Dosen juga ‘BISA’ KAYA

13 02 2012

Dosen sebagai profesi yang menjanjikan

Terinspirasi dari buku-buku finansial freedom yang mengatakan siapapun bisa kaya, profesi apapun bisa membuat Anda kaya, asalkan Anda konsisten dan tekun dalam bidang Anda, maka saya mencoba untuk mengulas sedikit statement ini.

Saya mau share mengenai profesi yang saya geluti saat ini, yakni sebagai DOSEN. Berbagai pertanyaan langsung muncul di benak saya ketika membaca beberapa statement seperti di atas mengenai KAYA. Pertanyaan yang utama, apakah menjadi dosen akan membuat kaya? Jika kaya dari sisi material yang disinggung, maka saya mencoba membuat beberapa argumentasi dan analisis sederhana dari browsing melalui internet mengenai profesi sebagai DOSEN.

Faktanya ternyata membuat lega juga, he he he he :-). Berikut beberapa fakta yang sekiranya bermanfaat:

1. Profesi DOSEN masuk dalam 10 BESAR profesi yang diminati.  Masuk dalam ketegori yang penuh diminati dan juga memberikan prospek yag cerah. Kenapa? Karena dunia pendidikan saat ini menjadi sorotan utama para pimpinan dunia dalam rangka meningkatkan harkat hidup orang banyak. So, jika Anda sudah menjadi DOSEN, berarti Anda termasuk di dalam 50% golongan profesi yang menjadi cita-cita banyak orang. Anda patut bangga, karena profesi DOSEN menjadi tujuan dan harapan beberapa anak muda sebagai profesi yang dikejar. Masuk dalam 10% artinya juga profesi ini memilik masa depan yang cerah, pendapatan yang menjanjikan. Terlepas dari mana sumber pendapatan tersebut, angka ini sedikit banyak berbicara tentang fakta bahwa profesi DOSEN bisa memberi makan anak dan istri he he he….

2. DOSEN memiliki JEJARING bertingkat. Apa maksudnya? Sebagai dosen pasti Anda akan mengajar dan meluluskan banyak mahasiswa setiap tahunnya. So, katakanlah dalam 10 tahun profesi Anda sebagai DOSEN, dipastikan ratusan mahasiswa sudah Anda bimbing dengan baik. Mereka yang lulus dan kemudian bekerja di dunianya, suatu saat akan ada yang SUKSES. Nah, mereka pastinya akan menjadi kolega kerja Anda dalam simbiosa mutualisme yang menarik. Mereka dapat Anda undang untuk membantu Anda mengajar, memberikan pengalaman nyata tentang dunia kerja yang sebenarnya. Itu karena sebagai DOSEN, Anda hanya tahu TEORI, tidak tahu persis dunia kerja PRAKTEKnya seperti apa. So, kembali ke pembicaraan kita mengenai JEJARING yang bertingkat. Mereka yang menjadi alumni pasti sedikit banyak membutuhkan AHLI sebagai pendamping. Nah, ini bisa menjadi peluang untuk membuka pintu rejeki bagi Anda. Katakanlah suatu saat ada mahasiswa yang membutuhkan AHLI dalam pekerjaannya. Anda bisa diminta untuk menjadi tim ahli tersebut.

3. DOSEN memiliki waktu yang FLEKSIBLE. Dengan waktu yang fleksible, seorang dosen bisa mengerjakan beberapa hal yang berhubungan dengan peningkatan pendapatan. Misalkan saja mengajar tidak hanya di satu perguruan tinggi, tetapi juga di beberapa PT sekaligus. Bila manajemen waktunya terkelola dengan baik, bisa dipastikan sang dosen mampu menarik berbagai rejeki yang bertaburan di dunia luar sana agar masuk ke rekening pribadinya. Lain cerita misalnya waktu luangnya dipakai untuk membuka bimbingan belajar, kelas tambahan, dsb. Tentu saja ini juga menjadi sumber penghasilan yang menggiurkan. Beberapa bimbingan belajar yang sukses, sejatinya berkat kerja keras mereka yang mengerti akan dunia ajar-mengajar, termasuk di dalamnya profesi seorang dosen.

4. DOSEN sebagai PENULIS. Siapa yang tidak kenal penulis-penulis yang juga berprofesi sebagai dosen? Coba search di Google dengan kata kunci DOSEN PENULIS, akan muncul jutaan tautan dan artikel yang menceritakan hal ini. Tidak hanya menulis artikel yang sifatnya ilmiah, popular, tetapi juga banyak yang sifatnya fiksi. Jika berkesempatan jalan-jalan ke toko buku, coba iseng-iseng lihat jajaran novel-novel yang dipajang, terus lihat biografi penulisnya. Anda akan surprise luar biasa, banyak dari mereka yang memakai nama samaran ternyata berprofesi sebagai dosen. Rekan saya sendiri, boleh dikatakan ada ratusan yang menyempatkan diri menulis novel ataupun karya fiksi lainnya , seperti buku motivasi, perencanaan, kesehatan dsb. Beberapa buku laris manis bahkan dicetak ulang. Beberapa juga menulis buku yang sifatnya ilmiah popular, bisa dipakai sebagai buku tambahan dalam memberikan materi ke mahasiswa.

5. DOSEN dengan BISNIS SAMPINGAN. Saya sering bertemu dengan rekan-rekan seprofesi yang bila pulang dari kampus menyempatkan diri untuk mampir ke lokasi bisnis sampingannya. Ada macam dan beraneka rupa. Umumnya bisnis sampingannya berkaitan dengan bidang ilmu yang dimiliki, misalkan ahli ternak biasanya bisnis di peternakan. Ahli ikan yah biasanya mampir dulu ke kolam perikanannya, or ahli tanaman biasanya punya nursery. Namun banyak juga yang tidak ada kaitannya dengan bidang ilmunya, misalnya restoran, jual-beli handphone, MLM, toko kelontong, dsb.

6. DOSEN dengan JABATAN RANGKAP. Tidak sedikit dosen-dosen senior yang ditempatkan di jajaran komisaris pada perusahaan milik negara or BUMN. Mereka ditempatkan tentu saja karena kompetensinya yang sudah tidak  diragukan lagi, serta track recordnya yang sudah mendunia.  Beberapa dosen senior yang saya temui sering pula menyempatkan diri untuk terlibat dalam dunia ‘jabatan rangkap’ ini. Artinya, jabatan ini diemban tidak hanya untuk membuka peluang rezeki untuk masuk ke koceknya, tetapi juga untuk (yah minimal) mencantolkan namanya dalam dunia bisnis. Bila sudah pensiun sebagai seorang dosen, bisa berkiprah di dunia bisnis.

7. DOSEN dalam ORGANISASI. Argumentasi lain yang juga patut disinggung adalah keterlibatan dosen dalam dunia oranisasi, baik organisasi kepemerintahan, swasta maupun partai politik. Banyak rekan-rekan dosen muda yang menyempatkan diri untuk mencicipi manis pahitnya dunia organisasi. Organisasi kepemerintahan yang sedang menjamur saat ini adalah sebagai staf ahli menteri, staf ahli anggota DPR, staf ahli anggota DRPD dan sebagainya. Swasta juga tidak kalah menariknya untuk dilirik. Bahkan yang agak terang-terangan adalah di dalam oraganisasi partai politik. Sudah bukan rahasia umum lagi banyak dosen-dosen muda yang sengaja melibatkan diri dalam partai politik, baik dalam skala kecil maupu besar. Pintu kemakmuran biasanya terbuka lebar bagi mereka yang melibatkan diri dalam kegiatan organisasi. Karena mereka bersosialisasi dengan orang-orang yang memiliki visi dan misi yang sama, sehingga mereka akan saling berbagi mengenai peluang-peluang yang ada di pasar.  Terlepas dari bentuk organisasi itu sendiri,  keterlibatan seseorang dalam kegiatan bersama membuat arus informasi menjadi lebih fokus dan menjanjikan.

8. DOSEN dalam KEGIATAN SOSIAL. Saat ini sudah banyak perusahaan komersil yang menerapkan Corporate Social Responsibility (CSR), tidak hanya sebagai kewajiban (karena sudah di UU-kan), tetapi juga untuk menaikan pamor perusahaan itu sendiri. Banyak istilah yang digunakan dalam CSRini, bisa saja sebagai Market Responsibility, Brand Image Advertising, Market Branding, dsb. Pada intinya semua ini memerlukan keterlibatan seseorang yang ahli di bidangnya. Dan sudah banyak DOSEN yang diajak untuk terlibat dalam kegiatan yang seperti ini. So, sudah pasti dosen tsb diberi honor yang sewajarnya. Bila perusahaan tersebut memetik keuntungan untuk dalam CSR tsb, maka sang dosen bisa diikat kontrak dalam waktu yang lama. Bisa dipastikan gerbang keKAYAan yang saya sebut di awal cerita menjadi semakin jelas terlihat kelihatan dan semakin menjanjikan.

Demikian analisis dan argumentasi dari saya, semoga yang ‘beginian’ bermanfaat bagi mereka yang saat ini berada di persimpangan untuk menentukan ARAH HIDUPnya yang benar. Jika memang peluang untuk  menjadi DOSEN terbuka lebar, segera RAIH. Bayangkan 8 fakta (atau lebih :-p) di atas yang sudah saya kemukakan secara gamblang. Peluang untuk menjadi KAYA melalu profesi sebagai DOSEN memang ada sejatinya.

So, what are you waiting for?

Saya tunggu Anda di profesi ini!!!!

Semoga artikel ini bermanfaat. Rehat dulu yah…




Perjalanan Menembus Waktu

20 12 2011

Gw percaya, seluruh manusia di dunia ini pasti semuanya ingin kembali ke suatu masa di masa lalunya yang ingin dia rubah. Ada satu masa di masa silam yang ingin dia perbaiki. Entah mau dibatalkan, entah mau dilakukan, entah mau diulang ataupun entah mau dibuat lebih baik. Gw percaya ada satu titik di mana setiap manusia di bumi ini ingin memperbaiki satu kejadian di masa lalunya. Kalau ngga yakin dengan teori ini. Coba ambil waktu 30 detik dan bayangkan satu kejadian di masa lalu lu yang mau elu ubah. Apapun itu. Misalkan mau membatalkan pernah mencuri ayam tetangga, atau mau membatalkan kejadian yang memalukan. Ataupun juga ingin melakukan sesuatu yang dulu ragu-ragu untuk dilakukan. Atau ingin merayakan kesuksesan yang dulu pernah diraih dengan cara yang lebih baik. Atau ingin mengambil satu kesempatan yang dulu pernah hadir di hadapan elu, namun dulu elu abaikan. Ekstremmnya lagi, pernah melakukan kejahatan yang maunya dibatalkan sehingga tidak ada perasaan bersalah hingga saat ini. Nah, titik tersebutlah yang mau gw bahas di sini.

Teringat dengan film “Back to the Future”? Suka ngga ama film ini? Gw juga suka banget ama film ini. Film ini menceritakan impian besar manusia untuk menembus waktu. Cerita bagaimana si jagoannya bisa melakukan perjalanan menembus waktu. Film ini sangat disukai banyak orang, terbukti dengan dibuatnya sequel film ini ampe 3 biji. Luar biasa… Ini bukti juga kalo teori gw mendekati kenyataan dan bisa dibilang BETUL!!!

Teringat pula dengan teori “Butterfly Effect”? Dimana gara-gara menginjak kupu-kupu di masa lalu, situasi di masa kini menjadi berubah sama sekali. Perjalanan ke masa lalu berakibat fatal di masa depan hanya gara-gara hal sepele. Secara teori, gara-gara menginjak kupu-kupu itu semua proses dan mata rantai makanan menjadi berubah. Semua kejadian dalam rentetannya yang seharusnya terjadi menjadi tidak terjadi, sehingga terjadi chaos, kacau balau!

Teringat juga dengan film anime “Doraemon” yang dikirim untuk membantu Nobita agar di masa depannya menjadi orang yang lebih baik? Atau ingat film Terminator, tentang si Arnold yang dikirim ke masa lalu untuk mengubah masa depan? Singkatnya, jika suatu saat manusia bisa menciptakan mesin waktu maka mereka pasti akan ke masa lalu untuk mengubah sesuatu, atau pergi ke masa depan untuk melihat apa yang bisa diubah di masa sekarang.

Nah, perjalanan menembus waktu ini lah yang mau gw ulas secara lugas dalam blog gw ini. Jikalau elu bisa melakukan perjalanan menembus waktu, apa hal pertama yang mau elu lakukan? Silahkan dilist minimal 5 hal yang mau elu lakuin.

Silahkan…!!!




Pengambilan Keputusan dalam Kehidupan Sehari-hari

13 04 2010

Seiring dengan rutinitas keseharian kita yang semakin padat dan harus bergegas, maka kerap kali kita akan berhadapan dengan beberapa pilihan yang membutuhkan keputusan yang segera. Hal ini juga kerap terjadi dalam kehidupan pribadi saya, kemudian iseng-iseng mencari artikel via Mbah Gugel mengenai topik pengambilan keputusan ini, dan akhirnya ketemu deh satu artikel yang menarik. Artikel ini saya copy-pastekan di bawah. Apresiasi yang sebsar-besarnya diberikan kepada penulis aslinya Mas Bambang Purnomo Sigit. Silahkan berkunjung ke blog beliau di http://maspungky.multiply.com/journal/item/204

Semoga Artikel ini berguna buat para pembaca blogger sekalian…..

Pengambilan Keputusan guna Memecahkan Masalah

Author: Mas Bambang Purnomo Sigit

Betapa banyak dalam hidup kita keputusan yang harus dibuat dan betapa banyak pula masalah yang harus kita hadapi dalam hidup ini. Sadar ataupun tidak segalanya harus kita jalani dan akhirnya menjadi rutinitas sehari-hari. Hanya saja kadang kala banyak diantara kita yang tak berani menanggung resiko untuk mengambil suatu keputusan sehingga akhirnya banyak sekali keputusan dari kita yang menggantung sampai dengan saat ini. Mungkin juga banyak sekali masalah yang seharusnya terpecahkan, hingga saat ini-pun masih mengganjal di hati karena kita merasa tak mampu memecahkannya.

Padahal kemampuan intelektual seseorang dapat tercermin dari kemampuan dan kebijakannya dalam memecahkan masalah. Dalam banyak kasus, seorang pimpinan muncul karena kemampuan serta kepiawaiannya dalam memecahkan persoalan.

Dalam keseharian diri kita, sering kali dihadapkan dalam berbagai masalah yang memerlukan keputusan kita dalam pemecahannya. Ini adalah suatu kesempatan. Melatih kemampuan memecahkan masalah dan keberanian mengambil keputusan merupakan modal yang baik untuk menghadapi segala persoalan kehidupan seseorang.

Pengambilan keputusan adalah saat dimana pikiran kita memutuskan sesuatu dan meski pada akhirnya kita tidak membuat keputusan, berarti kita telah mengambil keputusan yaitu tidak mengambil keputusan.

Penyebab kita harus membuat suatu keputusan adalah karena kita selalu dihadapkan pada perubahan, sehingga kita (a) dituntut untuk memberi respon terhadap perubahan itu, atau (b) memprakarsai perubahan itu.

Dan, harus kita pahami bahwasanya perubahan selalu terjadi pada lingkungan pribadi kita, lingkungan sosial kita, perkembangan bisnis, dan lain sebagainya.

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Secara sederhana pengambilan keputusan secara sistematis dapat digambarkan sebagai berikut:

Pertama kita mengidentifikasikan situasinya, batasan dan kendalanya, selanjutnya dianalisa situasi tersebut untuk membuatnya masuk akal dan untuk mengupas penyebab-penyebabnya. Hal ini memungkinkan kita untuk mengidentifikasikan adanya beberapa alternatif dalam tindakan atau solusinya.

Selain cara diatas, masih ada cara lain yang lebih detail dalam mengambil keputusan, yaitu dengan 8 tahap.

Mana yang lebih baik? 5 tahap atau 8 tahap? Gunakanlah sesuai dengan kebutuhan, asalkan bisa efektif dalam mencapai tujuan.

Syarat dalam pendekatan sistematis ini adalah:

1. Menggunakan serangkaian tahapan yang jelas dalam menentukan pilihan,

2. Sadar akan adanya proses dan metode,

3. Memberikan alasan pada solusi dengan menggunakan metode anda,

4. Mengenali adanya hambatan sejak awal proses,

5. Membuang alternatif setelah melakukan pertimbangan dengan hati-hati,

6. Tetap dapat memperbaiki situasi keputusan akibat keputusan itu sendiri,

7. Menyelidiki secara sistematis untuk mendapatkan informasi ekstra.

Tetapi pola pendekatan secara sistematis ini tidaklah menjadi hal yang mutlak karena masih ada satu pendekatan lagi, yaitu pendekatan INTUITIF, yang berarti bahwa anda harus:

1. Menyimpan dalam hati seluruh situasi keputusan, menghindari fokus yang berlebihan pada  hal yang spesifik,

2. Secara terus menerus mendefinisi ulang masalah atau keputusan,

3. Menilai keputusan dari hasilnya,

4. Secara berkesinambungan mempertimbangkan berbagai alternatif dan pilihan,

5. Mencari dan membuang alternatif secara cepat,

6. Melompat dari langkah yang satu ke langkah yang lain di dalam anailsa, kemudian kembali lagi,

7. Berpengalaman lama dalam bidangnya.

Kunci utama dalam proses ini adalah KREATIFITAS. Semakin kreatif anda, maka akan semakin banyak alternatif pemecahan masalah yang anda miliki serta semakin besar peluang anda dalam mengambil keputusan yang tepat.




Tips Mempertajam Intuisi Bisnis

25 03 2010

Keinginan sudah sangat menggebu untuk membuka peluang usaha baru, namun Anda masih ragu untuk segera memulainya. Atau, niat berbisnis masih jalan di tempat, lantaran Anda masih bingung bagaimana menangkap peluang dan menarik sebanyak mungkin pelanggan atas barang atau jasa yang Anda tawarkan.

Suryono Ekotama, Direktur Smartpreneur Business Club, dalam bukunya Berbisnis dengan Otak Kanan, menjelaskan banyak cara untuk memulai bisnis. Cara yang Anda pilih bukan sekadar untuk memulai, tetapi juga untuk menajamkan intuisi dalam berbisnis, sehingga Anda dapat mengembangkan usaha menjadi lebih besar lagi.

Dengan beragam pilihan sarana yang ada, Anda bisa mengasah bakat  wirausaha dan intuisi berbisnis dengan cara berikut:

1. Membaca buku-buku bisnis
Buku bisnis praktis yang ada sekarang ini ditulis dengan bahasa yang mudah dimengerti, dan dilengkapi dengan bonus CD jika Anda ingin mendengar versi audionya. Bidang usaha yang ditawarkan pun banyak macamnya. Pilihlah buku dengan bidang yang sesuai pilihan Anda, lalu pelajari tips praktis yang disediakan.

2. Mengikuti diskusi, talk show, atau seminar bisnis
Mulailah mencari jadwal diskusi, talk show, atau seminar bisnis, dimana saja. Dari berbagai tema seminar yang diadakan, Anda bisa mengikuti perkembangan trend bisnis saat ini. Seminar semacam ini biasanya juga dihadiri para pemula di bidang bisnis. Anda bisa mengetahui apa saja problem yang mereka hadapi saat terjadi tanya-jawab.

Banyak hal lain yang menguntungkan bisa Anda peroleh dari mengikuti seminar, di antaranya:
* Mendapat ilmu seputar bisnis.
* Menambah pengalaman, setidaknya dari pengalaman narasumber, bagaimana menjalankan bisnisnya.
* Mendapatkan ide dan inspirasi yang bisa memompa semangat.
* Menambah banyak kenalan, sehingga membuka peluang untuk menjadi partner bisnis.
* Mengenalkan usaha Anda, dengan berbagi kartu nama dan presentasi singkat tentang karakter bisnis Anda.
* Konsultasi gratis dengan berbagai pihak yang lebih berpengalaman dalam berbisnis.

3. Mencari mentor
Keteladanan menjadi kebutuhan yang juga penting. Dengan adanya role model Anda bisa menemukan semangat, ilmu, serta pengalamannya bertahan. Cara mendapatkan mentor adalah dengan membuka pergaulan seluas-luasnya. Di antaranya dengan mengikuti berbagai kesempatan diskusi, talk show, atau seminar.

Menjalin hubungan baik juga penting. Dengan kedekatan tersebut Anda bisa dengan mudah untuk meminta waktu berbincang seputar dunia usaha. Karena biasanya, pebisnis sukses sangat terbatas waktunya. Suatu keberhasilan jika Anda bisa berbagi ilmu, dan membuka peluang hubungan bisnis baru (business to business).

4. Terjun langsung
Setelah belajar, mempersenjatai diri dengan pengetahuan bisnis, kini saatnya memulai. Modal nekad memang bisa menjadi pemicu. Tentu saja sertai perhitungan yang matang berdasarkan ilmu yang telah Anda serap sebelumnya, ditambah modal usaha, persiapan, dan relasi yang cukup luas. Berhasil membuka usaha dan terus belajar adalah perjalanan sepanjang hidup untuk menyempurnakan bisnis.

5. Mengikuti training atau pelatihan bisnis
Tidak berbeda jauh dengan kegiatan sebelumnya seperti seminar, pelatihan juga punya kontribusi besar untuk kemajuan bisnis Anda. Melalui pelatihan, Anda bisa mendapatkan ilmu bisnis praktis dengan waktu lebih banyak. Memang, Anda harus membayar cukup mahal untuk mendapatkan ilmu tersebut. Namun, anggaplah biaya training sebagai investasi awal untuk memancing lebih banyak lagi materi dari bisnis yang akan Anda kembangkan nantinya.

Sumber: www.successkid.com




Orang Terkaya versi FORBES

25 03 2010

Baru-baru ini diumumkan daftar orang terkaya didunia versi majalah FORBES, kali ini orang tekaya sejagad sudah tidak dipegang lagi oleh BILL GATES, kali ini orang paling tajir di dunia dipegang oleh CARLOS SLIM HELU dengan total kekayaan mencapai US$ 53,5 miliar, Slim menjadi orang pertama dari luar Amerika Serikat (AS) yang memimpin jajaran miliarder dunia dalam 16 tahun terakhir. Nilai kekayaan Slim yang membangun kerajaan telekomunikasi sejak dua dekade lalu, meningkat sebesar US$ 18,5 miliar dalam setahun terakhir.

Di peringkat kedua, ada Bill Gates yang kekayaannya naik US$ 13 miliar menjadi US$ 53 miliar. Lalu, di urutan ketiga adalah pemilik Berkshire Hathaway Inc., Warren Buffet, dengan kekayaan naik US$ 10 miliar menjadi U$ 47 miliar. “Kami sudah memperhatikan Slim untuk beberapa waktu dan berpikir kapan ia akan mengambil alih gelar sebagai orang terkaya di dunia,” ujar Editor Senior Forbes Luisa Kroll kepada Bloomberg Sekitar 80% dari kepemilikan saham Slim berada di lima perusahaan publik. American Movil SAB, perusahaan telepon nirkabel yang dikontrol oleh Slim harga sahamnya melejit 56% dalam setahun terakhir. American Movil SAD memperluas jaringan ke 18 negara di bumi bagian barat, termasuk Meksiko, Brazil, dan AS. Perusahaan telepon tetap Telefonos de Mexico SAB, yang juga dimiliki oleh Slim, merupakan perusahaan telepon tetap terbesar di Meksiko yang menguasai 80% penetrasi telepon tetap di negara tersebut. Di Brazil, Slim memiliki Telmex Internacional SAByang menguasai sambungan langsung jarak jauh (SLJJ) terbesar di Brazil dan perusahaan televisi kabel Kolombia, Peru, dan negara-negara Amerika Selatan lainnya. Slim juga memiliki saham perusahaan-perusahaan AS seperti New York Times Co., Saks Inc., dan Bronco Drilling Co melalui perusahaan investasinya.

Orang terkaya di Asia Di Asia, pria yang mendapat predikat sebagai orang terkaya di Asia adalah Mukesh Ambani. Pemilik perusahaan penyulingan dan eksplorasi energi Reliance Industries Ltd. yang berbasis di Mumbai ini berada di urutan keempat dunia. Nilai kekayaan Ambani mencapai US$ 29 miliar, naik US$ 19,5 miliar dari posisi tahun lalu. Orang India lainnya yang berada di jajaran orang kaya dunia adalahh Lakshmi Mittal, CEO produsen baja terbesar dunia ArcelorMittal. Mittal menyodok ke posisi kelima dari posisi kedelapan pada tahun lalu. Nilai kekayaan Mittal mencapai US$ 28,7 miliar, naik US$ 9,4 miliar dari tahun lalu.

Berikut 10 besar orang terkaya di dunia dalam daftar yang dirilis Forbes:

1. Carlos Slim Helu (US$ 53,5 Miliar)

2. Bill Gates (US$ 53 Miliar)

3. Warren Buffet (US$ 47 Miliar)

4. Mukesh Ambani (US$ 29 Miliar)

5. Lakshmi Mittal (US$ 28,7 Miliar)

6. Lawrence Ellison (US$ 28 Miliar)

7. Bernard Arnault (US$ 27,5 Miliar)

8. Eike Batista (US$ 27 Miliar)

9. Amancio Orgega (US$ 25 Miliar)

10. Karl Albrecht (US$ 23,5 Miliar)

Dalam daftar orang terkaya di dunia tersebut, terdapat pula perwakilan Indonesia. Namun wakil Indonesia pada tahun 2010 ini menyusut dibandingkan tahun 2009. Satu nama yakni Sukanto Tanoto keluar dari daftar orang terkaya dunia di tahun 2010. Pada tahun 2009 lalu, Sukanto Tanoto menempati posisi 450 dengan kekayaan mencapai US$ 1,6 miliar. Perwakilan Indonesia dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia versi majalah Forbes adalah:

1. Michael Hartono, posisi 258 (70 tahun) US$ 3,5 Miliar

2. R Budi Hartono, posisi 258 (69 Tahun) US$ 3,5 Miliar

3. Martua Sitorus, posisi 316 (50 tahun) US$ 3 Miliar

4. Peter Sondakh, posisi 437 (58 tahun) US$ 2,2 Miliar

Source: Forbes.com

Facebook FORBES




[BRIAN TRACY] 21 Success Secrets of Self-Made Millionaires

25 02 2010

E-book ini sangat menarik untuk dibaca karena akan memotivasi kita untuk menjadi milyuner dengan cara yang mudah. Ada 21 cara yang dijelaskan oleh Brian Tracy, dan semuanya sangat mudah dilakukan. Problemnya hanyalah “apakah Anda mau melakukannya?”

Para sahabat dan rekan blogger yang berbahagia, segera isi waktu luang Anda dengan membaca ebook ini. Tersedia juga audio-booknya yang bisa didownload pada link di bawah ini. E-book dan Audio-book ini disajikan dengan Bahasa Inggris yang mudah dicerna dan dipahami. Silahkan dimanfaatkan.

DOWNLOAD BRAIN TRACY’S COMPLETE E-BOOK HERE

DOWNLOAD BRAIN TRACY’S COMPLETE AUDIO BOOK HERE

Hello, I’m Brian Tracy and welcome to this program. What you are about to learn can change your life. These ideas, insights and strategies have been the springboards to financial success for millions of men and women, from every walk of life. These principles are simple, effective and fairly easy to apply. Each of them is based on exhaustive research and interviews with thousands of self-made millionaires. They have been tested and proven over and over again, and they will work for you if you will take them and apply them in your own life.

We are living at the greatest time in all of human history. More people are becoming wealthy today, starting from nothing than has ever been imagined. There are more than five million millionaires in America, most of them self-made, and the number is growing by 15% to 20% each year. We even have self-made ten millionaires, hundred millionaires and more than two hundred billionaires. We have never seen this type of rapid wealth creation in all of human history.




7 Jurus Pensiun Bergaya

24 02 2010




Tidak semua orang bisa memasuki masa pensiunnya dengan mulus, meskipun pensiun itu terjadi secara normal, bukan pensiun dini atau memilih pensiun untuk berkarya sebagai wirausaha. Itulah kondisi yang sering ditemukan pada orang tua kita atau mungkin diri kita pada 5, 10, atau 20 tahun lagi. Masih banyak orang yang memandang “pensiun” merupakan akhir dari segalanya. Pensiun berarti tidak lagi bisa berkuasa (post power syndrome), pegang duit banyak, atau merasa jatuh status sosialnya.


Terlintas dalam benak saya. Bagaimana mengurangi kegamangan-kegamangan tersebut selagi masih jauh dari masanya. Kalau toh sudah berada pada masanya, mungkin bisa menyetel pola pikir dan hidupnya agar tetap positif dan dinamis hingga tetap bisa menikmati hidup. Untuk itu, lagi-lagi terlintas dalam benak saya sebuah gagasan yang dinamakan “pesantren”. Artinya, “pensiunan santai tapi sejahtera dan keren”. Sesudah pensiun, hidup bisa santai tanpa harus bersusah-payah bekerja, sejahtera jasmani-rohani, tetap terlihat keren. Bagaimana menjadi orang “pesantren” nantinya, terdapat setidaknya 7 jurus jitu yang disebut “7S”.


Syukur. Rasa syukur atas segala karunia Tuhan atas hidup ini merupakan dasar dari semua proses kehidupan. Bersyukur, ikhlas, menerima dengan ridha atas kehidupan terbaik yang sudah diberikan Tuhan. Mungkin kita perlu menengok ke sekeliling. Bukankah kita masih lebih baik dibandingkan mereka yang hingga tua hanya hidup di pinggir jalan atau mereka yang tua-kaya namun dipenjara karena korupsi?


Sadar. Rasa syukur perlu diimbangi dengan sebuah kesadaran bahwa hidup belumlah berakhir. Hidup di dunia fana ini baru berakhir pada saat Tuhan memanggil kita. Dengan demikian, masih ada (banyak!) hal positif yang mungkin bisa dilakukan. Misalkan: bersenang-senang dengan cucu, melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang belum sempat dikunjungi selama kita bekerja 30 tahun terakhir, bulan madu yang kesekian kalinya, atau apa lagi? Life still goes on


Setting. Bagi yang sudah pensiun, apa yang telah direncanakan untuk mengisi waktu luang? Bagi yang masih jauh dari pensiun, apa yang perlu dipersiapkan agar bisa menjadi orang “pesantren” ini? Jika saat ini kita masih dalam usia produktif, maka sangatlah positif jika sejak jauh-jauh hari sudah memiliki kesadaran untuk mempersiapkan masa-masa tersebut. Toh, kita tidak ingin membebani anak-cucu kita nantinya. Lho, bukankah perusahaan sudah memfasilitasi dana pensiun internal dan Jamsostek? Terima kasih bagi perusahaan yang sadar betul untuk menghargai kerja keras dan loyalitas karyawannya. Namun, akan jadi lebih baik, apabila kita juga memiliki alternatif lain di luar skema yang sudah disediakan oleh perusahaan. Apa bentuknya? Tentu saja bisa bermacam-macam. Artinya, kita sudah mempersiapkan hal-hal yang berpotensi menunjang kehidupan pensiun tanpa harus bergantung sepenuhnya pada orang lain. Jurus ke-4 dan ke-5 akan berbicara mengenai hal-hal minimal yang perlu dipersiapkan sebagai alternatif selain skema dana pensiun perusahaan.


Saving. Apa yang sudah dipersiapkan secara finansial untuk menghadapi masa pensiun? Topik finansial merupakan topik yang selalu hangat dibicarakan pasca pensiun. Umumnya orang yang sudah pensiun merasa powerless (tidak memiliki daya), karena dia tidak memegang cukup uang untuk biaya hidup. Untuk itulah, selagi usia masih produktif, usahakan untuk selalu menabung. Buatlah skema tabungan tersendiri yang khusus bertujuan untuk mengumpulkan dana pensiun dan tidak akan pernah ditarik hingga saat pensiun. Carilah peluang-peluang untuk bisa memperbesar pilar tabungan. Dan Benson (2000), seorang konsultan keuangan, menyebutkan bahwa “menabung” adalah “suatu tindakan untuk menyisihkan uang untuk masa depan”. Menabung merupakan langkah awal menuju “investasi”, yaitu “membuat uang bertumbuh seiring waktu”. Pada jurus ke-4 ini, saya melekatkan “investasi” sebagai satu bentuk terobosan dari “tabungan konvensional”. Jadi, untuk menabung, tidak harus dibentukkan dalam tabungan harian biasa, melainkan juga bisa dalam bentuk-bentuk investasi seperti deposito, reksadana, atau asuransi (juga memiliki fungsi sebagai alat proteksi). Bingung? Cobalah berkonsultasi dengan konsultan perencanaan keuangan keluarga jika diperlukan. Namun, tantangan terbesar ialah membangun kebiasaan menabung itu sendiri. Saya meminjam istilah 3M dari A’a Gym, “Mulailah dari yang kecil, mulai dari diri sendiri, mulailah sekarang”. So? Jika Anda masih dalam usia produktif, mulailah menabung untuk pensiun sekarang juga!


aSet produktif. Apa yang kita punyai untuk bisa bertahan hidup? Mobil? Sepeda motor? Gudang yang kosong? Cobalah tengok sekeliling. Adakah barang-barang yang bisa dioptimalkan fungsinya? Mungkin hari ini, kita melihatnya biasa-biasa saja. Tapi, suatu hari nanti, mungkin barang-barang itu menjadi amat sangat berharga. Mobil yang menganggur waktu pensiun tidak akan menghasilkan, kecuali jika “dikaryakan”. Misalnya dengan menggunakan mobil itu untuk berjualan (misal: berjualan kue dengan memanfaatkan kabin belakang mobil) atau sebagai mobil antar-jemput anak sekolah. Garasi yang tak terawat bisa disulap menjadi toko kecil, warung makan, atau tempat kursus Bahasa Inggris untuk anak-anak. Bagaimana pula dengan hobi yang masih digeluti, bisakah dioptimalkan untuk menghasilkan sesuatu yang produktif? Apa yang mungkin terjadi jika hobi menulis dikawinkan dengan peluang adanya teman yang bekerja di penerbitan? Apa hasilnya jika lahan kosong 100 m2 mulai dari sekarang dicicil untuk membuat rumah-rumah petak yang bisa dikontrakkan nantinya? Ternyata banyak sekali aset di sekitar kita yang ibaratnya “macan tidur” sedang menunggu untuk dibangunkan. Tengok kiri-kanan dan mulailah mencari.


Silaturahmi. Merasa tidak lagi berharga di mata teman-teman atau kerabat karena sudah menjadi pensiunan? Mari menjadikan masa pensiun sebagai tahap baru untuk menjalani hidup secara positif. Tetap gaul, karena silaturahmi konon merupakan satu cara untuk menyehatkan diri dan memperpanjang umur. Aktif dalam kegiatan-kegiatan kerelawanan atau sosial-kemanusiaan juga merupakan salah satu cara untuk memperluas silaturahmi.


Sehat. Dan ujung-ujungnya adalah kesehatan. Apa maknanya pensiun yang merdeka secara sosial dan finansial jika tidak didukung oleh badan-jiwa yang sehat? Semuanya menjadi tak bermakna lagi. Dan memelihara kesehatan itupun, sebagaimana kita mempersiapkan kemerdekaan finansial saat pensiun, juga harus dicicil mulai sekarang.


Artikel dimuat di Buletin Kopdit Melati Depok Edisi No. 3/Tahun X (17 Mei-17 Juni 2009)
Author : Ditto Santoso [http://www.rumahditto.blogspot.com/]



Kecerdasan Finansial [E-BOOK]

23 02 2010

Apakah Kecerdasan Finansial Bisa Dipelajari?

Apakah kecerdasan finansial lebih menyerupai bakat atau pembawaan sejak lahir ?

Kecerdasan finansial bukanlah bakat. kecerdasan finansial bisa dipelajari, bisa diasah, disempurnakan, dipertajam terus-menerus. Jika tidak diasah terus, ia akan cepat usang.

Apakah kecerdasan finansial semata-mata hanya berfokus pada uang ? Tidak. Kecerdasan finansial sesungguhnya berfokus pada manusia. It’s not about money, it’s about people.

Fokus pada Tujuan yang Jelas

Sebelum menempa diri menjadi cerdas secara finansial, Anda harus memiliki tujuan yang jelas. Berikut ini daftar tujuan wajar yang bisa Anda gunakan :

Ingin menikmati masa tua yang mudah, dan tidak membebani anak-cucu. (Cita-cita yang sangat wajar dan manusiawi).

Ingin bebas secara finansial. (Dalam arti : bisa memenuhi kebutuhan hidup normal tanpa harus bekerja secara fisik).

Menjadi kaya. (Memiliki banyak aset yang produktif).

Bisa menolong orang lain. (Percuma menjadi kaya tetapi tidak bermanfaat bagi orang lain).

Ingin membahagiakan keluarga. (Tujuan yang mulia dan sangat wajar).

Semua itu adalah contoh tujuan-tujuan yang jelas dan cukup spesifik. Yang perlu dicatat, kecerdasan finansial adalah senjata yang akan merusak jika berada di tangan orang yang salah. Jadi Anda tidak boleh memiliki tujuan yang buruk. Tema finansial bukan semata-mata dunia rasional, melainkan normatif. Kekayaan yang akan menjadi mulia kalau ditujukan untuk sesuatu yang positif bagi umat manusia.

Persepsi Mengenai Uang

Perbaharuilah persepsi mengenai uang. Uang bukan segalanya. Kita bekerja bukan semata-mata demi mendapatkan uang. Kita bekerja untuk melayani sesama. Kita bekerja, berpikir, bertindak, untuk kebaikan bersama. Uang adalah konsekuensi. Kalau kita bekerja dengan baik, berdasarkan tujuan yang baik, maka hasilnya akan baik pula.

Uang bukan tujuan. Uang adalah sarana mencapai tujuan. Yang terpenting adalah apakah Anda memiliki Rp 1 miliar saat ini, melainkan apa yang Anda akan lakukan dengan uang Rp 1 miliar (kalau uang itu sudah benar-benar di tangan Anda).

90% orang merencanakan hal-hal konsumtif begitu mendapatkan Rp 1 miliar tunai. Mereka berpikir tentang liburan mewah di eropa, naik kapal pesiar, mobil mewah, busana rancangan desainer, pesta, dll. Jaranag yang punya rencana untuk membagi dua uang tersebut: separuh untuk beramal, dan sisanya sebagai modal kerja.

Persepsi Mengenai Bekerja

Anda juga harus mengubah persepsi mengenai bekerja. Sekali lagi, bekerja jangan untuk cari uang. Uang adalah konsekuensi. Bekerja adalah menciptakan nilai tambah yang bermanfaat bagi semua pihak. Bagi diri Anda sendiri, bekerja adalah belajar. Di mana pun Anda bekerja, pasti ada sistem di mana uang diciptakan. Nah, pelajarilah sistem itu. Jadi, kelak Anda bekerja tidak untuk mencari uang, tetapi menciptakan uang.

Antusiasme

Menjadi kaya dan bebas secara finansial merupakan perjalanan panjang tak kenal henti. Ibarat seorang pelari marathon, Anda memerlukan langkah-langkah konsisten dalam jangka panjang. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi kaya.

Di sinilah antusiasme berperan penting. Anda harus memelihara antusiasme tersebut dalam jangka panjang. Jangan pernah kehilangan gairah. Hanya dengan rasa ketertarikan yang tinggi, rasa ingin tahu yang begitu besar, Anda bisa menemukan suatu cara mengakumulasikan aset yang efektif.

Kesenangan Belajar

Mengasah kecerdasan finansial membutuhkan kesenangan belajar terus-menerus. Jagalah agar kesenangan itu tidak menguap. Selalu menggali hal-hal baru, cara baru, mencari tahu tentang fenomena baru, adalah hal-hal yang bisa mengasah terus kecerdasan Anda.

Teruslah berpikir mengenai cara Anda berpikir.

Dunia berubah, perilaku manusia juga terus berubah. Kalau kita percaya bahwa kecerdasan finansial adalah sesuatu yang menyangkut perilaku manusia, maka tidak ada ruang sedikit pun untuk mengistirahatkan otak.

Kecerdasan finansial bukanlah berapa aset yang telah Anda akumulasi. melainkan seberapa canggih cara yang Anda temukan, sistem yang Anda bangun, dan pola berpikir yang Anda terapkan.

Di Mana Mengasah Kecerdasan Finansial?

Segera DOWNLOAD E-BOOK KECERDASAN FINANSIAL DI SINI




MENGENAL 9 TIPE KEPRIBADIAN MANUSIA

17 02 2010


BUKU ini sangat cocok bagi mereka yang senang bersosialisasi dengan individu-individu unik yang ada di dunia ini. Mereka yang sedang bergiat di bidang psikologi sangat cocok untuk mengetahui lebih dalam mengenai karakteristik dan watak setiap manusia yang ada di sekitarnya. Mengetahui karakter diri sendiri dan juga karakter orang lain akan mempermudah kita dalam memimpin, berorganisasi dan berteman. Juga membantu kita dalam pekerjaan, karir dan relasi bisnis. Segera manfaatkan buku ini!!!
BUKU ini juga sangat cocok bagi mereka yang sedang menyusun dan membangun kesuksesan di dalam hidupnya. Secara teori, jika kita mengenal berbagai kepribadian maka proses menuju kesuksesan akan menjadi lebih mudah. Proses membangun jejaring atau networking dalam bisnis juga menjadi lebih lancar. Sekali lagi, SEGERA manfaatkan buku ini!!
SILAHKAN DOWNLOAD E-BOOKNYA DI SINI




34 Tips Meningkatkan Motivasi Diri

9 01 2010

Untuk meningkatkan motivasi diri menjadi pemenang, tidak ada salahnya Anda mengikuti beberapa saran yang diusulkan oleh Vincent Gasperz dalam bukunya Pedoman Penyusunan Rencana Bisnis, yaitu :

  1. Jangan pernah memotong sesuatu yang dapat dibuka ikatannya.
  2. Lihatlah masalah sebagai kesempatan untuk pertumbuhan dan penguasaan diri.
  3. Jadilah ahli dalam manajemen waktu.
  4. Nilailah keberhasilanmu dengan menggunakan tolok ukur seberapa banyak engkau menikmati kedamaian, kesehatan, dan kasih sayang.
  5. Jangan tunda pelaksanaan gagasan (ide-ide) yang baik. Kemungkinan ada orang lain yang baru saja memikirkannya juga. Sukses dating kepada orang yang bertindak terlebih dahulu.
  6. Berhati-hatilah terhadap orang yang mengatakan kepadamu betapa ia itu jujur.
  7. Ingatlah bahwa pemenang melakukan apa yang tidak mau dilakukan olehpecundang.
  8. Carilah peluang, bukan rasa aman. Kapal di pelabuhan memang aman,tetapi pada waktunya bagian bawahnya akan rusak berkarat.
  9. Jalanilah hidupmu sedemikian rupa sehingga tulisan di batu nisanmu dapat berbunyi: “Tidak Ada Penyesalan”.
  10. Usahakan mencapai keunggulan, bukan kesempurnaan.
  11. Beri orang kesempatan kedua, tetapi jangan kesempatan ketiga.
  12. Belajarlah mengenali hal-hal yang tidak berkaitan, kemudian abaikan!
  13. Jangan lupa, kebutuhan emosional terbesar seseorang adalah untuk merasa dihargai.
  14. Habiskan lebih sedikit waktu untuk membahas siapa yang benar, dan lebih banyak waktu untuk membahas apa yang benar!
  15. Pekerjakan orang yang lebih pandai darimu.
  16. Jangan membakar jembatan, engkau akan heran betapa sering engkauharus menyeberangi sungai yang sama.
  17. Jagalah agar ekspektasi (harapan-harapan) tetap tinggi.
  18. Jangan gunakan waktu dan/atau kata dengan ceroboh, keduanya tidak dapat diperoleh kembali.
  19. Jadilah orang yang berani dan tabah! Sewaktu mengingat kembali kehidupan yang telah lewat, engkau akan lebih menyesali hal-hal yang tidak dilakukan, daripada hal-hal yang telah dilakukan pada masa lalu.
  20. Evaluasi prestasimu berdasarkan standarmu sendiri, bukan standar orang lain.
  21. Berusahalah untuk tetap hidup lebih berarti, dari pada hidup lebih lama.
  22. Jadilah orang yang tegas, walaupun itu berarti engkau kadang-kadang keliru.
  23. Tentukanlah sikapmu, jangan biarkan orang lain menentukannya untukmu.
  24. Lupakan Panitia! Gagasan baru yang mengubah dunia selalu dating dari satu orang yang mau bekerja sama dengan orang lain, bukan melalui upacara-upacara!
  25. Berikanlah upah yang sama untuk pekerjaan yang sama, tanpa memandang hal-hal yang lain.
  26. Jangan biarkan hartamu memilikimu!
  27. Jagalah reputasimu! Reputasi adalah modal yang paling berharga.
  28. Perbaiki prestasimu melalui memperbaiki sikap dan kemampuanmu.
  29. Kerjakan dengan benar pada kesempatan pertama.
  30. Jangan pernah meremehkan kekuatan kata atau perbuatan yang baik.
  31. Jangan takut untuk mengatakan: “Saya tidak tahu”, “Maafkan Saya”, “Saya yang membuat kesalahan itu”, “Saya memerlukan bantuan Anda”.
  32. Pikiranmu hanya dapat menyimpan satu pikiran pada satu kesempatan, oleh karena itu jadikanlah itu pikiran yang positif dan konstruktif.
  33. Jangan pernah mencabut/mematikan harapan seseorang, mungkin hanya itulah yang dimilikinya!
  34. Sesudah bekerja keras untuk mendapatkan apa yang engkau inginkan, luangkanlah waktu untuk menikmatinya!

DOWNLOAD TIPSNYA DI SINI