Tugas Bacaan PLB 2019

8 03 2019

Tugas Bacaan PLB 2019

PENUNTUN PRAKTIKUM
PENYUSUNAN RESENSI DAN PRESENTASI BAHAN BACAAN
MINGGU VIII – IX

 MK PENGELOLAAN LANSKAP BERKELANJUTAN (ARL 523)
SEMESTER GENAP
TAHUN AKADEMIK 2018/2019

DOSEN:
Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin, MS
Dr. Ir. Aris Munandar, MS
Dr. Kaswanto, SP, MSi

ASISTEN:

Tujuan Praktikum

  1. Mengikuti perkembangan pengelolaan lanskap secara berkelanjutan pada skala mikro-makro yang diteliti dan dipublikasikan dalam bentuk jurnal internasional yang ditulis dalam Bahasa Inggris.
  2. Melatih diri membiasakan untuk membaca artikel dalam Bahasa Inggris dan menyusun resensinya.
  3. Melatih diri untuk terbiasa presentasi dengan multi-media dan presentasi verbal dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik.
  4. Mempersingkat waktu dalam memahami berbagai jurnal internasional dalam satu semester.
  5. Melatih diri untuk melakukan pemilihan pustaka sebagai referensi dalam proses penulisan tugas akhir Sekolah Pascasarjana IPB.
  6. Mempersiapkan dan melatih diri untuk menulis karya tulis ilmiah sebagai salah satu syarat wajib kelulusan Sekolah Pascarjana IPB.

Bahan dan alat

  1. Topik bacaan akan diberikan pada Minggu II-III. Topik bacaan bisa didownload secara online (free) di dalam Kampus IPB.
  2. Paket slide series, makalah, notebook, LCD, layar dan laser pointer.

Metode

  1. Minggu III-IV dilaksanakan penawaran judul bacaan. Teknik pemilihan disesuaikan dengan kondisi dan situasi praktikum.
  2. Mulai Minggu IV – IX, mahasiswa sudah bisa mengajukan artikel yang akan dibuat resensinya sesuai dengan topik yang dipilih.
  3. Satu judul dilaksanakan oleh satu mahasiswa. Satu mahasiswa akan dibimbing oleh satu orang dosen.
  4. Mahasiswa diwajibkan untuk melakukan konsultasi dengan dosen yang ditunjuk untuk memperdalam kajian topik tersebut. Pembimbingan dilakukan dengan membawa form konsultasi yang ada pada lampiran 1 dari penuntun ini.
  5. Presentasi bacaan dilakukan pada Minggu X dan XI. Giliran presentasi dilakukan dengan cara pengundian.
  6. Mahasiswa wajib menyediakan summary dalam format makalah maksimum 3 halaman yang diberikan kepada audiens. Makalah diperbanyak sesuai dengan jumlah mahasiswa peserta MK PLB.
  7. Bahan laporan dalam hardcopy dan softfiles dikumpulkan pada saat presentasi bacaan sesi pertama dilakukan. Laporan yang terlambat dikumpulkan akan diberi pengurangan nilai sebesar 10% per 12 jam.
  8. Resensi disusun secara ilmiah dalam bentuk laporan A4 dijilid softcover warna MERAH dengan metode penulisan yang berlaku dalam Bahasa Indonesia (Judul dengan mencantumkan sumber, Pendahuluan (Latar belakang dan Tujuan), Metode, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan dan Daftar Pustaka. Jumlah halaman tidak dibatasi. Format penulisan lebih detil silahkan dilihat pada Lampiran 2.
  9. Sebaran waktu presentasi adalah 25 menit per mahasiswa: 15 menit presentasi, 5 menit diskusi dan 5 menit review dari dosen pembimbing.
  10. Bobot penilaian adalah Laporan (resensi-makalah 50%) dan Teknik Presentasi (penyajian – diskusi 50%).

PRODUK YANG DIKUMPULKAN

Materi dikumpulkan dalam bentuk hardcopy dan dalam format paperless yang dikirim melalui email/copy file melalui flashdisk/dokumentasi di CD-DVD dalam bentuk PDF, MS Words dan/atau MS Powerpoint files. Materi meliputi empat file yakni:

  1. File makalah yang bisa didistribusikan kepada mahasiswa lainnya dalam 2 halaman (MS Word),
  2. File resensi bacaan dan ulasan tambahan (MS Word),
  3. File bahan presentasi bacaan (MS PPT), dan
  4. File artikel bacaan yang menjadi sumber resensi (PDF).

 

Demikian Penuntun Praktium Tugas Bacaan ini dibuat untuk mempermudah jalannya praktikum. Segala bentuk perubahan akan didiskusikan dengan mahasiswa peserta MK ARL523.

 

Bogor, 4 Februari 2019

 

Dr. Kaswanto, SP, MSi

NIP. 19790218 200801 1 008

 

 

Daftar Judul Jurnal PLB dengan DP

Penuntun Praktikum Bacaan PLB 2019


FacebookTwitterLinkedInWhatsAppLineWordPressMendeleyShare


MANJASKAP PERSIAPAN UTS 2019

2 03 2019

MANJASKAP PERSIAPAN UTS 2019

 

MANJASKAP PERSIAPAN UTS 2019 

SILABUS: Mata kuliah ini membahas manajemen berbagai jenis jasa lanskap (landscape services) yang mencakup keragaman hayati, karbon tersimpan, keindahan alam, pengelolaan air, ketersediaan oksigen, hingga kenyamanan lingkungan.

Seluruh aspek ini akan dikaji pula dalam aspek ekonomi, ekologi dan sosial dengan pendekatan spasial beserta contoh dan studi kasus. Selain itu, mata kuliah ini juga mempelajari tentang konsep, prinsip, metode dan contoh aplikasi yang digunakan untuk manajemen lanskap alami dan buatan dalam perspektif ekologi lanskap pada skala mikro, meso dan makro.

 

MANJASKAP PERSIAPAN UTS 2019 

CAPAIAN PEMBELAJARAN: Setelah mempelajari mata kuliah ini, mahasiswa akan mampu memahami manajemen jenis-jenis jasa lanskap dan kaitannya dalam perspektif ekologi lanskap yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas perencanaan, perancangan, dan manajemen lanskap, serta mampu menganalisis aspek ekonomi, ekologi dan sosial sesuai dengan kondisi aktual pada skala makro, meso dan mikro.

Selain itu, mahasiswa akan mampu mengevaluasi kualitas lanskap dan menyusun rencana manajemennya untuk mengetahui tingkat kesesuaian pemanfaatannya.

 

MANJASKAP PERSIAPAN UTS 2019

MG01 MANJASKAP 2019 – PENDAHULUAN

MG02 MANJASKAP 2019 – LANDS MANAGEMENT

MG03 MANJASKAP 2019 – BIODIV n CARBON

MG04 MANJASKAP 2019 – WATER n AIR

MG05 MANJASKAP 2019 – AESTHE n AMEN

MG06 MANJASKAP 2019 – CUL n HISTO

MG07 MANJASKAP 2019 – AF n AW




Pengantar Ekologi Lanskap 2019 UTS

25 02 2019
Pengantar Ekologi Lanskap 2019 UTS

Pengantar Ekologi Lanskap 2019 UTS

 

Pengantar Ekologi Lanskap 2019 UTS dengan 7 kali pertemuan memberikan topik yang mencakup

  1. Introduction
  2. FOUNDATION: Times Changes, Objective
  3. Development of Landscape Ecology; Landscape Ecology Today
  4. Patches – KAS
  5. Edges and Boundaries – KAS
  6. Corridors and Connectivity
  7. Mosaic

 

Materi perkuliahan pada MG IV dan MG V diberikan oleh Dr Kaswanto dengan topik Patches dan Edges and Boudaries. Topik Patches menjadi fondasi penting dalam memahami struktur sebuah elemen lanskap dari perspektif ekologi lanskap. Seluruh proses pelaksanaan arsitektur lanskap sejatinya diawali dengan identifikasi struktur dasar lanskap yang direpresentasikan dalam istilah patch(es).

Patch(es): 15 principles

Edges(s): 5 principles

Boundaries : 9 principles

 

 

Download Materi Pengantar Ekologi Lanskap 2019 UTS

IV Landscape Structure – Patches KAS 2019

V Landscape Structure – Edge and Boundaries KAS 2019

 




Patch Shape Analysis

22 02 2019
Patch Shape Analysis

Patch Shape Analysis

Ukuran dan bentuk PATCH merupakan atribut penting yang mempengaruhi aliran (FLUXES) abiotik dan biotik pada persepektif Landscape Ecology. Pada lanskap alami umum dijumpai bentuk REGULAR dan IRREGULAR. Semakin irregular semakin banyak EDGE yang tersedia. Hal ini mempunyai implikasi yang sangat besar terhadap penyebaran tanaman dan pergerakan hewan.

Dengan menggunakan ratio L/2AkarAPhi, di mana L = keliling patch dan A = luas patch, dimungkinkan untuk mengevaluasi jumlah dari “edges”. Lingkaran mempunyai nilai Patch Shape dan menerangkan gambar geometrik dengan ratio minimum antara keliling dan area. Dalam formula matematikanya menjadi PS=(2P+2L)/(2*SQRT(P*L*PI)).

 

Effect PS on Species

  • Large islands have more species than small islands.
  • Mountainous islands have more species than flat island of the same size.
  • Island with evidence of considerable human disturbance activity often have fewer species than those without such activity.
  • Relationship between species diversity and island size is not linear, but CURVILINEAR.
  • The relationship plotted between increasing area and the number of species is called a SPECIES-AREA CURVE
  • Patches in the landscape differ significantly from islands surrounded by water.
  • Landscape patches may high average turnover rates, whereas island are essentially permanent.
  • The landscape matrix often has extremely high heterogeneity.
  • The landscape matrix may be used as a rest stop for many species moving between patches, particularly in the limited area of a landscape compared with the extensiveness of oceanic archipelagos.

 

Patch Shape Analysis

1. Berapa nilai PATCH SHAPE dari patches regular berikut?

2. Patch nomor berapakah yang lebih tahan terhadap disturbance?

Patch

No.

Panjang

(m)

Lebar

(m)

1 150 200
2 200 200
3 300 200
4 500 200
5 1000 200

 

Jawaban:

  1. Nilai Patch Shape (PS) adalah sebagai berikut:
Patch No Panjang (m) Lebar (m) A (m2) L (m) A*phi Patch Shape
1 150 200    30.000     700    94.247,78 1,14007
2 200 200    40.000     800  125.663,71 1,12838
3 300 200    60.000  1.000  188.495,56 1,15165
4 500 200  100.000  1.400  314.159,27 1,24889
5 1000 200  200.000  2.400  628.318,53 1,51388

2. Berdasarkan nilai PS pada tabel di atas, maka patch yang paling tahan terhadap gangguan yaitu Patch No 5, kemudian Patch No 4, 3, 2 dan terakhir No 1.

 

Cara Perhitungan di Excel

Patch Shape Analisys




Panduan Survei LOLA 2019

18 02 2019

PANDUAN SURVEI LOLA 2019
PROGRAM STUDI ARSITEKTUR LANSKAP
Selasa, 19 Februari 2019 11.30 – 15.30 WIB di Sempadan Sungai Ciliwung Warung Jambu, Kota Bogor

 

TEMA
Tema yang diusung untuk kajian ini adalah
Blue Open Space (BOS) | Water Front Landscape (WFL) | Multifunction Riparian Landscape (MRL) |
Integrated Landscape Management (ILM) | Naturalisasi Sungai Ciliwung | Pentahelix Collaboration |
Bio-Filter Engineering (BFE) | Bio-Retaining Wall (BRW) | Manajemen Lanskap

 

KELOMPOK
Kegiatan dilaksanakan 12 kelompok dengan kajian mencakup 3 aspek: EKOLOGI, SOSIAL dan EKONOMI.

 

AGENDA KEGIATAN
No Pukul Kegiatan
1. 11.30-11.45 Persiapan kumpul di TITIK PARKIRAN
2. 11.45-12.00 Penjelasan tema utama kajian LOLA 2019
3. 12.00-12.30 Penjelasan secara umum kepada seluruh kelompok
4. 12.30-13.00 Penjelasan secara spesifik sambil berkeliling lokasi.
Kelas dibagi 3 kelompok agar lebih efektif
Kelompok SOSIAL – KAS sambil melakukan pengamatan dari atas parkiran turun ke
bawah melakukan wawancara dan diskusi
Kelompok EKOLOGI – KARINA sambil melakukan pengamatan dari atas turun ke
bawah melakukan pengukuran dan diskusi
Kelompok EKONOMI – RUTH sambil melakukan melakukan pengamatan melakukan
wawancara dengan beberapa pihak
5. 13.00-13.30 KAS bergabung dengan Kel EKOLOGI – KARINA di Sempadan Sungai (TITIK EKOLOGI)
6. 13.30-14.00 KAS bergabung dengan Kel EKONOMI – RUTH di Pasar Wr Jambu (TITIK EKONOMI)
7. 14.00-14.15 Waktu interpretasi kelompok secara mandiri
8. 14.15-14.45 Berkumpul di TITIK AKHIR untuk penjelasan Output Minggu Depan.
9. 14.45-15.00 Penutupan
10. 15.00-selesai Waktu praktikum mandiri / disesuaikan

 

OUTPUT 
Slide Outline Materi yang disajikan
1 Identitas Tampilkan identitas kelompok (nama dan NIM), peran ketua dan anggota
kelompok, aspek kajian, logo IPB, Dep ARL, tanggal bulan dan tahun, etc.
2-3 Permasalahan Sajikan foto-foto yang merepresentasikan permalahan utama yang dicapture,
sajikan dengan caption-caption, seberapa penting permasalahan tersebut,
sajikan video 10 detik jika diperlukan, etc
4 Tujuan Tentukan 2 tujuan saja yang akan dicapai untuk menuntaskan masalah yang ada.
5 Metode Metode pengamatan yang dilakukan, alat dan bahan yang digunakan, timeline,
dan rencana survei saat jam praktikum atau pun di luar jam praktikum, peta dan
hasil delineasi zoning/mapping/intensitas/titik pengamatan.
6-7 Analisis Analisis potensi dan kendala mengapa permasalahan tersebut muncul, kajian
literatur/teori dasar dari potensi/kendala tsb, dan bagaimana cara mengatasinya
8-9 Sintesis Ilustrasi pemecahan masalah yang ada, berikan gambaran output dari solusi yang
ditawarkan, contoh kasus di lokasi lain, success story, etc
10 Terima kasih Tulisan terima kasih, sajikan foto anggota dan beri nama, etc.

 

UNDUH PANDUAN
Panduan Survei LOLA 2019




Patch Shape in Landscape Ecology

15 02 2019

Patch Shape in Landscape Ecology diklasifikasikan dengan pendekatan “ANTHROPOCENTRIC”:

  • Structural patch: secara umum terdiri dari satu tipe tanah yang dioverlap oleh asosiasi vegetasi
  • Functional patch: suatu area yang homogen untuk satu fungsi atau satu pendeskripsian fisik, seperti altitude, temperatur, kelembaban, penetrasi cahaya.
  • Resource patch: sebagian besar berhubungan dengan ekologi hewan; suatu lanskap dapat diuraikan sebagai satu kombinasi dari beberapa resource patches  bagian dari home range hewan (pakan, tempat bersarang tersedia dengan gampang). See Fig. 1.13
  • Habitat patch: didefinisikan sebagai tipe komunitas tanaman tertentu yang lebih besar daripada home range individu.
  • Corridor patch: sebagai satu bagian dari mosaik lahan yang digunakan oleh organisme untuk pindah/bergerak, menjelajah, menyebar dan migrasi.

 

Patch Shape in Landscape Ecology:

  • Ukuran dan bentuk PATCH merupakan atribut penting yang mempengaruhi aliran (FLUXES) abiotik dan biotik.
  • Di alam umum dijumpai bentuk REGULAR dan IRREGULAR. Semakin irregular semakin banyak EDGE yang tersedia. Hal ini mempunyai implikasi yang sangat besar terhadap penyebaran tanaman dan pergerakan hewan.
  • Dengan menggunakan ratio Lper2akarAphi, di mana L = keliling patch dan A = luas, dimungkinkan untuk mengevaluasi jumlah dari “edges”. Lingkaran mempunyai nilai Patch Shape=XX dan menerangkan gambar geometrik dengan ratio minimum antara keliling dan area.

Tugas Analisis

Patch Shape in Landscape Ecology

Patch Shape in Landscape Ecology

1. Berapa nilai PATCH SHAPE dari patches regular berikut?

2. Patch nomor berapakah yang lebih tahan terhadap disturbance?

Patch

No.

Panjang

(m)

Lebar
(m)
1 150 200
2 200 200
3 300 200
4 500 200
5 1000 200

Jawaban dituliskan pada bagian komentar di bawah ini

Mohon mencantumkan Nama dan NIM untuk setiap komentar.

Jawaban ditunggu paling lambat sebelum perkuliahan minggu depan dimulai.




Tugas Bacaan ARL200 2018

9 11 2018
Tugas Bacaan ARL200 2018

Tugas Bacaan ARL200 2018

Tugas Bacaan ARL200 2018

  • Daftar bacaan menjadi bahan rujukan dalam penyusunan makalah atas topik yang dipilih.
  • Untuk mendukung penyusunan makalah, dapat digunakan bahan rujukan lain yang terkait dengan topik tersebut.
  • Makalah disusun berupa sinopsis berdasarkan topik yang dipilih dengan sub tema tertentu, antara lain seperti perencanaan lanskap, desain lanskap, pengelolaan lanskap dan elemen lanskap.
  • Pemilihan bahan rujukan dan tema makalah dilakukan melalui konsultasi dengan dosen pembimbing bacaan.

Pelaporan

  • Mahasiswa secara kelompok mencari 2 artikel mengenai bidang arsitektur lanskap secara online.
  • Mahasiswa membahas artikel tersebut secara IMRAD.
  • Mahasiswa membuat slide powerpoint untuk dipresentasikan selama 10 menit dan diskusi 5 menit
  • Penilaian meliputi Teknik Presentasi, Desain Powerpoint dan Diskusi.

Topik

1.Pollinator Habitat

2.Agro-biodiversity

3.Water Front Landscape

4.Protected Landscape

5.Landscape Indicators Development

6.Therapeutic Landscape

7.Wounded Landscape

8.Silent Spring – Ecological Landscape

9.Landscape epidemiology – Landscape of Disease

 

METODE       

  1. Tugas bacaan dikerjakan oleh kelompok mahasiswa sebanyak 5 (lima) orang untuk setiap judul bacaan.
  2. Setiap kelompok memilih topik yang berlainan dari kelompok lain dalam kelas yang sama dengan mengisi Form Pemilihan Topik Bacaan.
  3. Bacaan diperoleh dari artikel-artikel populer dari majalah baik cetak maupun online.
  4. Setiap topik bacaan akan dibimbing oleh dosen pembimbing yang telah ditetapkan.
  5. Bahan bacaan merupakan artikel berkaitan topik yang telah disediakan.
  6. Setiap kelompok membuat sinopsis yang diulas dari sudut pandang arsitektur lanskap atas topik bacaan yang dipilih, dibawah bimbingan dosen pembimbing bacaan.
  7. Sinopsis ditulis dengan menggunakan komputer, menggunakan font Times New Roman 12, spasi tunggal, sebanyak minimal 2 (dua) halaman dan maksimal 4 (empat) halaman kerta A4
  8. Format sinopsis ditulis dengan urutan:
    1. Judul Topik Bacaan
    2. Judul Sub-Topik
    3. Identitas (Nama Mahasiswa, NRP dan nama pembimbing)
    4. Waktu Presentasi (Tanggal, Jam, Tempat)
    5. Pendahuluan (berisi latar belakang dan tujuan)
    6. Permasalahan (isu, contoh, sebab akibat)
    7. Pembahasan (menguraikan usulan pemecahan masalah, tanggapan atau kritik)
    8. Kesimpulan
    9. Daftar Pustaka
  9. Sinopsis akan dipresentasikan di depan kelas oleh kelompok yang bersangkutan, sesuai dengan jadwal yang akan ditentukan kemudian.

 

MG PR 9-10 Praktikum BACAAN ARL200 2018 KAS




Pelatihan Moodle Dosen IPB

1 11 2018
Pelatihan Moodle Dosen IPB

Pelatihan Moodle

Pelatihan Moodle Dosen IPB

Pelatihan Moodle

Pelatihan Moodle Dosen IPB

Pelatihan Moodle

 

Pelatihan Moodle Dosen IPB telah dilaksanakan pada Bulan Oktober lalu bertempat di Universitas Terbuka. Pada akhir sesi pelatihan, masing-masing dosen diberikan tugas untuk menyusun Rencana Pembelajaran Daring (RDP), Rencana Kegiatan Pembelajaran Daring (RKPD) dan Lecture Managemen System (LMS) untuk mata kuliah yang diampu.

Pada kesempatan ini, maka Mata Kuliah MK Pengelolaan Lanskap (ARL332) dijadikan sebagai MK yang akan ditawarkan secara daring. MK Pengelolaan Lanskap yang akan diservis pada Semester Genap 2019/2020 akan disajikan dengan metode Blended Learning. Apa itu blended learning bisa dicari tahu pada link ini.

Menurut Semler (2005) “Blended learning combines the best aspects of online learning, structured face-to-face activities, and real world practice. Online learning systems, classroom training, and on-the-job experience have major drawbacks by themselves. The blended learning approach uses the strengths of each to counter the others’ weaknesses.”

Menurut Sevima.com dengan adanya Blended Learning pembelajaran dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja menggunakan internet. Pelajar dapat mengakses materi secara leluasa dan dituntut dapat belajar secara mandiri karena bahan ajar tersimpan secara online. Antara pengajar dan yang diajar dapat memberikan feedback baik berupa pertanyaan dan saran secara realtime. Sehingga diskusi serta tanya jawab antara dosen dan mahasiswa tidak hanya berlangsung di jam pelajaran namun juga dapat berlangsung di luar jam pelajaran. Dosen juga dapat mengontrol pelajaran mahasiswa, mahasiswa juga dapat menggali materi yang akan disampaikan dan proses pemberiaan tugas pendukung dapat diinformasikan dengan lebih mudah. Tentunya proses belajar mengajar menjadi lebih efisien dan lebih efektif karena komunikasi dan interaksi antara dosen dan mahasiswa dapat terus terjadi bukan hanya saat jam pelajaran (Source: http://sevima.com/pengertian-dan-manfaat-model-pembelajaran-blended-learning).

Blended learning merupakan pembelajaran yang didukung oleh kombinasi efektif dari cara penyampaian, cara mengajar dan gaya pembelajaran yang berbeda serta ditemukan pada komunikasi terbuka diantara seluruh bagian yang terlibat dengan pelatihan”. Sedangkan untuk keuntungan dari penggunaan blended learning sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran online, tapi lebih daripada itu sebagai elemen dari interaksi sosial yaitu:

a. Adanya interaksi antara pengajar dan mahasiswa
b. Pengajaran pun bisa secara online ataupun tatap muka langsung
c. Blended Learning = combining instructional modalities (or delivery media),
d. Blended Learning = combining instructional methods

(Source: http://sevima.com/pengertian-dan-manfaat-model-pembelajaran-blended-learning).

Dengan demikian, ke depannya IPB akan mencoba meyesuaikan diri dengan Kurikulum 4.0 dalam rangka menyongong Generas Alfa yang semakin millenial dibandingkan Generasi Z saat ini. Generasi Alfa adalah generasi yang sangat melek teknologi, sehingga mereka akan menuntut penggunaan teknologi dalam perkuliahan. Perkuliahan konvensional dengan tatap muka pada akhirnya sedikit banyak akan mulai menjemukan bila tidak disampaikan secara menarik dan interaktif.

 

 




Pelatihan Rencana Pembelajaran Daring

29 10 2018

Pelatihan Rencana Pembelajaran Daring (RPD) untuk persiapan dalam mendukung program kurikulum 4.0 di IPB. Pelatihan Rencana Pembelajaran Daring memberikan wawasan kepada para dosen IPB agar materi kuliah bisa disajikan dengan Blended Learning.

 

Pengertian :

  • Gambaran garis besar program pembelajarandaring satumatakuliahuntuksatusemester, sehinggaRPD hanya1 (satu) untuksatumatakuliah
  • Berisi outline kegiatanpembelajaran daring satumatakuliahuntuksatusemester

 

Manfaat :

  • Sebagai acuan bagi Tenaga Pengajar dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, khususnyapembelajarandaring

 

Blended Learning

  • Berisi outline kegiatan pembelajaran Daring dan Tatap Muka
  • 2 kegiatan pembelajaran yang terpisah, namun direncanakan secara terintegrasi agar ada keselarasan dan kesinambungan

 

Proses Penyusunan RPD

Pelatihan Rencana Pembelajaran Daring melalui proses:

  1. MengembangkanRPD sesuai petunjuk yang telah dapelajari, dengan menggunakan format yang tersedia.
  2. Gunakan Modul sebagai acuan.
  3. Langkah awal Anda adalah memastikan mata kuliah yang menjadi ampuan Anda
  4. Tentukanprogram pembelajaran daring yang akandilaksanakanberapalama, berapakali pertemuan, danditunjangolehpertemuantatapmukaberapakali
  5. SetelahitulakukanpengembanganRencanaPembelajaran Daring

 

RKPD

Rencana Kegiatan Pembelajaran Daring (RKPD), yang dikembangkan sebanyak jumlah pertemuan (daring maupun tatap muka) untuk satu matakuliah/matapelatihan selama satu semester/satu penyelenggaraan program diklat

  • Rencana kegiatan Pembelajaran Daring suatu Modul untuk setiap satu pertemuan pembelajaran tatap muka (TM) maupun Pembelajaran Daring (PD)
  • Sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan TM maupun PD
  • Menggambarkan aktivitas pembelajaran yang memperlihatkan interaksi antara peserta didik–tenaga pengajar–sumber belajar selama pembelajaran berlangsung

 

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:

  • Membuat perencanaan pembelajaran daring
  • Menggunakan berbagai fitur mengajar secara daring
  • Mengelola diskusi dengan peserta didik secara online
  • Memberikan motivasi belajar online kepada peserta didik
  • Menggunakan berbagai bahan ajar dalam tutorial
  • Memberikan tugas dan ujian secara daring

Source: https://www.ut.ac.id/en




Pelatihan LMS IPB

25 10 2018
Pelatihan LMS IPB

Pelatihan LMS IPB

Pelatihan LMS IPB telah dilaksanakan pada tanggal 23 dan 24 Oktober 2018 bertempat di Kampus Universitas Terbuka. Pelatihan telah dilaksanakan dengan sangat baik. Salah satu materi pelatihan adalah penggunaan Lecture Managemen System (LMS) yang dimiliki IPB. LMS IPB berbasiskan Moodle versi terbaru.

Pelatihan LMS IPB sangat diperlukan dalam rangka mempersiapkan kurikulum IPB menyambut era Revolusi Industri 4.0. Saat ini merupakan keniscayaan bahwa Kurikulum 4.0 sudah harus mulai diterapkan dalam perkuliaham di IPB. Blended Learning atau kombinasi antara Daring dan Luring dalam perkuliahan seharusnya menjadi jawaban bagi konsep perkuliahan yanglebih bisa diterima bagi generasi millenial saat ini. Sudah bukan saatnya lagi kuliah hanya dengan powerpoint saja, tetapi sudah harusnya melakukan pembaharuan kemutakhiran melalui teknologi multimedia yang ada saat ini.

Unduh Moodle

https://download.moodle.org/

 

Panduan penggunaan LMS IPB bagi dosen

 Panduan LMS v2.9 (baru) [klik di sini]