Halal Bi Halal Faperta IPB

25 06 2018
Halal Bi Halal Faperta IPB

Halal Bi Halal Faperta IPB




Visitasi Akreditasi Internasional

16 04 2018
Visitasi Akreditasi Internasional

Visitasi Akreditasi Internasional

Visitasi Akreditasi Internasional – pada hari Senin dan Selasa tanggal 9 dan 10 April 2018, telah dilaksanakan kegiatan Visitasi Akreditasi Internasional untuk Program Studi S1 Arsitektur Lanskap (PS S1 ARL) oleh organisasi profesi dunia, International Federation of Landscape Architect – Asia Pacific region (IFLA-APR).  Kegiatan visitasi ini bertujuan untuk meninjau kesiapan PS S1 Arsitektur Lanskap untuk memenuhi standar internasional dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan perguruan tinggi, dan juga termasuk di dalamnya pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Kegiatan visitasi ini juga sebagai salah satu upaya untuk mendukung IPB menjadi universitas bertaraf internasional. Organisasi Profesi, IFLA-APR merupakan organisasi arsitek lanskap pada level regional Asia Pasifik. Organisasi IFLA-APR untuk pertama kalinya melakukan assessment pada dunia pendidikan, sehingga hal ini patut mendapatkan apresiasiyang setinggi-tingginya. IFLA-APR telah menetapkan standar internasional terkait dengan profesi arsitek lanskap. IFLA-APR mendelegasi kegiatan visitasi ini kepada 3 (tiga) orang assessor, yakni satu orang assessor dari IFLA-APR yakni Prof. Dr. Mike Barthelmeh dari School of Landscape Architecture – Lincoln University New Zealand, dan dua orang asssesor dari IFLA Indonesia atau Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) , yakni Prof. Dr. Budi Faisal dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Prof. Dr. Rustam Hakim Manaf dari Universitas Trisakti, Jakarta. Ketiga assessor ini melakukan peninjauan selama dua hari terkait dengan kurikulum dan kompetensi mahasiswa serta alumni PS S1 ARL IPB.

Pada hari pertama, tim assessor diterima di Ruang Rektorat IPB. Pada kesempatan ini Rektor IPB, Dr. Arif Satria, menyambut dengan antusias kunjungan para assesor IFLA-APR. Beliau menyatakan bahwa PS S1 ARL adalah program studi yang sangat diunggulkan di IPB karena memiliki kompetensi tersendiri. Beliau berharap kegiatan ini berjalan sukses dan lancar, sehingga memberikan kontribusi positif bagi IPB di kancah dunia pendidikan internasional. Selain itu, beliau juga berharap agar kedatangan para assessor dari berbagai institusi ini dapat membuka peluang double degree dan kerjasama lainnya demi mencari dan memberi yang terbaik.

 

Tim Assessor ketika berada di Dekanat Faperta IPB

Tim Assessor ketika berada di Dekanat Faperta IPB


Kemudian rombongan diterima di Dekanat Fakultas Pertanian IPB. Ketiga assessor langsung disambut oleh Dekan Faperta IPB, Dr. Suwardi, di ruang tamu Dekanat Faperta IPB. Dalam pertemuan singkat ini, Dr. Suwardi menyampaikan ucapan terima kasihnya atas kedatangan para assessor untuk berkenan meninjau PS S1 ARL IPB dalam melakukan standarisasi internasional. Diskusi yang dilakukan secara hangat dan akrab ini diakhiri dengan pemberican cindera mata berupa plakat yang terbuat dari rempah-rempah produk pertanian.

 

 




Analisis Dampak Spasial

12 02 2018

Analisis Dampak Spasial 

Oleh: Regan Leonardus Kaswanto

 

Analisis Dampak Spasial

Analisis Dampak Spasial

Sejatinya kehidupan manusia memiliki mobilitas yang amat tinggi. Karakter manusia yang senantiasa bergerak dan berkembang pada akhirnya akan menyebabkan pergerakan dan perbedaan pergerakan antar wilayah secara spasial. Industri perkebunan pada hakekatnya juga akan mengalami perbedaan pergerakan yang ditimbulkan oleh karena perbedaan karakteristik unit-unit wilayah yang ada di dalamnya, terkait dengan permintaan dan penawaran (supply and demand) dan juga faktor lokasi. Pusat kawasan industri mempunyai faktor lokasi yang amat penting sehingga menjadi point central dari fungsi pelayanan dalam kehidupan manusia yang kebutuhan sehari-harinya sangat bergantung dari pergerakannya.

 

Pergerakan atau perkembangan industri sebagai fungsi pelayanan mempunyai hirarki yang melingkupi seluruh kegiatan kehidupan yang ada di dalamnya. Hubungan antara hirarki industri – komunitas – perkebunan – fasilitas publik dan fungsi lain di bawahnya akan memperlihatkan adanya interaksi keruangan (spatial interaction). Interaksi keruangan dapat berupa aksesibilitas dari pusat kawasan hingga pinggir kawasan dalam hal kemudahan mengakses sarana dan prasarana yang tersedia di dalam kawasan. Interaksi keruangan kerap pula terjadi dalam aspek ekonomi di mana komunitas yang hidup di dalamnya melakukan kegiatan pertanian, baik dalam bentuk barang maupun jasa, yang kemudian dikelola secara komersial untuk kehidupan sehari-hari. Bahkan interkasi keruangan juga bisa terjadi dalam aspek sosial di mana tenaga kerja dalam industri perkebunan umumnya berasal dari masyarakat desa ataupun luar desa yang berniat mencari penghidupan yang lebih baik pada kawasan tersebut.

 

Interaksi keruangan pada aspek biofisik-ekonomi-sosial di atas dapat memberikan dampak positif dan negatif dalam mendukung perkembangan wilayah. Hal ini dikarenakan wilayah tidak dapat berdiri sendiri, saling berinteraksi dan memberikan timbal balik yang positif atau bahkan dengan adanya interaksi keruangan antar kawasan, juga mengakibatkan adanya permasalahan dalam kawasan. Dampak positif dan negatif inilah yang perlu dikaji lebih mendalam bagi keberlanjutan industri perkebunan yang dimiliki. Bahkan dapat dikatakan bahwa dalam sepak terjangnya selama lima dekade lebih semenjak tahun 1967, sudah sewajarnya dilakukan analisis dampak spasial (ADS) untuk melihat sudah sejauh mana dampak yang telah terjadi. Jika diketahui ada dampak positif maka interaksi keruangan dipertahankan dan ditingkatkan untuk dikelola dengan lebih baik, namun jika diketahui ada dampak negatif maka interaksi keruangan perlu diintervensi agar bergerak ke arah yang positif.

 

Dengan demikian, tujuan kegiatan ADS di lanskap industri mencakup 1) menganalisis perubahan perubahan keruangan (spatial changing) dalam  lanskap industri pada selang 25 tahun (1967, 1992 dan 2017), 2) menganalisis dampak positif dan negatif pergerakan interaksi keruangan (spasial) yang terjadi selama 50 tahun terakhir, dan 3) menyusun rekomendasi perkembangan wilayah lanskap industri agar menjadi lebih berkelanjutan secara ekologi, sosial dan ekonomi.

 

Analisis Dampak Spasial (ADS) dari perkembangan industri perkebunan yang dikelola pada dasarnya dapat dianalisis dengan beberapa pendekatan yang mencakup sebagai berikut:

  1. Analisis Perubahan Lanskap,
  2. Analisis Jasa Lanskap (Landscape Services Analysis),
  3. Analisis Ecovillage (Biofisik – Ekonomi – Spiritual),
  4. Triple Bottom Line (TBL) Benefit Analysis,
  5. Analisis Von Thunnen.

 




Tugas I MENJASKAP

6 02 2018

Tugas I Menjaskap

SILABUS

Mata kuliah ini membahas manajemen berbagai jenis jasa lanskap (landscape services) yang mencakup keragaman hayati, karbon tersimpan, keindahan alam, pengelolaan air, ketersediaan oksigen, hingga kenyamanan lingkungan. Seluruh aspek ini akan dikaji pula dalam aspek ekonomi, ekologi dan sosial dengan pendekatan spasial beserta contoh dan studi kasus. Selain itu, mata kuliah ini juga mempelajari tentang konsep, prinsip, metode dan contoh aplikasi yang digunakan untuk manajemen lanskap alami dan buatan dalam perspektif ekologi lanskap pada skala mikro, meso dan makro.

 

Tugas I Menjaskap

Tugas I Menjaskap

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari mata kuliah ini, mahasiswa akan mampu memahami manajemen jenis-jenis jasa lanskap dan kaitannya dalam perspektif ekologi lanskap yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas perencanaan, perancangan, dan manajemen lanskap, serta mampu menganalisis aspek ekonomi, ekologi dan sosial sesuai dengan kondisi aktual pada skala makro, meso dan mikro.  Selain itu, mahasiswa akan mampu mengevaluasi kualitas lanskap dan menyusun rencana manajemennya untuk mengetahui tingkat kesesuaian pemanfaatannya.

 

TUGAS RESENSI

1. Apa harapan Saudara dengan mengikuti kuliah Manajemen Jasa Lanskap ini?

2. Jenis Jasa Lanskap apa yang menurut Saudara harus segera dikelola?

Jawaban ditulis pada blog kaswanto.staff.ipb.ac.id  paling lambat sebelum perkuliahan minggu depan dimulai.

Tugas I Menjaskap

Tugas I Menjaskap

Silahkan unduh Materi MG I MANAJEMEN JASA LANSKAP 2018




Liwetan The 3rd ISSLD

29 01 2018
Liwetan The 3rd ISSLD

Liwetan The 3rd ISSLD

 

Liwetan the 3rd ISSLD telah sukses jaya dilaksanakan pada hari Jumat 26 Januari 2018 di Rumah Makan jalan raya CIFOR Bubulak Bogor. Liwetan the 3rd ISSLD dilaksanakan sebagai acara Pembubaran Panitia SC dan OC dari The  2nd ISSLD 2016 dan juga The 3rd ISSLD 2017. Liwetan ini dilakukan untuk menutup kepanitiaan pelaksanaan sehingga tugas telah ditunaikan.
Liwetan telah disiapkan sejak pukul 13.00 WIB. LIWETAN disajikan memanjang dengan menu utama adalah nasi uduk atau Liwet. Menu lainnya berupa ayam bakar kampung, ikan nila goreng,  ikan gabus, sayut asem, lalapan, tumis sayuran, gender,  kerupuk dan sambal maknyus.

 

Liwetan juga disertai dengan pemberian ucapan terima kasih kepada para panitia SC dan OC. Panitia SC menerima bingkisan koper dalam bentuk warna warna, sementara panitia OC menerima bingkisan tas ransel. Tas ransel dibedakan untuk panitia wanita dan untuk pria.

 

The 3rd ISSLD 2017 telah dilaporkan di sini http://kaswanto.staff.ipb.ac.id/speech-on-the-3rd-issld-2017/. The 3rd ISSLD 2017 telah sukses dilaksanakan dan kegiatan ini akan rutin dilakukan setiap bulan November setiap tahun.

 

Sekilas mengenai the 3rd ISSLD 2017

The importance of community participation becomes the key to landscape development today. At the end, academics need to bridge and facilitate the role of the community in order to realize the SDGs and nawacita that can be contained in the form of symposium activities of scientific meetings. This activity is a continuation of the symposium a few years ago, therefore the sustainability of this activity is very important to be managed on a regular basis. Symposium topics will periodically adjusted to the conditions that are relevant at this time.

Landscape development is facing very high acceleration changes, considering the growth and development of a region. As a result of human activities, various negative impacts arose for the landscape development, such as the loss of green open space (GOS) and blue open space (BOS), decreased quality of comfort-related micro-climate, the omission of the potential services such landscapes as well as a variety of others environments problems.

Indeed the development of better landscape is a habitat for humans, vegetation and animals which are expected every corner of the landscape can provide a situation which can provide security and comfort for the occupants therein (dwellers). Role of Landscape Architecture in the world gives a sense of comfort can be realized with role-participation in giving contributions to the development of a sustainable landscape. Sustainable landscape is a landscape that can provide a variety of ecological functions such as elimination of radiation from the sun, reduce air pollution and at the same time provide a social function in the community and economic function independently.

Awareness of the importance of sustainable landscape development has been proclaimed by the United Nations (UN) in the Sustainable Development Goals (SDGs) program at Goal 11th, namely to make cities and human settlements inclusive, safe, resilient and sustainable (source: https://sustainabledevelopment.un.org/sdg11 ). Unlike the Millennium Development Goals (MDGs, 2000-2015), methods and means for implementation SDGs requires citizen and public participation. A way to ensure the achievement entire Goals and SDGs targets are to involve community groups in the implementation and attainment of SDGs (2016-2030) in accordance with nawacita Indonesian nation.

The importance of community participation becomes the key to landscape development today. At the end, academics need to bridge and facilitate the role of the community in order to realize the SDGs and nawacita that can be contained in the form of symposium activities of scientific meetings. This activity is a continuation of the symposium a few years ago, therefore the sustainability of this activity is very important to be managed on a regular basis. Symposium topics will periodically adjusted to the conditions that are relevant at this time.




IGES Training for Enumerators

27 01 2018
IGES Training

IGES Training for Enumerators

IGES Training for Enumerators  telah berhasil dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 25 Januari 2018 di CCROM Kampus IPB Baranangsiang.  Kegiatan Training berlangsung selama satu hari penuh dengan nara sumber Dr. Kaswanto (ARL IPB) dan Dr. Lukytawati Anggrseni (CCROM IPB). Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor.

IGES Training for Enumerators juga difasiltasi teleconference  dengan para peneliti IGES yang berada di Jepang. Hadir dalam teleconference Dr. Eric Zusman, Dr. Sudirman Budi Nugroho dan Dr. Ryoko Nakano.

Materi IGES Training for Enumerators mencakup pendahuluan, telaah kuesioner, etika wawancara dan teknik input data. Training yang diikuti 10 enumerator berjalan dengan diskusi yang hangat. Para Enumerators adalah Saudara Saiful, Flo,  Fariz, Alfred, Beti, Dewi, Yani, Aqlima, Salamah dan Fahd.

Sepuluh Enumerators ini akan mulai bertugas dari tanggal 30 Januari hingga 20 Februari 2018 di 6 kecamatan Kota Bogor. Sebanyak 600 responden yang tersebar di Kota Bogor akan diwawancarai terkait penggunaan transportasi dan perlukan konsumsi energi dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan IGES Training for Enumerators ini merupakan kegiatan kolaborasi antara IPB CCROM NIES IGES dan Pemerintah Kota Bogor. Kolaborasi ini bertujuan untuk Kota Bogor yang lebih baik. Kota Bogor yang lebih ramah lingkungan. Kota Bogor sebagai trendsetter Lanskap Rendah Karbon (Low Carbon Landscape) bagi kota-kota lainnya di Indonesia.




The 8th EAFES International Congress

16 01 2018
The 8th EAFES International Congress

The 8th EAFES International Congress

 

The 8th EAFES International Congress is coming!

Source: http://www.e-eafes.org/EAFES/2018/index.html

On behalf of the Ecological Society of Japan, and the Local Organizing Committee of the 8th EAFES International Congress, we would like to welcome you all to participate in the 8thEAFES International Congress, April 21st-23rd, 2018, Nagoya, Japan.

The aim of EAFES is to promote and develop ecological science and academic societies in East Asia by organizing symposia, academic meetings, and joint research collaboratively among the Ecological Society of China (ESC), the Ecological Society of Japan (ESJ), and the Ecological Society of Korea (ESK). Recently, the Society of Subtropical Ecology in Taiwan and the ILTER East Asia-Pacific Regional Network also joined the members of the executive committee. The 1st EAFES International Congress was held in Mokpo, South Korea in October 2004 and afterwards biennially. Since then, every International Congress has been coordinated in turn by ESK, ESJ, and ESC: Niigata, Japan (2006); Beijing, P.R. China (2007); Sangju, South Korea (2010); Otsu, Japan (2012); Haikou, P.R. China (2014); and Daegu, South Korea (2016).

The theme of the 8th EAFES International Congress is “The Role of East Asian Ecology in a Changing World”, Focusing on the role of ecology and ecologists in promoting harmonious and sustainable development in the context of global climate change and socio-economic shifts. East Asian countries are facing the challenge of establishing a new perspective in the wake of rapid economic growth with aging populations, deteriorated environments and significant biodiversity loss. Therefore, at this EAFES Congress we expect a wide range of topics on new trends in ecology with innovative technologies as well as paradigm changes including interdisciplinary and transdisciplinary approaches.

We sincerely hope that all participants at the 8th EAFES International Congress will enjoy the meeting not only in terms of academic knowledge and skills, but also through forming further collaborations, connections and friendships.

Professor Takakazu Yumoto 
Chair, 8th EAFES International Congress

EAFES 3

EAFES 2

Important dates

January 15, 2018  Deadline for application of poster presentation
January 15, 2018  Deadline for abstract submission (both speakers in symposium and poster sessions)
January 15, 2018  Deadline for early bird registration and payment
February 28, 2018  Deadline for online registration and payment
April 21, 2018  Conference and banquet
April 22, 2018  Conference
April 23, 2018  Excursion

 

The 8th EAFES International Congress

The 8th EAFES Organizing Committee solicits proposals for symposia from the members of the Ecological Society of China, the Ecological Society of Korea, the Society of Subtropical Ecology, and the Ecological Society of Japan.

  • To facilitate conference organization, we encourage a symposium proposer to include at least one ESJ member in Japan as a co-organizer or a coordinator of the symposium.
  • For proposals failing to meet this condition, the Scientific Committee will recommend appropriate candidates upon request.
  • An individual is allowed to be an organizer, and/or a speaker for only one symposium.
  • A symposium organizer or speaker is not allowed to apply for poster presentations.
  • Symposia will be limited to 2 hours.
  • Proposals from young scientists are encouraged.

Symposium Evaluation Process and Criteria

Criteria for preferred acceptance of symposium proposals include, but are not limited to, the following:

  • Scientific merits to the Congress themes.
  • Academic accomplishments of symposium participants.
  • Multinational composition of speaker panel.
  • Endorsement from the ecological society (or societies) of organizer’s nation(s) or other relevant professional organizations.

EAFES is not able to provide financial assistance to individual symposium speakers. Symposium organizers are responsible for making this clear to participants.

To submit a symposium proposal, please send an email using    Application Form  including

  • Name and affiliation of the organizer: Prof./Dr. Surname, Firstname, XXXX University
  • Email address of the organizer: xxx@yyy.zzz.jp
  • (Tentative) Title of the symposium:
  • Details of the symposium (a (tentative) list of speakers and brief explanations of their talks):



IFLA World Congress 2018

15 01 2018
IFLA World Congress 2018

IFLA World Congress 2018

IFLA World Congress 2018

CFP banner.png

Organised by the International Federation of Landscape Architects (IFLA) and Singapore Institute of Landscape Architects (SILA), the 55th IFLA World Congress will be held in Sands Expo and Convention Centre, Marina Bay Sands, Singapore on 18 – 21 July 2018.

Held in conjunction with Singapore Garden Festival 2018 which will take place on 21 – 29 July 2018, National Parks Board is the Organising Partner of IFLA World Congress 2018.

IFLA 2018 will be held in Singapore, the ‘City in a Garden’, which is also recognised as a Biophilic City. This vision reinforces the importance of landscape architecture, in partnership with other disciplines, in the continuous shaping of our living environment.

IFLA 2018 will bring the industry together to reflect on the interaction between urban and natural environments. The Congress will host a privileged field for conversation in the context of greening strategies within rapidly growing cities, application of potential technologies to provide insight into design processes and capacities to adapt to changing environmental conditions. IFLA 2018 will also continue to investigate emerging questions in the practice of landscape architecture with communities, architecture and engineering through the themes of Biophilic City, Smart Nation and Future Resilience.




Spatial Heroes 2018

11 01 2018
Spatial Heroes Poster

Spatial Heroes 2018 Poster

Spatial Heroes Program 2018

Sehubungan dengan akan diadakannya Esri Indonesia Graduate Program, bersamaan dengan email ini, kami ingin menginformasikan kepada Bapak/Ibu bahwa pada saat ini sedang berjalan proses rekrutmen di Esri Indonesia untuk fresh graduate. Sehingga diharapkan mahasiswa/i dari kampus Bapak/Ibu yang sudah menyelesaikan studinya dapat mengetahui dan mengikuti proses rekrutmen yang sedang berlangsung. Proses rekrutmen Esri Indonesia Graduate Program terdiri dari empat tahap yaitu:

  1.  Administration                        : 27 Desember 2017 – 31 Januari 2017
  2.  Technical Presentation          : 5 Februari – 15 Februari 2018
  3.  Online Written Test                : 19 Februari – 28 Februari 2018
  4.  Interview                                : 1 Maret – 9 Maret 2018

Esri Indonesia Graduate Program, juga dikenal sebagai Program Spatial Heroes dirancang untuk membantu fresh graduate menemukan dan mengasah keahliannya di bidang Sistem Informasi Geografis yang dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah di dunia nyata. Program ini memberikan kesempatan pada fresh graduate untuk menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis dan menggunakannya untuk menangani masalah yang dialami oleh pemerintah, pendidikan maupun sektor komersial saat ini.

Berikut kami lampirkan poster Spatial Heroes 2018 yang berisikan informasi lengkap tentang rangkaian proses rekrutmennya. Besar harapan kami mahasiswa/i Bapak/Ibu dapat diterima dan membanggakan kampus dengan menjadi bagian Esri Indonesia untuk memberikan perubahan menuju dunia yang lebih baik.

 

Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Salam hangat,

Esri Indonesia




Tata Laksana Profesi TALAPRO

23 12 2017
Tata Laksana Profesi TALAPRO

Tata Laksana Profesi TALAPRO

 

Tata Laksana Profesi TALAPRO: The Birthday

The modern profession of landscape architecture, according to Norman T. Newton, began with the design of Central Park in New York City by Frederick Law Olmsted and Calvert Vaux (Newton 1971). May 1863 is considered by Newton to be the founding date for the profession. On May 12, 1863, Frederick Law Olmsted Sr. and Calvert Vaux resigned their positions as designers of New York’s Central Park and signed their resignation letter “Olmsted and Vaux, Landscape Architects.” This is the first official use of the title Landscape Architect and “serves to establish the date, perhaps better than any other, as the birthday of the profession of landscape architecture” (Newton 1971, 273).

 

Tata Laksana Profesi TALAPRO: The Definition

  • Landscape Architecture is the profession which applies artistic and scientific principles to the research, planning, design, and management of both natural and built environments.
  • Practitioners of this profession apply creative and technical skills and scientific, cultural, and political knowledge in the planned arrangement of natural and constructed elements on the land with a concern for the stewardship and conservation of natural, constructed and human resources.
  • The resulting environments shall serve useful, aesthetic, safe, and enjoyable purposes.

 

Tata Laksana Profesi TALAPRO: The Lecture Material

13Project Management 2017

14The Professional Practice LA 2017