Aspek Legal Pelestarian Lanskap

25 10 2017

Aspek Legal Pelestarian Lanskap Sejarah dan Lanskap Budaya (LS/LB) perlu dipelajari dikarenakan perangkat legal sangat penting untuk menjadi kekuatan hukum dalam pelestarian LS/LB. Berbagai negara telah sejak lama melindungi kekayaan/aset LS/LB dgn menerapkan perangkat legalnya masing-masing. Sebagai contoh:

US – National Historic Preservation Act, 1966 yang disebut National Register.

Inggris – National Trust Act, 1907 yang disebut National Trust.

Aspek Legal Pelestarian Lanskap

Aspek Legal Pelestarian Lanskap

 

UU Cagar Budaya No.11 Tahun 2010 (diresmikan pada 24 November 2010. UU ini dicatatkan dalam Lembaran Negara (LN) Nomor 130 dan Tambahan LN Nomor 5168) à untuk melindungi warisan budaya/sejarah sebelumnya: UU no 5 Th 1992, tentang Benda Cagar Budaya (hanya berlaku 18 tahun)

-Monument Ordonantie no 19 Th 1931 (Staatblad Th 1931 no 238)

-Monument Ordonantie no 21 Th 1934 (Staatblad Th 1934 no 515)

Sampai saat ini UU Cagar Budaya belum ada Peraturan Pemerintahnya (PP) kendala penerapan. Beberapa daerah sudah mempunyai peraturan lokal.

 

World Heritage Convention

The General Conference of the United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) meeting in Paris from 17 October to 21 November 1972, at its seventeenth session, have decided an international convention the World Heritage Convention (WCH), the convention concerning the protection of the World Cultural and Natural Heritage as a successful global instrument for the protection of cultural and natural heritage.

 

The World Heritage Convention Aims are to promote cooperation among nations to protect heritage around the world that is of such outstanding universal value that its conservation is important for current and future generations. Negara yang meratifikasi konvensi tersebut disebut: state party. Byjoining hands to protect and cherish the world’s natural and cultural heritage, express a shared commitment to preserving our legacy for future generations. A key benefit of ratification, particularly for developing countries, is access to the World Heritage Fund.

Materi Pelesarian Lanskap MG IV mengenai Aspek Legal Pelestarian Lanskap

Aspek Legal Pelestarian Lanskap



Actions

Informations

Leave a comment

You can use these tags : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>