayaan alami milik bangsa tetapi juga merupakan salah satu bentuk warisan budaya bangsa yang perlu untuk dipelajari, dilestarikan serta dibanggakan. Salah satu bentuk pusaka bangsa (national heritage) ini adalah Kebun Raya Bogor (KRB), yang memiliki elemen-elemen pembentuk taman dan lanskapnya yang khas dan bernilai sejarah.

 

TUJUAN PRAKTIKUM

Tujuan dari kegiatan praktikum lapang ini adalah untuk :

  • mengenal, mengerti, dan dapat mengidentifikasi elemen pembentuk, ragam desain dan permasalahan arsitektur lanskap di lapangan
  • mengenal perbedaan taman dan lanskap/bentang alam
  • mempelajari aspek kultural dan ekologis dalam mengkreasi taman/lanskap
  • secara khusus mempelajari berbagai bentuk taman yang terkait dengan faktor sejarah dan strategi planning & design untuk melestarikannya

TEKNIS PELAKSANAAN

  1. Mahasiswa diwajibkan melaksanakan praktikum MG VII Kebun Raya Bogor pada pagi hari.
  2. Mahasiswa wajib berkumpul di Kebun Raya Bogor pada pukul 06.30 WIB untuk penghitungan tiket masuk dan jumlah peserta.
  3. Mahasiswa akan dibagi menjadi 4 rute atau lebih sesuai dengan panduan di halaman peta. Masing-masing kelompok mahasiswa akan didampingi oleh dosen dan asisten praktikum.
  4. Susunan acara fieldtrip:
  5. Pukul 07.00-07.15 WIB: Persiapan & pembagian kelompok
  6. Pukul 07.15-09.30 WIB: Penjelasan Lanskap Kebun Raya Bogor sesuai kelompok oleh masing-masing dosen
  7. Pukul 09.30-10.00 WIB: Menggambar salah satu pemandangan yang mewakili salah satu tema lanskap KRB dan Penutupan kegiatan.
  8. Mahasiswa masih dalam suasana praktikum lapang. Oleh sebab itu dilarang mengenakan pakaian yang tidak sopan dan bersepatu.
  9. Mahasiswa yang tidak hadir/tidak melaksanakan praktikum lapang atau terlambat lebih dari 30 menit akan dianggap tidak mengikuti Praktikum Kebun Raya Bogor dan nilai Praktikumnya adalah 0 (nol).

 

PERALATAN PRAKTIKUM

  1. Papan jalan
  2. Alat tulis pulpen, pensil, penggaris
  3. Kertas A4 untuk mencatat dan menggambar. Untuk kertas gambar, diberi garis tepi 1 cm
  4. Peralatan pribadi lainnya (contoh: alas duduk, dll) jika diperlukan

 

PELAPORAN HASIL PRAKTIKUM

Hasil praktikum dibuat secara tertulis, melaporkan dan membahas:

  • Laporan tertulis deskripsi topik/lokasi yang dikunjungi (ditulis tangan di kertas A4 maksimal 2 halaman).
  • Gambar ilustrasi (1 lembar) dari salah satu objek di atas.

 

Praktikum ARL200 KRB 2017

Praktikum ARL200 KRB 2017 Fountaine

 

Praktikum ARL200 KRB 2017

Praktikum ARL200 KRB 2017 Taman Anggrek

DOWNLOAD PANDUAN PRAKTIKUM ARL200 KRB 2017

 

Panduan Praktikum MG VII KRB 2017 KAS




Interpretasi Lanskap Alami

8 10 2017
Interpretasi Lanskap Alami

Interpretasi Lanskap Alami

Interpretasi Lanskap Alami merupakan materi praktikum pada Minggu V dalam praktikum Dasar-dasar Arsitektur Lanskap (ARL200). Materi ini disampaikan pada hari Jumat 6 Oktober 2017 pukul 13.30-16.30 kepada mahasiswa kelas P7 yang mayoritas berasal dari Mayor Proteksi Tanaman (PTN). Sejumlah 96 (sembilan puluh enam) mahasiswa ikut dalam kegiatan interpretasi Kualitas Lanskap dari Man-made Landscape hingga Natural Landscape. Mahasiswa diperkenalkan dengan istilah dalam arsitek lanskap yang mencakup View, Vista, Vantage Point, Vocal Point, Terminus, Axis, Symmetrical Balance, Asymmetrical Balance dan Landscape Characters serta lain sebagainya.

 

The meaning of Natural Landscape (Source: Wikipedia)

natural landscape is the original landscape that exists before it is acted upon by human culture.[note 1] The natural landscape and the cultural landscape are separate parts of the landscape.[note 2] However, in the twenty-first century landscapes that are totally untouched by human activity no longer exist, so that reference is sometimes now made to degrees of naturalness within a landscape.[note 3]

In Silent Spring (1962) Rachel Carson describes a roadside verge as it used to look: “Along the roads, laurel, viburnum and alder, great ferns and wildflowers delighted the traveler’s eye through much of the year” and then how it looks now following the use of herbicides: “The roadsides, once so attractive, were now lined with browned and withered vegetation as though swept by fire”.[1] Even though the landscape before it is sprayed is biologically degraded, and may well contains alien species, the concept of what might constitute a natural landscape can still be deduced from the context.

The phrase “natural landscape” was first used in connection with landscape painting, and landscape gardening, to contrast a formal style with a more natural one, closer to nature. Alexander von Humboldt (1769 – 1859) was to further conceptualize this into the idea of a natural landscape separate from the cultural landscape. Then in 1908 geographer Otto Schlüter developed the terms original landscape (Urlandschaft) and its opposite cultural landscape (Kulturlandschaft) in an attempt to give the science of geography a subject matter that was different from the other sciences. An early use of the actual phrase “natural landscape” by a geographer can be found in Carl O. Sauer‘s paper “The Morphology of Landscape” (1925).[2]




Pengenalan Skala Lanskap

22 09 2017

 

Pengenalan Skala Lanskap

Pengenalan Skala Lanskap

 

Tujuan Praktikum:

1.Mengidentifikasi lingkup area untuk tapak kegiatan ARL di Lanskap Kampus IPB Darmaga dan sekitarnya

2.Menentukan lingkup dan skala kegiatan ARL pada tapak di lanskap Kampus IPB Darmaga dan sekitarnya

 

Lokasi Praktikum

KEL LOKASI MAKRO MESO MIKRO
1 Taman Segitiga ITSL 1 (BEM A) Luas taman Luas kanopi pohon Luas 1 bangunan
2 Taman Segitiga ITSL 2 (MEDIA CENTER) Luas taman Luas kanopi pohon Dimensi Bangku Taman
3 Taman Parkir AGH (Ficus lyrata) Luas taman Luas Kanopi pohon Dimensi parkir 1 mobil
4 Plaza Soekarno (B. Studio) Luas taman Luas kanopi Pohon Pinus Soekarno Tinggi pohon Pinus Soekarno
5 Plaza Soekarno (B. Pilar) Luas taman Luas pavement Ukuran pilar
6 Taman ARL W20L03 Luas taman Luas kanopi pohon Ukuran drainase
7 Taman Stevia Luas taman Luas pavement Panjang koridor
8 Taman Auditorium Toyib Luas taman Luas pavement Ukuran tangga

 

KEL LOKASI MAKRO MESO MIKRO
9 Taman Welcome Area Faperta Luas taman tanpa aspal Luas pavement Dimensi signage FAPERTA
10 Parkiran WA Faperta (ARL) Luas taman dengan aspal Luas kanopi pohon Dimensi parkir 1 mobil
11 Parkiran WA Faperta (PERPUS) Luas taman dengan aspal Luas kanopi pohon Dimensi parkir 1 mobil
12 Taman Segitiga AGB Luas taman Luas pavement Dimensi bangku
13 Taman Segitiga IKK Luas taman Luas pavement Dimensi Gazebo
14 Parkiran PTN (WA PTN) Luas taman Luas Kanopi Pohon Dimensi parkir 1 mobil
15 Taman Segitiga PTN 1 (Pavement) Luas taman Luas pavement Dimensi bangku taman tengah
16 Taman Segitia PTN 2 (Dpn GKA) Luas taman Luas pavement Dimensi Lampu Taman

 

Materi:

1.Kelas dibagi dalam kelompok kerja.

2.Laksanakan tugas praktikum dalam kelompok:

  • Ukur luasan tapak
  • Buat dan isilah tabel sesuai petunjuk praktikum

3.Tugas dikumpulkan pada hari ini.

 

 

Dokumentasi Kegiatan Pengukuran di Lapangan

20170922_151028_resize

20170922_151022_resize

20170922_151001_resize

 

Materi Praktikum

MG PR 03 Pengenalan Skala Lanskap BHS ARL200 2017




Fundamentals of LANDSCAPE ARCHITECTURE

13 09 2017
Fundamentals of LANDSCAPE ARCHITECTURE

Fundamentals of LANDSCAPE ARCHITECTURE

Fundamentals of LANDSCAPE ARCHITECTURE is offered in order the students understand that outer space set up should be based on the right consideration with a background of knowledge about nature to reach human welfare and comfortable yet still provide the environmental sustainability. This lecture can give comprehension to students how the complete process of planning, designing, implementing until managing a landscape can be done with a functional and aesthetic approach.

The schedule of Practical Class for one semester as follow:

ARL200 MG 1 02


ARL200 MG 1 03

1. Definition of Landscape

Landscape is the face and character of the land/site that is part of the Earth with all the activities of life and everything in it; natural, non-natural or both, which is a part or the total of human living environment along with other beings, as far as the eye can see, as far as all our senses can catch and as far as the imagination can conjure.

2. Types of Landscapes

Pekarangan (Home Garden)
Roof Garden
Vertical Garden
Therapeutic Garden
Neighborhood Park
Community Park
Pocket Park
National Park
Urban Landscape
Rural Landscape
Agricultural Landscape
Historical Landscape
Forestry Landscape
Coastal Landscape
Mountainous Landscape
Tourism Landscape
Traffic Island
Etc

3. Scope of Landscapes

PLANNING; DESIGN; MANAGEMENT

4. The 1st Week  Assignment

1.Students are assigned to make a synopsis about the explanation of the 1st week,

2.Synopsis is arranged individually,

3.Students choose one topic (one type of landscape),

4.The synopsis is written by hand writing in A4 paper, landscape layout, two pages, ENGLISH.

5.Synopsis format follows scientific writing IMRAD: Title, Introduction (Background and Objectives), Method, Result and Discussion.

6.The assignment should be reported before the 2nd week practical class begin. Late report will not be counted.

7.Contribution is 5% to Total 100%

QUIZ

Write down in your notebook, time 7,5 minutes, upload.
1. What did you know about “LANDSCAPE”?
2. What are your expectations about this PRACTICAL CLASS?
Please write down your answer in the comment below. Thank you.

 

Download the lecture material here:

MG PR 01 Introduction ENG ARL200 2017 KAS

 

The 2nd Week Assignment:

MG PR 02 Historical Landscape ENG ARL200 2017 KAS




MK PIP MG I 2017/2018

5 09 2017

MK PIP MG I 2017/2018: MK Pengantar Ilmu-Ilmu Pertanian (PIP) IPB107 Semester Ganjil Tahun Akademik 2017/2018 untuk mahasiswa PPKU kelas R02 Angkatan 54 telah disiapkan dengan baik. Minggu I pertemuan akan dimulai pada hari Selasa tanggal 5 September 2017 pukul 15.00-16.40 di Ruang  CCR206.

 

QUIZ AWAL:

Minggu I ini materi diawali dengan quiz awal, seluruh peserta mahasiswa diminta untuk menuliskan pengetahuan awalnya mengenai pertanian dan harapannya terhadap MK Pengantar Ilmu-Ilmu Pertanian (PIP). Kemudian dilanjutkan dengan perkenalan, dan penjelasan singkat materi tiap minggu. Setelah itu, pemberian materi Minggu I mengenai Pengertian Ilmuwan dan Pengetahuan.

Tulis dalam 1 lembar kertas, tulis nama lengkap dan NIM. Waktu 7,5 menit, dikirimkan pada blog dosen PIP.

1. Apa yang Saudara ketahui dengan pertanian?

2. Tulis harapan Saudara mengikuti MK PIP.

Komentar dituangkan ke dalam blog kaswanto.staff.ipb.ac.id

MATERI MK Pengantar Ilmu-Ilmu Pertanian (PIP)

Kuliah 1 GBPP Kontrak – Pengertian Imuwan dan Pengetahuan KAS

Kuliah 2 Sains Pertanian dan Lingkungan

Kuliah 3 Sejarah Pertanian & Pertanian Usaha

Kuliah 4 Cuaca-Iklim dan Unsur-unsurnya

Kuliah 5 Iklim Indonesia

Kuliah 6 Sumber Energi

Kuliah 7 Pangan dan Gizi FINAL

Kuliah 8 Teknologi Pasca Panen

Kuliah 9 Pertanian Pangan dan Non-Pangan

Kuliah 11 Bioteknologi

Kuliah 10 Agribisnis dan Agroindustri

Kuliah 12 Soiless Based Culture

Kuliah 13 Pertanian Terpadu, Berkelanjutan dan Energi Terbarukan

Kuliah 14 Membangun Pertanian Masa Depan KAS

Sumber Bacaan:

1. Nasoetion AH. 2006. Pengantar ke Ilmu-Ilmu Pertanian. Jakarta: Litera Antar Nusa
2. Tim Pengajar PIP. 2009. Buku Kumpulan Makalah Pengantar Ke Ilmu-ilmu Pertanian.
3. Khomsan A dan AT Wahyudi (Editor). 2015. Tantangan Generasi Muda Tantangan Generasi Muda dalam Pertanian, Pangan, dan Energi: Pemikiran Guru Besar IPB.

MK Pengantar Ilmu-Ilmu Pertanian Buku I

Buku I – MK Pengantar Ilmu-Ilmu Pertanian (PIP)

MK Pengantar Ilmu-Ilmu Pertanian - Buku II

Buku II – Kumpulan Makalah PIP

MK Pengantar Ilmu-Ilmu Pertanian - Buku III

Buku III – Tantangan Generasi Muda

Pengajar:

Dr. Kaswanto, SP, MSi




UTS Semester Genap 2016/2017

10 04 2017
UTS Semester Genap 2016/2017 Manajemen Jasa Lanskap

UTS Semester Genap 2016/2017 MK Manajemen Jasa Lanskap

UTS Semester Genap 2016/2017 MK Pengantar Ekologi Lanskap

UTS Semester Genap 2016/2017 Pengantar Ekologi Lanskap

UTS Semester Genap 2016/2017 di Departemen Arsitektur Lanskap mulai dilaksanakan dari hari Rabu tanggal 5 April 2017 hingga Selasa 18 April 2017. Adapun mata kuliah yang perlu didampingi untuk semester ini adalah Manajemen Jasa Lanskap, Pengantar Ekologi Lanskap, Manajemen Lanskap, Metode Penelitian Arsitektur Lanskap, dan Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan. Peraturan dan prosedur pelaksanaan ujian semester di Departemen Arsitektur Lanskap juga sudah diatur sehingga pelanggaran yang ditemukan akan ditindak tegas.

 

MK Manajemen Jasa Lanskap

Hari Rabu Tanggal 5 april 2017

Pukul 13.00-15.00 di RK 16 FAC 401 B dan C

Materi bisa dicek di http://kaswanto.staff.ipb.ac.id/manajemen-jasa-lanskap-mg-vii/

 

MK Pengantar Ekologi Lanskap

Hari Senin Tanggal 10 april 2017

Pukul 13.00-15.00 di RK HPT 301 A-B

Materi bisa dicek di

http://kaswanto.staff.ipb.ac.id/mg-v-pengantar-ekologi-lanskap-2017/

http://kaswanto.staff.ipb.ac.id/mg-iv-pengantar-ekologi-lanskap-2017/

 

MK Metode Penelitian Arsitektur Lanskap

Hari Senin Tanggal 10 april 2017

Pukul 13.00-15.00 di RK HPT 301 A-B

Materi bisa dicek di

http://kaswanto.staff.ipb.ac.id/materi-metopen-arl/

 

MK Manajemen Lanskap

Hari Senin Tanggal 10 april 2017

Pukul 13.00-15.00 di RK HPT 301 A-B

 

 

MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan

Hari Senin Tanggal 10 april 2017

Take Home Exam

 

Selamat menempuh Ujian Tengah Semester. Mari mengutamakan integritas.




Manajemen Jasa Lanskap MG VII

1 04 2017
Manajemen Jasa Lanskap MG VII

Manajemen Jasa Lanskap MG VII

Capaian Pembelajaran:

Mahasiswa mampu menjelaskan dan mengimplementasikan manajemen Jasa Lanskap Agrowisata dan Jasa Lanskap Agroforestri

 

Agrowisata

berwisata atau bepergian ke tempat yang tidak biasa, dengan tujuan untuk berekreasi atau mengisi waktu senggang lainnya, untuk menikmati, menghargai dan mempelajari alam, lingkungan dan budaya pertanian dari hulu hingga hilir.

 

Agroforestri

penggabungan ilmu kehutanan dan pertanian, serta memadukan usaha kehutanan dengan pembangunan perdesaan untuk menciptakan keselarasan antara intensifikasi pertanian dan pelestarian hutan. Definisi AGROFORESTRI bisa dibahas dari berbagai bidang ilmu, seperti ekologi, agronomi, kehutanan, botani, geografi, lanskap, maupun ekonomi.

 

Materi Minggu VII

Manajemen Jasa Lanskap MG VII

 

Materi Manajemen Jasa Lanskap Minggu Sebelumnya

MAJALA01

Manajemen Jasa Lanskap MG I

 

MAJALA02

Manajemen Jasa Lanskap MG II

 

Majala 03

Manajemen Jasa Lanskap MG III

 

MG IV

Manajemen Jasa Lanskap MG IV

 

MG V

Manajemen Jasa Lanskap MG V

 

MG VI

Manajemen Jasa Lanskap MG VI

 

Kepada seluruh mahasiswa peserta MK Manajemen Jasa Lanskap [ARL333] , saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya dalam tujuh kali tatap muka. SAMPAI JUMPA PADA UTS hari RABU tanggal 5 ApriL 2017 pukul 08.00-10.00 di RK 16FAC401 B dan C. Selamat juga kepada Saudara Wisnu sebagai Juara Umum dalam perkuliahan ini.

 

Wisnu

 

 




Materi Metopen ARL

1 04 2017

Materi Metopen ARL  untuk Minggu IV dan V dapat diunduh di blog ini.

Materi Metopen ARL MG IVa SKALA NOIR

Materi Metopen ARL MG IVb STATISTIK DESKRIPTIF KAS

Materi Metopen ARL MG V METODE ANALISIS DATA KAS

MG IVa

MG IVb

MG V

SKALA NOIR

Nominal

Data berjenis NOMINAL membedakan data dalam kelompok yang bersifat kualitatif. Dalam ilmu statistika, data NOMINAL merupakan data dengan level pengukuran yang paling rendah.

 

Ordinal

Data berjenis ORDINAL mempunyai level pengukuran yang lebih tinggi daripada data nominal dan termasuk data kualitatif. Pada data nominal semua data dianggap bersifat kualitatif dan setara, sedangkan pada data ORDINAL terdapat klasifikasi data berdasarkan tingkatannya.

 

Interval

Data berjenis INTERVAL termasuk dalam kelompok data kuantitatif. Dalam ilmu statistika, data Interval mempunyai tingkat pengukuran yang lebih tinggi daripada data nominal maupun ordinal. Angka yang digunakan dalam data ini, selain menunjukkan urutan juga dapat dilakukan operasi matematika. Angka nol yang digunakan pada data interval bukan merupakan nilai nol yang nyata.

 

Rasio

Dalam ilmu statistika, data RASIO merupakan tipe data dengan level pengukuran yang paling tinggi dibandingkan dengan tipe data lain. Data ini termasuk dalam kelompok data kuantitatif. Angka yang digunakan pada data ini menunjukkan angka yang sesungguhnya, bukan hanya sebagai simbol dan memiliki nilai nol yang sesungguhnya. Pada data ini, dapat dilakukan berbagai operasi matematika.

 

STATISTIKA DESKRIPTIF

Statistika Deskripsi adalah bidang statistika yang membicarakan cara atau metode mengumpulkan data, menyederhanakan dan menyajikan data sehingga bisa memberikan informasi. Dalam hal ini belum sampai pada upaya menarik kesimpulan, tetapi baru sampai pada tingkat memberikan bentuk ringkasan data sehingga informasi yang terkandung dapat dipahami.

Referensi: Sarwono, J. 2012. Metode Riset Skripsi, Pendekatan Kuantitatif Menggunakan Prosedur SPSS. Penerbit PT Elex Media Komputindo. 252 hal.