Analisis Lanskap Sejarah dan Budaya

19 10 2020

Analisis Lanskap Sejarah dan Budaya dilakukan dengan tahapan SDSP, yakni Spasial, Deskriptif, Signifikansi dan Pelestarian.

1. Spasial

Analisis secara spasial mencakup 1) penentuan unit lanskap yang akan dianalisis, 2) signifikansi kawasan, 3) kawasan administrasi dan ekologis, 4) kondisi biofisik (mencakup iklim, topografi, satwa, vegetasi dan sebagainya), 5) zona perlindungan (jika ada), 6) zona penggunaan fungsional, 7) tata ruang, 8) pola ruang, 9) analisis spatiotemporal, dan 10) dan sebagainya yang penting untuk dikaji.

2. Deskriptif

Seluruh data yang dikaji sebaiknya disajikan secara spasial pada tahap di atas, namun apabila sulit untuk dispasialkan, maka data dapat disajikan secara deskriptif. Baik secara deskriptif kualitatif maupun kuantitatif.

3. Siginifikansi

Analisis mencakup pengakuannya pada Undang-undang Cagar Budaya yang dituangkan kedalam peraturan daerah atau setempat. Analisis signifikansi mencakup keaslian, keutuhan, dan integritas.

4. Pelestarian

Analisis kondisi pelestarian yang telah dilakukan saat iniĀ  oleh pengelola atau stakeholders yang terlibat. Pelestarian mencakup program, tindakan pengelolaan, pemanfaatan dan perlindungan.

 

Tahapan SDSP

Tahapan SDSP menjadi penting untuk dilakukan secara komprehensif dan holistik. Tahapan SDSP menjadi tools yang amat baik untuk diterapkan dalam pelestarian lanskap sejarah dan budaya.


Share

Actions

Informations

Leave a comment

You can use these tags : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>