UTS Semester Genap 2016/2017

10 04 2017
UTS Semester Genap 2016/2017 Manajemen Jasa Lanskap

UTS Semester Genap 2016/2017 MK Manajemen Jasa Lanskap

UTS Semester Genap 2016/2017 MK Pengantar Ekologi Lanskap

UTS Semester Genap 2016/2017 Pengantar Ekologi Lanskap

UTS Semester Genap 2016/2017 di Departemen Arsitektur Lanskap mulai dilaksanakan dari hari Rabu tanggal 5 April 2017 hingga Selasa 18 April 2017. Adapun mata kuliah yang perlu didampingi untuk semester ini adalah Manajemen Jasa Lanskap, Pengantar Ekologi Lanskap, Manajemen Lanskap, Metode Penelitian Arsitektur Lanskap, dan Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan. Peraturan dan prosedur pelaksanaan ujian semester di Departemen Arsitektur Lanskap juga sudah diatur sehingga pelanggaran yang ditemukan akan ditindak tegas.

 

MK Manajemen Jasa Lanskap

Hari Rabu Tanggal 5 april 2017

Pukul 13.00-15.00 di RK 16 FAC 401 B dan C

Materi bisa dicek di http://kaswanto.staff.ipb.ac.id/manajemen-jasa-lanskap-mg-vii/

 

MK Pengantar Ekologi Lanskap

Hari Senin Tanggal 10 april 2017

Pukul 13.00-15.00 di RK HPT 301 A-B

Materi bisa dicek di

http://kaswanto.staff.ipb.ac.id/mg-v-pengantar-ekologi-lanskap-2017/

http://kaswanto.staff.ipb.ac.id/mg-iv-pengantar-ekologi-lanskap-2017/

 

MK Metode Penelitian Arsitektur Lanskap

Hari Senin Tanggal 10 april 2017

Pukul 13.00-15.00 di RK HPT 301 A-B

Materi bisa dicek di

http://kaswanto.staff.ipb.ac.id/materi-metopen-arl/

 

MK Manajemen Lanskap

Hari Senin Tanggal 10 april 2017

Pukul 13.00-15.00 di RK HPT 301 A-B

 

 

MK Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan

Hari Senin Tanggal 10 april 2017

Take Home Exam

 

Selamat menempuh Ujian Tengah Semester. Mari mengutamakan integritas.




Development Technology Course|HIROSHIMA UNIVERSITY

1 04 2017

SCHOLARSHIP

JICA Innovative Asia

The Innovative Asia initiative, conducted by JICA (Japan International Cooperation Agency), aims to enhance the circulation of competent human resources between Japan and Asian countries and to promote innovation throughout Asia, by providing students from 12 Asian countries with opportunities to conduct research, enroll in master’s or doctoral programs at Japanese universities and participate in internships with Japanese companies.

Officially dispatched students under the program will enroll in Graduate School for International Development and Cooperation (IDEC), Hiroshima University as Research Students in the Research Student Program starting from October 2017. Participants who pass the entrance examination for April 2018 will be eligible to enroll in the master’s or doctoral Programs in Hiroshima University. Those who do not pass the entrance examination must return to their home countries.

デスクリプション

Source: Development Technology Course|HIROSHIMA UNIVERSITY




Bogor Agricultural University

1 04 2017

Website Resmi Institut Pertanian Bogor, Official Website Bogor Agricultural University

Source: Bogor Agricultural University




Manajemen Jasa Lanskap MG VII

1 04 2017
Manajemen Jasa Lanskap MG VII

Manajemen Jasa Lanskap MG VII

Capaian Pembelajaran:

Mahasiswa mampu menjelaskan dan mengimplementasikan manajemen Jasa Lanskap Agrowisata dan Jasa Lanskap Agroforestri

 

Agrowisata

berwisata atau bepergian ke tempat yang tidak biasa, dengan tujuan untuk berekreasi atau mengisi waktu senggang lainnya, untuk menikmati, menghargai dan mempelajari alam, lingkungan dan budaya pertanian dari hulu hingga hilir.

 

Agroforestri

penggabungan ilmu kehutanan dan pertanian, serta memadukan usaha kehutanan dengan pembangunan perdesaan untuk menciptakan keselarasan antara intensifikasi pertanian dan pelestarian hutan. Definisi AGROFORESTRI bisa dibahas dari berbagai bidang ilmu, seperti ekologi, agronomi, kehutanan, botani, geografi, lanskap, maupun ekonomi.

 

Materi Minggu VII

Manajemen Jasa Lanskap MG VII

 

Materi Manajemen Jasa Lanskap Minggu Sebelumnya

MAJALA01

Manajemen Jasa Lanskap MG I

 

MAJALA02

Manajemen Jasa Lanskap MG II

 

Majala 03

Manajemen Jasa Lanskap MG III

 

MG IV

Manajemen Jasa Lanskap MG IV

 

MG V

Manajemen Jasa Lanskap MG V

 

MG VI

Manajemen Jasa Lanskap MG VI

 

Kepada seluruh mahasiswa peserta MK Manajemen Jasa Lanskap [ARL333] , saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya dalam tujuh kali tatap muka. SAMPAI JUMPA PADA UTS hari RABU tanggal 5 ApriL 2017 pukul 08.00-10.00 di RK 16FAC401 B dan C. Selamat juga kepada Saudara Wisnu sebagai Juara Umum dalam perkuliahan ini.

 

Wisnu

 

 




Materi Metopen ARL

1 04 2017

Materi Metopen ARL  untuk Minggu IV dan V dapat diunduh di blog ini.

Materi Metopen ARL MG IVa SKALA NOIR

Materi Metopen ARL MG IVb STATISTIK DESKRIPTIF KAS

Materi Metopen ARL MG V METODE ANALISIS DATA KAS

MG IVa

MG IVb

MG V

SKALA NOIR

Nominal

Data berjenis NOMINAL membedakan data dalam kelompok yang bersifat kualitatif. Dalam ilmu statistika, data NOMINAL merupakan data dengan level pengukuran yang paling rendah.

 

Ordinal

Data berjenis ORDINAL mempunyai level pengukuran yang lebih tinggi daripada data nominal dan termasuk data kualitatif. Pada data nominal semua data dianggap bersifat kualitatif dan setara, sedangkan pada data ORDINAL terdapat klasifikasi data berdasarkan tingkatannya.

 

Interval

Data berjenis INTERVAL termasuk dalam kelompok data kuantitatif. Dalam ilmu statistika, data Interval mempunyai tingkat pengukuran yang lebih tinggi daripada data nominal maupun ordinal. Angka yang digunakan dalam data ini, selain menunjukkan urutan juga dapat dilakukan operasi matematika. Angka nol yang digunakan pada data interval bukan merupakan nilai nol yang nyata.

 

Rasio

Dalam ilmu statistika, data RASIO merupakan tipe data dengan level pengukuran yang paling tinggi dibandingkan dengan tipe data lain. Data ini termasuk dalam kelompok data kuantitatif. Angka yang digunakan pada data ini menunjukkan angka yang sesungguhnya, bukan hanya sebagai simbol dan memiliki nilai nol yang sesungguhnya. Pada data ini, dapat dilakukan berbagai operasi matematika.

 

STATISTIKA DESKRIPTIF

Statistika Deskripsi adalah bidang statistika yang membicarakan cara atau metode mengumpulkan data, menyederhanakan dan menyajikan data sehingga bisa memberikan informasi. Dalam hal ini belum sampai pada upaya menarik kesimpulan, tetapi baru sampai pada tingkat memberikan bentuk ringkasan data sehingga informasi yang terkandung dapat dipahami.

Referensi: Sarwono, J. 2012. Metode Riset Skripsi, Pendekatan Kuantitatif Menggunakan Prosedur SPSS. Penerbit PT Elex Media Komputindo. 252 hal.




Manajemen Jasa Lanskap MG VI

29 03 2017

Manajemen Jasa Lanskap MG VI

Capaian Pembelajaran:

Mahasiswa mampu menjelaskan Jasa Lanskap Sejarah dan Budaya dan mampu mengaplikasikannya dalam proses perencanaan, desain dan manajemen lanskap.

 

LS Types:

  1. Supply services of physical assets that produce direct benefits to people
  2. Services carried out by ecosystems in regulating environmental processes
  3. Support services, which do not provide direct benefit to people but are required for functioning of ecosystems
  4. Services related to cultural and spiritual needs of the community

 

Cultural Landscape Services [CLS]

  • The intangible benefits that people receive from ecosystems through spiritual enrichment, cognitive development, reflection, recreation and aesthetics experience, including cultural systems, social relations and the aesthetic value.
  • The contribution of the ecosystem to the intangible benefits (experience, skills) that people derive from human-ecological relationships
  • Those which satisfy the needs of daily life, as a function of information, as comfort and gratification services, as comfort services, or as services for satisfaction of socio-cultural needs.

 

CLS is Important

CLS constitute an important category of services at a landscape scale, as they are able to express the “sense” of a place and the identity of a community interacting over time in a specific area.

Physical, emotional and psychological benefits of cultural products are often only implicitly expressed through indirect manifestations.

CLS are treated as a residual category since they are difficult to assess –> Therefore poorly integrated in landscape management plans.

 

Materi Minggu VI

Manajemen Jasa Lanskap MG VI

 

 

Materi Manajemen Jasa Lanskap Minggu Sebelumnya

Manajemen Jasa Lanskap MG I

Manajemen Jasa Lanskap MG II

Manajemen Jasa Lanskap MG III

Manajemen Jasa Lanskap MG IV

Manajemen Jasa Lanskap MG V

 

Tugas Analisis

  1. Tentukan SDGs yang berkaitan dengan topik penelitian Anda.
  2. Berikan penjelasan yang jelas, lugas dan argumentatif mengapa SDGs tersebut sangat relevan bagi penelitian Anda.

Jawaban ditulis pada blog kaswanto.staff.ipb.ac.id paling lambat sebelum perkuliahan minggu depan dimulai.




Manajemen Jasa Lanskap MG V

23 03 2017

Manajemen Jasa Lanskap MG V

 

Capaian Pembelajaran Manajemen Jasa Lanskap MG V

Mahasiswa mampu menilai, mengukur dan mengevaluasi Keindahan Lanskap dan Kenyamanan Lanskap sebagai Jasa Lanskap

 

BRI – Beautification Rate Index

  1. Testing 8 (eight) variation criteria.
  2. Weighting being conducted spatially through satellite image for valuing landscape aesthetical quality.
  3. Validating being tested through Planner Preferences level (n > 60; photos > 30 ) by using Scenic Beautification Estimation (SBE) method.

 

ARI – Amenity Rate Index

  1. Air Temperature (AT)
  2. Relative Humidity (RH)
  3. Water Source Distance (WD)
  4. Land Cover (LC)
  5. Slope (SL)
  6. Elevation (EL)

 

Materi Manajemen Jasa Lanskap MG V

MG V MANAJEMEN JASA LANSKAP 17Mar2017

 

Materi Manajemen Jasa Lanskap Minggu Sebelumnya

Manajemen Jasa Lanskap MG I

Manajemen Jasa Lanskap MG II

Manajemen Jasa Lanskap MG III

 

Tragedy of the Commons

 

Tugas Analisis

Hitunglah Nilai SBE dari data satu foto berikut ini:

Resp SKOR Resp SKOR Resp SKOR
1 6 11 8 21 7
2 7 12 9 22 8
3 6 13 8 23 6
4 6 14 8 24 5
5 8 15 7 25 7
6 7 16 7 26 8
7 8 17 7 27 6
8 9 18 6 28 7
9 7 19 8 29 9
10 9 20 10 30 6

 

Jawaban ditulis pada blog kaswanto.staff.ipb.ac.id paling lambat sebelum perkuliahan minggu depan dimulai.

 




TUGAS BACAAN MK PENGELOLAAN LANSKAP [ARL332]

14 03 2017

TUGAS BACAAN MK PENGELOLAAN LANSKAP [ARL332]

SEMESTER GENAP T.A. 2016/2017

KEL JUDUL ARTIKEL DOSEN
1.     Birge, T., M. Toivonen, M. Kaljonen, and I. Herzon. 2017. Probing the grounds: Developing a payment-by-results agri-environment scheme in Finland. Land Use Policy 61:302-315. HSA
2.     Blicharska, M., R. J. Smithers, M. Hedblom, H. Hedenås, G. Mikusiński, E. Pedersen, P. Sandström, and J. Svensson. 2017. Shades of grey challenge practical application of the cultural ecosystem services concept. Ecosystem Services 23:55-70. HSA
3.     Chen, C., S. Wu, C. D. Meurk, M. Ma, J. Zhao, m. Lv, and X. Tong. 2017. Effects of local and landscape factors on exotic vegetation in the riparian zone of a regulated river: Implications for reservoir conservation. Landscape and Urban Planning 157:45-55. HSA
4.     Colléony, A., A.-C. Prévot, M. Saint Jalme, and S. Clayton. 2017. What kind of landscape management can counteract the extinction of experience? Landscape and Urban Planning 159:23-31. HSA
5.     Dawson, L., M. Elbakidze, P. Angelstam, and J. Gordon. 2017. Governance and management dynamics of landscape restoration at multiple scales: Learning from successful environmental managers in Sweden. Journal of Environmental Management 197:24-40. HSA
6.     de Krom, M. P. M. M. 2017. Farmer participation in agri-environmental schemes: Regionalisation and the role of bridging social capital. Land Use Policy 60:352-361. HSA
7.     Ford, R. M., N. M. Anderson, C. Nitschke, L. T. Bennett, and K. J. H. Williams. 2017. Psychological values and cues as a basis for developing socially relevant criteria and indicators for forest management. Forest Policy and Economics 78:141-150. WQM
8.     Forejt, M., J. Skalos, A. Pereponova, T. Plieninger, J. Vojta, and M. Šantrůčková. 2017. Changes and continuity of wood-pastures in the lowland landscape in Czechia. Applied Geography 79:235-244. WQM
9.     Fuhlendorf, S. D., T. J. Hovick, R. D. Elmore, A. M. Tanner, D. M. Engle, and C. A. Davis. 2017. A Hierarchical Perspective to Woody Plant Encroachment for Conservation of Prairie-Chickens. Rangeland Ecology & Management 70:9-14. WQM
10.           Garrido, P., M. Elbakidze, P. Angelstam, T. Plieninger, F. Pulido, and G. Moreno. 2017. Stakeholder perspectives of wood-pasture ecosystem services: A case study from Iberian dehesas. Land Use Policy 60:324-333. WQM
11.           Hewlett, D., L. Harding, T. Munro, A. Terradillos, and K. Wilkinson. 2017. Broadly engaging with tranquillity in protected landscapes: A matter of perspective identified in GIS. Landscape and Urban Planning 158:185-201. WQM
12.           Ives, C. D., C. Oke, A. Hehir, A. Gordon, Y. Wang, and S. A. Bekessy. 2017. Capturing residents’ values for urban green space: Mapping, analysis and guidance for practice. Landscape and Urban Planning 161:32-43. WQM
13.           Jung, S., L. V. Rasmussen, C. Watkins, P. Newton, and A. Agrawal. 2017. Brazil’s National Environmental Registry of Rural Properties: Implications for Livelihoods. Ecological Economics 136:53-61. SWI
14.           Langhammer, M., V. Grimm, S. Pütz, and C. J. Topping. 2017. A modelling approach to evaluating the effectiveness of Ecological Focus Areas: The case of the European brown hare. Land Use Policy 61:63-79. SWI
15.           Leibenath, M. 2017. Ecosystem services and neoliberal governmentality – German style. Land Use Policy 64:307-316. SWI
16.           Lund, J. F., and F. S. Jensen. 2017. Is recreational hunting important for landscape multi-functionality? Evidence from Denmark. Land Use Policy 61:389-397. SWI
17.           Nguyen, V. D., L. A. Roman, D. H. Locke, S. K. Mincey, J. R. Sanders, E. Smith Fichman, M. Duran-Mitchell, and S. L. Tobing. 2017. Branching out to residential lands: Missions and strategies of five tree distribution programs in the U.S. Urban Forestry & Urban Greening 22:24-35. SWI
18.           Reed, J., J. van Vianen, J. Barlow, and T. Sunderland. 2017. Have integrated landscape approaches reconciled societal and environmental issues in the tropics? Land Use Policy 63:481-492. SWI
19.           Rinalduzzi, S., L. Farroni, A. Billi, L. De Filippis, C. Faccenna, P. P. Poncia, and G. Spadafora. 2017. Geocultural landscaping: Guidelines and conceptual framework to design future scenarios of exploited lands. Land Use Policy 64:258-281. KAS
20.           Secco, L., M. Favero, M. Masiero, and D. M. Pettenella. 2017. Failures of political decentralization in promoting network governance in the forest sector: Observations from Italy. Land Use Policy 62:79-100. KAS
21.           Stelling, F., C. Allan, and R. Thwaites. 2017. Nature strikes back or nature heals? Can perceptions of regrowth in a post-agricultural landscape in South-eastern Australia be used in management interventions for biodiversity outcomes? Landscape and Urban Planning 158:202-210. KAS
22.           Tieskens, K. F., C. J. E. Schulp, C. Levers, J. Lieskovský, T. Kuemmerle, T. Plieninger, and P. H. Verburg. 2017. Characterizing European cultural landscapes: Accounting for structure, management intensity and value of agricultural and forest landscapes. Land Use Policy 62:29-39. KAS
23.           Ungaro, F., I. Zasada, and A. Piorr. 2017. Turning points of ecological resilience: Geostatistical modelling of landscape change and bird habitat provision. Landscape and Urban Planning 157:297-308. KAS
24.           Westerink, J., P. Opdam, S. van Rooij, and E. Steingröver. 2017. Landscape services as boundary concept in landscape governance: Building social capital in collaboration and adapting the landscape. Land Use Policy 60:408-418. KAS
25.           You, H. 2017. Agricultural landscape dynamics in response to economic transition: Comparisons between different spatial planning zones in Ningbo region, China. Land Use Policy 61:316-328. KAS

Bogor, 7 Maret 2017

MK Pengelolaan Lanskap

Dr. Kaswanto, SP, MSi

Tugas Bacaan LOLA 2017 – Judul Artikel




MG V Pengantar Ekologi Lanskap 2017

14 03 2017

MG V Pengantar Ekologi Lanskap 2017

MG V Pengantar Ekologi Lanskap 2017

Week Date Topic PIC
I 14 Feb 2017 Introduction to Landscape Ecology HSA
II 21 Feb 2017 FOUNDATION:Times Changes, Objective HSA
III 28 Feb 2017 Development of Landscape Ecology;Landscape Ecology Today HSA
IV 7 Mar 2017 Patches KAS
V 14 Mar 2017 Edges and Boundaries  KAS
VI 21 Mar 2017 Mosaics SWI
VII 28 Mar 2017 Corridors and Connectivity  SWI
VIII Mid-term Exam (UTS)

 

EDGES

E1. Keragaman Struktur Edge

Edge tanaman dengan keragaman struktur yang tingi, baik vertikal maupun horizontal, lebih banyak memiliki spesies hewan Edge.

 

E2. Ketebalan Edge

Ketebalan / Kelebaran Edge berbeda di sekeliling patch, dengan Edges yang lebih lebar berada pada bagian yang menghadap arah angin dan cahaya.

 

E3. Batas Ekologi Administratif dan Alami

Batas administratif atau politik tidak bertepatan dengan batas ekologi, kawasan diantara boundary sering menjadi berbeda dan bisa menjadi zona penyangga (Buffer Zone), mengurangi pengaruh sekelilingnya terhadap interior Kawasan Lindung (Protected Area).

 

E4. Edge sebagai penyaring (Filter)

Patch Edge biasanya berfungsi sebagai penyaring (filters), yang mana mengurangi/mereduksi pengaruh sekeliling terhadap patch interior.

 

E5. Kecuraman Edge

Kecuraman Edge yang meningkat cenderung meningkatkan pergerakan sepanjang Edge, sementara Edge yang tidak curam cenderung membuat pergerakan melintasi sebuah Edge.

 

Materi MG V Pengantar Ekologi Lanskap 2017

V Landscape Structure – Edge and Boundaries KAS 2017




MG IV Pengantar Ekologi Lanskap 2017

14 03 2017

MG IV Pengantar Ekologi Lanskap 2017

MG IV Pengantar Ekologi Lanskap 2017

 

Week Date Topic PIC
I 14 Feb 2017 Introduction to Landscape Ecology HSA
II 21 Feb 2017 FOUNDATION:

Times Changes, Objective

HSA
III 28 Feb 2017 Development of Landscape Ecology;

Landscape Ecology Today

HSA
IV 7 Mar 2017 Patches KAS
V 14 Mar 2017 Edges and Boundaries  KAS
VI 21 Mar 2017 Mosaics SWI
VII 28 Mar 2017 Corridors and Connectivity  SWI
VIII Mid-term Exam (UTS)

 

PATCHES

  • Obyek yang memiliki sifat seperti PATCH, termasuk quilts (selimut), MOSAICS, tanah, bercak pada Dalmation, dan awan di atas langit.
  • Suatu permukaan area yang non-linear yang berbeda penampilannya dari area sekitarnya.
  • Bervariasi dalam ukuran, bentuk. tipe, heterogeneity, dan boundary characteristics.
  • Sering dikelilingi oleh MATRIX, yaitu area sekitar yang memiliki perbedaan struktur jenis atau komposisinya.

 

UKURAN PATCHES

  • Land use – what is the minimum patch size needed to accomplish a particular objective?
  • What is the optimum patch size?
  • The answers to these questions are crucial to the understanding and management of landscape.
  • The primary characteristics considered are ecological: energy, mineral nutrients, and species. Others: the ability to operate planting and harvesting machinery, the distance to habitations and market, or topographic variation.

 

Materi MG IV Pengantar Ekologi Lanskap 2017

IV Landscape Structure – Patches KAS 2017