Agroforestri

4 12 2017

 

MG 12 LPP Agroforestri

MG 12 LPP Agroforestri

Agroforestri menggabungkan ilmu kehutanan dan pertanian, serta memadukan usaha kehutanan dengan pembangunan perdesaan untuk menciptakan keselarasan antara intensifikasi pertanian dan pelestarian hutan.

Definisi Agroforestri bisa dibahas dari berbagai bidang ilmu, seperti ekologi, agronomi, kehutanan, botani, geografi, lanskap, maupun ekonomi.

Agroforestri  adalah nama bagi sistem-sistem dan teknologi penggunaan lahan di mana tegakan pohon berumur panjang (termasuk semak, palem, bambu, kayu, dll) dan tanaman pangan dan atau pakan ternak berumur pendek diusahakan pada petak lahan yang sama dalam suatu pengaturan ruang dan waktu.

Dalam sistem-sistem Agroforestri terjadi interaksi ekologi dan ekonomi antar unsur-unsurnya.

 

Agroforestri Sederhana

  • Perpaduan konvensional yang terdiri atas sejumlah kecil unsur (skema Agroforestri klasik).
  • Unsur pohon dengan peran ekonomi penting (kelapa, karet, cengkeh, jati)
  • Unsur pohon dengan peran ekologi (dadap dan petai cina)
  • Unsur tanaman semusim (padi, jagung, sayur-mayur, empon-empon, rerumputan)
  • Tanaman lain dengan nilai ekonomi (pisang, kopi, coklat, dll).
  • Tumpangsari merupakan bentuk Agroforestri sederhana yang paling banyak dibahas à merupakan sistem taungya versi Indonesia yang diwajibkan di areal hutan jati di Jawa.
  • Dikembangkan dalam program perhutanan sosial PT Perhutani.
  • Agroforestri sederhana juga menjadi ciri umum pada pertanian komersial: kopi sejak dahulu diselingi dengan tanaman dadap, yang menyediakan naungan bagi kopi dan kayu bakar bagi petani; kelapa dengan coklat; karet dan rotan; randu di pematang sawah; jeruk dan cengkeh.

 

Agroforestri Kompleks

  • Merupakan sistem-sistem yang terdiri dari sejumlah besar unsur pepohonan, perdu, tanaman musiman dan atau rumput.
  • Penampakan fisik dan dinamika di dalamnya mirip dengan ekosistem hutan alam primer maupun sekunder.
  • Keunggulan sistem ini: perlindungan dan pemanfaatan sumberdaya air dan tanah; serta mempertahankan keragaman biologi.

Tahapan terbentuknya Agroforestri Kompleks diawali denganpembukaan hutan dan perladangan untuk tanaman semusim (padi ladang 2-3 panen, atau tanaman palawija). Selanjutnya penanaman perpaduan sementara yang berisi tanaman semusim dan pepohonan (tidak hanya penghasil kayu tetapi produksi lainnya).

 

Pola Tanam Tumpangsari

  • Penanaman dua atau lebih jenis tanaman sekaligus pada sebidang tanah yang sama.
  • Merupakan usahatani intensif berdasarkan pemanfaatan waktu dan ruang tumbuh.
  • Agroekosistem pertanaman yang lebih kompleks karena tanaman yang tumbuh bersama dalam satu komunitas dapat saling mempengaruhi satu sama lainnya baik berupa kompetisi maupun komplementer.

 

Materi Download 12a LPP Multiple Cropping Analysis 2017.




FGD Cibinong City

28 11 2017
FGD Cibinong City

FGD Cibinong City

IMG-20171129-WA0145

IMG-20171129-WA0146

FGD Cibinong City dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 28 November 2017 mai dari pukul 9 pagi hingga 5 sore. Bertempat di Ruang Sidang AGH Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB.

FGD yang membahas mengenai Water Sensitive City diawali dengan ulasan mengenai perkembangan Kabupaten Bogor yang dibawakan oleh Bapak Ajat Jatnika Kepala Bidang Sarpras Bappeda Kabupaten Bogor.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan Benchmarking Cibinong City. Benchmarking dilakukan untuk mengetahui status eksisting dari Cibinong City dalam konteks Kota RAMAH Air.

Kemudian setelah makan siang acara beranjak kepada kegiatan Visioning. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaring harapan, aspirasi ataupun impian dari para stakeholders terkait kondisi Cibinong di tahun 2045. Kondisi 100 tahun setelah Indonesia merdeka. Visioning dilakukan dengan dipandu oleh Dr. Kaswanto dan tim. Visioning dibagi menjadi 2 sesi, yakni sesi pertama yang membahas good governance dan community capital. Pada sesi kedua menjaring asparasit stakeholders terkait open space dan infratstruktur.




FGD PULO GEULIS

25 11 2017
FGD Pulo Geulis

FGD Pulo Geulis


 

FGD PULO GEULIS dilakukan pada hari Sabtu tanggal 25 November 2017 bertempat di Vihara Maha Brahma. FGD yang dilaksanakan sebagai rangkaian kegiatan Urban Water Workshop merupakan kerjasama antara IPB, UI dan Monash University. Kegiatan ini berada dalam payung kerjasama Australia Indonesia Centre  (AIC) 2017-2019.

FGD atau Focus Group Discussion ini dilakukan dengan membagi masyarakat menjadi tiga kelompok besar, yakni Bapak-bapak, Ibu-Ibu dan Pemuda-pemuda. Fokus pada FGD ini adalah untuk mengetahui harapan dari masyarakat Pulo Geulis setelah 100 tahun Indonesia Merdeka, tepatnya tahun 2045. Apa Visioning yang mereka harapkan, ekspektasi, impian atau yang mereka bayangkan untuk 28 tahun ke depan.

FGD dipandu dengan fasilitator dari IPB dan UI dengan didampingi Monash University. Pada kelompok pemuda difasiltasi oleh Dr. Anti, Dr. Irene, Dr. Reni dan Dr. Kaswanto. Sementara pada kelompok Bapak-bapak difasilitasi oleh Prof. Yusman dan Prof. Hadi. Sedangkan pada kelompok ibu-ibu difasilitasi oleh Dr. Nurmala.

Hasil FGD ini kemudian dikompilasi sedemikian rupa agar dapat menampung seluruh harapan dari masyarakat Pulo Geulis. Untuk kemudian dibahas dalam tim peneliti sehingga ada upaya untuk memberikan solusi terbaik bagi potensi dan kendala yang dikerusakan oleh masyarakat.

Setelah FGD kemudian dilakukan pemetaan sambil berjalan untuk mengetahui lokasi atau titik realisasi dari harapan mereka.

 

 

 

 




Rapat Kerja Divisi Manajemen Lanskap

22 11 2017

Rapat Kerja Divisi Manajemen Lanskap dilakukan pada hari Sabtu tanggal 18 November 2017 bertempat di Hotel Duta Berlian Dramaga. Rapat kerja dihadiri oleh para anggota dan asisten Divisi Manajemen Lanskap, Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB). Rapat kerja membahas kegiatan Mandat Div MALA: RISET DAN INOVASI DIVISI MANAJEMEN LANSKAP.

 

Rapat Kerja Divisi Manajemen Lanskap

Rapat Kerja Divisi Manajemen Lanskap

Agenda Rapat Kerja berupa

  1. 00-11.00 Brain Storming
  2. 00-12.00 DD Preparation
  3. 00-13.00 Lunch
  4. 00-14.30 Enrichment and Finalizing
  5. 30-15.30 Establishment of Division Research Road Map
  6. 30-16.00 Remarks & Closing

 

LATAR BELAKANG KEGIATAN

Divisi Manajemen Lanskap atau biasa disingkat Div MALA berada dalam naungan Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Sesuai dengan Ketetapan MWA IPB Nomor 08/MWA-IPB/2014 dicantumkan bahwa Divisi berfungsi sebagai pelaksana pengembangan keilmuan, pelayanan mata kuliah, dan pengelolaan sumberdaya manusia sesuai dengan mandat dan ruang lingkup keilmuan tertentu. Saat ini Div MALA mengampu enam mata kuliah program Strata 1 (S1) dan enam mata kuliah program Strata 2 (S2). Div MALA memiliki anggota 6 (enam) orang dosen yang masing-masing aktif melakukan riset yang sangat berpotensi sebagai inovasi.

Sesuai dengan fungsinya, maka Div MALA memandang perlu untuk melakukan kegiatan pengembangan keilmuan dalam konsep Riset dan Inovasi Divisi Manajemen Lanskap yang dapat meningkatkan peran setiap anggotanya untuk menginisiasi kerjasama dengan para stakeholders dan mengintesifkan kapasitas sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Sejalan dengan hal tersebut maka Div MALA mengajukan proposal (usulan kegiatan) lanjutan yang ditawarkan oleh Direktorat Riset dan Inovasi IPB (DRI IPB) dalam skema Program Pengembangan Mandat Divisi untuk Relevansi dan Inovasi. Penyusunan proposal ini telah mengikuti panduan yang telah disediakan oleh DRI IPB dan merupakan lanjutan dari tahun pertama.

 

TUJUAN KEGIATAN

Tujuan kegiatan Riset dan Inovasi Divisi Manajemen Lanskap sebagai berikut:

  1. Menyusun payung riset secara detil sehingga Div MALA sebagai pengelola mata kuliah dan ujung tombak penelitian dapat memiliki roadmap dan rencana jangka menengah-panjang yang lebih terarah sesuai dengan objek riset para anggotanya, dan
  2. Meningkatkan potensi inovasi Div MALA melalui rintisan kerjasama terhadap para stakeholders, terutama dengan kalangan pemerintahan dan akademisi dari perguruan tinggi selain IPB.

 

MEKANISME DAN RANCANGAN KEGIATAN

Kegiatan Riset dan Inovasi Divisi Manajemen Lanskap ini akan dilakukan dengan melibatkan seluruh anggota divisi sesuai dengan objek riset dan potensi inovasinya masing-masing. Mekanisme kegiatan dilaksanakan secara simultan dan sinergi saling mendukung. Ada 2 (dua) kegiatan yang dirancang untuk dilaksanakan selama 8 (delapan) bulan, mulai dari Bulan April hingga November 2017. Kegiatan tersebut berupa 1) Pengembangan dan penyusunan payung riset Div MALA, dan 2) Rintisan kerjasama ke stakeholders

1.  Pengembangan dan Penyusunan Payung Riset Div MALA

Div MALA sangat perlu melakukan pembenahan agar ranah keilmuan dan materi perkuliahan semakin relevan dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS) secara mutakhir. Beberapa perkembangan dan percepatan pertumbuhan IPTEKS yang berakselerasi tinggi menyebabkan Div MALA harus segera menyusun payung riset secara detil untuk jangka pendek, dan juga secara terencana dalam agenda riset jangka menengah dan jangka panjang.

Saat ini Div MALA memiliki anggota 6 (enam) orang dosen yang masing-masing memiliki riset yang berpotensi sebagai inovasi. Payung riset yang akan disusun menyesuaikan dengan kompetensi masing-masing dosen ini. Idealnya payung riset yang dihasilkan mampu merangkul seluruh objek riset anggota divisi, bahkan sebaiknya bisa mempertajam dan memberikan nilai tambah bagi riset itu sendiri. Hasil riset yang dilakukan oleh anggota di Div MALA juga diharapkan dapat menjadi modal dasar materi perkuliahan, baik untuk sarjana maupun pascasarjana.

 

Keberagaman objek riset saat ini mengharuskan Div MALA untuk menyusun roadmap penelitian divisi untuk periode 5-10 tahun ke depan sehingga penelitian yang dilaksanakan lebih terarah dan lebih aplikatif. Kegiatan penyusunan payung penelitian ini akan dilakukan secara rutin setiap bulan pada minggu terakhir di tahun 2017.

Beberapa hasil riset anggota Div MALA telah siap untuk didesiminasikan sebagai upaya rekayasa sosial (social engineering). Hasil riset ini akan diformulasikan kembali menjadi brosur panduan aplikasi manajemen lanskap dengan bahasa yang sederhana. Brosur ini akan dipublikasikan ke masyarakat di sekitar lokasi riset, sehingga manfaatnya dapat dinikmati oleh khalayak banyak. Proses penyusunan dan penyetakan brosur ini akan dilakukan pada Bulan Agustus dan September 2017. Selain itu, direncanakan pula untuk menyusun versi e-booknya.

 

2. Rintisan Kerjasama ke Stakeholders

Kunjungan ini akan dilakukan sebanyak 1 (satu) kali yakni pada Bulan September atau Oktober 2017. Pada saat ini telah dilakukan pendekatan untuk melakukan kerjasama dengan topik Urban Agriculture towards Resilience Cities. Rintisan kerjasama ini akan melibatkan Div MALA dalam kalangan akademisi di pemerintah Kota Medan dan perguruan tinggi sekitarnya. Selain itu, kegiatan ini juga mengusung kerjasama dalam skema pentahelix ABGCM (Academician – Businessman – Government – Community – Mass media).

Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi yang menjadi target untuk rintisan kerjasama difokuskan pada Pemerintah Kota Medan (Pemkot Medan) dan beberapa Perguruan Tinggi di Kota Medan. Penjajakan ke Pemerintah Kota Medan dan beberapa perguruan tinggi di Medan mulai dilakukan untuk mempertajam rencana peningkatan kerjasama ini. Target kunjungan sesuai dengan respon dan keterbukaan stakeholders mencakup kerjasama (collaboration), penelitian bersama (joint research) dan publikasi bersama (joint publication).

Kunjungan rintisan kerjasama ini akan difokuskan pada penandatanganan kontrak kerjasama, peningkatan (revitalisasi) kerjasama yang telah ada dengan beberapa stakeholders, serta melakukan inisiasi untuk membuka peluang publikasi artikel ilmiah dengan partner kerjasama (peluang publikasi bersama). Selain itu, realisasi dan hasil dari riset dari anggota Div MALA akan disosialisasikan (sounding) dalam kunjungan ini. Peningkatan kerjasama Div MALA dengan beberapa institusi internasional saat ini sedang berjalan, sehingga juga akan dilaksanakan pembicaraan secara berkala dengan para stakeholders. Kegiatan ini juga akan dimanfaatkan untuk menyusun fokus dan sinergi riset keilmuan Div MALA terkait dengan pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), Ruang Terbuka Biru (RTB), Lanskap Sejarah dan Budaya, Lanskap Perkotaan dan Lanskap Alami hingga Manajemen Lanskap Pertanian Terpadu serta Lanskap Rendah Karbon.

 

KEBERLANJUTAN

Kegiatan Riset dan Inovasi Divisi Manajemen Lanskap ini merupakan lanjutan dari kegiatan divisi tahun lalu dan akan dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang. Peningkatan kapasitas (Capacity Building) sumber daya dosen sebagai pendidik dan peneliti serta pengabdi masyarakat seyogyanya dilakukan dalam wadah Div MALA yang mampu memberikan apresiasi sebaik-baiknya. Kegiatan ini akan lebih diintensifkan agar kontribusi IPB melalui peran divisi semakin dapat dirasakan oleh khalayak umum. Peran akademisi dalam konfigurasi pentahelix dapat lebih terjalin dengan baik.




Speech on The 3rd ISSLD 2017

21 11 2017
Speech on The 3rd ISSLD 2017 as the Chairman

Speech on The 3rd ISSLD 2017 as the Chairman

Speech on The 3rd ISSLD 2017:

Thank you MC Mr Andika and Miss Amira

Good morning Ladies and Gentlemen, welcome to our 3rd ISSLD Symposium.

The honorable Vice Rector of Bogor Agricultural University, Prof. Dr. Hermanto Siregar. Thank you for coming and being able to give a welcome address and an opening speech in our 3rd ISSLD symposium. Thank you Sir…

The honorable vice Dean of Faculty of Agriculture, IPB, Dr. Nurhayati, Thank you so much for coming to this symposium. Thank you Mam

The honorable Head of Department of Landscape Architecture, Faculty of Agriculture, IPB, Dr. Bambang Sulistyantara. Thank you Sir…

And the honorable keynote speakers

  1. Mrs Tri Agustin Satriani from Food Security Agency, Ministry of Agriculture, Republic of Indonesia. Thank you Mam…
  2. Nobukazu Nakagoshi from Hiroshima University. Nakagoshi Sensei is my supervisor in Hiroshima University, domo arigatou gozaimasu Sensei for coming here to share your experience and knowledge. And also to his wife, Naomi Sensei for being able to join us in this symposium. Honto ni Domo Arigatogozaimasu.
  3. Theo Spek from Groningen University. Thank you so much for your passion to share your ideas and knowledge. Thank you Sir…

The honorable invited speaker

  1. Damian Tang, President of International Federation of Landscape Architect Asia Pacific Region – IFLA APR and also as the Director of National Park Board Singapore.
  2. Rahman Andra Wijaya, from Indonesia Society of Landscape Architect – ISLA or in Bahasa Indonesia known as Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia IALI.
  3. Ricky Kinanto Teh, a Director of Sentul City, Thank you for coming Sir.

And the honorable Prof Hadi Susilo Arifin as the moderator for the invited speaker session. Terima kasih Prof Hadi.

And the honorable Dr. Siti Nurisjah, the President of Indonesia Society of Landscape Architect (ISLA or IALI). Thank you Bu Is for being able to join our symposium.

Ladies and Gentlemen,

As the chairman of the 3rd ISSLD, I would like to welcome you to our symposium at IPB International Convention Centre (IICC). We also want to thank to organizing committee which is organized by Department of Landscape Architecture and Directorate of Research and Innovation IPB.

We also would like to give our grateful thank to our sponsor from Food Security Agency, Ministry of Agriculture, Bank BNI, EPSON, Sentul City, Wacom Grandtech Indonesia and also Viewsonic. And also supporting organization IALI and APALI. And to IOP Publisher, because all papers will be published in IOP Conference Series: Earth and Environment Sciences (SCOPUS indexed).

Ladies and Gentlemen,

The 3rd ISSLD theme is mainly focused on Urban Resilience for Sustainable Landscape Development, which is distributed into 3 domains as Mitigation, Sustainable and Resilience. We have received more than 90 abstracts, and we have arranged 45 papers for oral presentation and the rest for poster presentation. Among them are coming from various countries, from more than 5 countries (Malaysia, Japan, Australia, Singapore, Philippines, Korea…) and more than 20 institutions. Right now, the registration desk, in this room, has gathered more than 120 persons in this room. Amazing…

As for your information too, tomorrow we are going to have a field excursion for FREE. All participant can join our excursion start from 7 AM in the morning and finish at 5 PM in evening. For those who are interested to join our excursion, please write down your name in the registration desk. We have provided 2 buses (coaches) for tomorrow excursion. We will start the interpretation from organic settlement until well developed urban area.

Ladies and Gentlemen,

As concluding remarks, we really hope all of you are being able to enjoy this symposium, I am ensure you to receive a convenience symposium. I am really hope all of us are going to enjoy our great symposium in particularly for academician, businessman, government, community and also mass media, what we call as ABGCM collaboration, we defined it as Pentahelix Collaboration.

Ladies and Gentlemen,

Lastly for the best, I would like to give my gratitude for all the hard work from our organizing committee, for those who are wearing same clothes with me, I would like to say thank you thank you and thank you. Please put our hand together to thank the organizing committee.

 

Regards,

Chairman of The 3rd ISSLD 2017

Kaswanto

Photo with the dancers

Photo with the dancers

 

The 3rd ISSLD Group Photo

The 3rd ISSLD Group Photo

Chairman Speech on The 3rd ISSLD 2017




Desa Berjejaring, Indonesia Kuat

3 11 2017
Desa Berjejaring, Indonesia Kuat - Penyuluh Terpilih dan Tim Studi

Desa Berjejaring, Indonesia Kuat – Penyuluh Terpilih dan Tim Studi

Desa Berjejaring, Indonesia Kuat! Demikian tema kegiatan yang diusung oleh Tim Studi PSP3-LPPM IPB dalam menyelenggarakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Desa Broadband Terpadu (DBT) di Kupang selama 5 hari. Kegiatan ini dimulai dari hari Kamis 2 November hingga Senin 6 November 2017. Sebanyak 20 Penyuluh Terpilih yang berasal dari 20 desa di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berkumpul untuk mendapatkan pelatihan mengenai Platform Sistem Tata Kelola Desa dan Pemetaan Spasial Kawasan Desa. Desa-desa tersebut adalah Waturaka, Lutha Rato, Maneikun, Silawan, Nilulat, Oesoko, Napan, Tohe, Nita, Ngadu Olu, Loonuna, Tanamodu, Tanggedu, Duarato, Tagawiti, Lamawolo, Napu, Kifu, Alas, Fulur, dan Naekake A

Pemberian materi utama BIMTEK DBT 2017 dibantu dengan dua buah modul berupa Modul Petunjuk Penggunaan SIDEKA Desktop dan Modul Pemetaan Spasial. Kedua modul ini menjadi pegangan Penyuluh Terpilih selama pelaksanaan BIMTEK DBT 2017.

Adapun tujuan dari kegiatan BIMTEK DBT 2017 ini adalah:

  1. Memberikan pelatihan agar penyuluh terpilih memahami dan mengetahui platform tata kelola desa yang terpadu dan berkelanjutan dalam skema pembangunan nasional berbasis teknologi informasi dan komunikasi,
  2. Meningkatkan kapasitas penyuluh desa untuk memahami dan mengetahui platform tata kelola desa yang terpadu dan berkelanjutan dalam skema pembangunan nasional berbasis teknologi informasi dan komunikasi, dan
  3. Meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah desa untuk memahami dan mengetahui platform tata kelola desa yang terpadu dan berkelanjutan dalam skema pembangunan nasional berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Menurut Dr. Kaswanto, selaku Tenaga Ahli dari Tim Studi PSP3, kegiatan ini menjadi rintisan bagi desa-desa agar bersatu padu membentuk jaringan, bersatu padu saling membantu agar Indonesia menjadi negara kuat. Program Desa Broadband Terpadu (DBT) 2017 menjadi ujung tombak agar database desa memiliki akurasi yang baik dan diupdate secara berkala. DBT 2017 pada akhirnya akan menjadi basis data yang kokoh dan tangguh dalam mengatasi permasalahan yang muncul di perdesaan. Bantuan dan sasaran program dari pusat ke desa menjadi lebih terarah, sistematis dan aplikatif.

Tim Studi PSP3-LPPM IPB yang ditugaskan ke Kupang, beranggotakan enam orang. Mereka adalah Dr. Kaswanto, La Elson MSi, Sri Anom Amongjati SKpm, Tisha Alya Arifiani SKpm, Wulandari, MAgr.Sc dan Ridkia Eka. Mereka berenam mengemas kegiatan BIMTEK DBT 2017 secara komprehensif agar para Penyuluh Terpilih mendapatkan materi yang terbaik. Salah satu kegiatan yang diberikan adalah praktik penggunaan Global Positioning System (GPS) yang dipadu dengan penggunaan aplikasi penginderaan jauh (remote sensing).

Desa Berjejaring, Indonesia Kuat - Praktik GPS

Desa Berjejaring, Indonesia Kuat – Praktik GPS




Pengembangan Lanskap Perdesaan

31 10 2017

Pengembangan Lanskap Perdesaan dilakukan dengan Manajemen Lanskap Perdesaan Bagi Kelestarian dan Kesejahteraan Lingkungan. Konsep ini disajikan secara sederhana melalui Buku Seri yang disusun dalam 4 (empat) paket panduan. Buku Seri 01 mengenai Revitalisasi Praktek Agroforestri di Perdesaan, Buku Seri 02 mengenai Pemanfaatan Pekarangan di Perdesaan, Buku Seri 03 mengetengahkan Permukiman Sehat dan Berwawasan Lingkungan, dan Buku Seri 04 memberikan wawasan tentang Potensi Kegiatan Agrowisata di Perdesaan.

 

1.4_

Arifin HS, NHS Arifin, A Munandar,  Kaswanto. 2009. The 1st Manual Book: Revitalization of Complex Agroforestry in Rural Area (in Indonesian).

(Printed by Ministry of Agriculture of RIUnduh

1.5_

Arifin HS, NHS Arifin, A Munandar, Kaswanto. 2009. The 2nd Manual Book: Utilization of Indonesian Home Garden in Rural Area (in Indonesian).

(Printed by Ministry of Agriculture of RIUnduh

2.1_

Arifin HS, NHS Arifin, A Munandar, Kaswanto. 2009. The 3rd Manual Book: The Healthy and Environmental Friendly Housing and Settlements (Eco-village) (in Indonesian).

(Printed by Ministry of Agriculture of RI) Unduh

2.2_

Arifin HS, A Munandar, NHS Arifin, Kaswanto. 2009. The 4th Manual Book: Agrotourism Development in rural Area (in Indonesian).

(Printed by Ministry of Agriculture of RI) Unduh

 

UTILISASI, EKUALISASI, DAN APRESIASI

Perkembangan perdesaan seharusnya berupa meta-morfosa sosial ekonomi dan budaya yang wajar dan dapat meningkatkan kualitas hidup. Perubahan sosial tsb. Mengandung tiga sub-proses: utilisasi, ekualisasi dan apresiasi.

  • Utilisasi menyangkut berbagai usaha pemanfaatan berbagai s.d.a. dilengkapi dengan pendayagunaan s.d.m. berupa aneka pendapatan dan penemuan baru
  • Ekualisasi bertalian erat dengan pemerataan hasil material dan nilai sosial seperti iptek dan kesempatan kerja serta kesenangan.
  • Apresiasi mencakup penafsiran terhadap berbagai hal yang dinyatakan berupa peristilahan nilai.



Aspek Legal Pelestarian Lanskap

25 10 2017

Aspek Legal Pelestarian Lanskap Sejarah dan Lanskap Budaya (LS/LB) perlu dipelajari dikarenakan perangkat legal sangat penting untuk menjadi kekuatan hukum dalam pelestarian LS/LB. Berbagai negara telah sejak lama melindungi kekayaan/aset LS/LB dgn menerapkan perangkat legalnya masing-masing. Sebagai contoh:

US – National Historic Preservation Act, 1966 yang disebut National Register.

Inggris – National Trust Act, 1907 yang disebut National Trust.

Aspek Legal Pelestarian Lanskap

Aspek Legal Pelestarian Lanskap

 

UU Cagar Budaya No.11 Tahun 2010 (diresmikan pada 24 November 2010. UU ini dicatatkan dalam Lembaran Negara (LN) Nomor 130 dan Tambahan LN Nomor 5168) à untuk melindungi warisan budaya/sejarah sebelumnya: UU no 5 Th 1992, tentang Benda Cagar Budaya (hanya berlaku 18 tahun)

-Monument Ordonantie no 19 Th 1931 (Staatblad Th 1931 no 238)

-Monument Ordonantie no 21 Th 1934 (Staatblad Th 1934 no 515)

Sampai saat ini UU Cagar Budaya belum ada Peraturan Pemerintahnya (PP) kendala penerapan. Beberapa daerah sudah mempunyai peraturan lokal.

 

World Heritage Convention

The General Conference of the United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) meeting in Paris from 17 October to 21 November 1972, at its seventeenth session, have decided an international convention the World Heritage Convention (WCH), the convention concerning the protection of the World Cultural and Natural Heritage as a successful global instrument for the protection of cultural and natural heritage.

 

The World Heritage Convention Aims are to promote cooperation among nations to protect heritage around the world that is of such outstanding universal value that its conservation is important for current and future generations. Negara yang meratifikasi konvensi tersebut disebut: state party. Byjoining hands to protect and cherish the world’s natural and cultural heritage, express a shared commitment to preserving our legacy for future generations. A key benefit of ratification, particularly for developing countries, is access to the World Heritage Fund.

Materi Pelesarian Lanskap MG IV mengenai Aspek Legal Pelestarian Lanskap

Aspek Legal Pelestarian Lanskap




Fundamentals of Landscape Architecture

21 10 2017

Fundamentals of Landscape Architecture explains the science of landscape architecture that includes landscape architecture historical around the world and Indonesia; knowing some scales, characters, and landscape quality; learning landscape plants; knowing several technologies that used in landscape architecture; explain the process of landscape planning, design, and management; knowing ethics and policies that have strong connection with landscape architecture.

ARL200

Fundamentals of Landscape Architecture

Learning Outcome (LO)

After finishing this lecture, the students can describe landscape architecture science generally and comprehensively; the students can possibly understand landscape architecture profession; and the students can understand the use of information technology in landscape architecture

 

Definition of Landscape

The face and character of the land/site that is part of the Earth with all the activities of life and everything in it; natural, non-natural or both, which is a part or the total of human living environment along with other beings, as far as the eye can see, as far as all our senses can catch and as far as the imagination can conjure.

 

The Weekly Lecture Materials

Wk 01 Introduction ARL200 2017

Wk 02 History of LA Development ARL200 2017

WK 03 Scoup and Scale of LA ARL200 2017

Wk 04 Landscape Quality & View ARL200 2017

Wk 05 Landscape Character ARL200 2017

Wk 06 Tropical Landscape 2017

Wk 07 Plants and Planting Design ARL200 2017

 




Praktikum ARL200 KRB 2017

16 10 2017

PRAKTIKUM MINGGU KE-7

M.K. DASAR-DASAR ARSITEKTUR LANSKAP (ARL 200)

DEPARTEMEN ARSITEKTUR LANSKAP, FAKULTAS PERTANIAN – IPB

FIELD TRIP KEBUN RAYA BOGOR

Praktikum ARL200 KRB 2017

Praktikum ARL200 KRB 2017 Persiapan

PENDAHULUAN

Indonesia memiliki keragaman dan kekayaan etnik budaya dan sumberdaya hayati yang tinggi. Dua sumberdaya ini, melalui proses alami atau bantuan manusia, selanjutnya membentuk suatu tatanan lanskap dan pertamanan yang beragam dan juga banyak yang memiliki nilai budaya yang tinggi. Keragaman ini perlu untuk dipelihara dan juga ditingkatkan kualitas dan perannya – melalui perencanaan, perancangan atau pengelolaan lanskapnya – tidak hanya sebagai bentuk kekayaan alami milik bangsa tetapi juga merupakan salah satu bentuk warisan budaya bangsa yang perlu untuk dipelajari, dilestarikan serta dibanggakan. Salah satu bentuk pusaka bangsa (national heritage) ini adalah Kebun Raya Bogor (KRB), yang memiliki elemen-elemen pembentuk taman dan lanskapnya yang khas dan bernilai sejarah.

 

TUJUAN PRAKTIKUM

Tujuan dari kegiatan praktikum lapang ini adalah untuk :

  • mengenal, mengerti, dan dapat mengidentifikasi elemen pembentuk, ragam desain dan permasalahan arsitektur lanskap di lapangan
  • mengenal perbedaan taman dan lanskap/bentang alam
  • mempelajari aspek kultural dan ekologis dalam mengkreasi taman/lanskap
  • secara khusus mempelajari berbagai bentuk taman yang terkait dengan faktor sejarah dan strategi planning & design untuk melestarikannya

TEKNIS PELAKSANAAN

  1. Mahasiswa diwajibkan melaksanakan praktikum MG VII Kebun Raya Bogor pada pagi hari.
  2. Mahasiswa wajib berkumpul di Kebun Raya Bogor pada pukul 06.30 WIB untuk penghitungan tiket masuk dan jumlah peserta.
  3. Mahasiswa akan dibagi menjadi 4 rute atau lebih sesuai dengan panduan di halaman peta. Masing-masing kelompok mahasiswa akan didampingi oleh dosen dan asisten praktikum.
  4. Susunan acara fieldtrip:
  5. Pukul 07.00-07.15 WIB: Persiapan & pembagian kelompok
  6. Pukul 07.15-09.30 WIB: Penjelasan Lanskap Kebun Raya Bogor sesuai kelompok oleh masing-masing dosen
  7. Pukul 09.30-10.00 WIB: Menggambar salah satu pemandangan yang mewakili salah satu tema lanskap KRB dan Penutupan kegiatan.
  8. Mahasiswa masih dalam suasana praktikum lapang. Oleh sebab itu dilarang mengenakan pakaian yang tidak sopan dan bersepatu.
  9. Mahasiswa yang tidak hadir/tidak melaksanakan praktikum lapang atau terlambat lebih dari 30 menit akan dianggap tidak mengikuti Praktikum Kebun Raya Bogor dan nilai Praktikumnya adalah 0 (nol).

 

PERALATAN PRAKTIKUM

  1. Papan jalan
  2. Alat tulis pulpen, pensil, penggaris
  3. Kertas A4 untuk mencatat dan menggambar. Untuk kertas gambar, diberi garis tepi 1 cm
  4. Peralatan pribadi lainnya (contoh: alas duduk, dll) jika diperlukan

 

PELAPORAN HASIL PRAKTIKUM

Hasil praktikum dibuat secara tertulis, melaporkan dan membahas:

  • Laporan tertulis deskripsi topik/lokasi yang dikunjungi (ditulis tangan di kertas A4 maksimal 2 halaman).
  • Gambar ilustrasi (1 lembar) dari salah satu objek di atas.

 

Praktikum ARL200 KRB 2017

Praktikum ARL200 KRB 2017 Fountaine

 

Praktikum ARL200 KRB 2017

Praktikum ARL200 KRB 2017 Taman Anggrek

DOWNLOAD PANDUAN PRAKTIKUM ARL200 KRB 2017

 

Panduan Praktikum MG VII KRB 2017 KAS