Beda Landscaper dengan Tukang Kebun

3 01 2010

Bagi banyak orang yang menekuni profesi landscaper architect, akan selalu menjadi pertanyaan yang menggelitik bila client kita bertanya mengenai hal ini. Kebanyakan orang akan membandingkan, apa sih bedanya seorang arsitek lanskap dengan mamang-mamang yang jualan tanaman di pinggir jalan or tukang kebun di rumah. Mereka tho sama-sama bisa menanam, bahkan kadang-kadang bagusan taman yang dibuat tukang kebun gw daripada buatan landscaper. Tukang kebun lebih murah, bahkan lebih cepat, ngga perlu repot-repot pake gambar segala. Minta ini itu, ceplak ceplok, jadi deh taman yang luar biasa indah dalam waktu kurang dari satu minggu. Keren…..

Sungguh hal yang miris jika client kita mengeneralisir profesi seorang landcaper seperti cerita di atas.  Adakalanya beberapa lulusan arsitek lanskap kurang pede dengan ilmunya sendiri, bahkan pindah haluan ke bidang lain semisal perbankan dan perdagangan. Menjadi sebuah ambigu bagi para orang tua tentang prospek masa depan anak kesayangannya bila menekuni bidang ini.

Hmmm…. memang realistis, tapi hal ini tidak sepenuhnya benar.

Bila kita search melalui google.com mengenai prospek profesi arsitek lanskap, sungguh luar biasa. Sudah banyak sendi-sendi kehidupan di dunia ini yang sangat membutuhkan seorang arsitek lanskap. Mulai dari kepemerintahan, swasta hingga individu yang memiliki kecintaannya akan lingkungan yang indah dan dinamis.

Mungkin kutipan di bawah ini bisa menjelaskan bagaimana rona dan kiprah seorang landscaper di dunia nyata ini (sumber: www.ipb.ac.id).

Seorang pakar di bidang lanskap Ibu Diane Menzies (President of International Federation of Landscape Architects – IFLA) menegaskan bahwa untuk mencapai profesionalisme di bidang arsitektur lanskap hingga dapat bersaing dalam era globalisasi ini, maka tidak bisa tidak ada hal yang perlu diperhatikan antara lain standar kompetensi pendidikan di universitas secara International (International University Standard), serta sertifikasi keprofesian (Professional Licensing). Di Indonesia standar kompetensi pendidikan ini diukur dengan akreditasi program studi yang ditangani oleh Badan Akreditasi Nasional yang berlaku secara nasional. Sedangkan untuk lulusan dari bidang arsitektur lanskap agar dapat bisa bekerja dan bersaing di luar negeri memang diperlukan suatu sertifikasi keprofesian. Beruntungnya bahwa di Indonesia sendiri sejak 2001 telah berdiri Badan Sertifikasi Keahlian Arsitektur Lanskap (BSKAL). Oleh karena itu diharapkan lulusan arsitektur lanskap ini tidak hanya berkarya di kabupaten dan kota di Indonesia (karena telah adanya otonomi daerah), terutama juga dalam menghadapi AFTA 2010 diharapkan mampu bersaing untuk berkarya di tingkat regional dan international.

Begitu juga dengan pendapat pakar lanskap di Indonesia, Bapak Hadi Susilo Arifin yang menguraikan bahwa pada intinya seorang arsitek lanskap, sebagai insan profesional selayaknya bisa mengedepankan karya-karya arsitektur lanskap dalam tatanan makro, artinya tidak dalam skala ruang yang sempit, pada bagian-bagian tertentu saja, atau pada kota-kota tertentu saja. Tetapi karya arsitektur lanskap yang baik tidak hanya dapat memberi keindahan, kenyamanan, keamanan dan kebahagiaan bagi manusia (human happiness) saja, akan tetapi seharusnya bisa mencapai ecological well being di mana secara ekologis semua mahluk hidup dapat merasakan yang baik dalam pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Terpenting bagaimana agar disiplin ilmu dan profesi arsitektur lanskap ini bisa dikenal di Indonesia. Sehingga profesi arsitektur lanskap juga bisa berperan menata lingkungan yang lebih baik serta berperan dalam mitigasi bencana alam, dan bahkan dapat berperan dalam mengatasi global warming dan global climate change dengan perencanaan, perancangan dan pengelolaan lanskap yang berwawasan lingkungan. Dengan demikian sudah saatnya para arsitek lanskap melakukan political movement untuk mempengaruhi kebijakan-kebijakan, terutama yang terkait dengan pembangunan lingkungan berkelanjutan di negeri ini.

Jadi, kembali ke pertanyaan di atas. Apa bedanya seorang landscaper dengan tukang kebun? Apa keuntungannya menggunakan jasa seorang landscaper dengan tukang kebun? Jawabannya akan saya berikan pada posting berikutnya di dalam blog ini. Tapi sembari menunggu dan memendam rasa penasaran Anda, silahkan beri komentar pada kolom di bawah ini…



Actions

Informations

2 responses to “Beda Landscaper dengan Tukang Kebun”

7 03 2010
Soehartini Sekartjakrarini (20:50:45) :

Sitasi ini yang selalu saya muat di setiap presentasi pekerjaan saya.

The work of the landscape architect
(architect of the landscape)
is to help bring people,
their structures, activities, and communities
into harmonious relationship
with the living earth—
with the “want-to-be” of the land.

J. O. Simonds and B.W. Starke (2009) in
LANDSCAPE ARCHITECTURE : A Manual of Environmental Planning and Design

Sayangnya ‘arsitek lanskap’ sendiri BANYAK yang tidak tahu persis ‘task’nya. Bahkan setelah lebih dari 25 tahun melakukan hampir semua yang ada dalam definisi landscape architect IFLA kemudian mengambil sertifikat, petugas BSKAL bahkan tidak memahami apa yang selama ini saya kerjakan. Tugas yang cukup berat untuk profesi ini.

Salam,
S. Sekartjakrarini

Definition of the profession of landscape architect for the international
standard classification of occupations / international labour office / geneva
Final Version approved by the World Council 2003, Banff / Canada of the International Federation of Landscape Architects, IFLA

Landscape Architects conduct research and advise on planning, design and stewardship of the outdoor environment and spaces, both within and beyond the built environment, and its conservation and sustainability of development. For the profession of landscape architect, a degree in landscape architecture is required.
Tasks include :
(a) developing new or improved theories, policy and methods for landscape planning, design and management at local, regional, national and multinational levels;
(b) developing policy, plans, and implementing and monitoring proposals as well as developing new or improved theories and methods for national parks and other conservation and recreation areas;
(c) developing new or improved theories and methods to promote environmental awareness, and undertaking planning, design, restoration, management and maintenance of cultural and/or historic landscapes, parks, sites and gardens;
(d) planning, design, management, maintenance and monitoring functional and aesthetic layouts of built environment in urban, suburban, and rural areas including private and public open spaces, parks, gardens, streetscapes, plazas, housing developments, burial grounds, memorials; tourist, commercial, industrial and educational complexes; sports grounds, zoos, botanic gardens, recreation areas and farms;
(e) contributing to the planning, aesthetic and functional design, location, management and maintenance of infrastructure such as roads, dams, energy and major development projects;
(f) undertaking landscape assessments including environmental and visual impact assessments with view to developing policy or undertaking projects;
(g) inspecting sites, analysing factors such as climate, soil, flora, fauna, surface and subsurface water and drainage; and consulting with clients and making recommendations regarding methods of work and sequences of operations for projects related to the landscape and built environment;
(h) identifying and developing appropriate solutions regarding the quality and use of the built environment in urban, suburban an rural areas and making designs, plans and working drawings, specifications of work, cost estimates and time schedules;
(i) monitoring the realisation and supervising the construction of proposals to ensure compliance with plans, specifications of work, cost estimates and time schedules;
(j) conducting research, preparing scientific papers and technical reports, developing policy, teaching, and advising on aspects regarding landscape architecture such as the application of geographic information systems, remote sensing, law, landscape communication, interpretation and landscape ecology;
(k) managing landscape planning and design projects;
(l) performing related tasks;
(m) supervising other workers.

26 02 2011
Erlinda Faradilla (23:28:11) :

Kak, penasaran sama lanjutannya nih :)

Leave a comment

You can use these tags : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>