Agroforestri

4 12 2017

 

MG 12 LPP Agroforestri

MG 12 LPP Agroforestri

Agroforestri menggabungkan ilmu kehutanan dan pertanian, serta memadukan usaha kehutanan dengan pembangunan perdesaan untuk menciptakan keselarasan antara intensifikasi pertanian dan pelestarian hutan.

Definisi Agroforestri bisa dibahas dari berbagai bidang ilmu, seperti ekologi, agronomi, kehutanan, botani, geografi, lanskap, maupun ekonomi.

Agroforestri  adalah nama bagi sistem-sistem dan teknologi penggunaan lahan di mana tegakan pohon berumur panjang (termasuk semak, palem, bambu, kayu, dll) dan tanaman pangan dan atau pakan ternak berumur pendek diusahakan pada petak lahan yang sama dalam suatu pengaturan ruang dan waktu.

Dalam sistem-sistem Agroforestri terjadi interaksi ekologi dan ekonomi antar unsur-unsurnya.

 

Agroforestri Sederhana

  • Perpaduan konvensional yang terdiri atas sejumlah kecil unsur (skema Agroforestri klasik).
  • Unsur pohon dengan peran ekonomi penting (kelapa, karet, cengkeh, jati)
  • Unsur pohon dengan peran ekologi (dadap dan petai cina)
  • Unsur tanaman semusim (padi, jagung, sayur-mayur, empon-empon, rerumputan)
  • Tanaman lain dengan nilai ekonomi (pisang, kopi, coklat, dll).
  • Tumpangsari merupakan bentuk Agroforestri sederhana yang paling banyak dibahas à merupakan sistem taungya versi Indonesia yang diwajibkan di areal hutan jati di Jawa.
  • Dikembangkan dalam program perhutanan sosial PT Perhutani.
  • Agroforestri sederhana juga menjadi ciri umum pada pertanian komersial: kopi sejak dahulu diselingi dengan tanaman dadap, yang menyediakan naungan bagi kopi dan kayu bakar bagi petani; kelapa dengan coklat; karet dan rotan; randu di pematang sawah; jeruk dan cengkeh.

 

Agroforestri Kompleks

  • Merupakan sistem-sistem yang terdiri dari sejumlah besar unsur pepohonan, perdu, tanaman musiman dan atau rumput.
  • Penampakan fisik dan dinamika di dalamnya mirip dengan ekosistem hutan alam primer maupun sekunder.
  • Keunggulan sistem ini: perlindungan dan pemanfaatan sumberdaya air dan tanah; serta mempertahankan keragaman biologi.

Tahapan terbentuknya Agroforestri Kompleks diawali denganpembukaan hutan dan perladangan untuk tanaman semusim (padi ladang 2-3 panen, atau tanaman palawija). Selanjutnya penanaman perpaduan sementara yang berisi tanaman semusim dan pepohonan (tidak hanya penghasil kayu tetapi produksi lainnya).

 

Pola Tanam Tumpangsari

  • Penanaman dua atau lebih jenis tanaman sekaligus pada sebidang tanah yang sama.
  • Merupakan usahatani intensif berdasarkan pemanfaatan waktu dan ruang tumbuh.
  • Agroekosistem pertanaman yang lebih kompleks karena tanaman yang tumbuh bersama dalam satu komunitas dapat saling mempengaruhi satu sama lainnya baik berupa kompetisi maupun komplementer.

 

Materi Download 12a LPP Multiple Cropping Analysis 2017.



Actions

Informations

Leave a comment

You can use these tags : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>