Visitasi Akreditasi Internasional

16 04 2018
Visitasi Akreditasi Internasional

Visitasi Akreditasi Internasional

Visitasi Akreditasi Internasional – pada hari Senin dan Selasa tanggal 9 dan 10 April 2018, telah dilaksanakan kegiatan Visitasi Akreditasi Internasional untuk Program Studi S1 Arsitektur Lanskap (PS S1 ARL) oleh organisasi profesi dunia, International Federation of Landscape Architect – Asia Pacific region (IFLA-APR).  Kegiatan visitasi ini bertujuan untuk meninjau kesiapan PS S1 Arsitektur Lanskap untuk memenuhi standar internasional dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan perguruan tinggi, dan juga termasuk di dalamnya pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Kegiatan visitasi ini juga sebagai salah satu upaya untuk mendukung IPB menjadi universitas bertaraf internasional. Organisasi Profesi, IFLA-APR merupakan organisasi arsitek lanskap pada level regional Asia Pasifik. Organisasi IFLA-APR untuk pertama kalinya melakukan assessment pada dunia pendidikan, sehingga hal ini patut mendapatkan apresiasiyang setinggi-tingginya. IFLA-APR telah menetapkan standar internasional terkait dengan profesi arsitek lanskap. IFLA-APR mendelegasi kegiatan visitasi ini kepada 3 (tiga) orang assessor, yakni satu orang assessor dari IFLA-APR yakni Prof. Dr. Mike Barthelmeh dari School of Landscape Architecture – Lincoln University New Zealand, dan dua orang asssesor dari IFLA Indonesia atau Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) , yakni Prof. Dr. Budi Faisal dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Prof. Dr. Rustam Hakim Manaf dari Universitas Trisakti, Jakarta. Ketiga assessor ini melakukan peninjauan selama dua hari terkait dengan kurikulum dan kompetensi mahasiswa serta alumni PS S1 ARL IPB.

Pada hari pertama, tim assessor diterima di Ruang Rektorat IPB. Pada kesempatan ini Rektor IPB, Dr. Arif Satria, menyambut dengan antusias kunjungan para assesor IFLA-APR. Beliau menyatakan bahwa PS S1 ARL adalah program studi yang sangat diunggulkan di IPB karena memiliki kompetensi tersendiri. Beliau berharap kegiatan ini berjalan sukses dan lancar, sehingga memberikan kontribusi positif bagi IPB di kancah dunia pendidikan internasional. Selain itu, beliau juga berharap agar kedatangan para assessor dari berbagai institusi ini dapat membuka peluang double degree dan kerjasama lainnya demi mencari dan memberi yang terbaik.

 

Tim Assessor ketika berada di Dekanat Faperta IPB

Tim Assessor ketika berada di Dekanat Faperta IPB


Kemudian rombongan diterima di Dekanat Fakultas Pertanian IPB. Ketiga assessor langsung disambut oleh Dekan Faperta IPB, Dr. Suwardi, di ruang tamu Dekanat Faperta IPB. Dalam pertemuan singkat ini, Dr. Suwardi menyampaikan ucapan terima kasihnya atas kedatangan para assessor untuk berkenan meninjau PS S1 ARL IPB dalam melakukan standarisasi internasional. Diskusi yang dilakukan secara hangat dan akrab ini diakhiri dengan pemberican cindera mata berupa plakat yang terbuat dari rempah-rempah produk pertanian.

 

 




Via Dolorosa

7 04 2018
Via Dolorosa

Via Dolorosa

Down the Via Dolorosa in Jerusalem that day
The soldiers tried to clear the narrow street
But the crowd pressed in to see
The Man condemned to die on Calvary

He was bleeding from a beating, there were stripes upon His back
And He wore a crown of thorns upon His head
And He bore with every step
The scorn of those who cried out for His death

Down the Via Dolorosa called the way of suffering
Like a lamb came the Messiah, Christ the King,
But He chose to walk that road out of
His love for you and me.
Down the Via Dolorosa, all the way to Calvary.

Por la Via Dolorosa, triste daa en Jerusalem
Los soldados le abrían paso a Jesus.
Mas la gente se acercaba,
Para ver al que llevaba aquella cruz.

Por la Via Dolorosa, que es la via del dolor
Como oveja vino Cristo, Rey y Senor,
Y fue el quien quiso ir por su amor por ti y por mi.
Por la Via Dolorosa al Calvario y a morir.

The blood that would cleanse the souls of all men
Made it’s way through the heart of Jerusalem.

Down the Vi­a Dolorosa called the way of suffering
Like a lamb came the Messiah, Christ the King
But He chose to walk that road out of His love for you and me
Down the Vi­a Dolorosa, all the way to Calvary.

 

The history of this song https://en.wikipedia.org/wiki/Via_Dolorosa

The Via Dolorosa (Latin: “Way of Grief,” “Way of Sorrow,” “Way of Suffering” or simply “Painful Way”; Hebrew: ויה דולורוזה; Arabicطريق الآلام‎) is a street within the Old City of Jerusalem, believed to be the path that Jesus walked on the way to his crucifixion. The winding route from the Antonia Fortress west to the Church of the Holy Sepulchre—a distance of about 600 metres (2,000 feet)[1]—is a celebrated place of Christian pilgrimage. The current route has been established since the 18th century, replacing various earlier versions.[2] It is today marked by nine Stations of the Cross; there have been fourteen stations since the late 15th century,[2] with the remaining five stations being inside the Church of the Holy Sepulchre.




Kegiatan Desa Broadband Terpadu

28 02 2018
Kegiatan Desa Broadband Terpadu

Kegiatan Desa Broadband Terpadu

 

Kegiatan Desa Broadband Terpadu (DBT) yang dilaksanakan oleh Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPB dengan penyelenggaraan dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Kegiatan DBT dalam penyelenggaraan PSP3-LPPM IPB dalam dukungan kerjasama dengan BP3TI telah berhasil mengembangkan dan mengimplementasikan Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDEKA).

Kegiatan DBT ini mencakup kegiatan 1) assessment, 2) pemetaan, 3) bimbingan teknis, dan 4) pemantaun SIDEKA. Kegiatan DBT merupakan kegiatan yang merupakan pengembangan dan realisasi dari nawacita ketiga dengan “membangun Indonesia dari pinggiran”.

Kegiatan assessment dilakukan untuk mengetahui tipologi desa dan menentukan penyuluh desa. Tipologi desa dibagi menjadi empat, yakni berkelanjutan, semi berkelanjutan pada aspek infrastruktur, semi berkelanjutan pada aspek sumber daya manusia, dan belum berkelanjutan. Penentuan penyuluh desa adalah mereka yang akan mendampingi aparat dan masyarakat desa dalam mengimplementasi SIDEKA.

Kegiatan Bimtek salah satunya di Kupang yang diselenggarakan pada bulan November 2017 tahun lalu. Kegiatan Bimtek diarahkan pada penggunaan platform SIDEKA dan teknis pemetaan.

 




Speech on The 3rd ISSLD 2017

21 11 2017
Speech on The 3rd ISSLD 2017 as the Chairman

Speech on The 3rd ISSLD 2017 as the Chairman

Speech on The 3rd ISSLD 2017:

Thank you MC Mr Andika and Miss Amira

Good morning Ladies and Gentlemen, welcome to our 3rd ISSLD Symposium.

The honorable Vice Rector of Bogor Agricultural University, Prof. Dr. Hermanto Siregar. Thank you for coming and being able to give a welcome address and an opening speech in our 3rd ISSLD symposium. Thank you Sir…

The honorable vice Dean of Faculty of Agriculture, IPB, Dr. Nurhayati, Thank you so much for coming to this symposium. Thank you Mam

The honorable Head of Department of Landscape Architecture, Faculty of Agriculture, IPB, Dr. Bambang Sulistyantara. Thank you Sir…

And the honorable keynote speakers

  1. Mrs Tri Agustin Satriani from Food Security Agency, Ministry of Agriculture, Republic of Indonesia. Thank you Mam…
  2. Nobukazu Nakagoshi from Hiroshima University. Nakagoshi Sensei is my supervisor in Hiroshima University, domo arigatou gozaimasu Sensei for coming here to share your experience and knowledge. And also to his wife, Naomi Sensei for being able to join us in this symposium. Honto ni Domo Arigatogozaimasu.
  3. Theo Spek from Groningen University. Thank you so much for your passion to share your ideas and knowledge. Thank you Sir…

The honorable invited speaker

  1. Damian Tang, President of International Federation of Landscape Architect Asia Pacific Region – IFLA APR and also as the Director of National Park Board Singapore.
  2. Rahman Andra Wijaya, from Indonesia Society of Landscape Architect – ISLA or in Bahasa Indonesia known as Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia IALI.
  3. Ricky Kinanto Teh, a Director of Sentul City, Thank you for coming Sir.

And the honorable Prof Hadi Susilo Arifin as the moderator for the invited speaker session. Terima kasih Prof Hadi.

And the honorable Dr. Siti Nurisjah, the President of Indonesia Society of Landscape Architect (ISLA or IALI). Thank you Bu Is for being able to join our symposium.

Ladies and Gentlemen,

As the chairman of the 3rd ISSLD, I would like to welcome you to our symposium at IPB International Convention Centre (IICC). We also want to thank to organizing committee which is organized by Department of Landscape Architecture and Directorate of Research and Innovation IPB.

We also would like to give our grateful thank to our sponsor from Food Security Agency, Ministry of Agriculture, Bank BNI, EPSON, Sentul City, Wacom Grandtech Indonesia and also Viewsonic. And also supporting organization IALI and APALI. And to IOP Publisher, because all papers will be published in IOP Conference Series: Earth and Environment Sciences (SCOPUS indexed).

Ladies and Gentlemen,

The 3rd ISSLD theme is mainly focused on Urban Resilience for Sustainable Landscape Development, which is distributed into 3 domains as Mitigation, Sustainable and Resilience. We have received more than 90 abstracts, and we have arranged 45 papers for oral presentation and the rest for poster presentation. Among them are coming from various countries, from more than 5 countries (Malaysia, Japan, Australia, Singapore, Philippines, Korea…) and more than 20 institutions. Right now, the registration desk, in this room, has gathered more than 120 persons in this room. Amazing…

As for your information too, tomorrow we are going to have a field excursion for FREE. All participant can join our excursion start from 7 AM in the morning and finish at 5 PM in evening. For those who are interested to join our excursion, please write down your name in the registration desk. We have provided 2 buses (coaches) for tomorrow excursion. We will start the interpretation from organic settlement until well developed urban area.

Ladies and Gentlemen,

As concluding remarks, we really hope all of you are being able to enjoy this symposium, I am ensure you to receive a convenience symposium. I am really hope all of us are going to enjoy our great symposium in particularly for academician, businessman, government, community and also mass media, what we call as ABGCM collaboration, we defined it as Pentahelix Collaboration.

Ladies and Gentlemen,

Lastly for the best, I would like to give my gratitude for all the hard work from our organizing committee, for those who are wearing same clothes with me, I would like to say thank you thank you and thank you. Please put our hand together to thank the organizing committee.

 

Regards,

Chairman of The 3rd ISSLD 2017

Kaswanto

Photo with the dancers

Photo with the dancers

 

The 3rd ISSLD Group Photo

The 3rd ISSLD Group Photo

Chairman Speech on The 3rd ISSLD 2017




Desa Berjejaring, Indonesia Kuat

3 11 2017
Desa Berjejaring, Indonesia Kuat - Penyuluh Terpilih dan Tim Studi

Desa Berjejaring, Indonesia Kuat – Penyuluh Terpilih dan Tim Studi

Desa Berjejaring, Indonesia Kuat! Demikian tema kegiatan yang diusung oleh Tim Studi PSP3-LPPM IPB dalam menyelenggarakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Desa Broadband Terpadu (DBT) di Kupang selama 5 hari. Kegiatan ini dimulai dari hari Kamis 2 November hingga Senin 6 November 2017. Sebanyak 20 Penyuluh Terpilih yang berasal dari 20 desa di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berkumpul untuk mendapatkan pelatihan mengenai Platform Sistem Tata Kelola Desa dan Pemetaan Spasial Kawasan Desa. Desa-desa tersebut adalah Waturaka, Lutha Rato, Maneikun, Silawan, Nilulat, Oesoko, Napan, Tohe, Nita, Ngadu Olu, Loonuna, Tanamodu, Tanggedu, Duarato, Tagawiti, Lamawolo, Napu, Kifu, Alas, Fulur, dan Naekake A

Pemberian materi utama BIMTEK DBT 2017 dibantu dengan dua buah modul berupa Modul Petunjuk Penggunaan SIDEKA Desktop dan Modul Pemetaan Spasial. Kedua modul ini menjadi pegangan Penyuluh Terpilih selama pelaksanaan BIMTEK DBT 2017.

Adapun tujuan dari kegiatan BIMTEK DBT 2017 ini adalah:

  1. Memberikan pelatihan agar penyuluh terpilih memahami dan mengetahui platform tata kelola desa yang terpadu dan berkelanjutan dalam skema pembangunan nasional berbasis teknologi informasi dan komunikasi,
  2. Meningkatkan kapasitas penyuluh desa untuk memahami dan mengetahui platform tata kelola desa yang terpadu dan berkelanjutan dalam skema pembangunan nasional berbasis teknologi informasi dan komunikasi, dan
  3. Meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah desa untuk memahami dan mengetahui platform tata kelola desa yang terpadu dan berkelanjutan dalam skema pembangunan nasional berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Menurut Dr. Kaswanto, selaku Tenaga Ahli dari Tim Studi PSP3, kegiatan ini menjadi rintisan bagi desa-desa agar bersatu padu membentuk jaringan, bersatu padu saling membantu agar Indonesia menjadi negara kuat. Program Desa Broadband Terpadu (DBT) 2017 menjadi ujung tombak agar database desa memiliki akurasi yang baik dan diupdate secara berkala. DBT 2017 pada akhirnya akan menjadi basis data yang kokoh dan tangguh dalam mengatasi permasalahan yang muncul di perdesaan. Bantuan dan sasaran program dari pusat ke desa menjadi lebih terarah, sistematis dan aplikatif.

Tim Studi PSP3-LPPM IPB yang ditugaskan ke Kupang, beranggotakan enam orang. Mereka adalah Dr. Kaswanto, La Elson MSi, Sri Anom Amongjati SKpm, Tisha Alya Arifiani SKpm, Wulandari, MAgr.Sc dan Ridkia Eka. Mereka berenam mengemas kegiatan BIMTEK DBT 2017 secara komprehensif agar para Penyuluh Terpilih mendapatkan materi yang terbaik. Salah satu kegiatan yang diberikan adalah praktik penggunaan Global Positioning System (GPS) yang dipadu dengan penggunaan aplikasi penginderaan jauh (remote sensing).

Desa Berjejaring, Indonesia Kuat - Praktik GPS

Desa Berjejaring, Indonesia Kuat – Praktik GPS




Pengembangan Lanskap Perdesaan

31 10 2017

Pengembangan Lanskap Perdesaan dilakukan dengan Manajemen Lanskap Perdesaan Bagi Kelestarian dan Kesejahteraan Lingkungan. Konsep ini disajikan secara sederhana melalui Buku Seri yang disusun dalam 4 (empat) paket panduan. Buku Seri 01 mengenai Revitalisasi Praktek Agroforestri di Perdesaan, Buku Seri 02 mengenai Pemanfaatan Pekarangan di Perdesaan, Buku Seri 03 mengetengahkan Permukiman Sehat dan Berwawasan Lingkungan, dan Buku Seri 04 memberikan wawasan tentang Potensi Kegiatan Agrowisata di Perdesaan.

 

1.4_

Arifin HS, NHS Arifin, A Munandar,  Kaswanto. 2009. The 1st Manual Book: Revitalization of Complex Agroforestry in Rural Area (in Indonesian).

(Printed by Ministry of Agriculture of RIUnduh

1.5_

Arifin HS, NHS Arifin, A Munandar, Kaswanto. 2009. The 2nd Manual Book: Utilization of Indonesian Home Garden in Rural Area (in Indonesian).

(Printed by Ministry of Agriculture of RIUnduh

2.1_

Arifin HS, NHS Arifin, A Munandar, Kaswanto. 2009. The 3rd Manual Book: The Healthy and Environmental Friendly Housing and Settlements (Eco-village) (in Indonesian).

(Printed by Ministry of Agriculture of RI) Unduh

2.2_

Arifin HS, A Munandar, NHS Arifin, Kaswanto. 2009. The 4th Manual Book: Agrotourism Development in rural Area (in Indonesian).

(Printed by Ministry of Agriculture of RI) Unduh

 

UTILISASI, EKUALISASI, DAN APRESIASI

Perkembangan perdesaan seharusnya berupa meta-morfosa sosial ekonomi dan budaya yang wajar dan dapat meningkatkan kualitas hidup. Perubahan sosial tsb. Mengandung tiga sub-proses: utilisasi, ekualisasi dan apresiasi.

  • Utilisasi menyangkut berbagai usaha pemanfaatan berbagai s.d.a. dilengkapi dengan pendayagunaan s.d.m. berupa aneka pendapatan dan penemuan baru
  • Ekualisasi bertalian erat dengan pemerataan hasil material dan nilai sosial seperti iptek dan kesempatan kerja serta kesenangan.
  • Apresiasi mencakup penafsiran terhadap berbagai hal yang dinyatakan berupa peristilahan nilai.



Silaturahmi Akbar Alumni IPB Se-Jawa Barat

15 10 2017
Silaturahmi Akbar Aumni IPB Se-Jawa Barat

Silaturahmi Akbar Alumni IPB Se-Jawa Barat

Silaturahmi Akbar Alumni IPB Se-Jawa Barat dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 15 Oktober 2017 pukul 08.00-14.00 di Lapangan Kampus IPB Baranangsiang Bogor. Acara ini diselenggarakan dengan melibatkan seluruh alumni yang ada di Provinsi Jawa Barat.

Menurut Pengurus HA IPB Kabupaten Bandung, Kang Uhe, “Acara ini perlu diselenggarakan untuk silaturahmi kita bersama. Alumni IPB di Jawa Barat terutama di Kabupaten Bandung, perlu wadah yang solid agar keakraban tetap terjaga dengan baik.” Seraya berfoto bersama, Kang Uhe juga menyampaikan obsesinya agar HA IPB semakin berkiprah dalam membangun IPB dan Indonesia ke depannya.

Silaturahmi HA Jabar KAS

Acara dibuka dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya dan tentunya tidak lupa lagu Hymne IPB. Berikut di bawah ini adalah lagu Hymne IPB karya Pak Sjafei Armodiwiryo.

Sumber: https://ipb.ac.id/page/about/hymne-ipb/

Hymne IPB

___ ___
2 3 / 4 4 4 4 / 3 . 2 . 3 4 / 5 1 1 2 / 3 . .
7 5 / 1 7 1 7 / 1 7 6 7 . 1 2 / 1 6 5 6 / 7 . .
0 / 0 0 0 0 / 0 0 0 . 0 / 0 0 0 0 / 0 . .
0 / 0 0 0 0 / 0 0 0 . 0 / 0 0 0 0 / 0 . .
Tugas Bakti civitasnya laksanakan selalu
___ ___
2 3 / 4 4 4 4 / 3 2 . 5 5 / 4 2 2 4 / 5 . .
7 5 / 1 7 1 7 / 1 7 6 7 . 7 1 / 2 6 7 1 6 / 7 . .
0 / 0 0 0 0 / 0 0 0 . 3 3 / 2 2 1 6 / 2 . .
0 / 0 0 0 0 / 0 0 0 . 5 5 / 6 7 6 2 / 5 . .
Tri dharma nan mulia IPB terus maju
_____ __    ___ ___
5 . 5 / 3 . 2 1 1 / 1 . 6 . 7 1 / 2 7 5 1 2 / 3 . .
3 . 3 / 5 . 5 5 5 / 6 . 4 . 5 5 / 6 5 5 . 2 / 1 . .
5 . 5 / 5 . 4 3 3 / 4 3 2 . 2 3 / 4 3 2 3 4 / 5 . .
5 . 1 / 1 . 1 5 3 / 2 1 4 . 4 3 / 2 3 4 56. 5 / 1 .  .
Institut Pertaniaan Pengemban cita suci
__ __ __ ___ ____
3 4 / 5 3 3 1 2 3 / 4 . 6 . / 5 3 1 4 3 . 2  / 1 . . 0 / /
5 5 / 3 5 5 1 5 5 / 5 6 6 . / 1 5 5 2 7 . 7 / 5 . . 0 / /
5 5 / 5 2 5 3 4 3 / 2 4 4 . / 3 1 3 4 5 . 4 / 3 . . 0 / /
1 1 / 1 1 5 5 5 / 6 6 2 . / 5 6 5 6 7 . 5 /  1 . . 0 / /
Institut Pertanian Bogor Almamater kami

 

Download Lagu: HYMNE IPB




The 3rd ISSLD 2017 Call for Papers

1 09 2017
The 3rd ISSLD 2017 Call for Papers

The 3rd ISSLD 2017 Call for Papers

Dear Beloved Colleagues,

We are very glad to invite you to join The 3rd International Symposium on Sustainable Landscape Development 2017 (The 3rd ISSLD 2017). The event will be held on November 14th and 15th, 2017 at IPB International Convention Center in Bogor, Indonesia. The 3rd ISSLD 2017 is calling for papers.

The 3rd ISSLD 2017 will bring together researchers, professional, stakeholders, and community working on landscape development, which is the essential networking for sustainable future landscape assessment. The theme of this year symposium is URBAN RESILIENCE. This is including Mitigation, Sustainability, and Resilience in the urban landscape.

The 3rd ISSLD 2017 will be performed by experienced keynote addresses, advanced of invited talks and overseas contributed speakers. They will share their ideas in the form of oral presentations and poster sessions. The 3rd ISSLD 2017 is calling for papers from any field related to landscape including environment, ecology, and sociocultural aspect.

As the symposium is getting close, we are reminding you the important dates:

Abstract Submission Deadline:
September 30th, 2017

Acceptance Notification:
October 7th, 2017

Full-Paper Submission Deadline:
October 30th, 2017

The Symposium:
November 14th, 2017

The Excursion:
November 15th, 2017

Registration Form:
http://arl.faperta.ipb.ac.id/symposium/register/

Registration Fee:
http://arl.faperta.ipb.ac.id/…/registrati…/registration-fee/

Here we send you the 3rd ISSLD 2017 flyer. For more detail information, please visit our website at:
http://arl.faperta.ipb.ac.id/symposium

Thank you for your very kind attention and collaboration.

We really appreciate if you could help us to spread this information to your colleagues who are interested in this idea. We are looking forward to discussing with you at Bogor and we absolutely believe that your contribution will create the symposium fruitful for all of us, and also for landscape society.

Warmest regards,
Chairman of Organizing Committee
Dr. Kaswanto
+62 812 1939739
(CALL/SMS/WA/LINE)

The 3rd International Symposium on Sustainable Landscape Development 2017 (The 3rd ISSLD 2017).




IKIGAI Value in Living

15 08 2017
Ikigai

Ikigai Value in Living

IKIGAI Value in Living

What’s your reason for getting up in the morning? Just trying to answer such a big question might make you want to crawl back into bed. If it does, the Japanese concept of ikigai could help.

Originating from a country with one of the world’s oldest populations, the idea is becoming popular outside of Japan as a way to live longer and better.

While there is no direct English translation, ikigai is thought to combine the Japanese words ikiru, meaning “to live”, and kai, meaning “the realization of what one hopes for”. Together these definitions create the concept of “a reason to live” or the idea of having a purpose in life.

Ikigai also has historic links: gai originates from the word kai, which means shell. These were considered very valuable during the Heian period (794 to 1185), according to Akihiro Hasegawa, a clinical psychologist and associate professor at Toyo Eiwa University, adding a sense of “value in living”.

Ikigai (生き甲斐, pronounced [ikiɡai]) is a Japanese concept that means “a reason for being.” It is similar to the French phrase Raison d’être. Everyone, according to Japanese culture, has an ikigai. Finding it requires a deep and often lengthy search of self. Such a search is important to the cultural belief that discovering one’s ikigai brings satisfaction and meaning to life.[1] Examples include work, hobbies and raising children.[2]

The term ikigai compounds two Japanese words: iki (wikt:生き) meaning “life; alive” and kai (甲斐) “(an) effect; (a) result; (a) fruit; (a) worth; (a) use; (a) benefit; (no, little) avail” (sequentially voiced as gai) “a reason for living [being alive]; a meaning for [to] life; what [something that] makes life worth living; a raison d’etre”.[3]

In the culture of Okinawaikigai is thought of as “a reason to get up in the morning”; that is, a reason to enjoy life. In a TED TalkDan Buettner suggested ikigai as one of the reasons people in the area had such long lives.[4]

The word ikigai is usually used to indicate the source of value in one’s life or the things that make one’s life worthwhile. Secondly, the word is used to refer to mental and spiritual circumstances under which individuals feel that their lives are valuable. It’s not necessarily linked to one’s economic status or the present state of society. Even if a person feels that the present is dark, but they have a goal in mind, they may feel ikigai. Behaviours that make us feel ikigai are not actions we are forced to take—these are natural and spontaneous actions.

In the article named Ikigai — jibun no kanosei, kaikasaseru katei (“Ikigai: the process of allowing the self’s possibilities to blossom”) Kobayashi Tsukasa says that “people can feel real ikigai only when, on the basis of personal maturity, the satisfaction of various desires, love and happiness, encounters with others, and a sense of the value of life, they proceed toward self-realization.”[1][5]

To find this reason or purpose, experts recommend starting with four questions:

  • What do you love?
  • What are you good at?
  • What does the world need from you?
  • What can you get paid for?

Source:

https://www.finansialku.com/jadikan-tujuan-hidup-dan-ikigai-anda-menjadi-sumber-pemasukan/

http://sihendra.com/2016/04/06/ikigai-apa-tujuan-kita-diciptakan/




Digital Drawing Workshop

3 08 2017

Pendaftaran Digital Drawing Workshop

Wacom Flyer OK rev2

 

Latar Belakang

Departemen Arsitektur Lanskap IPB (Dep ARL) merupakan lembaga pendidikan formal yang menjadi leading dalam kompetensi desain lanskap. Dep ARL senantiasa berupaya untuk meningkatkan kapasitas para mahasiswanya sehingga dapat lulus siap kerja. Peningkatan kapasitas keilmuan, kerja dan manajerial ini perlu secara simultan diupdate secara berkala. Untuk itu, peningkatan kapasitas dan mutu ini dapat dilakukan dengan penyediaan infrastruktur, sarana teknologi terbaru dan prasana lainnya yang memadai. Upaya ini direalisasikan dalam wujud melakukan kerjasama dengan PT GrandTech System Indonesia (GSI) untuk melakukan sebuah pelatihan atau workshop yang berkualitas.

Kegiatan workshop ini merupakan bentuk konkret dari kerjasama antara akademisi dengan industri untuk menyelaraskan kebutuhan pasar (user) dengan kemampuan (skill) lulusan mahasissa dari Departemen Arsitektur Lanskap. Tuntutan kebutuhan pasar yang kian berkembang tentunya perlu diantisipasi dengan kemampuan lulusan yang juga harus turut bersinergi dengan tuntutan tersebut. Kegitan workshop ini secara spesifik dilakukan untuk menjawab tuntutan pasar tersebut.

 

Peserta
Peserta workshop berasal dari Civitas Akademika (Civa) IPB, yakni dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa S1 dan S2. Peserta terbatas hanya untuk Civa Departemen Arsitektur Lanskap IPB. Jumlah peserta yang ditargetkan untuk mengikuti workshop adalah 30 orang. Pendaftaran peserta akan dibuka pada tanggal 1 Agustus 2017 secara internal di Departemen Arsitektur Lanskap IPB. Pendaftaran dilakukan secara online pada link kaswanto.staff.ipb.ac.id/wacom atau langsung pada Form Pendaftaran. Peserta tidak dipungut biaya namun wajib mengikuti workshop sehari penuh.

 

Waktu dan Lokasi Kegiatan
Workshop akan diadakan pada hari Selasa tanggal 15 Agustus 2017 pukul 08.00-16.00 WIB di Studio Komputer Grafis Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB).

 

Luaran Kegiatan
Luaran kegiatan Wacom Goes to Campus (WGTC) bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan adalah sebagai berikut:

  1. Mendapatkan update informasi seputar industri kreatif dan teknologi perangkat pendukung yang digunakan.
  2. Mampu memilih perangkat dan teknologi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan.

Sementara luaran kegiatan bagi Mahasiswa S1 dan S2 adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki kemampuan dasar terkait dengan tema industri kreatif.
  2. Mampu mengoperasikan secara Hands-on-trial dari perangkat penunjang industri kreatif (hardware “Wacom” & Software).

 

Penyelenggara
Komisi Informasi dan Teknologi (Kom IT)
Departemen Arsitektur Lanskap
Fakultas Pertanian
Institut Pertanian Bogor
Jl. Meranti Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680, Jawa Barat
Telp. (0251) 8422 415
Website: arl.faperta.ipb.ac.id

 

Pendaftaran Peserta Workshop
Pendaftaran
Silahkan klik pada link di atas untuk pendaftaran Digital Drawing Workshop.

 

Sampai bertemu pada pelaksanaan workshop.

 

Salam,

Ketua Pelaksana

Dr. Kaswanto