Pendaftaran Tahap 2 S2 ARL IPB Diperpanjang

1 08 2020
Pendaftaran Tahap 2 S2 ARL IPB Diperpanjang

Pendaftaran Tahap 2 S2 ARL IPB Diperpanjang

Pendaftaran Tahap 2 S2 ARL IPB Diperpanjang

Pendaftaran Tahap 2 diperpanjang hingga 4 Agustus 2020!

Segera lakukan Pendaftaran Online: admisi.ipp.ac.id
Penutupan Pembayaran Pendaftaran sampai Pukul 12.00 WIB dan Kelengkapan Biodata sampai Pukul 17.00 WIB.
Pendaftaran Mahasiswa Baru Magister Arsitektur Lanskap Semester Ganjil Tahun Akademik 2020/2021.
Perkuliahan akan dimulai tanggal 31 Agustus 2020.
@dappmb.ipb
@pascaipb
@arlpascaipb
@forumwacanaipb
@ipbofficial
@fakultaspertanianipb
@alumniipb_
@alumni.ipb
admisi.ipb.ac.id
pasca.ipb.ac.id

Share


Program Sinergi S2 ARL IPB

8 06 2020
Program Sinergi S2 ARL IPB

Program Sinergi S2 ARL IPB

Program Sinergi S2 ARL IPB – Fastrack – Program Sinergi Sarjana Magister – Gelar Sarjana dan Magister dalam 5 tahun bidang Arsitektur Lanskap.

Sabtu 6 Juni 2020 pukulo 13.30-15.30 WIB telah dilaksanakan Sosialisasi Program Sinergi [Fast Track] Sarjana Magister ARL kepada lebih kurang 25 mahasiswa semester 6 prodi ARL. Acara dibuka oleh Dr. Kaswanto, selaku Sekretaris Program Studi Magister Arsitektur Lanskap. Penjelasan mengenai Prosedur Operasional Baku (POB) Sekolah Pascasarajana IPB Nomor 28 mengenai Program Sinergi S1-S2.

 

SYARAT PROGRAM SINERGI
POB-IPB-SPs-28

1.Mahasiswa sarjana dengan IPK >3.25 dan telah menyelesaikan minimum 110 sks selama 6 (enam) semester.

2.Mahasiswa dengan rekam jejak kematangan individu berdasarkan penilaian Pembimbing Akademik yang disyahkan Ketua Departemen tempat program studi S1 berada.

3.Mahasiswa yang mendaftar pada Program Studi S2 yang berhubungan erat dengan Program Studi/Mayor S1 yang ditempuh.

4.Mahasiswa yang memiliki rencana studi paripurna untuk penyelesaian studi S1 – S2 yang dipercepat, termasuk rencana riset tesis S2 yang selaras dengan Tugas Akhir/skripsi S1.

 

FAQ

Beberapa pertanyaan yang kerap muncul adalah:

1. Materi pada Program Sinergi, apakah berbeda dengan S1?

2. Apakah ada beasiswa?

3. Berapa kuota untuk mahasiswa sinergi?

4. Apakah kuliah akan daring atau luring di tengah pandemic COVID-19?

5. Apakah boleh berbeda topik antara S1 dan S2?

6. Apakah bisa lulus tepat waktu? Bagaimana jika melampaui?

7. Apakah wajib publikasi di jurnal?

8. Apakah ada ujian seleksi pada saat penerimaan/pendaftaran?

 


Share


Metabolisme Lanskap

1 05 2020

Metabolisme Lanskap: Paradigma baru dari konsep trandisiplin keilmuan.

Lanskap tidak semata-mata berbicara tentang sejauh mata memandang, namun lebih jauh dari itu. Lanskap tidak semata-mata berbicara tentang sejauh indera manusia merasakan, namun lebih jauh dari itu. Lanskap amat memperhatikan sejauh mana interaksi makhluk hidup di dalamnya, interaksi antar spesies, hingga interaksi antar ekosistem.

Interaksi makhluk hidup pada sebuah lanskap sudah pasti akan memberikan respon yang berbeda-beda, terlebih interaksi manusia dengan lanskap akan memunculkan budaya yang amat spesifik hingga pada tataran nilai bahkan norma. Interaksi inilah yang membuat pertumbuhan dan perkembangan sebuah lanskap menjadi unik dan remarkable.

Lanskap amat perlu dilihat sebagai sebuah makhluk hidup yang tumbuh akibat interaksi elemen yang ada didalamnya, baik berupa hardscape maupun softscape. Dengan menggunakan perspektif bahwa lanskap adalah sebuah organisme hidup, sebuah makro-meso-mikro organisme, maka pendekatan-pendekatan yang ada saat ini menjadi semakin amat relevan.

Bahwa lanskap sangat kompleks, lanskap sangat complicated sehingga amat sangat rumit merencanakan, menata dan mengelolanya dapat dipermudah dengan perspektif bahwa lanskap adalah makhluk hidup yang melakukan aktivitas kehidupannya secara predictable berdasarkan naluri alamiahnya, bahwa lanskap bermetabolisme terus menerus dengan organ-organ yang identik satu sama lainnya. Dengan demikian, pendekatan bahwa lanskap bermetabolisme akan mempermudah proses diagnosa struktur-fungsi-dinamika dari rona awal sebuah lanskap. Sebuah lanskap memiliki pattern yang telah standar, sehingga ketidakberpolaan sebuah lanskap mengindikasikan adanya wounded landscape. Lanskap menjadi cedera, lanskap menjadi terluka, sehingga perlu dilakukan aksi kuratif untuk mengembalikan staminanya agar sempurna kembali.

 

Bersambung…..

 

 


Share


Sustainable University Town

4 12 2019
Sustainable University Town

Sustainable University Town

Initiative Driven by Academic Enterprise for Sustainable University Town

Hiroshima University and Higashi-Hiroshima promote innovations to realize the future vision “Sustainable University Town” in global brain circulation.

See detail : https://design-i.hiroshima-u.ac.jp/en/

1. Examination of two development models

We will examine two development models for Higashi-Hiroshima in this project.

2. Search and selection of research seeds

Find the science and technology needed for two models.

3. Hypothesis construction and verification

We will verify the possibility of achieving the future vision through technology and examine the possibility of raising the target level.

4. Creation of new regional models

Establish a new model that solves community issues through science and technology innovation while addressing the declining birthrate and aging population and population decline.

 

See detail : https://design-i.hiroshima-u.ac.jp/en/


Share


K2020 Divisi Manajemen Lanskap

2 12 2019
K2020 Divisi Manajemen Lanskap

Distibusi MK Divisi Manajemen Lanskap

K2020 Divisi Manajemen Lanskap menerapkan pada aspek kemampuan mahasiswa untuk siap menjadi lulusan dengan kualifikasi seorang manajer arsitek lanskap yang mampu melakukan adaptasi dan mitigasi untuk pengembangan IPTEKS dalam optimalisasi manajemen lanskap berbasis ekologi untuk mengelola, memelihara dan meningkatkan fungsi dan estetika lanskap dalam mengakomodasi kebutuhan (need) dan nilai (value) untuk keberlanjutan lanskap.

 

K2020 Divisi Manajemen Lanskap

Ruang Lingkup Divisi Manajemen Lanskap

K2020 Divisi Manajemen Lanskap diarahkan sebagai perwujudan wadah pengembangan IPTEKS  bidang manajemen lanskap skala mikro, meso, hingga makro baik di lanskap perdesaan, perkotaan maupun wilayah, yang meliputi:

1.Pengembangan bidang kajian ekologi lanskap berbasis struktur, fungsi, dan dinamika serta aspek sosial budaya lanskap;

2.Pengembangan bidang kajian spasial untuk manajemen lanskap yang meliputi preservasi, konservasi, proteksi, restorasi, dan rehabilitasi;

3.Pengembangan bidang kajian  yang menghasilkan karya lanskap berupa management plan;

4.Pengembangan bidang kajian manajemen operasional konstruksi lanskap.


Share


Queen Sirikit Park

23 11 2019
Queen Sirikit Park

Queen Sirikit Park

Queen Sirikit Park

Queen Sirikit Park

Queen Sirikit Park atau Taman Queen Sirikit adalah kebun raya di Chatuchak District, Bangkok, Thailand. Taman ini meliputi area seluas 22 ha, merupakan bagian dari kompleks Taman Chatuchak yang lebih luas. Lanskap ini dibangun pada tahun 1992 dan dinamai dari Sirikit, Ratu Thailand untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-60. Taman ini berisi banyak air mancur dan kolam di mana bunga lotus mekar. Taman ini juga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dalam ekosistem yang memiliki beragam jenis tanaman, berbagai jenis kupu-kupu, berbagai jenis tanaman pisang, berbagai jenis tanaman pohon palem, berbagai jenis kembang sepatu, ragam jenis teratai, lebih dari 200 spesies tanaman bunga, berbagai jenis tanaman baru di dunia, berbagai macam kultivar kelapa, berbagai macam kultivar bambu, berbagai macam tanaman langka serta bervariasi tanaman endemik yang ada di Thailand.

 

Sejarah Queen Sirikit Park

Pada tahun 1991, pemerintah memiliki resolusi untuk mendirikan Taman Ratu Sirikit, taman untuk perayaan pada Perayaan Ulang Tahun Siklus ke-5 Ratu Sirikit yang Penuh Harapan (60 tahun), pada tanggal 12 Agustus 1992. pemerintah menugaskan Kementerian Transportasi untuk membangun taman ini di daerah Kereta Api Negara Thailand. Daerah ini terletak di sebelah selatan lapangan golf Railway. Pola taman ini mirip dengan peta geografis Thailand. Dalam area ini, ada taman untuk liburan akhir pekan, taman kebugaran untuk berolahraga, dan tempat untuk melihat taman botani yang indah yang berisi lebih dari 2.000 spesies tanaman lokal dan asing.

Anggaran konstruksi berasal dari pemerintah, perusahaan negara di bawah Kementerian Perdagangan, dan sektor swasta. Pemeliharaan kebun dikelola oleh  Yayasan Yang Mulia Ratu Sirikit dari Thailand. Pada 1 Mei 1995, pemerintah memutusukan memindahkan pengelolaan Taman Ratu Sirikit ke Administrasi Metropolitan Bangkok. Pada 19 Desember 1996, upacara pembukaan Taman Ratu Sirikit.

 

More detail:

https://en.wikipedia.org/wiki/Queen_Sirikit_Park

https://www.tourismthailand.org/Attraction/queen-sirikit-park

https://www.123rf.com/photo_53914554_the-landscape-of-queen-sirikit-park-shows-a-row-of-big-trees-on-a-lawn-lined-along-the-curvature-of-.html


Share


Perpanjangan Waktu Penerimaan INSINAS 2020

22 11 2019

Perpanjangan Waktu Penerimaan INSINAS 2020.

Bersama ini kami sampaikan adanya PERPANJANGAN WAKTU PENERIMAAN PROPOSAL INSENTIF RISET SISTEM INOVASI NASIONAL (INSINAS) T.A. 2020 yang semula berakhir di tanggal 22 November 2019 menjadi 24 November 2019.

Pengusulan proposal dilakukan secara daring (online) melalui Simlitabmas dengan alamat http://simlitabmas.ristekdikti.go.id Proses pengusulan mengikuti ketentuan sebagai berikut:

  1. Proposal yang diunggah harus sesuai dengan format di buku panduan, dan pembiayaan anggaran yang diajukan berbasis Peraturan Menteri Keuangan RI No.69/PMK.02/2018 tentang Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2019, Sub Output Penelitian;
  2. Bagi pengusul dosen dari Perguruan Tinggi yang belum mempunyai user dan password simlitabmas dapat menghubungi operator Simlitabmas di Perguruan Tinggi masing-masing. Bagi calon pengusul dosen yang sudah mempunyai user dan password dapat langsung menggunakan user dan password tersebut untuk mendaftarkan proposalnya;
  3. Bagi pengusul yang berasal dari institusi seperti LPK, LPNK atau Industri yang sudah mempunyai user dan password dapat langsung menggunakan user dan password tersebut untuk mendaftarkan proposalnya. Bagi pengusul yang belum memiliki user dan password diharuskan mengajukan permintaan Akun Insinas sebagaimana dijelaskan pada Panduan Program Insinas Tahun 2020;
  4. Panduan Program InSINas Tahun 2020 sebagaimana terlampir.

Atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan terima kasih. Informasi dan pertanyaan dapat melalui email insinas@ristekdikti.go.id

Jakarta, November 2019
Direktorat Pengembangan Teknologi Industri
Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan
Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional

Gedung II BPPT, Lantai 20. Jl. MH. Thamrin Nomor 8 Jakarta Pusat
Sumber:

Share


Undangan Pelatihan Policy Brief 2019

21 10 2019

 

Undangan Pelatihan Policy Brief 2019

Undangan Pelatihan Policy Brief 2019

Undangan Pelatihan Policy Brief 2019

Undangan Pelatihan Policy Brief 2019 kepada rekan-rekan semua yang berminat:

======

Dear Rekan-rekan yang Berbahagia,

PSP3 & DPIS IPB University mengadakan pelatihan dan pendampingan penulisan artikel Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan (JRKPL). Bagi dosen IPB, mahasiswa aktif S2/S3 IPB dan rekan-rekan Litbang Kementerian yang berminat mengikuti pelatihan ini bisa langsung mendaftarkan diri dengan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Pendaftaran dilakukan ke bit.ly/policybrief2019.

Mohon bantuannya pula untuk menyebarluaskan informasi ini kepada rekan-rekan lain yang sekiranya berminat atau membutuhkan.

@ipbofficial #IPB #IPBKeren #IPBKampusKebangsaan

======

 

Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Direktorat Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis (DPIS) menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Policy Brief dalam Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan (JRKPL). Pembicara Prof. Hadi Susilo Arifin dan Prof. Y. Aris Purwanto.

 

 


Share


Lokakarya dan Kongres APALI 2019

20 09 2019

 

Lokakarya dan Kongres APALI

Lokakarya dan Kongres APALI 2019

Lokakarya dan Kongres  APALI 2019 telah sukses diselenggarakan pada tanggal 19-20 September di Galeri Arsitektur, Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
Institut Teknologi Bandung. Asosiasi Pendidikan Arsitektur Lanskap Indonesia yang disingkat APALI melaksanakan lokakarya dengan tema “Revolusi Industri 4.0, Reorientasi Kurikulum Arsitektur Lanskap.” Tema ini diangkat sebagai andil dan kontribusi para anggora APALI untuk beradapatasi dengan iklim global. Acara dilaksanakan selama dua hari, dengan hari pertama dibuka secara resmi oleh Dekan SAPPK ITB, Prof. Dr.-Ing. Ir. Widjaja Martokusumo.

 

Lokakarya dan Kongres  APALI 2019 diisi dengan tiga pembicara dengan topik:

  1. Tantangan Pendidikan Arsitektur dan Arsitektur Lanskap Dalam Merespon Era 4.0; Pembicara Aswin Indraprastha S.T., M.T., M.Eng., Ph. D;
  2. Peran Arsitek Lanskap Indonesia Dalam Menjawab Isu Terkini Nasional dan Internasional; Pembicara Dian Heri Sofian S.T., M.T., IALI;
  3. 4.0 Untuk Pendidikan Arsitektur Lanskap Di Indonesia; Pembicara Bintang Agus Nugroho.

 

Selanjutnya lokakarya diisi dengan penyampaian materi kurikulum Program Studi S1 Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Udayana, Universitas Trisakti, Institut Sains Teknologi Nasional, Universitas Bandung Raya, dan Universitas Pembangunan Panca Budi. Materi kurikulum Program Studi S2 disampaikan oleh Institut Pertanian Bogor dan Institut Teknologi Bandung.

Pada hari kedua adalah kongres pemilihan ketua APALI dan penetapan Ketua APALI masa bakti tahun 2019-2023. Ketua terpilih adalah Ir. Daisy Radnawati, MSi dari Institut Sains Teknologi Nasional (ISTN).


Share


Rekayasa Sosial Lanskap Agroforestri

15 09 2019

Rekayasa Sosial Lanskap Agroforestri atau Social Engineering in Agroforestry Landscape bertujuan untuk menggeser paradigma masyarakat petani yang umumnya hanya berfokus pada tanaman budidaya monokultur beranjak ke budidaya heterokultur. Pemikiran awal yang pada umumnya hanya melakukan budidaya secara ekstensif beralih ke budidaya yang lebih intensif dan memberikan profit yang lebih baik.

========

Informasi mengenai hal ini dapat dilihat lebih detil pada publikasi di bawah ini.

Abstract

Settlement occupation in Ciliwung riparian zone along Bogor Municipality has reduced vegetation formations of agroforestry, such as kebun campuran (mixed gardens), talun (forest gardens), and pekarangan (home gardens). These processes have reduced plants production, one of riparian landscape services. The purpose of this paper is to know the plant production capacity of agroforestry land use, as a basis for arranging the management of agroforestry landscape in Ciliwung riparian, Bogor Municipality. The study used 14 sample plots (4 taluns, 5 mixed gardens, 5 pekarangans) with purposive sampling method, to plants production analysis of agroforestry land use. Furthermore, the calculation of Land Equivalent Ratio (LER) is conducted to know land productivity. The agroforestry system in Ciliwung riparian, Bogor Municipality has highly potential plant production. The talun has arrange area of 38.77 ha and the average plant production 49.20 Mg/ha, total plant production potency of 1907.48 Mg. The mixed garden has arrange area of 9.44 ha and the average plant production 65.41 Mg/ha, total plant production potency of 617.47 Mg. Meanwhile, the pekarangan has arrange area of 17.53 ha and the average plant production 48.77 Mg/ha, total potential plant production is 854.94 Mg. The talun and mixed garden have high productivity with LER of 1.40 and 1.81, respectively. Where as, the pekarangan has low productivity with LER of 0.96. Agroforestry practices are able to provide better plants production, so that to ensure the stability and sustainability of landowners’ income.

Sumber: https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/179/1/012013
Plants production of agroforestry system in Ciliwung riparian landscape, Bogor Municipality

Authors: YB Prastiyo, RL Kaswanto and HS Arifin


Share