Analisis Data di dalam Masyarakat dan Ekologi Lanskap

23 03 2010

by: RLK

Data Analysis in Community and Landscape Ecology

Many data in ecological research originate from field surveys. A field survey starts – after its objectives are clearly stated – by planning how, where and when to take samples. Sampling Strategy is important, not only to retrench expenses, but also to get interpretable data (Jongman, 1987).

Beberapa peneliti pada bidang Ekologi Lanskap, hingga saat ini boleh dikatakan masih berkutat dengan proses analisis data yang kurang begitu “kuat” dan “matang” secara statistik. Kuat dalam arti kata bahwa memang proses analisis itu akan memperkuat hasil dan analisis sang peneliti. Matang dalam konteks bahwa data yang dianalisis akan memberikan hasil yang optimal dan mudah “dikunyah” oleh rekan-rekan seprofesi lainnya. Kuat dan matangnya sebuah hasil penelitian sangat ditentukan oleh hasil analisis data yang disajikan. Tetapi jangan salah kaprah mengenai hal ini.

Penulis kerap menemukan beberapa rekan seprofesi yang senantiasa mempersulit diri dengan hal-hal yang rumit. Kadangkala sesuatu yang secara statistik bisa dilakukan dengan cara yang sederhana malah dilakukan dalam situasi yang sulit. Metode statistik yang ada dan bahkan sudah tersedia di berbagai media, seharusnya dapat digunakan secara optimal dan tentunya sesuai dengan kebutuhan. Patut dicamkan bahwa “bukan tugas seorang ahli ekologi lanskap untuk mengurus benar atau tidaknya metode statistik tersebut”. Kita patut tahu proses pemakaian sebuat alat, tetapi kita tidak perlu mengutak-ngatik ordendil di dalamnya.

Sebagai salah satu contoh  kasus diantaranya adalah mengenai pekerjaan image processing. Bagi teman-teman yang memang bergelut di bidang remote sensing (RS), memang tidak ada salahnya mendalami ilmu ini. Bahkan rekan-rekan sangat dianjurkan untuk meluangkan waktunya demi memperdalam ilmu ini. Tapi kembali pada topik awal yang kita bicarakan di atas, bagi seorang ahli ekologi lanskap tidak perlu mempersulit diri untuk mengetahui “ordendil” dalam image processing. Proses analisis sebuah citra sudah dimanjakan dalam berbagai perangkat lunak (software) yang ada saat ini. Semuanya sudah disediakan dan tinggal klik sana dan klik sini. Begitu pula halnya dengan proses analisis statistik. Beberapa perangkat lunak statistik sudah menyediakan tools tersebut. Mulai dari Ms Excel, SPSS, Mathlab hingga ArcGIS sudah menyediakan semua proses analisis yang kita  butuhkan. Boleh dikatakan, mereka digunakan hanya sebagai “tools” bagi seorang ahli ekologi lanskap.

Rekan penulis dalan profesi yang sama, hingga saat ini juga kerap mempersulit diri dengan proses penelitian yang secara logika dapat dilakukan dengan mudah. Sesuatu yang semudah merakit “game puzzle” (game dimana gambar akhirnya sudah disajikan) dilakukan layaknya seperti merakit sebuah “game cubic” (game yang memerlukan imajinasi algoritma, walaupun hasil akhirnya juga disajikan). Atau analogi lainnya adalah sesuatu yang semudah menghitung “biomassa sebuah pohon” dilakukan layaknya seperti menghitung “jumlah daun dalam satu pohon”. Semua proses penelitian yang kita lakukan memang tidaklah mudah, namun membutuhkan ketekunan. Namun ketekunan yang kita miliki tersebut jangan disia-siakan di dalam “wadah” yang tidak memberikan nilai tambah bagi kita sendiri. Kita perlu “tahu”, namun kita tidaklah perlu “serba tahu”. Kita memang perlu “memahami”, namun jangan sampai kita menjadi “salah paham”.

Bagi seorang ahli ekologi lanskap sejatinya memang harus melihat sesuatu lebih secara holistik, demi mengetahui esensi dari yang ditelitinya. Semangat “keingintahuan” yang begitu besar seyogyanya diimbangi dengan pola pikir ilmiah yang baik dan benar. Biarkanlah mereka yang berkutat dengan “ordendil” mesin, dan marilah kita sebagai ahli ekologi lanskap menggunakan “mesin” yang sudah dirakit tersebut untuk melesat lebih sempurna. Biarkanlah mereka mengutak-ngatik “spare-parts” dan memperbaiki bagian yang “aus” tersebut, dan marilah kita bergerak menggunakan “tools” yang mereka ciptakan agar ilmu ekologi lanskap berkembang dengan lebih pesat.

Semoga pemikiran ini berguna….

Dan ingat “Janganlah mempersulit sesuatu yang sebenarnya bisa dipermudah”.

 Hiroshima, 23 Maret 2010.



Actions

Informations

Leave a comment

You can use these tags : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>