Bina Cinta Lingkungan 2015

4 05 2015
BCL 2015 26 April 2015

Foto bersama dengan Pak Kohar- Ketua RW 06

Kegiatan Bina Cinta Lingkungan 2015 atau biasa disingkat BCL 2015 merupakan program dari LPPM IPB yang bertujuan untuk:

  1. Memperkenalkan mahasiswa kepada lingkungan perdesaan dan kehidupan masyarakat di dalamnya,
  2. Memupuk kepedulian, empati dan kemampuan mahasiswa berinteraksi dengan kehidupan masyarakat,
  3. Mengajak masyarakat desa untuk tanggap dan aktif dalam menangani masalah lingkungan di sekitarnya.

 

Kegiatan BCL 2015 pada tahun ini diikuti oleh mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama (TPB) IPB Angkatan 51 yang berjumlah 3552 orang. Kegiatan ini berstatus non kurikulum dan tanpa beban kredit (sks). Pelaksanaannya dilakukan dua gelombang, yani pada hari Minggu tanggal 19 April dan 26 April 2015. Pelaksanaan BCL 2015 hanya dilakukan selama satu hari penuh di 17 Desa/Kelurahan Lingkar Kampus IPB.

Buku Panduan Bina Cinta Lingkungan 2015 bisa didowload di SINI

Dalam Buku Panduan Bina Cinta Lingkungan 2015 diamanatkan bahwa  kemampuan mahasiswa berinteraksi dengan masyarakat dan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan perlu dipupuk dan dilatih sejak dini di Tingkat Persiapan Bersama karena akan bermanfaat dalam pelaksanaan turun ke lapangan pada semester-semester berikutnya. Pada masa TPB ini keahlian mahasiswa belum terbentuk sehingga kegiatan mahasiswa di lapangan dapat diarahkan pada kegiatan yang relatif mudah dilakukan oleh mahasiswa, dan yang tentunya dibutuhkan oleh masyarakat desa-desa lingkar kampus. Atas pertimbangan tersebut, IPB melaksanakan kegiatan Bina Cinta Lingkungan (BCL) bagi mahasiswa TPB IPB yang berisikan kegiatan turun ke desa-desa lingkar kampus dengan kegiatan pemeliharaan lingkungan yaitu kebersihan dan penanaman pohon bersama dengan masyarakat. Kegiatan ini relatif tidak memerlukan keahlian khusus, bermanfaat bagi masyarakat, dan dapat meningkatkan keperdualian mahasiswa terhadap lingkungan dan kemampuan mahasiswa berinteraksi dengan masyarakat

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada situs resmi LPPM IPB BCL 2015

 

Foto-foto kegiatan BCL2015 di Desa Dramaga

BCL 2015 19 April 2015

Foto bersama usai BCL

 

BCL2015

BCL 2015!!! TPB BISA!!!

 

Bina Cinta Lingkungan 2015

Bina Cinta Lingkungan 2015

Semoga kegiatan Bina Cinta Lingkungan 2015 memberikan manfaat bagi kita semua!




Renstra Kementan 2015-2019

10 04 2015

Renstra Kementan 2015-2019

Renstra Kementan 2014-2019 telah diterbitkan berdasarkan Permentan No. 19/Permentan/HK.140/4/2015. Pada bagian pendahuluan disebutkan bahwa Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2015-2019 disusun sebagai perwujudan amanah Undang-Undang Nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025 yang saat ini memasuki tahap ke-3 (2015-2019) sebagai kelanjutan dari RPJMN tahap ke-2 (2010-2014) yang telah berakhir. RPJMN tahap ke-3 (2015-2019) difokuskan untuk memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan pembangunan kompetitif perekonomian yang berbasis sumberdaya alam yang tersedia, sumberdaya manusia yang berkualitas dan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pentahapan RPJPN 2005-2025.

Lebih lanjut disebutkan bahwa pada RPJMN tahap-3 (2015-2019), sektor pertanian masih menjadi sektor penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Peran strategis sektor pertanian tersebut digambarkan dalam kontribusi sektor pertanian dalam penyedia bahan pangan dan bahan baku industri, penyumbang PDB, penghasil devisa negara, penyerap tenaga kerja, sumber utama pendapatan rumah tangga perdesaan, penyedia bahan pakan dan bioenergi, serta berperan dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca (GRK).

Dengan demikian Renstra Kementan 2015-2019 sejalan dengan idealisme masyarakat rendah karbon (MRK) yang salah satu tujuannya adalah untuk menurunkan GRK. Jika memang renstra ini menjadi acuan bagi seluruh penelitian dan pengabdian di Indonesia, saya percaya, niscaya Indonesia bisa menjadi tuan rumah produk pertanian di negeri sendiri. Negara bisa hadir dalam menyelamatkan keterpurukan para petani dan nelayan. Mari kita lihat saja proses ini berjalan!

Download Renstra Kementan pada link di bawah ini:

http://www.pertanian.go.id/file/RENSTRA_2015-2019.pdf




MOVIE FORMATS

2 04 2015

Movie formats which will be explaining here are VCD, SVCD, XVCD, DivX, CVD and DVD-R. Those formats are quite familiar for some people who like to watch the new hot come fresh from the oven of theatre. Please take a look at the explanation.

VCD

VCD is an mpeg1 based format, with a constant bitrate of 1150kbit at a resolution of 352×240 (NTCS). VCDs are generally used for lower quality transfers (CAM/TS/TC/Screener(VHS)/TVrip (analogue)) in order to make smaller file sizes, and fit as much on a single disc as possible. Both VCDs and SVCDs are timed in minutes, rather than MB, so when looking at an mpeg, it may appear larger than the disc capacity, and in reality u can fit 74 min on a CDR74.

SVCD

SVCD is an mpeg2 based (same as DVD) which allows variable bit-rates of up to 2500kbits at a resolution of 480×480 (NTSC) which is then decompressed into a 4:3 aspect ratio when played back. Due to the variable bit-rate, the length you can fit on a single CDR is not fixed, but generally between 35-60 Mins are the most common. To get a better SVCD encode using variable bit-rates, it is important to use multiple “passes”. this takes a lot longer, but the results are far clearer.

XVCD/XSVCD

These are basically VCD/SVCD that don’t obey the “rules”. They are both capable of much higher resolutions and bit-rates, but it all depends on the player to whether the disc can be played. X(S)VCD are total non-standards, and are usually for home-ripping by people who don’t intend to release them.

DivX / XviD

DivX is a format designed for multimedia platforms. It uses two codecs, one low motion, one high motion. most older films were encoded in low motion only, and they have problems with high motion too. A method known as SBC (Smart Bit-rate Control) was developed which switches codecs at the encoding stage, making a much better print. The format is Ana orphic and the bit-rate/resolution are interchangeable. Due to the higher processing power required, and the different codecs for playback, its unlikely we’ll see a DVD player capable of play DivX for quite a while, if at all. There have been players in development which are supposedly capable, but nothing has ever arisen. The majority of PROPER DivX rips (not Re-Encs) are taken from DVDs, and generally up to 2hours in good quality is possible per disc. Various codecs exist, most popular being the original Divx3.11a and the new XviD codecs.

CVD

CVD is a combination of VCD and SVCD formats, and is generally supported by a majority of DVD players. It supports MPEG2 bit-rates of SVCD, but uses a resolution of 352×480(ntsc) as the horizontal resolution is generally less important. Currently no groups release in CVD.

DVD-R

Is the recordable DVD solution that seems to be the most popular (out of DVD-RAM, DVD-R and DVD+R). It holds 4.7 Gb of data per side, and double sided discs are available, so discs can hold nearly 10gb in some circumstances. SVCD mpeg2 images must be converted before they can be burnt to DVD-R and played successfully. DVD>DVDR copies are possible, but sometimes extras/languages have to be removed to stick within the available 4.7gb.

Source:  vcdquality.com




International Seminar 2015 – Mercu Buana

26 03 2015

banner

http://seminar.mercubuana-yogya.ac.id/home.html

http://nunuhost.com/2015/03/seminar-internasional-indonesia-2015/

In 2000, United Nation signed the United Nations Millenium Declaration, which includes Millenium Development Goals (MDGs) to be achieved by 2015 or 2020. This represented the first time that a holistic strategy to meet the development needs of the world has been established, with measurable targets and defined indicators. Therefore, international development is becoming more and more important issue.

International seminar 2015 on development is a wide concept concerning level of development on an international scale. Recently, international development is often used in a holistic and multi-disciplinary context of human development. In this context, international development usually encompasses many things such as foreign aid, poverty reduction, infrastructure, economics, education, environment, and issues associated with these. One important and very urgent issue is society empowerment.

The international seminar will be held in November 26-27, 2015 in Inna Garuda Hotel, Yogyakarta Indonesia

  • Abstract : May 25, 2015
  • Full paper: August 10, 2015
  • Early birds (special price) Before : August, 10 2015
  • Last date Registration & Payment (Non Early birds): September 14, 2015

 




Menghitung Jutaan Tahun Cahaya

27 02 2015

Menghitung Jutaan Tahun Cahaya ternyata memiliki arti tersendiri. Sehabis mengubek-ubek cara menghitung jutaan tahun cahaya, akhirnya menemukan satu artikel yang menarik untuk dibaca. Agak berat namun sarat makna.

Tulisan tersebut saya copy paste kan di bawah ini. Jika ingin ke sumbernya langsung silahkan klik pada bagian referensi di bawah artikel ini. Jika ingin kontak penulisnya silahkan klik pada namanya.

Selamat menikmati. Silahkan ditemani dengan secangkir kopi.

Salam KAS,

 

Meraih Batas Pandang Alam Semesta
Winardi Sutantyo

PADA Maret 2004 suatu tim astronom di European Southern Observatory yang dipimpin Roser Pelló dan Daniel Schaerer mengumumkan penemuan galaksi yang terjauh, yaitu Abell 1835 IR1916. Jarak galaksi tersebut 13,23 miliar tahun cahaya (satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun; satu detik cahaya adalah 300.000 kilometer). Pertanyaan yang muncul, bagaimana astronom dapat mengetahui jarak galaksi tersebut” Seberapa jauh kita dapat melihat alam semesta ini” Dan apa yang dapat kita lihat pada jarak terjauh itu ?

GALAKSI terjauh, Abell 1835 IR1916 (dalam lingkaran), terletak pada jarak 13,23 miliar tahun cahaya (foto dari European Southern Observatory atau ESO). Metode penentuan jarak bintang yang paling sederhana adalah metode paralaks trigonometri. Akibat perputaran Bumi mengitari Matahari, maka bintang-bintang yang dekat tampak bergeser letaknya terhadap latar belakang bintang-bintang yang jauh. Dengan mengukur sudut pergeseran itu (disebut sudut paralaks), dan karena kita tahu jarak Bumi ke Matahari, maka jarak bintang dapat ditentukan.

Sudut paralaks ini sangat kecil hingga cara ini hanya bisa digunakan untuk bintang-bintang yang jaraknya relatif dekat, yaitu hanya sampai beberapa ratus tahun cahaya (bandingkan dengan diameter galaksi kita yang 100.000 tahun cahaya, dan jarak galaksi Andromeda yang dua juta tahun cahaya). Ada metode lain yang dapat meraih jarak lebih jauh, yaitu metode fotometri.

Bayangkan pada suatu malam yang gelap Anda melihat sebuah lampu di kejauhan. Anda diminta menentukan jarak lampu itu. Ini dapat Anda lakukan asalkan Anda tahu berapa watt daya lampu itu. Dalam istilah astronomi daya sumber cahaya disebut luminositas, yaitu energi yang dipancarkan sumber setiap detik. Jarak ditentukan dengan menggunakan prinsip inverse-square law, artinya terang sumber cahaya yang kita lihat sebanding terbalik dengan jarak kuadrat. Suatu lampu yang jaraknya kita jauhkan dua kali, cahayanya akan tampak lebih redup empat kali.

Ada benda-benda langit yang luminositasnya dapat diketahui. Ini disebut sebagai lilin penentu jarak (standard candle). Salah satu lilin penentu jarak adalah bintang-bintang variabel Cepheid yang berubah cahayanya dengan irama tetap (periodik). Perubahan cahaya itu disebabkan karena bintang itu berdenyut. Makin panjang periode (selang waktu antara) denyutan, makin terang bintang itu.

Sifat tersebut ditemukan oleh astronom wanita Henrietta Leavitt pada tahun 1912. Jadi, luminositas bintang dapat ditentukan dengan cara mengukur periode denyutannya. Variabel Cepheid merupakan bintang yang sangat terang, hingga beberapa puluh ribu kali matahari, karena itu dapat digunakan untuk menentukan jarak galaksi lain.

Ada lilin penentu jarak yang jauh lebih terang lagi, yaitu Supernova Type Ia. Ini bintang meledak, terangnya telah dikalibrasi sekitar 10 miliar kali matahari. Ini lilin penentu jarak yang sangat penting karena bisa digunakan untuk menentukan jarak galaksi-galaksi yang sangat jauh. Studi tentang Supernova Type Ia ini intensif dilakukan sekarang.

Alam semesta

Sebuah mobil ambulans bergerak sambil membunyikan sirene. Bila mobil itu sedang mendekati kita, maka suara lengking sirene itu bernada tinggi. Tetapi bila mobil melewati kita dan bergerak menjauh, nada lengking menjadi rendah. Ini disebut efek Doppler. Bunyi adalah peristiwa gelombang. Pada saat sumber bunyi mendekat, waktu getarnya (frekuensinya) bertambah, maka nadanya terdengar tinggi. Tetapi bila sumber bunyi menjauh, waktu getarnya merendah.

Cahaya merupakan gelombang elektromagnet. Cahaya yang waktu getarnya cepat berwarna biru, yang waktu getarnya lambat berwarna merah. Efek Doppler juga berlaku untuk cahaya. Sebuah sumber cahaya akan tampak lebih biru bila benda tadi bergerak mendekat dan lebih merah bila menjauh.

Vesto Slipher di Observatorium Lowell, Amerika, pada tahun 1920 menunjukkan bahwa garis spektrum galaksi-galaksi yang jauh bergeser ke arah merah. Ini disebut pergeseran merah atau red shift. Artinya, galaksi-galaksi itu semuanya bergerak menjauhi kita. Dengan mengukur besar pergeseran merah itu kecepatan menjauh galaksi-galaksi itu dapat diukur.

Pada tahun 1929 Edwin Hubble di Observatorium Mount Wilson, Amerika, mendapatkan adanya hubungan antara kecepatan menjauh itu dan jarak galaksi. Makin jauh suatu galaksi, makin besar kecepatannya. Hubble mendapatkan hubungan itu linier dan menuliskannya dalam rumusV = H D dengan V = kecepatan menjauh, D = jarak galaksi dan H disebut tetapan Hubble. Dengan rumus Hubble itu dapat diperoleh bahwa semua galaksi itu dulu menyatu di suatu titik. Kapan ? Waktunya adalah t = D / V atau t = 1 / H. Pada waktu itulah terjadi big bang atau ledakan besar yang membentuk alam semesta ini.

Harga t inilah yang kita sebut sebagai umur alam semesta. Dengan mengukur tetapan Hubble H, maka umur alam semesta dapat ditentukan, yaitu sekitar 13-15 miliar tahun. Taksiran terbaik adalah 13,7 miliar tahun. Ini juga cocok dengan umur bintang-bintang tua di globular cluster (gugus bintang bola) yang ditentukan dari teori evolusi bintang, yaitu 12-13 miliar tahun.

Penemuan Hubble ini menunjukkan bahwa alam semesta kita ini sekarang mengembang. Pengembangan alam semesta dan Hukum Hubble dapat dijelaskan oleh model alam semesta Friedmann. Sebenarnya sifat alam semesta yang tidak statis ini sudah diperoleh Einstein ketika mengembangkan Teori Relativitas Umum-nya. Namun, Einstein dan banyak ahli fisika lainnya tidak memercayainya. Hanya Alexander Friedmann, seorang ahli fisika dan matematika Rusia, mengembangkan modelnya berdasarkan solusi non-static pada Teori Relativitas Umum Einstein. Ia memprediksi kemungkinan alam semesta yang mengembang pada tahun 1922, tujuh tahun sebelum Hubble menemukan hukumnya.

Dengan menggunakan hukum Hubble ini, galaksi yang dapat ditentukan pergeseran merah atau red shift-nya (dengan kata lain kecepatan menjauhnya), maka jaraknya dapat ditentukan. Galaksi Abell 1835 IR1916 pada awal tulisan ini, yang merupakan galaksi yang terjauh, ditentukan jaraknya dengan cara ini. Garis spektrum yang berasal dari hidrogren (disebut Lyman-alpha) di galaksi ini yang seharusnya berada di warna ultraviolet bergeser ke warna inframerah.

Jarak galaksi itu 13,23 miliar tahun cahaya. Bila alam semesta ini berumur 13,7 miliar tahun, berarti kita melihat galaksi itu hanya 470 juta tahun setelah big bang, sewaktu umur alam semesta baru 3,4 persen dari umurnya sekarang. Bila kita umpamakan alam semesta ini kakek berumur 80 tahun, yang kita lihat adalah balita berumur 2,5 tahun.

Bola terjauh

Seberapa jauh kita dapat melihat alam semesta” Pertama kita pahami dulu bagaimana posisi kita melihat masa lalu alam semesta. Imajinasikan kita berdiri di suatu titik dalam alam semesta. Kemudian kita bayangkan suatu bola dengan kita sebagai pusat. Katakan radius bola itu 1.000 tahun cahaya. Maka bila kita melihat benda yang berada di permukaan bola itu, berarti kita melihat benda itu pada keadaan 1.000 tahun yang lalu. Ini karena cahaya yang kita lihat (atau informasi yang kita terima) dari benda itu berangkat dari sana 1.000 tahun yang lalu.

Kita bisa membuat bola lain, kita tetap sebagai pusat, dan radius bola kita ambil jauh lebih besar, misalnya sejuta tahun cahaya. Kalau kita bisa melihat benda yang berada di permukaan bola itu, di mana pun arahnya, berarti kita melihat ke masa sejuta tahun yang lalu. Begitu seterusnya kita bisa membuat bola-bola histori alam semesta. Makin besar bola itu, makin jauh kita melihat ke masa silam.

Umur alam semesta ditaksir sekitar 13,7 miliar tahun. Maka benda terjauh yang bisa kita lihat adalah benda yang terletak di permukaan bola yang radiusnya dari kita 13,7 miliar tahun cahaya. Itulah bola terbesar yang bisa kita buat. Apa yang bisa kita lihat di situ ?

Kita tengok sebentar peristiwa sehari-hari. Pada siang hari yang berawan kita melihat langit berwarna putih. Kita tidak bisa melihat matahari yang berada di balik awan itu. Ini disebabkan karena partikel uap air di awan menyebarkan cahaya matahari. Ibaratnya, cahaya matahari “dipingpong” ke sana kemari oleh partikel uap air (disebut penyebaran Mie). Dengan begitu, kita kehilangan informasi tentang arah sumber cahaya itu, yaitu matahari. Tetapi bila ada pesawat terbang yang terbang di bawah awan, kita bisa melihatnya. Jadi, ruang di antara kita dan awan transparan, sedangkan awan tidak transparan.

Kembali ke alam semesta. Tak lama setelah big bang terjadi, alam semesta dihuni oleh partikel cahaya atau radiasi (photon), inti-inti atom ringan (yang terdiri dari proton dan neutron) dan elektron bebas. Elektron bebas bersifat menyebarkan cahaya (photon), sama seperti partikel uap air di dalam awan tadi. Jadi pada saat itu alam semesta tidak transparan, karena cahaya atau radiasi di situ “dipingpong” oleh elektron (disebut penyebaran Compton), mirip yang terjadi pada awan pada analogi di atas.

Akan tetapi, sekitar 400.000 tahun setelah big bang, proton dan elektron bergabung membentuk atom hidrogen netral. Jumlah elektron bebas berkurang. Karena partikel penyebarnya (elektron) berkurang, maka penyebaran cahaya atau radiasi juga berkurang. Jadi, alam semesta sekitar 400.000 tahun setelah big bang menjadi transparan.

Permukaan bola pada jarak 400.000 tahun setelah big bang disebut “permukaan penyebaran terakhir” atau surface of last scattering. Kalau kita melihat ke surface of last scattering (berarti ke masa 400.000 tahun setelah big bang), ibaratnya kita melihat ke awan pada analogi di atas. Yang di balik itu tidak dapat kita lihat karena alam semesta waktu itu tidak transparan. Alam semesta mulai dari surface of last scattering hingga kita transparan. Dari surface of last scattering itu kita melihat radiasi yang berasal dari big bang yang dikenal sebagai latar belakang gelombang mikrokosmik atau cosmic microwave background disingkat CMB.

Pengamatan CMB

Pada tahun 1948, ahli astrofisika kelahiran Rusia, George Gamow, mengemukakan bila kita melihat cukup jauh ke alam semesta, maka kita akan melihat radiasi latar belakang sisa dari big bang. Gamow menghitung bahwa setelah menempuh jarak yang sangat jauh, radiasi itu akan teramati dari Bumi sebagai radiasi gelombang mikro.

Pada tahun 1965, Arno Penzias dan Robert Wilson sedang mencoba antena telekomunikasi milik Bell Telephone Laboratory di Holmdel, New Jersey. Mereka dipusingkan oleh adanya desis latar belakang yang mengganggu. Mereka mengecek antena mereka, membersihkan dari tahi burung, tetapi desis itu tetap ada. Mereka belum menyadari desis yang mereka dengar itu berasal dari tepi jagat raya.

Penzias dan Wilson menelepon astronom radio Robert Dicke di Universitas Princeton untuk minta pendapat bagaimana mengatasi masalah itu. Dicke segera menyadari apa yang didapat kedua orang itu. Segera setelah itu dua makalah dipublikasikan di Astrophysical Journal. Satu oleh Penzias dan Wilson yang menguraikan penemuannya, satu oleh Dicke dan timnya yang memberikan interpretasi. Penzias dan Wilson memperoleh Hadiah Nobel untuk Fisika pada tahun 1978.

Penemuan CMB itu dikukuhkan oleh satelit Cosmic Background Explorer (Cobe) milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Pengukuran oleh satelit Cobe itu menunjukkan temperatur CMB yang hanya 2,725 derajat Kelvin (nol derajat Celsius sama dengan 273 derajat Kelvin). Satelit Cobe memetakan radiasi itu di segala arah dan ternyata semuanya uniform sampai ketelitian satu dibanding 10.000. Kalau kita mempunyai mata yang peka pada CMB, maka langit seperti dilabur putih, sama di semua arah, mulus sempurna, tidak ada noda-nodanya. Ini sesuai dengan prinsip dasar kosmologi bahwa alam semesta ini isotropik dan homogen; seragam di semua arah. Yang kita lihat adalah surface of last scattering.

Sedemikian seragamnya CMB hingga hanya alat yang sangat sensitif dapat melihat adanya fluktuasi atau ketidakseragaman pada CMB. Untuk itu, NASA telah meluncurkan satelit antariksanya, Wilkinson Microwave Anisotropy Probe (WMAP), yang lebih cermat daripada Cobe untuk mempelajari fluktuasi itu. Dengan mempelajari fluktuasi itu, diharapkan kita dapat mengetahui asal mula galaksi-galaksi dan struktur skala besar alam semesta dan mengukur parameter-parameter penting dari big bang.

Referensi:

Kompas (30 April 2005)

http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1115502702&9

http://blendedlearning.itb.ac.id/web5/index.php/forum/detail/9824




Meulaboh

25 02 2015
Batee Putee Meulaboh

Batee Putee Meulaboh

Meulaboh, Sumber: http://www.deadlineatjeh.com/2013/05/asal-usul-kota-meulaboh.html

HM.Zainuddin mengatakan bahwa nama Kota Meulaboh berasal dari pemberian nama oleh Orang-orang Minang, Menurutnya, ketika Orang Minang itu sampai di Teluk Pasir Karam pendatang dari Minangkabau itu sepakat untuk berlabuh “Disikolah kito berlaboh,” kata mereka. Semenjak itulah Negeri Pasir Karam dikenal dengan nama Meulaboh dari asal kata berlaboh.

Saya meragukan pernyataan tersebut, sebab Meulaboh memang sudah ada sejak abad ke XV sementara itu, para Datuk yang datang ke Meulaboh baru pada abad ke XVIII, ada jarak waktu yang sangat jauh disini. Menurut Saya, Kota Meulaboh itu berasal dari Bahasa Aceh yang umum dipakai di Orang Aceh yang berbahasa Aceh.

Kata Meulaboh berasal dari kata Laboh yang umum digunakan Orang di Aceh, menurut Kamus Aceh-Indonesia yang diterbitkan Pusat Pembinaan Departemen Pendidikan, Lembaga Pengembangan dan Bahasa dan Kebudayaan Tahun 1985 yang disusun oleh Aboe Bakar dan Kawan-kawan mengatakan bahwa kata Laboh dalam bahasa Aceh artinya (verb) membuang, melemparkan, menjatuhkan, jatuh, turun, bergantung rendah: pat ji Laboh pukat? Di manakah mereka berpukat? pakon laboh that tangui ija? Taumanyang bacut! Mengapa Anda memakai kain rendah sekali. Tinggikanlah sedikit. bak jiplueng-plueng ka laboh di aneuk nyan, Ketika berlari-lari, jatuhlan anak itu. Meulaboh, teulaboh : dibuang, diturunkan; meulaboh, teulaboh saoh, Sauh sudah di buang; teungoh ji meulaboh mereka sedang berlabuh.

Penamaan Kota Meulaboh oleh Orang Minang itu perlu dipertanyakan lagi, dengan alasan lain diantaranya, kata Meulaboh, di Aceh Barat banyak, ada Babah Meulaboh, Tanjong Meulaboh, Meulaboh dua (ini malah di Nagan), Krueng Meulaboh, kata itu sama banyak dengan penggunaan kata Padang dalam Desa-desa di Aceh, ada Desa Kuta Padang, Padang Panyang, Padang Sikabu, ini bukan berarti nama itu diberi oleh Orang Padang atau Minang, Ini hampir sama jika Orang Minang mengatakan kalau Colorado diberi nama oleh Orang Padang, Color ado (Apa ada celana Color). Meulaboh, Padang itu ada dari Bahasa Aceh, Meulaboh berasal dari Kata Laboh, Padang berati luas2. Kota Meulaboh sudah ada sejak 402 tahun lalu masa Sultan Syaidil Mukamil, Perang Padri baru terjadi pada abad 18.

Kedatangan para Datuk itu benar adanya tetapi sebenarnya mereka itu orang Aceh dimasa Sultan Iskandar Muda saat Aceh menguasai Sumatera Barat dan para petinggi Aceh di ranah Minang itu, menjadi pemangku adat dan pemerintahan. Peran mereka ini tereduksi karena adanya reformasi yang dilakukan kaum ulama yang terpengaruh dengan paham Wahabi di Arab Saudi.

Kaum Paderi membawa ajaran pembaruan Islam beraliran Wahabi dari Arab. Tiga orang ulama pulang dari mengikuti pendidikan si Arab. Mereka adalah Haji Piobang, Haji Miskin dan Haji Sumanik. Ajaran pembaruan Islam yang dibawa tiga orang haji ini, membuat gundah masyarakat Minangkabau yang waktu itu sudah menganut ajaran Islam, yang disebut beraliran Ahlu Sunnah wal Jama’ah. Karena terdesak oleh kaum ulama, para datuk itu ingin pulang kampung dan sebagian lagi tidak.

Para Datuk dan romobongannya itu, hidup berbaur dengan masyarakat setempat. Diantara mereka malah ada yang menjadi pemimpin diantaranya: Datuk Machadum Sakti dari Rawa, Datuk Raja Agam dari Luhak Agam. Datuk Raja Alam Song Song Buluh dari Sumpu. Mereka menebas hutan mendirikan pemukiman yang menjadi tiga daerah, Datuk Machdum Sakti membuka negeri di Merbau, kemudian pindah kearah Woyla, Datuk Raja Agam di Ranto Panyang dan Datuk Raja Alam Song Song Buluh di Ujong Kala yang menikah dengan anak salah seorang yang berpengaruh di sana.

Menurut H.M Zainuddin, ketiga Datuk utama tersebut juga memerintahkan warganya untuk membuka ladang, sehingga kehidupan mereka jadi makmur. Ketiga Datuk itu pun kemudian sepakat untuk menghadap raja Aceh, Sultan Mahmud Syah yan dikenal dengan sebutan Sultan Buyung (1830-1839) untuk memperkenalkan diri.

Ketika menghadap Sultan masing-masing Datuk membawakan satu botol mas urai sebagai buah tangan. Mereka meminta kepada raja Aceh agar memberikan batas-batas negeri mereka. Permintaan itu dikabulkan, Raja Alam Song Song Buluh kemudian diangkat menjadi Uleebalang Meulaboh dengan ketentuan wajib mengantar upeti tiap tahun kepada bendahara kerajaan.

Para Datuk itu pun setiap tahun mengantar upeti untuk Sultan Aceh, tapi lama kelamaan mereka merasa keberatan untuk menyetor langsung ke kerajaan, karena itu mereka meminta kepada Sultan Aceh yang baru Sultan Ali Iskandar Syah (1829-1841) untuk menempatkan satu wakil sultan di Meulaboh sebagai penerima upeti. Permintaan ketiga Datuk itu dikabulkan oleh Sulthan, dikirimlah ke sama Teuku Tjiek Lila Perkasa. Wazir Sultan Aceh untuk pemerintahan dan menerima upeti-upeti dari Uleebalang Meulaboh.

Para Datuk itu merasa sangat senang dengan kedatangan utusan Sultan yang ditempatkan sebagai wakilnya di Meulaboh itu. Mereka pun kemudian kembali meminta pada Sultan Aceh untuk mengirim satu wakil sultan yang khusus mengurus masalah perkara adat dan pelanggaran dalam negeri. Permintaan itu juga dikabulkan, Sultan Aceh mengirim kesana Penghulu Sidik Lila Digahara yang menyidik segala hal yang berkaitan dengan pelanggaran undang-undang negeri.

Permintaan itu terus berlanjut. Kepada Sultan Aceh para Datuk itu meminta agar dikirimkan seorang ulama untuk mengatur persoalan nikah, pasahah dan hokum Syariat. Maka dikirimlah ke sana oleh Sultan Aceh Teuku Tjut Din, seorang ulama yang bergelar Almuktasimu-binlah untuk menjadi kadhi Sultan Aceh di Meulaboh, keturunan dari Teuku Tjut Din ini adalah Haji Teuku Alaidinsyah atau H. Tito dan saya sendiri. Kemudian Meulaboh masuk dalam Federasi Kaway XVI karena fedrasi itu dibentuk oleh enam belas Uleebalang, yaitu Uleebalang Tanjong, Ujong Kala, Seunagan, Teuripa, Woyla, Peureumbeu, Gunoeng Meuh, Kuala Meureuboe, Ranto Panyang, Reudeub, Lango Tangkadeuen, Keuntjo, Gume/Mugo, Tadu, serta Seuneu’am, yang diketuai oleh Ule Balang Ujong Kalak.
[sunting] Masa kesultanan Aceh

Wilayah bagian barat Kerajaan Aceh Darussalam mulai dibuka dan dibangun pada abad ke-16 atas prakarsa Sultan Saidil Mukamil (Sultan Aceh yang hidup antara tahun 1588-1604), kemudian dilanjutkan oleh Sultan Iskandar Muda (Sultan Aceh yang hidup tahun 1607-1636) dengan mendatangkan orang-orang Aceh Rayeuk dan Pidie.

Daerah ramai pertama adalah di teluk Meulaboh (Pasi Karam) yang diperintah oleh seorang raja yang bergelar Teuku Keujruen Meulaboh, dan Negeri Daya (Kecamatan Jaya) yang pada akhir abad ke-15 telah berdiri sebuah kerajaan dengan rajanya adalah Sultan Salatin Alaidin Riayat Syah dengan gelar Poteu Meureuhom Daya.

Dari perkembangan selanjutnya, wilayah Aceh Barat diakhir abad ke-17 telah berkembang menjadi beberapa kerajaan kecil yang dipimpin oleh Uleebalang, yaitu : Kluang; Lamno; Kuala Lambeusoe; Kuala Daya; Kuala Unga; Babah Awe; Krueng No; Cara’ Mon; Lhok Kruet; Babah Nipah; Lageun; Lhok Geulumpang; Rameue; Lhok Rigaih; Krueng Sabee; Teunom; Panga; Woyla; Bubon; Lhok Bubon; Meulaboh; Seunagan; Tripa; Seuneu’am; Tungkop; Beutong; Pameue; Teupah (Tapah); Simeulue; Salang; Leukon; Sigulai.
[sunting] Silsilah Raja Meulaboh

Raja-raja yang pernah bertahta di kehulu-balangan Kaway XVI hanya dapat dilacak dari T. Tjik Pho Rahman, yang kemudian digantikan oleh anaknya yang bernama T.Tjik Masaid, yang kemudian diganti oleh anaknya lagi yang bernama T.Tjik Ali dan digantikan anaknya oleh T.Tjik Abah (sementara) dan kemudian diganti oleh T.Tjik Manso yang memiliki tiga orang anak yang tertua menjadi Raja Meulaboh bernama T.Tjik Raja Nagor yang pada tahun 1913 meninggal dunia karena diracun, dan kemudian digantikan oleh adiknya yang bernama Teuku Tjik Ali Akbar, sementara anak T.Tjik Raja Nagor yang bernama Teuku Raja Neh, masih kecil.

Saat Teuku Raja Neh (ayah dari H.T.Rosman. mantan Bupati Aceh Barat) anak dari Teuku Tjik Raja Nagor besar ia menuntut agar kerajaan dikembalikan kepadanya, namun T.Tjik Ali Akbar yang dekat dengan Belanda malah mengfitnah Teuku Raja Neh sakit gila, sehingga menyebabkan T Raja Neh dibuang ke Sabang.

Pada tahun 1942 saat Jepang masuk ke Meulaboh, T.Tjik Ali Akbar dibunuh oleh Jepang bersama dengan Teuku Ben dan pada tahun 1978, mayatnya baru ditemukan di bekas Tangsi Belanda atau sekarang di Asrama tentara Desa Suak Indrapuri, kemudian Meulaboh diperintah para Wedana dan para Bupati dan kemudian pecah menjadi Aceh Selatan, Simeulue, Nagan Raya, Aceh Jaya. (teuku dadek)

Dimasa penjajahan Belanda, melalui suatu perjanjian (Korte Verklaring), diakui bahwa masing-masing Uleebalang dapat menjalankan pemerintahan sendiri (Zelfsbestuur) atau swaparaja (landschap). Oleh Belanda Kerajaan Aceh dibentuk menjadi Gouvernement Atjeh en Onderhorigheden (Gubernemen Aceh dan Daerah Taklukannya) dan selanjutnya dengan dibentuknya Gouvernement Sumatera, Aceh dijadikan Keresidenan yang dibagi atas beberapa wilayah yang disebut afdeeling (propinsi) dan afdeeling dibagi lagi atas beberapa onderafdeeling (kabupaten) dan onderafdeeling dibagi menjadi beberapa landschap (kecamatan).
[sunting] Penjajahan Belanda

Aceh Barat sangat berkaitan dengan sejarah Meulaboh Meulaboh, Ibukota Kabupaten Aceh Barat yang terdiri dari Kecamatan Johan Pahlawan, sebagian Kaway XVI dan sebagian Kecamatan Meureubo adalah salah satu Kota yang paling tua di belahan Aceh bagian Barat dan Selatan. Menurut HM.Zainuddin dalam Bukunya Tarih Atjeh dan Nusantara, Meulaboh dulu dikenal sebagai Negeri Pasir Karam. Nama tersebut kemungkinan ada kaitannya dengan sejarah terjadinya tsunami di Kota Meulaboh pada masa lalu, yang pada tanggal 26 Desember 2004 terjadi kembali. Meulaboh sudah berumur 402 tahun terhitung dari saat naik tahtanya Sultan Saidil Mukamil (1588-1604), catatan sejarah menunjukan bahwa Meulaboh sudah ada sejak Sultan tersebut berkuasa.

Pada masa Kerajaan Aceh diperintah oleh Sultan Iskandar Muda (1607-1636), demikian HM.Zainuddin negeri itu ditambah pembangunannya. Di Meulaboh waktu itu dibuka perkebunan merica, tapi negeri ini tidak begitu ramai karena belum dapat menandingi Negeri Singkil yang banyak disinggahi kapal dagang untuk mengambil muatan kemenyan dan kapur barus. Kemudian pada masa pemerintahan Sultan Djamalul Alam, Negeri Pasir Karam kembali ditambah pembangunannya dengan pembukaan kebun lada. Untuk mengolah kebun-kebun itu didatangkan orang-orang dari Pidie dan Aceh Besar.
[sunting] Karesidenan Aceh

Seluruh wilayah Keresidenan Aceh dibagi menjadi 4 (empat) afdeeling yang salah satunya adalah Afdeeling Westkust van Atjeh atau Aceh Barat dengan ibukotanya Meulaboh. Afdeeling Westkust van Atjeh (Aceh Barat) merupakan suatu daerah administratif yang meliputi wilayah sepanjang pantai barat Aceh, dari gunung Geurutee sampai daerah Singkil dan kepulauan Simeulue serta dibagi menjadi 6 (enam) onderafdeeling, yaitu :

1. Meulaboh dengan ibukota Meulaboh dengan Landschappennya Kaway XVI, Woyla, Bubon, Lhok Bubon, Seunagan, Seuneu’am, Beutong, Tungkop dan Pameue;
2. Tjalang dengan ibukota Tjalang (dan sebelum tahun 1910 ibukotanya adalah Lhok Kruet) dengan Landschappennya Keluang, Kuala Daya, Lambeusoi, Kuala Unga, Lhok Kruet, Patek, Lageun, Rigaih, Krueng Sabee dan Teunom;
3. Tapaktuan dengan ibukota Tapak Tuan;
4. Simeulue dengan ibukota Sinabang dengan Landschappennya Teupah, Simalur, Salang, Leukon dan Sigulai;
5. Zuid Atjeh dengan ibukota Bakongan;
6. Singkil dengan ibukota Singkil.

[sunting] Penjajahan Jepang

Di zaman penjajahan Jepang (1942 – 1945) struktur wilayah administrasi ini tidak banyak berubah kecuali penggantian nama dalam bahasa Jepang, seperti Afdeeling menjadi Bunsyu yang dikepalai oleh Bunsyucho, Onderafdeeling menjadi Gun yang dikepalai oleh Guncho dan Landschap menjadi Son yang dikepalai oleh Soncho.
[sunting] Masa kemerdekaan

Setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, berdasarkan Undang-undang Nomor 7 (Drt) Tahun 1956 tentang pembentukan Daerah Otonom Kabupaten-kabupaten dalam lingkungan Propinsi Sumatera Utara, wilayah Aceh Barat dimekarkan menjadi 2 (dua) Kabupaten yaitu Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Aceh Selatan. Kabupaten Aceh Barat dengan Ibukota Meulaboh terdiri dari tiga wilayah yaitu Meulaboh, Calang dan Simeulue, dengan jumlah kecamatan sebanyak 19 (sembilan belas) Kecamatan yaitu Kaway XVI; Johan Pahlwan; Seunagan; Kuala; Beutong; Darul Makmur; Samatiga; Woyla; Sungai Mas; Teunom; Krueng Sabee; Setia Bakti; Sampoi Niet; Jaya; Simeulue Timur; Simeulue Tengah; Simeulue Barat; Teupah Selatan dan Salang. Sedangkan Kabupaten Aceh Selatan, meliputi wilayah Tapak Tuan, Bakongan dan Singkil dengan ibukotanya Tapak Tuan.
[sunting] Pemekaran 1996

Pada Tahun 1996 Kabupaten Aceh Barat dimekarkan lagi menjadi 2 (dua) Kabupaten, yaitu Kabupaten Aceh Barat meliputi kecamatan Kaway XVI; Johan Pahlwan; Seunagan; Kuala; Beutong; Darul Makmur; Samatiga; Woyla; Sungai Mas; Teunom; Krueng Sabee; Setia Bakti; Sampoi Niet; Jaya dengan ibukotanya Meulaboh dan Kabupaten Adminstrtif Simeulue meliputi kecamatan Simeulue Timur; Simeulue Tengah; Simeulue Barat; Teupah Selatan dan Salang dengan ibukotanya Sinabang.
[sunting] Pemekaran 2000

Kemudian pada tahun 2000 berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 5, Kabupaten Aceh Barat dimekarkan dengan menambah 6 (enam) kecamatan baru yaitu Kecamatan Panga; Arongan Lambalek; Bubon; Pantee Ceureumen; Meureubo dan Seunagan Timur. Dengan pemekaran ini Kabupaten Aceh Barat memiliki 20 (dua puluh) Kecamatan, 7 (tujuh) Kelurahan dan 207 Desa.
[sunting] Pemekaran 2002

Selanjutnya pada tahun 2002 Kabupaten Aceh Barat daratan yang luasnya 1.010.466 Ha, kini telah dimekarkan menjadi tiga Kabupaten yaitu Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Barat dengan dikeluarkannya Undang-undang N0.4 Tahun 2002
[sunting] Pemerintahan

Kabupaten ini dipimpin oleh seorang Bupati yang terpilih dalam setiap Pilkada.
Bupati

* 28 Agustus 2004 – 23 Maret 2006 Ir. Nasrudin dilantik oleh Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, Dr. Ir. Mustafa Abubakar.
* 23 Maret 2006 – 2006 Sofyanis (Pj)
* Agustus 2006 – Maret 2007 H.T. Alamsyah Banta (Pj)
* Maret 2007 – sekarang Ramli MS dan Fuadri, S.Si sebagai Bupati/Wakil Bupati hasil Pilkada terakhir.

Program Strategis Pembangunan Daerah

Pembangunan Kabupaten Aceh Barat mencakup semua kegiatan pembangunan daerah dan sektoral yang dikelola oleh pemerintah bersama masyarakat.

Titik berat pembangunan diletakan pada bidang ekonomi kerakyatan melalui peningkatan dan perluasan pertanian dalam arti luas sebagai pengerak utama pembangunan yang saling terkait secara terpadu dengan bidang-bidang pembangunan lainnya dalam suatu kebijakan pembangunan. maka ditetapkan prioritas pembangunan sebagai berikut :

1. Meningkatkan pelaksanaan Syariat Islam, peran ulama dan adat istiadat.
2. Peningkatan Sumber Daya Manusia.
3. Pemberdayaan ekonomi masyarakat.
4. Meningkatakan aksesibilitas daerah.
5. Meningkatkan pendapatan daerah.

Lambang

Lambang Daerah Kabupaten Aceh Barat ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Aceh Barat No. 12 Tahun 1976 Tanggal 26 Nopember 1976 tentang Lambang Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Aceh Barat dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Dalam Negeri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor Pem./10/32/46-263 Tanggal 17 Mei 1976 serta telah diundangkan dalam Lembaran Daerah Tingkat II Aceh Barat Nomor 10 Tahun 1980 Tanggal 3 Januari 1980.

Lambang Kabupaten Aceh Barat mempunyai perisai berbentuk kubah mesjid yang berisi lukisan lukisan dengan bentuk, warna dan perbandingan ukuran tertentu dan mempunyai maksud serta makna sebagai berikut:

* Perisai berbentuk kubah mesjid, melambangkan ketahanan Nasional dan kerukunan yang dijiwai oleh semangat keagamaan;
* Bintang persegi lima, melambangkan falsafah negara, Pancasila;
* Kupiah Meukeutop, melambangkan kepemimpinan;
* Dua tangkai kiri kanan yang mengapit Kupiah Meukeutop terdiri dari kapas, padi, kelapa dan cengkeh, melambangkan kesuburan dan kemakmuran daerah;
* Rencong, melambangkan jiwa patriotik/kepahlawanan rakyat;
* Kitab dan Kalam, melambangkan ilmu pengetahuan dan peradaban;
* Tulisan “Aceh Barat” mengandung arti bahwa semua unsur tersebut diatas terdapat di dalam Kabupaten Aceh Barat.

Lambang Daerah ini digunakan sebagai merek bagi perkantoran pemerintah Kabupaten Aceh Barat dan ;

* Sebagai petanda batas wilayah Kabupaten Aceh Barat dengan Kabupaten lainnya.
* Sebagai cap atau stempel jabatan dinas.
* Sebagai lencana yang digunakan oleh pegawai pemerintah Kabupaten Aceh Barat yang sedang menjalankan tugasnya.
* Sebagai panji atau bendera digunakan oleh suatu rombongan yang mewakili atau atas nama pemerintah Kabupaten Aceh Baratdan dapat dipergunakan pada tempat tempat upacara resmi, pintu gerbang dan lain sebagainya.

Lambang Daerah Kabupaten Aceh Barat ini dilarang digunakan apabila bertentangan dengan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 1976 dan barang siapa yang melanggarnya dapat dikenakan hukuman selama-lamanya 1 bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 10.000.- (sepuluh ribu rupiah).

Kabupaten Aceh Barat sejak tahun 2000 – 2003 terbagi menjadi 3 Daerah Tingkat II, yakni:

1. Aceh Barat dengan ibu kota Meulaboh
2. Aceh Jaya dengan ibu kota Calang
3. Nagan Raya dengan ibu kota Sukamakmue
4. Simeulue dengan ibu kota Sinabang

[sunting] Sejak pemekaran 2003

Semenjak pemekaran wilayah, Kabupaten Aceh Barat berkurang lebih dari separuh wilayahnya dan kecamatan yang tersisa adalah sebagai berikut:

* Arongan Lambalek mempunyai Luas 130,06 Km2 (4,44% luas Kab Aceh Barat) (27 desa/kelurahan)
* Bubon Luas 129,58 Km2 (4,43% luas Kab Aceh Barat (17 desa/kelurahan)
* Johan Pahlawan Luas 44,91 Km2 (1,53% luas Kab. Aceh Barat (21 desa/kelurahan)
* Kaway XVI Luas 510,18 Km2 (62 desa/kelurahan)
* Meureubo luas 112,87 Km2 (26 desa/kelurahan)
* Pante Ceureumen Luas 490,25 Km2 (25 desa/kelurahan)

* Panton Reu Luas 83,04 Km2 (19 desa/kelurahan)

* Samatiga luas 140,69 Km2 (32 desa/kelurahan)
* Sungai Mas luas 781,73 Km2 (18 desa/kelurahan)
* Woyla (43 desa/kelurahan)
* Woyla Barat Luas 123 Km2 (24 desa/kelurahan)
* Woyla Timur luas 132 Km2 (26 desa/kelurahan)
Sebelum pemekaran

Sebelum pemekaran, Kabupaten Aceh Barat mempunyai luas wilayah 10.097.04 km² atau 1.010.466 hektare dan secara astronomi terletak pada 2°00′-5°16′ Lintang Utara dan 95°10′ Bujur Timur dan merupakan bagian wilayah pantai barat dan selatan kepulauan Sumatera yang membentang dari barat ke timur mulai dari kaki Gunung Geurutee (perbatasan dengan Kabupaten Aceh Besar) sampai kesisi Krueng Seumayam (perbatasan Aceh Selatan) dengan panjang garis pantai sejauh 250 Km.

Sesudah pemekaran

Sesudah pemekaran letak geografis Kabupaten Aceh Barat secara astronomi terletak pada 04°61′-04°47′ Lintang Utara dan 95°00′- 86°30′ Bujur Timur dengan luas wilayah 2.927,95 km² dengan batas-batas sebagai berikut:
Utara Kabupaten Aceh Jaya dan Kabupaten Pidie
Selatan Samudra Indonesia dan Kabupaten Nagan Raya
Barat Samudera Indonesia
Timur Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Nagan Raya  (**)




Apa Itu Thalassemia?

23 02 2015
Thalassemia

Thalassemia

Thalassemia adalah kelainan darah yang diturunkan melalui keluarga (diwariskan). Dimana tubuh membuat bentuk abnormal hemoglobin/HB (protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen). Gangguan tersebut mengakibatkan kehancuran yang berlebihan pada sel darah merah yang mengarah ke anemia.

Hemoglobin/HB terdiri dari 2 protein:

  1. alpha globin
  2. beta globin

Thalassemia terjadi bila ada kerusakan dalam gen yang membantu produksi mengontrol salah satu protein.
Thalassemia terbagi 2 jenis utama

  1. alpha thalassemia
  2. beta thalasemia

Alpha Thalassemia terjadi ketika gen / gen yang berhubungan dengan alpha protein hilang/ berubah (bermutasi). Beta Thalassemia terjadi ketika cacat gen yang sama mempengaruhi produksi protein beta globin.

Alpha Thalassemia terjadi paling umum dari orang Asia Tenggara, Timur Tengah, Ciina dan orang keturunan Afrika.
Beta Thalassemia terjadi pada orang asal Mediterania dan lebih sedikit terjadi di Cina, negara Asia lainnya, Afrika-Amerika.

Ada banyak bentuk Thalassemia, setiap jenis memiliki subtype yang berbeda, baik alpha Thalassemia & beta Thalassemia meliputi 2 bentuk

  1. Thalassemia mayor
  2. Thalassemia minor

Thalassemia mayor adalah mewarisi gen thalassemia dari kedua orang tuanya. Thalassemia minor adalah mewarisi gen thalassemia dari salah satu orang tua. Alpha Thalassemia biasanya kematian bayi yang belum lahir saat persalinan atau tahap akhir kehamilan. Anak-anak yang lahir dengan Thalassemia mayor adalah normal saat lahir tetapi akan mendapatkan anemia berat selama tahun pertama kehidupan.

Pengobatan Thalassemia mayor adalah transfusi darah secara teratur. Ada pula transplantasi sumsum tulang belakang dapat membantu mengobati beberapa pasien terutama anak-anak Thalassemia.
Harapan Thalassemia adalah mendapatkan transfusi darah rutin dan terapi untuk menghilangkan zat besi dari tubuh.

Diperlukan Konseling genetik dan skrining prenatal dapat membantu orang dengan riwayat Thalassemia yang berencana untuk memiliki anak.

Thalassemia Dapat Dicegah Penyebarannya
Mereka carrier Thalassemia sebaiknya tidak menikah dengan sesama carrier sebab ada kemungkinan anaknya akan mengalami Thalassemia mayor.

Thalassemia BUKAN Penyakit Menular
Pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari lebih banyak lagi anak yang memiliki Thalassemia agar memeriksakan diri sebelum menikah. Lemahnya informasi serta kesadaran untuk masyarakat agar memeriksakan diri sebelum menikah juga menjadi kendala untuk menekan Thalassemia menjadi rendah.

Sumber:

http://tipedarah.tumblr.com/post/41746749146/apa-itu-thalassemia




Anemia dan Tekanan Darah Rendah

14 02 2015

Anemia dan Tekanan Darah Rendah (Hipotensi) memiliki gejala yang hampir mirip, tapi dua kondisi ini sebenarnya berbeda. Anemia dan Hipotensi memiliki definisi yang berbeda, sehingga kedua penyakit ini tidak didiagnosis menjadi satu penyakit yang sama. Seperti dikutip dari Mayo Clinic, Senin (29/11) ini dia perbedaan anemia dan juga hipotensi.

Anemia
Anemia adalah suatu kondisi yang mana seseorang tidak punya sel darah merah sehat yang cukup untuk membawa kebutuhan oksigen di tiap jaringan dan organ, kondisi ini biasanya diawali dengan rasa mudah lelah. Karena volume darahnya kurang bisa menyebabkan masalah kesehatan karena sel darah merah mengandung hemoglobin yang berfungsi membawa oksigen ke jaringan tubuh.
Jika kondisi ini tidak tertangani dengan baik, maka dapat menyebabkan kompilkasi termasuk kelelahan dan stres pada organ-organ tubuh yang tidak mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi yang cukup.
Gejala yang timbul umumnya bervariasi, biasanya termasuk kelelahan, pucat, detak jantung yang cepat dan tidak teratur, sesak napas, nyeri dada, pusing, gangguan kognitif, tangan dan kaki yang dingin serta sakit kepala. Awalnya anemia begitu ringan dan terjadi tanpa disadari, tapi lama kelamaan gejalanya akan meningkat dan memperburuk kondisi.
Hipotensi
Tekanan darah normal adalah jika memiliki sistolik (batas atas saat jantung kerja) 120 mmHg dan diastolik (batas bawah saat jantung istirahat) 80 mmHg atau sering disebut 120/80 mmHg.
Nah orang dikatakan mengalami tekanan darah rendah jika tekanan sistolik (angka atas dalam pembacaan tekanan darah) kurang dari 90 mmHg atau nilai tekanan diastolik (angka bawah dalam pembacaan tekanan darah) kurang dari 60 mmHg.




JUAL KUE KERANJANG SPESIAL

28 01 2015

Jual Kue Keranjang 02Jual Kue Keranjang 01

 

Jual Kue Keranjang Spesial untuk menghangatkan suasana Tahun Baru Imlek Anda!

Imlek semakin mendekat, sudah saatnya untuk mencari pernak-pernik dan hidangan Imlek! Hidangan yang selalu ada adalah Kue Keranjang. Tak afdol rasanya bila Imlek dirayakan tanpa kue keranjang.

KUE KERANJANG ini terbuat dari Beras Ketan dan Gula Berkualitas dan dibuat dengan proses MODERN untuk menghasilkan cita rasa TRADISIONAL.

KUE KERANJANG biasanya dihidangkan langsung tanpa dimasak. Namun juga dapat dihidangkan dengan penyajian yang berbeda.

Untuk Pemesanan Hubungi:

IBU MORIN 

0857-7603-0828

0812-8806-6329

0878-8459-2369

Jual Kue Keranjang Spesial

Jual Kue Keranjang Spesial

 




Penerimaan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa Karya Tulis (PKMKT) Tahun 2015

23 01 2015

Surat Penerimaan Proposal PKM-KT Tahun 2015

Program Kreativitas Mahasiswa 2015 sudah mulai digulir, terutama untuk PKM-AI dan PKM-GT. buat rekan-rekan mahasiswa mari kita bergerak!!

Lebih lengkap silahkan lihat di bawah ini.

Salam,

Kaswanto

================================

Penerimaan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa Karya Tulis (PKMKT) Tahun 2015

Bersama ini dengan hormat kami sampaikan bahwa, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat, Ditjen Pendidikan Tinggi memberi kesempatan kepada mahasiswa perguruan tinggi
negeri maupun swasta untuk mengajukan proposal Program Kreativitas Mahasiswa Karya Tulis
(PKMKT) yaitu : Artikel Ilmiah dan Gagasan Tertulis untuk pendanaan tahun 2015.
Perlu kami informasikan bahwa sesuai panduan PKM tahun 2014, pengajuan usulan proposal
dan tata cara pengiriman proposal secara online ke Direktorat Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat (Ditlitabmas) dapat di dapat diunduh dari laman http://dikti.go.id, dengan
headline : Usulan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2014.

Sehubungan hal tersebut di atas, kami mohon agar Saudara berkenan menginformasikan program dimaksud kepada mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi Saudara, dengan ketentuan sebagai berikut.

  1. Pendaftaran secara online dilakukan oleh staf bagian Kemahasiswaan Perguruan Tinggi melalui http://simlitabmas.dikti.go.id.
  2. Pengunggahan dokumen dilakukan oleh mahasiswa setelah proses pendaftaran selesai dilakukan.
  3. Pendaftaran dan pengunggahan dokumen secara on-line dibuka mulai tanggal 1 Februari s.d. 27 Maret 2015 untuk PKM-Artikel Ilmiah, sedangkan untuk PKM-Gagasan Tertulis dibuka mulai tanggal 1 Februari s.d. 31 Maret 2015. Apabila lewat dari batas waktu yang telah ditentukan maka proses pendaftaran dan pengunggahan tidak dapat dilakukan.
  4. Ditlitabmas tidak menerima proposal dalam bentuk hardcopy (dokumen hardcopy disimpan di Perguruan Tinggi pengusul untuk keperluan administrasi).

Lebih detil silahkan download suratnya Surat Penerimaan Proposal PKM-KT Tahun 2015. Atau langsung ke sumbernya di http://simlitabmas.dikti.go.id/







Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin